Anda di halaman 1dari 17

TRAUMA PERMUKAAN KONTUSIO,

GIGITAN BINATANG, DAN LUMBAL PUNGSI


KELOMPOK III
PENGERTIAN KONTUSIO

Kontusio terjadi karena tekanan yang besar dalam waktu yang


singkat. Penekanan ini menyebabkan kerusakan pada
pembuluh darah kecil dan dapat menimbulkan perdarahan
pada jaringan bawah kulit atau organ dibawahnya. Kontusio
adalah suatu keadaan dimana terjadi pengumpulan darah
dalam jaringan yang terjadi sewaktu orang masih hidup,
dikarenakan pecahnya pembuluh darah kapiler akibat
kekerasan benda tumpul
Luka memar dapat diklasifikasikan
sebagai :
luka memar superficial (Superficial),
Luka memar dalam (Deep),
luka memar berbekas (Patterned/
imprint).
Perkirakan umur luka memar :
Hari ke 1 : terjadi pembengkakan
warna merah kebiruan
Hari ke 2 – 3 : warna biru kehitaman
Hari ke 4 – 6 : biru kehijauan–coklat
> 1 minggu-4 minggu : menghilang /
sembuh
Kontusio pada otak
Dengan perdarahan pada otak, dapat
menyebabkan terjadi peradangan dengan
akumulasi bertahap produk asam yang dapat
menyebabkan reaksi peradangan bertambah
hebat. Peradangan ini dapat menyebabkan
penurunan kesadaran, koma dan kematian.
LUKA AKIBAT GIGITAN BINTATANG DAN
MAMALIA
Gigitan binatang adalah gigitan atau serangan
yang di akibatkan oleh gigitan hewan seperti
anjing, kucing, monyet,dll. Rabies adalah penyakit
infeksi akut susunan saraf pusat pada manusia dan
mamalia yang berakibat fatal yang salah satunya
disebabkan oleh gigitan binatang seperti anjing,
monyet dan kucing.
PENYEBAB RABIES
Virus rabies.
Gigitan hewan atau manusia yang
terkena rabies.
Air liur hewan atau manusia yang
terkena rabies.
virus rabies yang termasuk genus Lyssa-
virus, famih Rhabdoviridae dan
menginfeksi manusia melalui secret
yang terinfeksi pada gigitan binatang
atau ditularkan melalui gigitan hewan
penular rabies terutama anjing, kucing,
dan kera.
Jika segera dilakukan tindakan pencegahan
yang tepat, maka seseorang yang digigit
hewan yang menderita rabies kemungkian
tidak akan menderita rabies. Orang yang
digigit kelinci dan hewan pengerat
(termasuk bajing dan tikus) tidak
memerlukan pengobatan lebih lanjut karena
hewan-hewan tersebut jarang terinfeksi
rabies.
PENCEGAHAN RABIES
Penanganan Luka
Vaksinasi
LUMBAL PUNGSI
Lumbar pungsi adalah upaya pengeluaran cairan
serebrospinal dengan memasukan jarum kedalam
ruang subarakhnoid.
Test ini dilakukan untuk pemeriksaan cairan
serebrospinali, mengukur dan mengurangi
tekanan cairan serebrospinal, menentukan ada
tidaknya darah pada cairan serebrospinal
INDIKASI LUMBAL PUNGSI
 Mengambil bahan pemeriksaan CSF untuk diagnostic
 Untuk mengidentifikasi adanya darah dalam CSF akibat
trauma
 Untuk memasukan cairan
 intrakarnial/intraspinal,untuk memasukan obat intratekal
KONTRAINDIKASI
 Infeksi dekat tempat penusukan
 Pasien dengan peningkatan tekanan intra cranial
 Pasien yang mengalami penyakit sendi-sendi vertebra
degeneratif
 Pola pernafasan abnormal
 Bleeding diathesis
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA
PASIEN DENGAN GIGITAN BINATANG
 PENGKAJIAN
 Status Pernafasan
 Status Nutrisi
 Status Neurosensori
 Keamanan
 Integritas Ego
 Pengkajian Fisik Neurologik
Diagnosa keperawatan
 Gangguan pola nafas berhubungan dengan afiksia
 Gangguan pola nutrisi berhubungan dengan penurunan
refleks menelan
 Demam berhubungan dengan viremia
 Cemas (keluarga) berhubungan kurang terpajan informasi
tentang penyakit
 Resiko cedera berhubungan dengan kejang dan kelemahan
Salah 1 intervensi dari diagnosa
 Gangguan pola nafas berhubungan dengan afiksia
 Tujuan : Setelah diberikan tindakan keperawatan, diharapkan
pasien bernafas tanpa ada gangguan
 Intervensi :
 Obsevasi tanda-tanda vital pasien terutama respirasi.
R/: Tanda vital merupakan acuan untuk melihat kondisi pasien.
 Beri pasien alat bantu pernafasan seperti O2
R/: O2 membantu pasien dalam bernafas.
 Beri posisi yang nyaman.
R/: Posisi yang nyaman akan membantu pasien dalam bernafas.
SEKIAN
 TERIMA KASIH