Anda di halaman 1dari 32

SINUSITIS MAKSILARIS

SINISTRA DENTOGEN

Oleh: Dr. Teuku Nanda Putra

Pembimbing: Dr. Rahmad Dermawan,Sp.THT-KL


Sinusitis
• inflamasi mukosa sinus paranasal
sering disertai atau dipicu oleh rinitis >>
rhinosinusitis
Etilogi dan faktor predisposisi
• Lokal
▫ Rinitis alergi
▫ Patologi septum ; septum deviasi
▫ Hipertrofi konka
▫ Benda asing di hidung
▫ Polip nasi
▫ Tumor didalam rongga hidung
• Regional
▫ Karies gigi atau abses apikal
▫ Obstruksi nasofaring

• Sistemik
▫ Keadaan umum yang lemah ; malnutrisi
▫ Diabetes tidak terkontrol
▫ Terapi steroid jangka lama
▫ Kemoterapi
patofisiologi

Potensi
ostium

Clearance
Kesehatan
mukosiliar
Sinus
KOM

Antimikroba
dalam mukus
Edema
KOM

Silia
Tidak
Bergerak
Ostium
Tersumbat

Tekanan
Negatif
Transudasi
Ostium

Infeksi
Foto panoramic gigi
Sinusitis dentogen
• Infeksi pada sinus maksila berasal dari
▫ Infeksi apikal akar gigi
▫ Inflamasi jaringan peridontal
Gejala Klinis
1. Sinusitis Akut
• Gejala subjektif :
▫ Sistemik : demam, rasa lemas
▫ Lokal : hidung tersumbat, ingus kental kadang berbau,
PND, halitosis, sakit kepala

a. sinusitis maksilaris
- nyeri dibawah kelopak mata
- nyeri alih di dahi dan depan telinga
- wajah terasa bengkak dan penuh, nyeri pipi yang khas
- sekret mukopurulen dapat keluar dari hidung dan
berbau busuk
b. Sinusitis Etmoidalis
nyeri di pangkal hidung dan kantus medius
nyeri di belakang bola mata
nyeri alih di pelipis
PND dan sumbatan hidung

c. Sinusitis Frontalis
nyeri diatas alis mata, biasanya pada pagi
hari dan memburuk pada tengah hari,
mereda malam hari
dahi nyeri jika disentuh
bengkak supraorbita
d. Sinusitis Sfenoidalis
rasa nyeri terlokalisir di verteks, oksipital, retro-
orbita, dan mastoid
• Gejala Objektif
▫ Rinoskopi anterior :
 mukosa hiperemis dan edema
 pus di meatus media & meatus superior
▫ Rinoskopi posterior
 Post Nasal Drip
▫ Transluminasi
 Sinus yang sakit akan menjadi suram
▫ Radiologi
 Posisi waters, lateral ; tampak penebalan
massa atau air fluid level
Diagnosis
• Anamnesis
• Pemeriksaan rinoskopi anterior dan posterior
• Transluminasi : sinus maksilaris dan frontalis
• Radiologik : posisi waters secara PA, dan Lateral
• Sinoskopi sinus maksila
• Pemeriksaan histopatologi jaringan sewaktu
sinoskopi
• Nasoendoskopi
• CT scan
Tata Laksana
▫ Medika mentosa :
 antibiotik empiris (gol penisilin), dosis maksimal
 dekongestan oral dan topikal,
 mukolitik,
 Analgetik
▫ Jika faktor predisposisi ditemukan : lakukan
tatalaksana yang sesuai selama 10-14 hari
▫ Lama pengobatan 1-2 bulan
▫ Jika tidak ada perbaikan dalam2 bulan >>
operatif
• Antrostomy Wash Out
• Pembedahan
▫ Radikal
 S. Maksila >> operasi cadwell-Luc
 S. etmoid >> etmoidektomi
 S. Frontal & Sfenoid >> Killian
▫ Non radikal >> BSEF (bedah sinus endoskopik
fungsional)
Laporan kasus
Identitas Pasien

• Nama : Siti Maryam


• Umur : 41 Tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Alamat : Kec. Geumpang Kab. Pidie
• Pekerjaan : Guru
• Agama : Islam
• Bangsa : Indonesia
• Pemeriksaan : 9 Januari 2013
Anamnesis
• Keluhan Utama :
nyeri didaerah sekitar hidung sebelah kiri sejak 2
bulang yang lalu

• Keluhan tambahan :
keluar nanah dari gusi diatas gigi geraham, hidung
tersumbat, terasa tertelan cairan kental dari hidung

• Riwayat Penyakit Sekarang


- nyeri didaerah sekitar hidung dan pipi sebelah kiri
sejak 2 bulan yang lalu, hilang timbul
• Rasa tertelan cairan dari hidung (+)
• Mencium bau busuk di hidung sebelah kiri
(+)
• Os merasa nyeri di kening sewaktu sujud
• Hidung terasa tersumbat disebelah kiri (+)
• Riwayat keluar darah dari hidung (-)
• Pasien sering bersin-bersin pada pagi hari
• Gigi geraham atas kiri berlubang sejak 1
tahun yang lalu
• Nyeri didaerah bawah mata kiri (+)
• Sakit kepala (-), batuk (-), nyeri menelan (-)
Riwayat penyakit sebelumnya:
• Pasien mengaku memiliki riwayat alergi.

Riwayat Sosial:
• Pasien seorang guru yang setiap hari
terpapar kapur tulis.
• Pasien jarang merawat kebersihan gigi.
Status Lokalis THT
Telinga
Kanan Kiri
• Aurikula normal normal
• Liang telinga lapang lapang
• Membran tympani intak intak
• Mastoid normal normal
Hidung Kanan Kiri
• Hidung luar normal normal
• Cavum nasi lapang sempit
• Septum deviasi negatif negatif
• Discharge negatif negatif
• Mukosa merah muda merah muda
• Tumor negatif negatif
• Konka inferior normal udem
Orofaring dan Mulut
• Suara : normal
• Arkus faring : simetris
• Mukosa : merah muda
• Tonsil : T1/T1 tenang
• Dinding faring : merah muda
• Halitosis : positif
• Post nasal drip: positif
• Gusi : Abses +

Gigi
• Karies : Molar 1 (M1) sinistra
• Kesan : Higiene mulut kurang
Resume
• Anamnesis
▫ Nyeri didaerah sekitar hidung dan pipi sebelah kiri
▫ Rasa tertelan cairan dari hidung (+)
▫ Mencium bau busuk di hidung sebelah kiri (+)
▫ Nyeri di kening sewaktu sujud
▫ Hidung terasa tersumbat disebelah kiri (+)
▫ Pasien sering bersin-bersin pada pagi hari
▫ Gigi geraham atas kiri berlubang sejak 1 tahun yang
lalu

• Pemeriksaan fisik
▫ Status present dan status general dalam batas normal
Status THT
▫ Cavum nasi kiri sempit
▫ Post nasal drip
▫ Halitosis
▫ Abses periapikal
Pemeriksaan penunjang
X ray foto posisi Water’s (08 / 01 / 2013)
Diagnosa
Sinusitis maksilaris sinistra dentogen

Penatalaksanaan
• Antrostomy sinistra
• Anjuran ekstraksi gigi yang karies

Pemeriksaan lain yang dapat


dilakukan
• CT scan SPN
• Nasoendoskopi
• Mikrobiologi (kultur pus)
Laporan operasi Antrostomy sinistra (09-01-2013):

• OS di kamar operasi dengan infus terpasang


• Dilakukan anestesi pada cavum nasi sinistra dengan
tampon yang mengandung pantocain 2% + andrenalin
1:10 (diletakkan pada bagian bawah cavum nasi inferior
dan regio ganglion sphenopalatina) selama ± 20 menit
• Dibuat saluran ke arah sinus maxillaris sinistra dengan
menggunakan trocard melalui bagian bawah konka
inferior
• Rongga sinus maxillaris dicuci dengan NaCl 0,9% +
betadine sampai bersih (tampak pus keluar ± 25 cc)
• Evaluasi perdarahan
• Pasang tampon pada cavum nasi sinistra
• KU pasien post antrostomy baik.
Prognosis
• Qou ad vitam : dubia ad bonam
• Qou ad functionam : dubia ad bonam

Edukasi
▫ Jaga higiene gigi
▫ Hindari alergen
Follow up
Tanggal 09-01-2013
VS:
KU : baik Terapi:IVFD RL 20 gtt/i
Kes : CM Inj. Ceftriaxon 1 gr/12 jam
TD : 120/90 mmHg Inj. As.Traneksamat 500 mg/8 jam
N : 84 x/menit Inj. Ketorolac 1 A/12 jam
RR : 18 x/menit Inj. Ranitidin 1 A/12 jam
Inj. Dexametason 1 A/12 j
CTM 3x1 tablet
Tanggal 10-01-2013
VS
KU : baik Terapi:
Kes : CM Cefadroxil 2x500 mg
TD :120/80 mmHg Meloxicam 2x15 mg
N : 80 x/i CTM 3x1 tablet
RR : 22 x/i
TERIMA KASIH