Anda di halaman 1dari 30

HORTIKUTURA

Motto :
Jadikan hari kemarin sebagai renungan , hari ini
sebagai perjuangan dan esok sebagai harapan

by. Ir.PATRIANI
Pendahuluan
Ruang Lingkup : termasuk dlm Ilmu Agronomi, berasal dr kata Hortos ( kebun)
dan Cultura ( budidaya).
Jadi : Hortikultura : pengusahaan khusus, bukan hanya di halaman tapi juga
di luar halaman rumah, meliputi :
Sayuran, buah2an dan bunga2an. Yaitu tentang :
cara bercocok tanam, pemupukan, THP serta panen.
Ilmu yang mempelajari : sayuran : olerikultura (olericultutre)
buah-buahan : pomologi (pomology)
penataan tanaman hias : hortikultura ornamental
(ornamental horticulture)
• Hortikultura ornamental dapat dipilah menjadi 2 pokok kajian :
1. florikultura (floriculture): budidaya tanaman hias sebagai
bunga potong, tanaman pot atau tanaman
penghias tanam.
2. arsitektur lansekap (landscape architecture) :
difokuskan pada aspek penataan atau desain tanaman yg
menggunakan tanaman hias sebagai materinya.

Penggolongan tanaman hortikultura ditekankan pada cara


pemanfaatan organ hasil dari tanaman tersebut, tdk didsrkan
atas karakteristik morfologi atau panjang daur hdpnya.
Janick (1972):
Hortikultura : yg berhubungan dg pembudidayaan yg membrkan
ganjaran berupa : - keuntungan uang
- kesenangan pribadi
yg cukup menjadi alasan pengeluaran biaya untuk upaya yg
intensif.

Ilmu Hortikultura mencakup :


- aspek produksi dan penanganan hasil ketiga kelompok
tanaman tsb, termasuk teknik perbanyakan, penanaman,
pemeliharaan, panen dan pengolaan pasca panennya.
• Tanaman hortikultura dapat dibedakan menjadi :
- tanaman berkayu (woody plant)
- tanaman berbatang lunak (non-woody plant) :
* tanaman herba (herbaceous plant)
* tanaman sukulen

Tanaman herba yang berbatang tidak dapat tegak tanpa struktur


penyangga dsbt vine.
tanaman berkayu yang tdk dpt tegak tanpa penyangga : liana
Tanaman berkayu dan dpt tegak : pohon , yaitu :
- kanopinya berukuran besar
- percabangannya dimulai pd bagian pangkal batang.
Semak (shrub): - kanopi berukuran kecil
- percabangan dimulai pd bagian pangkal batang
• Ciri tanaman Hortikultura :
1. mudah/cepat busuk/rusak, tetapi selalu dibutuhkan setiap hari
dlm keadaan segar. Dr panen → pasar memerlukan penanganan
yg cermat dan efisien krn akan emmpengaruhi kualitas dan harga
pasar.
2. memiliki nilai estetika→ harus memenuhi keinginan masyarakat
umum (Jd sangat tergantung pd : cuaca, serangan HP).
3. produk musiman. Ada beberapa produk yg tersedia sepanjang
tahun/musiman ( durian, duku, manggis, rambutan dll).
4. memerlukan volume (ruang) yg besar → ongkos angkut > harga
angkut > → harga pasar tinggi.
5. mempunyai daerah penanaman yang spesifik/ agroklimat
tertentu.
6. membutuhkan pemeliharaan yg intensif krn peka (sensitif) terhdp
kondisi lingkungan yg tdk optimal.
7. membutuhkan modal yg besar persatuan luas.
8. membutuhkan pengetahuan yg lbh kompleks
• Perkembangan hortikultura di Indonesia
- Tanaman hias/ bunga potong sejak th 1983.
- sekarang sudah berkembang dengan pesat berbagai
jenis tanaman baik buah2an, sayuran serta bunga2an.

Kondisi usaha hortikultura di Indonesia tergambar sbb:


1. Luas lahan terbatas, biasanya bertanam di pekarangan.
2. Tradisional, bibit asalan, kdg2 tdk memandang kesesuaian
agroklimat, demikian pula dg penanganan Hpnya.
3. Jenis tanaman dlm satu lahan heterogen.
4. Penanganan pasca panennya masih terkesan sederhana.
• Pemasaran Produksi hortikultura di Luar Negeri
Permintaan luar negeri cukup tinggi, terlihat dari peningkatan nilai
ekspor. Hal ini dapat dikembangkan dg melihat ketersedian tenaga
kerja yang ada.
Permintaan pasar luar negeri :
- buah-buahan (1960 an) : mangga, pepaya, nenas dan alpokat.
( 1990 an) : langsat, durian, sawo, jeruk dan pisang.
- bunga potong ( 1980 an).

Faktor-Faktor peningkatan ekspor produk hortikultura :di luar


negeri:
1. Meningkatnya penduduk (etnis) yg tinggal di negara tsb (Belanda,
Australia dan Amerika).
2. Adanya promosi baik oleh pengimpor maupun negra pengekspor.
3. meningkatnya jumlah restoran “Oriental food” di luar negeri.
4. Meningkatnya teknologi transpotasi jarak jauh.
• Kendala-kendala yang timbul :
1. mutu produk yang masih tergolong rendah → perlu ditingkatkan.
2. Serangan hama dan penyakit.
3. ukuran.disesuaikan dg selera konsumen negara yg bersangkutan.
4. warna, rasa dsb.
5. bebas residu pestisida.

Negara pengimpor produk Indonesia


Sayuran : terong, paprika, kapri, kentang, kol, bawang ( Singapura,
Malaysia, Hongkong Taiwan).
Bunga2an : Azalea, Heliconia, Alpinia, Begonia, Kalanchoe, Saint
Paula, Mawar, Anggrek Ficus dsb ( Jerman, Amerika,
Prancis, Jepang, Thailand).
Syaratnya : - bebas dari pestisida, hama dan penyakit
- harus segar.
PERTUMBUHAN TANAMAN

TIK : - Mahasiswa mengetahui bagian2 tanaman serta fungsinya.


- dapat menyebutkan bagian2 bunga.
- mengetahui proses fisiologis pd tanaman dlm kaitannya dg
panen yang dikehendaki.
- menjelaskan neraca pertumbuhan.
- mengetahui faktor lingkungan alami dan buatan yang
mempengaruhi tanaman.
• A. Bagian Tanaman
A1. Akar, berfungsi :
- menyerap hara dan air melalui bulu2 akar dg peristiwa difusi
dan osmosis.
- sebagai alat pengangkutan air (jaringan konduktif).
- Alat untuk menegakkan tanaman.
- Alat penyimpan hasil fotosinthesis (fotosintat).
- Alat pembiakan.

A2. Batang, berfungsi :


- Mensupport atau menunjang cabang, tunas, daun dan buah.
- Alat pengangkutan air dan hasil fotosinthesis.
- Penyimpanan hasil fotosithesis (umbi).
- sebagai alat pembiakan.
Modifikasi batang : duri, sulur, bulb (umbi lapis), tuber,
rhizome dan corm.
A.3. Daun ; terdiri : - a. Dasar daun
- b. Petiole ( tangkai daun)
- c. Helai daun
fungsinya : - tempat fotosintesis dan respirasi ( respirasi
terjad diseluruh bagian tanaman).
- Transpirasi : keluarnya uap air melalui
stomata.
- alat pembiakan.

Modifikasi daun berfungsi sebagai :


- proteksi : helai kuncup melindungi kuncup.
- Penyimpanan : daun pada bawang.
- Penyimpanan air pada tanaman yang sukulen.
- Penangkap insekta pada tanaman “pitcher plant” : kantong
semar.
A. 4. Bunga ; terdiri dari :
- Calyc, yaitu dasar bunga berwarna hijau, merupakan kumpulan
dari sepal.
- Corola, berwarna warni merupakan kumpulan dari petal.
Ada yang : - reguler (bentuk dan ukuran petal sama)
- irreguler ( btk dan ukuran petal tidak sama).

A.5. Terminologi bunga


1. Bunga sempurna (jika dlm satu bunga terdapat bunga betina dan
jantan).
2. Bunga tidak sempurna ( jika dalam satu bunga hanya terdapat
salah satu saja , jantan atau betina).
3. Inferior ovary (ovary bersatu dengan calyx).
4. Superior ovary, ovary berada diatas dan terlepas dari calyx.
B. Keadaan Fisiologis Tanaman
Semua bagian struktur tanaman (akar, batang, daun, bunga, buah dan
biji) disusun oleh bagian2 kecil : sel.
Sel yang mempunyai besaran serta pekerjaan yg sama: jaringan.
Seluruh sel selalu mengadakan kegiatan2 fisiologis : Fotosintesis,
respirasi, transpirasi, absorpsi, translokasi.

B.1. Fotosintesis
yaitu proses membangun dari bahan mentah menjadi makanan yg
baik bg tanaman, hewan dan manusia atau dengan kata lain :
Suatu proses dimana sinar energi dirubah menjadi energi kimia.
Sebagai hasil akhirnya :
Cahaya / sinar mthr
CO2 + 2H2O 6 (CH2O) + O2 + H2O
Klorofil + 672 kalori
Karbo hidrat yang terbentuk dibagi ke dalam 2 golongan :
1. Karbohidrat yang larut dalam air (Soluble carbohydrat ). Misalnya
glukosa., fruktosa, sukrosa. Sukrosa dan fruktosa dapat
mempengaruhi kualitas buah hasil panen.
2. Karbohidrat yang tidak dpt larut dlm air ( insoluble carbohydrat).
Yaitu karbohidrat disimpan sebagai cadangan makanan : pati.

B.2. Respirasi
Fungsinya : merubah energi kimia potensial dari bentuk makanan
bentuk kimia kenetik : melepaskan energi dari
dalam tubuh hewan atau tumbuh2an.
enzym
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + energi

Proses respirasi ini seolah-olah merupakan kebalikan dari proses


fotosintesis.
Beda antara fotosintesis dan respirasi :
Fotosintesis Respirasi
- terjadi pada bagian khloroplast - terjadi diseluruh bagian tanaman
yang berhijau daun.
- terjadi ditempat yg terang dan - terjadi di tempat terang maupun
terkena sinar matahari. gelap (siang maupun malam).
- bereaksi endotermis. - bereaksi eksotermis.
- menambah berat kering tan. - mengurangi berat kering tan.

B.3. Transpirasi dan Absorpsi


Transpirasi : perubahan molekul air cair menjadi gas melalui mulut
daun.
Absoprsi : penyerapan air dan larutan hara dari tanah.
Difusi : gerakan menyebar zat2 pada media dengan kadar tinggi
ke media dg kadar rendah. Terjadi pada : akar rambut
yaitu penyerapan mineral air tanah ke dalam akar.
Air berguna untuk mempertahankan turgor ( air yang dihisap = air
yang ditranspirasikan.
Jika air yg diisap < dari yg ditraspirasikan, tekanan turgor berkurang.
Akibatnya stomata tertutup. Hal ini mengakibatkan CO2 tak dapat
berdifusi dlm daun shg fotosintesis terhenti dan panen rendah.

B.4. Translokasi
adalah : pengangkutan larutan pangan dari bagian satu ke bagian
lain.
contoh : - garam2/ ion2 harus diangkat ke akar dari daun.
- hasil fotosintesis dari daun ke organ2 penyimpanan
(umbi, buah, batang dan biji).
C. Fase Pertumbuhan
1. pertumbuhan vegetatif ( fase pemakaian karbohidrat) yaitu
perkembangan batang, daun, akar yang berhubungan erat dengan
proses pembelahan sel, pemanjangan sel, dan proses differensiasi.
2. Pertumbuhan reproduktif (fase akumulasi karbohidrat) yaitu
dewasanya daun, akar dan terjadi pembentukan bunga, buah, biji,
dewasanya akar yang berdaging / umbi.
a. Akumulasi gula.
b. Pembentukan hormon2 yg penting dlm perkembangan
primordia bunga.
c. Peletakan tunas2 bunga.
d. Pematangan jaringan
e. Terjadi cadangan karbohidrat pada umbi.
f. Perkembangan dan pemasakan bunga, buah dan biji.
g. Pembentukan bahan pemegang air, koloid hydrophilic.
D. Neraca Pertumbuhan Vegetatif dan Reproduktif
adalah untuk menentukan arah pertumbuhan dengan 3 kemungkinan sbb:
a). V-r : fase vegetatif lbh dominan dpl : pemakaian karbohidrat > dr
akumulasi (penumpukan). Scr visual penampakan tanaman
lbh kekar ditandai dg pembentukan akar, batang dan daun.
b). V-R : fase vegetatif sebanding dg fase reproduktif dpl pemakaian
karbohidrat seimbang dengan penumpukan karbohidrat.
Tanaman kelihatan moderate (sedang).
c). v-R : fase reproduktif lbh dominan, pemakaian karbohidrat lebih
kecil drpd penumpukan . Tanaman kerdil, lbh cepat
berbunga dan berbuah.

Neraca pertumbuhan ini sangat erat hubungan nya dg tujuan kita dlm
mengusahakan tanaman.
E. Lingkungan Tanaman
Meliputi : Iklim, tanah, hubungan antara tanaman dg hewan atau
tanaman lainnya.
Iklim : - Iklim mikro : suhu, sinar. Kelembaban.
- Iklim Makro : sinar, suhu, hujan, Kelembanan, Kons CO2
angin dan awan.
Tanah : Air, udara, hara, suhu, pH, bahan organik, tekstur, struktur.
Manusia, hewan dan tanaman : insekta, penyakit, gulma, polusi,
proteksi, budidaya dsb.

F. Perlakuan untuk Mengatur Pertumbuhan dan Perkembangan


Tanaman
F.1. Pengaturan secara fisik.
Tujuan : - merubah ukuran, bentuk, arah pertumbuhan.
- untuk kesehatan tanaman dg membuang bagian tan yg
sakit.
- Pemangkasan ( medptkan kualitas buah yg baik).
Tujuan pemangkasan :
- memperbanyak cabang
- menghasilkan tanaman yg rendah
- mempermuda bagian tanaman yg telah tua
- mempercepat dan mengatur pembungaan.
- meningkatkan “juvenility” (akan terjadi perubahan dari produksi
fitohormon atau C/N ratio).
Saat pemangkasan proses fotosintesis berkurang, tapi akan
berlangsung normal kembali jika daun tlh tumbuh dg sempurna
kembali.
Pemangkasan akar :
- memperlambat pertumbuhan vegetatif
- merangsang pembungaan.

Caranya : dg memotong akar yg masih dipembibitan, sebelum di


pindahkan ke pot yg lebih besar / lapangan
F.2. Pengaturan secara kimia
dg : fitohormon,
- tujuannya : mengurangi tenaga kerja ( krn dpt menggantikan
pemangkasan untuk menghasilkan tan yg kerdil).
- Caranya : harus masuk melalui akar, daun dan batang.
- Aplikasinya : tergantung spc, bagian tanaman, sifat kimia,
suhu, kelarutan serta kelembaban.
Fitohormon : auksin, geberelin, sitokinin, ABA, etilen ( kesemuanya
merupakan senyawa organik selain hara dihasilkan oleh tanaman
dlm konsentrasi rendah, mengatur proses fisiologis tanaman,
berpindah (bergerak dlm tanaman dari tempat diproduksi ke tempat
lain untuk beraksi).
-
F.3. Pengaturan secara hayati (biologi)
Secara umum :
1. Penyambungan tanaman, selain untuk pembiakan juga
digunakan untuk kontrol pertumbuhan.
Tujuan menyambung :
- modifikasi sifat pertumbuhan (growth habit).
- tahan terhadap Hama dan penyakit tanaman.
- tahan terhadap kondisi tanah.
- memperbaiki kualitas buah.

2. “Ringing” : - membuat tanaman menjadi kerdil.


- menghasilkan bunga dan buah lebih awal.
Membuka Kebun
TIK: 1. Mengetahui pedoman penanaman yg baik di lapangan
maupun pertanaman di khusus(kebun).
2. Pembuatan bedengan yg memenuhi syarat pertumbuhan.
3. dpt menentukan waktu tanam dan umur panen dr berbagai
jenis tanaman.
A. PEMILIHAN LAHAN
Dlm budidaya tanaman hortikultura, ada beberapa faktor yang
harus diperhatikan adalah :
- kesuburan lahan
- sifat fisik tanah,
- kemiringan lahan,
- status air lahan,
- ketersedian sumber air dan
- gulma yang dominan.
- Kesuburan tanah :
dpt mengaplikasikan penggunaan pupuk (organik dan an-
organik) dan kapur.

- Sifat fisik tanah


dengan pengolahan tanah :
@ menggemburkan tanah (aerasi dan draenasinya baik) untuk
merangsang pertumbuhan akar.
@ mengendalikan gulma

- Kemiringan lahan
# pencegahan erosi dg pembuatan terasering sesuai garis
kontur, menyebabkan tambahan biaya produksi dan tdk
semua lahan dpt ditanamai dg tanaman.
• Permukaan tanah yg sangat datar jg mempunyai masalah, krn
berhubungan dengan draenase tanah.
Poincelot ( 1980), kemiringn tanah yg ideal adalah 3% atau lbh
sdkt.

- Status air tanah


Perlu mendapat perhatian terutama pada daerah pasang surut air
laut, sungai atau rawa.
Pada lahan tsb akan membatasi jenis tanaman yang akan
diusahakan serta membatasi waktu tanam dlm memanfaatkan
lahan.
Pada tanah kering, hrs diperhatikan sumber air (terutama unt
tanaman semusim).

- Gulma
Contoh gulma yg sulit diatasi : alang-alang (Imperata cylindrica).
B. PENGOLAHAN TANAH DAN PENYIAPAN LAHAN
Tanah yg ideal :
- subur, gembur, datar dan tdk tergenang air ( permukaan
air tanah tdk mencapai daerah perakaran tanaman.
- tdk ditumbuhi oleh gulma yg sulit dikendalikan.

Jenis tanah ideal, sult didapat, ttp dg ketersedian yang


terbatas, maka cara mengoptimalkan tanah yang ada
adalah dg biaya produksi yg seminimal mungkin.
• Pemilihan lahan hrs memperhatikan kondisi iklim
setempat (hrs ada kesesuaian antaar jenis tanaman yg
akan dibudidayakan dengan kondisi iklim setempat).

• Untuk daerah tropis, kondisi iklim lebih ditentukan


oleh ketinggian tempat dr permukaan laut (altitude).