Anda di halaman 1dari 50

DUKU

(Lansium domesticum Corr.)


 Duku (Lansium domesticum Corr)
merupakan tanaman buah berupa pohon
yang berasal dari Indonesia

 Sekarang populasi duku sudah tersebar


secara luas di seluruh pelosok nusantara

 Selain itu ada yang menyebutkan duku


berasal dari Asia Tenggara bagian Barat,
Semenanjung Thailand di sebelah Barat
sampai Kalimantan di sebelah Timur
Berdasarkan dari buahnya (baik bentuk, warna,
jumlah dalam tandan), jumlah biji dalam buah
ataupun rasanya, duku dibedakan menjadi 3 jenis :
1. Duku
- Buahnya tersusun dalam tandan
berdompolan. Dalam tiap buah duku rata-rata
terdapat 5 ruang daging buah. Warna daging
buah putih atau jernih seperti lilin, rasanya
manis-manis keasaman, keping biji agak
tebal dan berwarna hijau
- Ukuran buah 10 – 11 cm, kulit buah
halus, tebal dan secara umum
berwarna kuning muda atau kuning
kelabu. Pada waktu matang, buahnya
tidak bergetah

- Tinggi tanaman dapat mencapai 20 m.


Berbatang lurus, cabangnya bulat dan
berbulu halus
- Daun majemuk. Pangkal tangkai daun
agak tebal dan berbentuk lonjong

- Bunga berupa bulir dan berwarna


putih kekuning-kuningan dengan 4 – 5
tajuk
2. Langsat
- Sosok tanaman mirip dengan duku tetapi
daunnya tidak begitu lebat dan pohonnya lebih
langsing
- Tandan langsat tertutup oleh buahnya yang lebat.
Kulit buahnya berwarna kuning muda/kuning
langsat, lebih tipis dan agak berbulu, buahnya
bergetah
- Bentuk buah agak lonjong, warna
daging buah hampir sama dengan
duku tetapi rasanya lebih asam
3. Kokosan
- Sosok mirip dengan duku maupun langsat,
tetapi bentuk daunnya lebih lanset, bulu daun
lebih lebat dan kasar. Malai bunga berukuran
lebih panjang
- Buah berukuran lebih kecil, kulit buah masak
berwarna kuning kemerah-merahan, bergetah
dan sukar dikupas meskipun sudah masak.
- Bentuk buah lebih bulat dan
tumbuh rapat pada dompolan.
- Daging buah rasanya asam dan
tipis dan sulit dilepaskan dari
bijinya
Morfologi duku
Tanaman lain yang merupakan kerabat
dekat duku (Familia Meliaceae) :
1. Kecapi (Sandoricum koetjapie (Burm.F.) Merr)
- Berasal dari Malaysia
- Tinggi pohon 30 m dan berbatang lurus,
daunnya majemuk. Bunga terdapat pada ketiak
daun
- Bentuk buah bulat, berkulit tebal dan berbulu,
warna kuning kehijau-hijauan dan di dalamnya
terdapat 2 – 3 biji. Teksturnya lunak dan
rasanya manis agak asam
Buah Kecapi
2. Mahoni (Swietenia mahageni (L) Jack )

- Asal Amerika
- Tinggi tanaman 30 m, bentuk daun bulat telur
atau lonjong, berbunga sepanjang tahun,
bunga berwarna hijau kekuning-kuningan
- Bentuk buah lonjong, berkayu,
warna hijau kecoklat-coklatan
Buah Mahoni
3. Suren (Toona sureni (BI) Merr.)

- Tumbuh liar di hutan Sumatera, Kalimantan,


Jawa, Maluku
- Tinggi tanaman 40 m dan diameter setinggi
dada 2 m
- Batangnya abu-abu tua sampai
abu-abu kecoklat-coklatan, berbau
kayu cendana, bergetah
Duku yang ditanam hendaknya dari varietas yang
unggul

Kriteria unggul :
- Mempunyai sifat genjah
- Produktivitas tanaman tinggi
artinya rata-rata jumlah buah yang
dihasilkan per pohon per musim buah atau
jumlah buah yang dihasilkan per pohon per
tahun diatas produksi buah lain yang sejenis
……..Lanjutan
- Rasa dan aroma buah lebih disukai
artinya rasa dan aroma dapat memenuhi
selera konsumen pada umumnya dibandingkan
buah lain yang sejenis
- Persentase daging buah lebih tebal dan
bertekstur lembut, tidak berserat, ukuran biji
lebih kecil atau bahkan tidak berbiji sama sekali
dibandingkan buah lain yang sejenis
…..Lanjutan
- Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti
warna, bentuk dan ukuran buah lebih tinggi
dan lebih seragam dari pada buah lain yang
sejenis

- Kandungan gizi tinggi, kulit buah tipis, tahan


terhadap hama dan penyakit, ukuran buah
besar
Ciri-ciri buah duku yang unggul :
- Ukuran buah lebih besar dari pada jenis duku
lainnya
- Warna kulit kuning muda
- Tidak bergetah bila buah dipencet
- Biji tertutup rapat oleh daging buah yang tebal
- Banyak mengandung sari buah
- Rasanya manis
- Warna daging buah putih jernih atau bening
- Keping biji kecil, berwarna hijau tua dan rasanya
pahit
Duku Unggul
1. Duku Komering
dihasilkan sekitar dataran
sungai Komering, Sumatera Selatan

Ciri-cirinya :
- Kulit buah tipis, warna daging buah bening,
rasanya manis, hampir tidak berbiji, produksi
buah yang baru mulai berbuah rata-rata 12
kg/pohon/tahun. Yang sudah dewasa 8 -9
ku/pohon/tahun
2. Duku Condet
dihasilkan sekitar Condet Jakarta

Ciri-cirinya :
- Ukuran buah sedikit lebih kecil dari pada duku
Komering
- Rasa daging buahnya manis dan berwarna putih
jernih atau bening
- Kulit buah tipis
- Ukuran biji kecil
- Persentase daging buah berkisar 52,46% - 64,09%
sedangkan duku Komering 64,28% - 77,28%
3. Duku Metesih
Desa Plosorejo, desa Metesih
Surakarta (Jateng)

Ciri-cirinya :
- Ukuran buah lebih kecil dari duku Komering
- Kulit buah lebih tipis dan lebih terang warnanya
- Rasanya manis, warna daging buah putih dan
kesat
- Bijinya hampir sama dengan duku Komering
- Untuk tanaman berumur 15 tahun hasilnya 1 ku,
umur 25 – 75 tahun mencapai 3 – 4 ku dan umur
lebih dari 75 tahun lebih dari 4 ku/pohon
4.Duku Sumber dari Kudus
Ciri-cirinya :
- Daging buah jernih dan rasa dagingnya lebih
legit

5. Duku Kalikajer dari Kabupaten Kudus


dan Purbalingga
Ciri-cirinya :
- Buah lebat, ukuran buah relatif besar, kulit
buah tipid, warna kulit kuning cerah, rasa manis
Cara Perbanyakan
• Perbanyakan vegetatif belum banyak dilakukan
• Perbanyakan secara vegetatif pada duku, tingkat
keberhasilannya masih relatif kecil

• Kendala dari perbanyakan secara vegetatif pada duku :


- Kulit batangnya tipis sehingga mudah mengalami
kerusakan
- Kulit batang sulit dilepaskan dari kayunya
- Penyayatan mata sering menyebabkan sobeknya mata
- Adanya getah yang dapat mempengaruhi sistem
perbanyakan vegetatif
• Perbanyakan vegetatif dapat dilakukan, tetapi
memerlukan kesabaran, ketelitian dan
ketrampilan yang tinggi
• Perbanyakan vegetatif yang dapat dilakukan :
mencangkok, okulasi, penyambungan dan
penyusuan

• Umumnya sampai saat ini perbanyakan tanaman


duku dilakukan secara generatif dengan biji,
sehingga memerlukan waktu yang lama (8 tahun)
sampai tanaman tersebut menghasilkan buah
Syarat Tumbuh

- Tidak dapat tumbuh optimal di daerah yang


kecepatan anginnya tinggi
- Curah hujannya tinggi dan merata sepanjang
tahun.

- Tumbuh secara optimal di daerah dengan iklim


basah sampai agak basah yang bercurah hujan
antara 1500-2500 mm/tahun.
…..Lanjutan
- Tumbuh optimal pada intensitas cahaya
matahari tinggi.

- Tumbuh subur jika terletak di suatu daerah


dengan suhu rata-rata 19oC.

- Kelembaban udara yang tinggi juga dapat


mempercepat pertumbuhan tanaman duku,
sebaliknya jika kelembaban udara rendah dapat
menghambat pertumbuhan tanaman duku.
- Tanah yang banyak mengandung bahan organik,
subur dan mempunyai aerasi tanah yang baik.
- Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk
tanaman duku adalah 6–7, walaupun tanaman
duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah
masam.
- Di daerah yang agak basah, tanaman duku akan
tumbuh dan berproduksi dengan baik asalkan
keadaan keadaan air tanahnya kurang dari 150 m
di bawah permukaan tanah (air tanah tipe a dan
tipe b).
- Tidak menghendaki air tanah yang
menggenang karena dapat menghambat
pertumbuhan dan produksi tanaman
- Lebih menyukai tempat yang agak lereng
karena tanaman duku tidak dapat tumbuh
optimal pada kondisi air yang tergenang.

- Menghendaki lahan yang memiliki ketinggian


tidak lebih dari 650 m dpl
PEDOMAN BUDIDAYA

• Pembibitan
Persyaratan Benih
Kualitas bibit tanaman duku yang akan
ditanam sangat menentukan produksi duku
Oleh sebab itu bibit duku harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :
a) Bebas dari hama dan penyakit
b) Bibit mempunyai sifat genjah
c) Tingkat keseragaman penampakan fisik
seperti warna, bentuk dan ukuran lebih
seragam dari bibit lain yang sejenis
d) Bibit cepat tumbuh.
Penyiapan Benih
Pembuatan Lubang Tanam
• Dibuat 1 – 2 bulan sebelum penanaman bibit

Ukuran lubang
tanaman 0,6 x 0,6
x 0,6 meter

 Tanah bagian atas dan


bawah dipisah.
 Tanah lapisan atas
dicampur dg pukan
Penanaman Bibit

Setelah bibit ditanam,


sekitar permukaan lubang
tanam dapat diberi bonggol
pisang, jerami atau rumput2
kering

Tujuan : menjaga
kelembaban dan
menghindari
pengerasan tanah
Pemeliharaan Tanaman

Penjarangan

 Kegiatan penjarangan pada


dasarnya adalah untuk
mengurangi persaingan antara
tanaman pokok (tanaman duku)
dan tanaman lain (tanaman
pelindung).
 Persaingan yang terjadi adalah
untuk mendapatkan unsur hara,
air, sinar matahari, dan ruang
tumbuh..
Penyulaman

o Penyulaman tanaman duku juga


perlu dilakukan jika ada tanaman
duku yang mati.
o Tumbuhan liar atau gulma juga
harus dibersihkan secara rutin.
o Radius 1-2 meter dari tanaman
duku harus bersih.
Penyiangan

 Kegiatan penyiangan
diperlukan untuk
menghilangkan rumput dan
herba kecil yang dapat
mengganggu pertumbuhan
tanaman duku.

 Penyiangan dapat
dilakukan dengan
tangan maupun dengan
bantuan beberapa alat
pertaniannya lainnya.
Pemupukan

 Tahun kedua dan ketiga


untuk setiap pohon duku bisa
diberikan pupuk 15-30
kg pupuk organik, urea 100
gram, TSP 50 gram dan ZK 20
gram

 Tahun keempat, kelima dan


keenam, dosis pupuk
dinaikan menjadi 25-40 kg
pupuk organik, urea 150 gram,
TSP 60 gram dan juga pupuk
ZK sebanyak 40 gram.
 Tahun-tahun berikutnya dosis
pupuk dinaikkan lagi. Namun
pemberian pupuk sebaiknya
disesuaikan pula dengan tingkat
pertumbuhan tanaman duku dan
kesuburan tanah.
Hama
 Kelelawar
Buah duku yang diincar kelelawar adalah buah duku yang
matang dan siap dipanen.

Pengendalian: untuk mencegah gangguan kelelawar ini adalah


dengan membungkus buah duku sejak buah itu berukuran
kecil. Bahan pembungkus dapat berupa ijuk tanaman aren,
kain bekas, bongsang yang terbuat dari anyaman bambu.

 Kutu perisai (Asterolecantium sp.)


Hama ini menyerang daun dan batang duku.
Pengendalian:
(1) dengan cara pemeliharaan dan perawatan tanaman sebaik
mungkin; (2) menggunakan insektisida yang sesuai dengan jenis
hama yang mengganggunya.
 Kumbang penggerak buah (Curculio sp.)
Gejala: menyerang buah duku yang sudah matang,
sehingga buah duku berlubang dan busuk bila air
hujan masuk ke dalamnya.
Pengendalian: sama kutu perisai.

Kutu putih (Psedococcus lepelleyi)


Hama yang menutupi kuncup daun dan daun
muda buah duku.
Pengendalian: sama kutu perisai.
Penyakit
Penyakit busuk akar

Merupakan penyakit yang


berbahaya karena menyerang
pohon dan buah duku.

Pengendalian :
(1) dengan pemeliharaan tanaman
yang baik;
(2) disemprot dengan fungisida
sesuai dengan peruntukannya
masing-masing obat.
Penyakit antraknosa (Colletotrichum
gloeosporiods)

Gejala: adanya bintik kecoklatan pada rangkaian


buah, serangan ini menyebabkan buah berguguran
lebih awal dan juga menyebabkan kerugian pasca
panen.

Pengendalian :
(1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik;
(2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan
peruntukannya masing-masing obat.
 Penyakit mati pucuk
Penyebab: cendawan Gloeosporium sp.
menyerang ujung cabang dan ranting
yang nampak kering.
Pengendalian:
(1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik;
(2) dilakukan dengan disemprot dengan
fungisida seperti Manzate, Zerlate, Fermate,
Dithane D-14 atau pestisida lain.
Dosis untuk obat pemberantasan penyakit ini
harus disesuaikan dengan anjuran pada label
masing-masing obat.
Ciri dan Umur Panen

 Umur tanaman duku dapat mencapai


300 tahun atau lebih, tergantung dari
sifat atau jenisnya, cara
pemeliharaan dan kondisi lingkungan
tempat tumbuh.
 Produktivitas buahnya yang siap
panen juga sangat dipengaruhi oleh
ketiga faktor tersebut.
Tanda-tanda buah
duku yang siap
dipanen

 Kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih


dan bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan
 Buah agak lunak
 Getah pada kulit buahnya sudah tampak
berkurang atau tidak ada getah sama sekali pada
kulit buah duku, jika buah masih berwarna hijau
berarti buah belum matang dan tidak siap dipanen
Cara Panen

 Dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan– tandan


buahnya yang matang dengan pisau atau gunting
pangkas

 Menggunakan tangga akan mengurangi


kerusakan kuncup-kuncup bunga yang masih
dominan.
Periode Panen

Tanaman duku mulai berbunga sekitar bulan


September dan Oktober setiap tahunnya

Buahnya yang masak mulai dapat dipungut


setelah 6 bulan kemudian sejak keluarnya
bunga, yaitu sekitar bulan Februari atau Maret.
Prakiraan Produksi

Pohon duku yang berumur 10


tahun dapat menghasilkan 40-50
kg, buah duku meningkat
menjadi 80–150 kg pada umur
pohon 30 tahun, hasil
maksimumnya menurut laporan
yang ada mencapai 300 kg per
pohon.
PASCAPANEN

1. Pengumpulan 2. Penyortiran
Setelah buah dipanen, maka Sortasi terutama dilakukan
buah duku tersebut berdasarkan ukuran besar
dikumpulkan disuatu tempat kecilnya buah duku,
yang kering dan tidak berair. sekaligus membuang buah
yang busuk atau cacat dan
menyingkirkan tandannya

3. Penyimpanan
Proses penyimpanan dalam kamar pendingin
dengan suhu 15o C dan kelembaban nisbi 85-
90 % dapat memungkinkan buah bertahan
sampai 2 minggu, jika buah-buah itu direndam
dulu dalam larutan Benomil.
4. Pengemasan dan Pengangkutan

 Buah duku mudah sekali mengalami


kerusakan

 Untuk mengatasi kemungkinan adanya


kerusakan pada buah duku, terutama
kerusakan pada waktu perjalanan, maka
buah duku itu harus dikemas sedemikian
rupa dengan menggunakan kemasan yang
kuat.
Jenis kemasan
yang paling baik
untuk buah duku
adalah peti kayu.

Ukuran kemasan jangan


terlalu kecil atau besar, tetapi
sebaiknya berukuran lebih
kurang 30 x 30 x 50 cm yang
dapat memuat buah duku
sekitar 20 kg per peti