Anda di halaman 1dari 65

PRESENTASI TUGAS AKHIR

PERENCANAAN JEMBATAN SLAB ON PILE PADA PROYEK JALAN TOL


BALIKPAPAN SAMARINDA (KM. 13 BALIKPAPAN – KM. 38 SOMBAJA)
SEGMEN 1
DISUSUN OLEH :
TEGUH SETYO PURWANTO
21010113120122
INTAN DENADA PUTRI
21010113140125

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS DIPONEGORO


LATAR BELAKANG

Daerah terjadinya patahan

Jembatan konvensional, kerusakan


menyeluruh

Biaya rekonstruksi jembatan konvensional


tinggi
MAKSUD DAN TUJUAN

MAKSUD Mendapatkan struktur yang


ekonomis namun tetap aman secara
struktural serta menganalisis
kemungkinan longsoran yang terjadi
pada tanah disekitar konstruksi
jembatan

 Merencanakan elemen
TUJUAN jembatan slab on pile
 Membuat pemodelan struktur
jembatan slab on pile
 Mengetahui sifat dan perilaku
tanah dan batuan sedimen pada
lokasi tinjauan.
 Mengetahui pola kegagalan
geser atau longsoran pada lokasi
tinjauan.
LINGKUP PEMBAHASAN

Perencanaan Pembebanan
struktur atas dan pemodelan
dan bawah struktur
jembatan dengan
SAP2000

LINGKUP
PEMBAHASAN

Tinjauan
Longsoran pra Pemodelan
konstruksi dan lereng
pasca menggunakan
konstruksi Plaxis 8.2
LOKASI PROYEK

Jembatan slab on pile pada Proyek Jalan Tol Balikpapan Samarinda termasuk
kedalam pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda seksi 2 yang berlokasi
di segmen 1 yaitu Km. 13 Balikpapan – Km. 38 Samboaja (STA 0+500 sampai
dengan STA 5+500).
KRETERIA DESAIN

BMS (Bridge Management

1
System) Tahun 1992

Perancangan Jembatan Terhadap


Beban Gempa (RSNI3 2833:2013 )
2
Pembebanan untuk Jembatan
(SNI 1725-2016)
3
Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk
Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung (SNI
1726-2012)

4
Persyaratan Beton Struktural
untuk Bangunan Gedung (SNI
5 2847:2013).
Manual Kapasitas Jalan
Indonesia (MKJI)

6
DATA-DATA TEKNIS
LOKASI PENGEBORAN

STA 4+000 STA 3+950

Lokasi uji boring Proyek Pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda


Lokasi STA 4+000 (BH-4 Center Line dan BH-5 Pinggir Jalan)
Lokasi STA 3+950 (BH-6 Pinggir Jalan dan BH-7 Kaki Timbunan)
DATA-DATA TEKNIS

Sifat Fisik dan mekanis hasil pengujian laboratorium


pada tanah boring
ALUR PERENCANAAN

DIAGRAM ALUR PERENCANAAN


PEMODELAN STRUKTUR
PEMODELAN TUMPUAN PEGAS

Mencari Reaksi Tanah Yang Dimodelkan Sebagi Tumpuan Pegas

1 2 3 4 5

Mencari N-SPT Mencari nilai


Mencari nilai Mencari nilai
rata-rata setiap qa. Mencari Ah.
ksv. ksh.
kedalamn 2 m, qa = N/8 Ah = 0,7 x D x L
ksv = 120 x qa ksh = 2. ksv
0 – (-14) m

2 3 3

Mencari nilai
Mencari Ksh.
Ap (luas Mencari Ksv.
Ksh = Ah x ksh
penampang Ksv = Ap x ksv
ujung pipa )
PEMODELAN TUMPUAN PEGAS

Perhitungan modulus of subgrade reaction arah


vertikal (ksv) dan arah horizontal (ksh)

Pemodelan Tumpuan Pegas Pada Jembatan


Slab on Pile
PEMODELAN STRUKTUR SAP2000
PEMBEBANAN JEMBATAN
PEMBEBANAN

BEBAN MATI

PEMBEBANAN BEBAN HIDUP/LALU


PADA LINTAS
JEMBATAN

BEBAN GEMPA
BEBAN MATI

Berat sendiri meliputi berat struktur


atas dan struktur bawah, struktur
atas meliputi balok dan pelat
sedangkan untuk struktur bawah
jembatan adalah pilar tiang pancang

BEBAN MATI TAMBAHAN

• Lapisan aspal beton setebal 7 cm. Beban aspal beton = 0,07 x 2200
= 150 kg/m2.
• Barier dan Pipa Sandaran. Dari perhitungan didapatkan beban
barier dan pipa sandaran = 600 kg/m.
BEBAN HIDUP

BEBAN D

BTR BGT
L ≤ 30 m; q = 9,0 kPa ≈ 900 kg/m2 Besarnya BGT ditetapkan sebesar p =
L ≥ 30 m; q = 9,0 x [0,5 + (15/L)] kPa 49 kN/m ≈ 4900 kg/m.
. .
. .
. ditempatkan pada kedudukan
Beban BTR ditempatkan tegak lurus sembarang sepanjang jembatan dan
terhadap arah lalu lintas. tegak lurus pada arah lalu lintas
BEBAN HIDUP

BEBAN D
BEBAN HIDUP

BEBAN T

Beban T mempresentasikan beban kendaraan semi-


trailer yang melewati struktur slab on pile

FBD
( Faktor Beban Dinamik)
BEBAN HIDUP

Gaya rem per-lajur 2,75 meter

Gaya rem dianggap bekerja horizontal dalam arah sumbu jembatan dengan titik
tangkap setinggi 1,80 meter di atas permukaan lantai kendaraan.
TB = 12,5 kN
BEBAN GEMPA

Perencanaan beban gempa jembatan menggunakan metode analisa


dinamik (Response spectrum) dilakukan dengan ketentuan sesuai RSNI
2833:2013 (Standar Perancangan Jembatan Terhadap Beban Gempa)

Mencari Respon Spectrum


Mencari nilai Respon
Mencari nilai Spectrum Rencana
Mendapatkan nilai N-
SPT dari beberapa Mencari nilai
titik pengeboran PGA, Ss dan S1
yang ditinjau

Mengolongkan tanah Mencari Faktor


Mencari nilai N rata-
berdasarkan nilai N Amplikasi
rata
sesuai SNI 2833-2013 FPGA, FA, FV
BEBAN GEMPA

Peta percepatan puncak


di batuan dasar (PGA)
untuk probabilitas
terlampaui 7% dalam 75
tahun

Peta responspektrum
percepatan 0.2 detik di
batuan dasar untuk
probabilitas terlampaui
7% dalam 75 tahun.
BEBAN GEMPA

Peta responspektrum
percepatan 1 detik di
batuan dasar untuk
probabilitas terlampaui
7% dalam 75 tahun.
BEBAN GEMPA

TABEL NILAI T DAN Csm


Mencari nilai T0 dan Mencari nilai Csm
TS dari
T=0, Ts, dan Ts+0
sampai dengan T =
Ts+3

Mencari nilai Csm Membuat grafik


dengan ketentuan respon spectrum
sebagi berikut sesuai nilai T dan
1. T < T0 Csm .

2. T0 ≤ T ≤ Ts
Csm =SDs
3. T > Ts
BEBAN GEMPA

Respon spectrum sesuai SNI Hasil Respon Spectrum


2833-2013
BEBAN GEMPA

Mencari Zona Gempa

Faktor Modifikasi Respon

Sesuai Rumus untuk mencari beban gempa, maka perlu dicari nilai R , yang dibedakan
menjadi R untuk bangunan bawah dan nilai R untuk hubungan antar struktur
BEBAN GEMPA

Pemilihan Metode Analisis

Kombinasi Pengaruh Gaya Gempa

EQ g = 0,5 (jembatan sangat penting)


DL + gEQLL ± EQx ± 0,3 EQy
EQ g = 0,3 (jembatan penting)
DL + gEQLL ± EQy ± 0,3 EQx
EQ g = 0 (jembatan lainnya)
REKAPITULASI PEMBEBANAN
KOMBINASI PEMBEBANAN
PERENCANAAN PELAT
DENAH PELAT

f’c = 30 MPa
mutu tulangan = U32
Ly = 5000 mm
Lx = 3500 mm
PEMBEBANAN PELAT

Momen Gabungan
Lapangan x,y
Tumpuan x,y
Menentukan h pelat
sesuai nilan αm.

Momen akibat beban Momen Akibat Beban


mati dengan tabel CUR Hidup
h tidk bolrh kurang dari
125 mm
Beban Mati
Mencari rasio Beban Sendiri pelat = 720 kg/m2
Menentukan syarat – kekakuan balok Beban lapisan aspal = 150 kg/m
syarat batas bentang terhadap pelat WUD = 1,2 WD
dan pelat lantai.

Menghitung Beban Hidup = Beban Truk


Pembebanan Pelat
Dengan ketentuan :
β> 3 = one way slab Penentuan tebal pelat.
β≤ 3 = two way slab. Menentukan nilai
Momen
BEBAN TRUK
BEBAN TRUK PADA PELAT

1 RODA DITENGAH PELAT

Mencari bx/Lx dan


by/Ly

Mencari Fsm dan


Mxh = fxm . T’ . tx . ty
Fym dengan tabel
Myh = fym . T’ . tx . Ty
bittner

2 RODA BERDEKATAN DITENGAH


PELAT
TULANGAN PELAT

Menghitung rasio tulangan terhadap


Menetukan tebal momen dengan rumus
Checking rasio
selimut pelat
tulangan terpasang
D ≤ 36 mm  20 mm
terhadap ρmin dan
D > 36 mm  40 mm
ρmax
D = 10 mm  20 mm

Menghitung tinggi Mencari nilai Menghitung luas tulang


efektif pelat lantai an yang dibutuhkan
dx= h – p – 0,5 x D
dy = h – p – D – 0,5 x D
TULANGAN PELAT

Menghitung luas tulangan yang


terpasang
Menghitung jarak spasi Menghitung momen nominal

Menghitung rasio Checking momen


Menghitung syarat jarak
tulangan terpasang nominal dengan momen
antar tulangan
yang terjadi pada
s=s≤2xh
struktur.
s = s ≤ 250 mm
KONTROL GESER PONS

Mencari nilai Vc pada arah x dan y

Menghitung tinggi
efektif pelat lantai Tinggi efektif pada pelat
dx= h – p – 0,5 x D
dy = h – p – D – 0,5 x D

Menghitung Nilai Checking nilai Vn terhadap


Vu yang terjadi pada
<2 struktur
Keruntuhan geser-pons
Untuk menetukan
termasuk kolom dalam
apa bukan
PERENCANAAN BALOK
TULANGAN LENTUR

Momen
(Mu) Gaya-gaya Momen Nominal
Yang Terjadi

Kebutuhan Tulangan
Cek
Cek Rasio Kapasitas
Penulangan

Mencari Letak Garis Selesai


Netral Cek
Regangan
TULANGAN GESER

Desain Geser Kapasitas Probable


Seismik Moment (Mpr)

Perhitungan
Gaya Geser Spasi
Tulangan
Penulangan
TULANGAN TORSI

Cek Kebutuhan
Tulangan Torsi Kebutuhan Tulangan
Sengkang
Torsi (Tu)

Kebutuhan Tulangan
Tulangan Memanjang
Terpasang
Total
BALOK ARAH MEMANJANG
BALOK ARAH MELINTANG
PERENCANAAN PILE HEAD
PILE HEAD

PERHITUNGAN TULANGAN PILE HEAD

Kontrol tegangan yang terjadi


Menghitung rasio
Menghitung Tinggi Efektif penulangan aktual
Penampang
d = h – p – Dx – 0,5 x Dy
Jika εy ≤ εs  asumsi benar

Menghitung nilai :
Menentukan letak garis Checking trasio tul
netral ( c) ? aktual
PILE HEAD

Mencari gaya tekan yang Mencari momen nominal


terjadi penampang
Cc= 0,85f’c.a.b

Mencari gaya tarik yang


terjadi
Ts = As.fy

Checking Torsi
Torsi (Tu)
PERHITUNGAN TUL TORSI

Menghitung Tc
PERENCANAAN TIANG
PANCANG
DAYA DUKUNG TIANG

Daya Dukung Tiang


Pancang
Qu = Qp + Qs
Q all = Qu/SF

Reese dan O’Neill Meyerhoff Schmertmann-


Qp = 9 x α x Su x Ap Qp = 40 x Nb x Ap Nottingham
Qs = α x Su x As Qs = 0,2 x Ns x As
KONTROL GAYA LATERAL

Jenis Tiang Grafik Broms


Panjang / Pendek ? Ultimate
Ujung Bebas / Terikat?
Resistance
𝑴𝒖 𝑯𝒖
Grafik
𝑪𝒖 𝑫𝟑 𝑪𝒖 𝑫𝟐 a

Cek Terhadap
Gaya Lateral
Hu > Vu ?
KONTROL PENURUNAN

S1 S2 S3
S = S1+S2 +S3

S = penurunan total
S1 = penurunan batang tiang pancang
S2 = penurunan tiang akibat beban di ujung tiang pancang
S3 = penurunan tiang pancang akibat beban yang tersalurkan sepanjang
tiang pancang
KEKUATAN TIANG

Momen Akibat Kontrol Kapasitas


Pengangkatan Tiang Pancang

Pengangkatan Lurus Akibat Pengangkatan


M1 = ½ q x a2
𝟏 Pstress/A ± Mu/W < σijin Tiang Pancang
M2 = x q(l-2a)2 - ½ q x a2
𝟖

Akibat Gaya Lateral


Pengangkatan Pstress/A ± Pu/A ± Mu/W < σijin Tiang Pancang
Miring
M1 = ½ q x a2
𝐪(𝑳𝟐 −𝟐𝐚𝐋)
M2 =½
𝟐(𝑳−𝐚)
ANALISIS STABILITAS TANAH
Analisis Software Plaxis

• Tahap – tahap:
1. Geometri tanah
2. Stratifikasi tanah dan parameter tanah tiap
lapisan
3. Mesh Generation
4. Calculation
5. Output dan Interpretasinya
GEOMETRI TANAH

Keterangan
: Tanah Rencana
: Tanah Asli
STRATIFIKASI TANAH

Model ɣunsat ɣsat cu ɸ Eref


Layer Discription v
Material (kN/m3) (kN/m3) (kN/m2) degree (kN/m2)
1 undrained 16 18 8 5 Firm 10000 0,3
2 undrained 16 18 80 4 Very stiff 20000 0,3
3 drained 18 20 150 5 Hard 50000 0,3
MESH GENERATION

PRA KONSTRUKSI

GALIAN

PASCA KONSTRUKSI
LOADING

Beban Kendaraan = 25 kN/m2

PRA KONSTRUKSI

PASCA KONSTRUKSI
OUTPUT

PRA KONSTRUKSI
FoS = 1

GALIAN
FoS = 1,5662

PASCA KONSTRUKSI
FoS = 1,7217
RENCANA ANGGARAN BIAYA
HARGA SATUAN PEKERJAAN

Harga Satuan Bahan


No Jenis Bahan Satuan Harga
1 Pelat baja bekisting kg 15.000
2 Besi hollow kg 18.000
3 Baut kg 10.000
4 Kayu Bekisting m3 1.925.000
5 Paku kg 15.500
6 Minyak bekesting liter 16.000
7 Plywood 9 mm lembar 120.000
8 Baja tulangan ulir U-32 kg 9.011
9 Baja tulangan ulir U-39 kg 9.807
10 Kawat Beton kg 14.500
11 Adukan beton K-350 ready mix m3 930.000
12 Adukan beton K-175 ready mix m3 748.333
13 Scafolding set 35.000

Upah Pekerja
No Jenis Pekerjaan Satuan Harga
1 Pekerja hari 55.000
2 Tukang hari 70.000
3 Kepala tukang hari 80.000
4 Mandor hari 80.000
HARGA SATUAN TIAP ELEMEN
PEKERJAAN
Pekerjaan Pelat
No Uraian Pekerjaan Satuan Volume Harga Satuan Jumlah Harga
1 Bekisting untuk pelat m2 525,47 241.835 127.077.037,5
2 Baja Tulangan U39 Kg 23.410,9809 14.738,845 345.050.818,2
3 Beton K350 ready mix m3 190,5000 1.154.124,38 219.860.694,4
TOTAL 691.988.550

Pekerjaan Balok
No Uraian Pekerjaan Satuan Volume Harga Satuan Jumlah Harga
1 Bekisting untuk balok m2 485,71 241.835,00 117.461.919,69
2 Baja Tulangan U39 Kg 19625,91 2.872,38 56.372.958,87
3 Beton K350 ready mix m3 68,79 1.154.124,38 79.392.216,02
TOTAL 253.227.094,58

Pekerjaan Parapet / Barrier


No Uraian Pekerjaan Satuan Volume Harga Satuan Jumlah Harga
1 Bekisting untuk parapet m2 240,2200 186.010 44.683.322,2
2 Baja Tulangan U32 Kg 6873,2352 12.771,055 87.778.464,77
3 Beton K175 ready mix m3 43 942.300,6569 40.518.928,25
TOTAL 172.980.715,2

Pekerjaan Tiang Pancang


No Uraian Pekerjaan Satuan Volume Harga Satuan Jumlah Harga
1 Tiang Pancang Ø500 M 616,00 424.534,26 261.513.105,54
TOTAL 261.513.105,54
RAB

No Uraian Pekerjaan Jumlah Harga

1 Pekerjaan elemen pelat 691.988.550

2 Pekerjaan elemen balok 253.227.094,6

3 Pekerjaan elemen tiang pancang 261.513.105,5

4 Parapet 172.980.715,2

TOTAL 1.379.709.465
KESIMPULAN

• Pemodelan struktur pada tumpuan pondasi tiang pancang


menggunakan tumpuan pegas elastis. Kemampuan tanah
untuk mendukung beban tergantung dari besarnya modulus
of subgrade reaction (ks) dari tanah tersebut.
• Pada pemeriksaan lendutan dan simpangan pada struktur
jembatan slab on pile, besarnya lendutan dan simpangan
masih pada angka dibawah batas ijin. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa konfigurasi struktur slab on pile ini cukup
kaku, sehingga struktur slab on pile tidak memerlukan rangka
pengaku (bracing).
• Perencanaan elemen-elemen struktur slab, balok dan pile
head dengan tulangan lentur dan tulangan geser maupun
tulangan torsi cukup kuat menahan beban yang terjadi pada
jembatan slab on pile dimana beban yang terjadi dianalisis
menggunakan software SAP2000.
KESIMPULAN

• Dari hasil analisis geoteknik dan analisis struktur diketahui


bahwa, daya dukung dan kapasitas tiang pancang pada
perencanaan jembatan slab on pile mampu menahan gaya dan
momen maksimum yang terjadi pada tiang pancang. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa tiang pancang ini cukup
kuat digunakan sebagai pondasi struktur slab on pile.
• Berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng menggunakan
metode Finite Element Method dengan bantuan software
Plaxis, masih berada pada kondisi aman. Pada STA 3+875 saat
kondisi tanah setelah digali dan pasca konstruksi diperoleh nilai
FoS yang lebih besar daripada kondisi awal (FoS=1,
menggambarkan keadaan tanah ketika akan mengalami
kegagalan).
TERIMA KASIH