Anda di halaman 1dari 20

PLTU Paiton

Unit Pembangkitan (UP) Paiton adalah


sebuah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang
dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali. Pembangkit
ini berada di kompleks pembangkit listrik di Desa
Bhinor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

UP Paiton menghasilkan kapasitas daya sebesar 800


MW
PLTU Paiton sendiri saat ini memiliki 9 Unit
Pembangkit. Unit 1dan 2 milik PJB, Unit 3, 7, dan 8 milik
Paiton Energy ops by IPMOMI, Unit 5 dan 6 milik Jawa
Power ops by YTL, dan terakhir Unit 9 milik PJB Service.

Sedangkan untuk kapasitasnya, unit 1 dan 2


masing-masing 370 MW, unit 3 sebesar 815 MW, unit 5
dan 6 masing-masing 610 MW, unit 7 & 8 masing-
masing 615 MW, dan unit 9 sekitar 660 MW. Bahan
bakar yang digunakan ada PLTU Paiton adalah batu
bara, dengan angka kebutuhan berkisar 2-4 juta
ton/tahun, dan sisem pendingin dengan mengunakan
air laut.
Unit 9 PLTU Paiton
Pada tiap pembangkit listrik tenaga uap,
meiliki kebutuhan jenis alat yang sama jika
menggunakan jenis bahan bakar yang sama
pula.

Alat-alat utama pada PLTU Paiton unit 9


terdiri dari boiler, turbin, kondenser dan
generator.
Boiler/Ketel Uap
Boiler yang digunakan dalam PLTU Paiton
berjenis water tube boiler/wall tube boiler.
Boiler telah dilengkapi dengan economizer,
sehingga air masuk mengalami pemanasan awal,
dan beban untuk merubah menjadi uap
berkurang.
Bagian-Bagian Pada Boiler
1. Furnace, berfungsi sebagai tungku pembakaran batubara agar
menghasilkan energi panas
2. Economizer, berfungsi untuk meningkatkan temperatur air (
pemanasan awal) sebelum masuk ke boiler untuk selanjutnya dialirkan
ke steam drum, komponen ini berada dalam boiler yang terdiri dari
rangkaian pipa-pipa (tubes) yang menerima air dari inlet. Sumber panas
yang diperlukan oleh alat tersebut berasal dari gas buang dalam boiler.
3. Steam drum, berfungsi untuk menyimpan air dalam volume yang
besar dan untuk memisahkan uap dari air setelah proses pemanasan
yang terjadi dalam boiler.
4. Superheater, berfungsi untuk merubah steam menjadi superheated
steam
Proses
1. Air umpan boiler akan masuk kedalam boiler yang
sebelumnya melewati economizer dan bahan bakar
dibakar untuk menghasilkan panas.
2. Steam drum akan memisahkan steam dengan air.
3. Steam yang terbentuk kemudian diubah menjadi
supeheated steam oleh superheater. Agar steam >390oC
4. Steam akan diteruskan menuju turbin uap dan
kondenser
Korosi Di Boiler
Jenis-Jenis Korosi Di Boiler
1. Korosi galvanik karena perbedaan konsentrasi
O2 dalam air

2. Korosi galvanik karena dua macam fasa


3. Korosi pitting karena dislokasi pada ujung-
ujung logam.

4. Korosi batas butir karena terjadi proses strain


hardenng ang tidak sempurna.
Pencegahan & Pengendalian Korosi
Pada PLTU yang memanfaatkan steam dengan temperatur dan
tekanan tinggi, maka sangat ketat spesifikasi yang diperbolehkan.
Namun masih aja ada kemungkinan terjadinya korosi.
1. Dengan pengendalian dan pengolahan air (proactive)
2. Dengan pelapisan (coatings) pada logam
3. Dengan melakukan injeksi bahan kimia
Hydrazin pada discharge kondensat
phospat pada HP drum
amoniak pada HP drum
Turbin Uap
Turbin Uap
Konversi energi terjadi pada Turbine Blades, Turbin
mempunyai susunan Blade bergerak berselang seling
dengan Blade tetap. Steam akan masuk ke Turbin dan dialirkan
langsung ke Turbin Blades, Blades bergerak dan bekerja untuk
mengubah energi thermal dalam Steam menjadi energi mekanis
berotasi, yang menyebabakan rotor Turbin berputar, perputaran
rotor ini akan menggerakkkan Generator dan akhirnya energi
mekanik menjadi energi listrik.
Turbin Uap PLTU Paiton
PLTU Paiton menggunakan turbin jenis reaksi
dan radial dengan spesifikasi sebagai berikut:
Vendor : Siemens
Type : HMN series 4
Stage : 4 (1HP, 1IP, dan 2LP)
Daya : 650 MW (Full Load)
Putaran : 3000rpm
Temperatur steam : 538oC
Bagian utama Turbn Uap:
1. Rotor
2. Inner cassing
3. Sudu tetap
4. Sudu gerak
5. Bearing
Proses
1. Main steam yang dihasilkan memiliki temperatur 538oC an
tekanan 167 bar.
2. Diekspansi oleh HP sehingga tekanan turun menjadi 40 bar
3. Steam di masukan ke reheat agar steam kering
3. Kemudian diekspansi oleh IP sehingga tekanan menjadi 10-20
bar
4. Steam langsung disalurkan ke first LP turbin kemudian
diteruskan pada secondary LP turbin dan dilewatkan pada
kondensor.
Korosi Pada Turbin
Jenis-Jenis Korosi Pada Turbin
1. Korosi permukaan, terjadi pada bagian-bagian dengan
udara terbuka
2. Stress corossion, tejadi pada bagian logam yang banyak
mendapat tekanan tinggi
3. Korosi erosi, terjadi karena aliran fluida yang tinggi
4. Crevice corossion, terjadi karena endapan/kotoran
pada kelingan
5. Selective leaching,
Pencegahan & Pengendalian Korosi
1. Penambahan inhibitor

2. Menggunakan proteksi anodik.

3. Coating

Anda mungkin juga menyukai