Anda di halaman 1dari 27

BUNCIS

Phaseolus vulgaris L
Kacang buncis merupakan
sejenis sayur kacang-kacangan
yang berbuah dan sangat kaya
dengan kandungan protein

Berasal dari Amerika tengah


dan Amerika Selatan
JENIS-JENIS BUNCIS

1. Buncis jenis tegak


Jenis buncis ini tegak batangnya dan tidak menjalar
Contoh : kacang merah (kacang jago) yang bijinya
berbintik-bintik merah dan kacang galing yang bijinya
berwarna hitam kuning atau cokelat tua.

2. Buncis jenis melilit/ merambat


Buncis dengan jenis melilit . Bijinya berwarna putih,
hitam dan kuning. Buncis jenis ini banyak ditanan
oleh petani.
Syarat Tumbuh
Suhu

Buncis
Cekaman panas
berlanjaran/merambat
Rata-rata suhu udara cenderung tumbuh lebih
berpengaruh buruk terhadap
20-25°C sudah pembentukan polong, dan
baik pada suhu agak lebih
beberapa kultivar lebih
optimum untuk dingin, dan lebih peka
toleran dibandingkan
pertumbuhan dan terhadap suhu tinggi pada
dengan yang lain. Suhu
saat pembungaan
hasil tinggi. dibandingkan dengan
tanah yang sesuai adalah
18-30°C.
buncis tipe tegak.
• Lengas Tanah

Untuk memperoleh
hasil tinggi, perlu
diperhatikan Cekaman lengas
pengelolaan lengas berpengaruh
yang baik. terhadap hasil
Buncis peka Kelengasan tanah polong, jumlah dan
terhadap harus mendekati ukuran biji, selain
kekeringan dan kapasitas lapangan, terhadap warna,
genangan. khususnya selama kandungan serat,
Idealnya, lengas pembungaan;
penggenangan dan kekerasan biji.
harus tersebar
menyebabkan Selain
merata sepanjang
anoksia (kekurangan perkecambahan,
pertumbuhan; 250-
oksigen), buncis pembungaan dan
450 mm biasanya peka terhadap perkembangan
sudah memadai. kondisi ini, dan polong paling peka
menyebabkan terhadap
meningkatnya kekurangan air.
serangan penyakit
busuk akar.
• Tanah

Tanah lempung liat


yang berdrainase Tanah yang paling
baik, remah, dan disukai; pH
bertekstur medium optimum berkisar
sangat sesuai untuk antara 6,0 dan 6,5.
produksi buncis.

Pertumbuhan
sangat berkurang
bila tanah
dipadatkan.
• Penyinaran Matahari

Sebagian besar kultivar buncis yang ada sekarang ini tidak peka terhadap
fotoperiod. Namun, kultivar tertentu hanya menghasilkan tunas bunga
selama hari pendek.

Perilaku yang menarik adalah sifat daun buncis yang menghadap dan mengikuti
matahari, sifat yang meningkatkan efisiensi fotosintesis.

Sebaliknya, selama periode kelebihan panas dan kelengasan tanah rendah, daun akan
memutar sejajar dengan cahaya matahari sehingga menurunkan suhu daun. Hasil berkurang
jika tanaman ternaungi.
BUDIDAYA
• Pengolahan Tanah

Tujuan Menciptakan media


tanam yang ideal,
sehingga tanaman
dapat tumbuh dengan
baik
Pembersihan rumput-rumputan,
penggemburan tanah, dan pembuatan
parit-parit drainase adalah termasuk
pengolahan tanah.

Tanah dibajak dan dicangkul 1-2 kali


sedalam 20-30 cm.

Untuk tanah-tanah berat pencangkulan dilakukan


dua kali dengan jangka waktu 2-3 minggu.
Sedangkan untuk tanah-tanah ringan
pencangkulan cukup dilakukan sekali saja.
Pembuatan Bedengan

Bedengan-bedengan dibuat dengan ukuran panjang 5


meter, lebar 1 meter dan tinggi 20 cm. Jarak antar
bedengan 40-50 cm

Untuk areal yang tidak begitu luas, mislnya tanah pekarangan,


tidak dibuat bedengan tetapi menggunakan guludan tanah selebar
20 cm, panjang 5 meter, tinggi 10-15 cm dan jarak antar guludan
70 cm.
• Penanaman

Jarak Tanam
Lubang Tanam

Jarak tanam yang


digunakan adalah20 x
50 cm, baik untuk Lubang tanam dibuat dengan
tanah datar atau cara ditugal.
tanah miring.

Apabila kesuburan
tanahnya tinggi, maka Kedalaman tugal 4-6 cm untuk tanah yang
sebaiknya
menggunakan jarak remah dan gembur, sedangkan kedalaman
tanam yang lebih 2-4 cm untuk jenis tanah liat. Hal ini
sempit lagi, yaitu 20 x disebabkan pada tanah liat kandungan
40 cm airnya cukup banyak, sehingga
dikhawatirkan benih akan membusuk
sebelum mampu berkecambah.
Pemeliharaan Tanaman
• Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan pada umur


14-21 hari setelah tanam. Pupuk yang
diberikan hanyalah Urea sebanyak 200
kg / ha

Caranya cukup ditugal kurang lebih


10 cm dari tanaman. Setelah itu
ditutupi kembali dengan tugal atau
diinjak dengan kaki.
• Pengguludan

Tujuan dari
peninggian Penginggian
guludan adalah guludan atau
untuk bedengan
memperbanyak dilakukan pada
akar, menguatkan saat tanaman
tumbuhnya berumur kurang
tanaman dan lebih 20 dan 40
memelihara hari.
struktur tanah.

Lebih baik
dilakukan pada
saat musim hujan.
• Pemasangan turus atau lanjaran

Pelaksanaan pemasangan turus dapat dilakukan


bersamaan dengan peninggian guludan yang
pertama, yaitu pada saat tanaman berumur 20 hari.
• Pemangkasan

Pemangkasan
dilakukan bila tanaman
telah berumur 2 dan 5
minggu.
Untuk memperbanyak
ranting-ranting sehingga
diperoleh buah yang
banyak, maka tanaman
buncis perlu dipangkas.
Pemangkasan sebatas
pembentukan sulurnya.
HAMA
• Kumbang Daun

Gejalanya daun kelihatan berlubang-lubang bahkan kadang-


kadang tinggal kerangka atau tulang-tulang daunnya saja.
Tanaman menjadi kerdil dan polongnya kecil-kecil.

Pengendaliannya : Bila sudah terlihat adanya telur, larva,


maupun kumbangnya maka dapat langsung dibunuh dengan
tangan. Atau dapat juga diberantas dengan insektisida
Lannate 25 WP, dengan konsentrasi 1,5-3 cc/l air atau 300-
6001 larutan setiap hektar.
• Penggerek polong

Gejalanya : polong yang Pengendalian : Dilakukan


masih muda mengalami dengan tanam serentak,
kerusakan, bijinya usahakan pula tidak ada
tanaman inang disekitar
banyak yang keropos.
tanaman buncis, misalnya
Akan tetapi, kerusakan tanman orok-orok perlu
ini tidak sampai juga dilakukan
mematikan tanaman penyemprotan dengan
buncis. insektisida.
• Lalat kacang

Gejalanya : Daun berlubang-


Pengendalian : Setelah biji buncis
lubang dengan arah tertentu,
ditanam sebaiknya segera diberi
yaitu dari tepi daun menuju
penutup jerami daun pisang,
tangkai atau tulang daun, gejala
penanaman dilakukan secara
lebih lanjut berupa pangkal
serentak. Bila tanaman sudah
batang yang membengkok/pecah
terserang secara berat maka
kemudian tanaman menjadi
segeralah dicabut dan dibakar
layu,berubah kuning, dan
atau dipendam dalam tanah,
akhirnya mati yang masih muda.
apabila erangan belum terlalu
Apabila tidak mati maka
berat maka segeralah diberi
tumbuhnya kerdil sehingga
insektisida
produksinya sedikit.
• Kutu daun

Gejala akan lebih jelas terlihat pada tanaman-tanaman yang


masih muda. Bila serangannya hebat, maka pertumbuhannya
menjadi kerdil dan batang memutar (mimilin). Daunnya -
enjadi keriting dan kadang berwarna kuning.

Pengendaliannya dengan cara memasukkan musuh alaminya


yaitu lembing, lalat dan jenis dari Coccoinellidae, atau
dengan menggunakan insektisida Orthene 75 Sp.
• Ulat jengkal semu

Gejalanya dibawah daun terdapat


telur yang bergerombol. Setelah
menetas ulatnya akan memakan
daun-daun baik yang muda
maupun yang tua. Daun menjadi
berlubang bahkan dapat habis
Pengendaliannya : dapat dibunuh
sama sekali. Akibatnya, tanaman satu persatu atau dengan sanitasi,
menjadi kerdil karena tidak yaitu membersihkan gulma-gulma
sempurna melakukan fotosintetis. yang dapat dijadikan sebagai
tempat persembunyian hama
tersebut. Bisa juga dengan
menggunakan insektisida
Hotathion 40Ec.
• Ulat penggulung daun

Gejalanya daun kelihatan seperti menggulung dan


terdapat ulat yang dilindungi oleh benang sutera dan
kotoran. Polongnya sering pula ikut direkatkan bersama-
sama dengan daunnya. Daun juga nampak berlubang-
lubang bekas gigitan dari tepi sampai ketulang utama,
hingga habis hanya tinggal urat-uratnya saja.

Pengendaliannya : sebaiknya daun yang terkena segera


dibuang atau dibakar, apabila masih ada serangan maka
dilakukan penyemperotan dengan insektisida.
Insektisidanya yaitu Azodrin 15 WSC.
PENYAKIT
• Penyakit Antraknosa.

Gejala :
- Polong Buncis muda terdapat bercak-bercak kecil dengan bagian tepi warna
coklat karat dengan warna kenerah-merahan. Bentuknya tidak beraturan antara
yang satu dengan yang lain, bila udara lembab akan terdapat spora yang
berwarna kemerah-merahan.

- Pengendaliannya :
Sebaiknya dipilih bibit yang benar-benar bebas dari penyakit atau dapat juga
dengan merendam benih dalam fungisida Agrosid 50SD sebelum ditanam.
Dengan penyemperotan fungisida Delsene Mx200, konsentrasi 1-2 gr/lt air.
Juga bisa dengan fingisida Velimek 80WP dengan konsentrasi 2-2,5gr/lt air.
• Penyakit Embun Tepung

Pengendaliannya :
Bagian yang sudah terserang
sebaiknya dipotong atau
dibakar. Dapat juga disemprot
dengan fungisida Morestan
25WP, konsentrasinya 0,5 - 1
gr/lt air dan volume larutan
Gejala : 1.000 lt/ha.
Daun, batang, bunga dan
buah berwarna putih
keabuan (kelihatan
seperti kain beludru).
• Penyakit Layu

Gejala :
Tanaman akan terlihat layu, kuning dan kerdil. Bila batang tanaman yang
diserang dipotong melintang, maka akan terlihat warna coklat atau
dipijat akan keluarlah lendir yang berwarna putih.

Pengendaliannya :
Dilakukan dengan cara menyiram tanaman dengan air yang bebas dari
penyakit, bila hendak membuat persemaian lebih baik tanah disterilisasi
dulu dengan air panas 100o C. Dilakukan dengan penyemprotan
fungisida Agrept 20 WP dengan konsentrasi 0,5 - 1/lt air.
• Penyakit Bercak daun

Gejala :
Daun bercak kecil berwarna coklat kekuningan lama kelamaan bercak
akan melebar dan bagian tepinya terdapat pita berwarna kuning.
Akibat lebih parah, dau akan menjadi layu dan berguguran. Bila
sampai menyerang polong, maka polong akan bercak kelabu dan biji
yang terbentuk kurang padat dan ringan.

Pengendaliannya :
Benih buncis direndam dulu dalam air panas dengan suhu
48 C selama 30 menit. Bilas dengan air dingin dan
keringkan. Dengan penyemprotan menggunakan Baycor
300EC, konsentrasi 0,5 - 1 lt/ha. Bisa juga menggunakan
Bayleton 250EC, konsentrasi 0,25-0,5 lt/ha.
Panen
• Ciri dan Umur Panen

Ciri-ciri polong yang siap


dipanen :
Pemanenan
a) Warna polong agak
dapat muda dan suram.
dilakukan b) Permukaan kulitnya
saat agak kasar.
tanaman c) Biji dalam polong
berumur 60 belum menonjol
hari . .d) Bila polong dipatahkan
akan menimbulkan bunyi
letup.