Anda di halaman 1dari 22

 Tahap Pra Desain, terdiri dari dokumen:

1. Pra Studi Kelayakan


2. Studi Kelayakan
3. Rencana Induk (Master Plan)
4. Studi Amdal
 Tahap Desain, terdiri dari dokumen:
1. Survai, Investigasi, dan Rancangan Dasar
2. Rancangan Rici (Detailed Design/ Engineering
Desain)
 Tahapan Konstruksi/Fisik
 Tahapan Pasca Konstruksi
Pra Studi Kelayakan
Studi Kelayakan
1. Merupakan preliminary appraisal
1. Merupakan suatu ‘appraisal’ untuk
dan site reconnaissance survey
mengetahui tingkat kelayakan suatu
terhadap suatu kawasan terhadap
kegiatan pembangunan
potensi transportasi yang ada
2. Ditentukan potensi demand, kelayakan
2. Mengetahui indikasi rencana
teknis,kelayakan ekonomi, kelayakan
kegiatan yang layak untuk dikaji
finansial dan kelayakan operasional,
dengan studi kelayakan
indikasi lokasi, indikasi biaya fisik dan
3. Ditentukan potensi demand,
pola implementasi
indikasi kelayakan ekonomi,
alternatif solusi dan solusi optimal

Studi AMDAL Rencana Induk Pelabuhan (RIP)


1. Merupakan acuan umum bagi arah
1. Merupakan kajian dampak positif
dan pola pembangunan
dan negatif dari rencana kegiatan
2. Berisi pola dan arah pembangunan,
untuk memutuskan aspek
besaran fisik, kebutuhan ruang,
kelayakan lingkungan
tahapan implementasi dan peta
masterplan
4
 keterpaduan intra dan antar moda transportasi;
 Kelayakan Teknis
 keamanan dan keselamatan pelayaran;
 rencana umum jaringan transportasi jalan;
 tatanan kepelabuhanan nasional;
 tata ruang wilayah dan tata ruang nasional;
 Pertumbuhan Ekonomi dan perkembangan
sosial
 Kelayakan Ekonomis
 kelestarian lingkungan;
 pertahanan keamanan negara.
 Kondisi geografi:
◦ kondisi lahan yang akan diperuntukkan sebagai
pelabuhan penyeberangan;
◦ arah dan kecepatan angin.
 Kondisi hidro oceanografi:
◦ kedalaman perairan;
◦ pasang surut;
◦ karakteristik gelombang;
◦ arah dan kecepatan arus;
◦ sedimentasi.
 Kondisi topografi:
◦ mengenai tinggi rendah permukaan tanah.

6
 Metode pembobotan (nilai dan bobot)
 Kriteria penilaian:
◦ Aspek transportasi dan sosial ekonomi
 Keterkaitan dgn transportasi yg ada
 Aksesbilitas
 Keterkaitan dgn kebijakan pemda dan RUTR
◦ Aspek teknis
 Jarak lintasan
 Keterpaduan dgn jalan raya
 Kondisi perairan
 Status dan ketersedian lahan
 Biaya konstruksi
◦ Aspek lingkungan
 Pengelolaan lingkungan yg perlu dilakukan
 Kenyamanan lingkungan, terutama pd kawasan pemukiman
Loka si
Kla de ma k Supra o Ara r
N o. Indika tor Bobot
T a npa D e nga n T a npa D e nga n T a npa D e nga n
Bobot Bobot Bobot Bobot Bobot Bobot

A Aspe k T ra nsporta si 13 25 10 18 7 11
1 Pelayanan Transportasi 2 3 6 2 4 1 2
2 Peranan Dalam Sistem Transportasi 2 3 6 2 4 1 2
3 Aksesibilitas 2 3 6 2 4 1 2
4 Kebijaksanaan Pembangunan Daerah 2 3 6 2 4 1 2
5 Struktur Tata Ruang 1 1 1 2 2 3 3

B Aspe k T e knis 19 48 13 35 20 50
1 Jarak Lintasan 2 2 4 1 2 3 6
2 Kondisi Perairan 3 2 6 1 3 3 9
3 Integrasi dengan jaringan jalan 2 2 4 1 2 3 6
4 Kedalaman Kolam Pelabuhan 3 1 3 2 6 3 9
5 Manuver Kapal Penyeberangan 3 1 3 3 9 2 6
6 Kondisi dan Status Lahan 3 3 9 1 3 1 3
7 Teknis Konstruksi 2 2 4 1 2 3 6
8 Biaya Konstruksi 3 3 9 2 6 1 3
7 Fasilitas Penunjang 2 3 6 1 2 1 2

C Aspe k Lingkunga n 3 7 9 21 6 14
1 Daya Dukung Lingkungan 3 1 3 3 9 2 6
1 Pengelolaan Lingkungan 2 1 2 3 6 2 4
2 Kenyamanan Lingkungan 2 1 2 3 6 2 4
Jumla h 35 80 32 74 33 75

Sumbe r : H a sil Ana lisis


 untuk mengetahui kondisi dan situasi area darat
yang akan digunakan sebagai lahan sarana darat
seperti : bangunan terminal, jalan, lapangan parkir.
◦ Pengukuran ketinggian permukaaan tanah
◦ Penggunaan tanah (land use)

9
 Untuk mengetahui kontur kedalaman
laut/sungai dimana dermaga akan
dibangun, untuk merencanakan posisi
dan letak dermaga,

 Selain untuk keperluan mementukan posisi


rencana dermaga, hasil peta kedalaman laut
juga diperlukan untuk menentukan alur
pelayaran baik untuk dermaga
penyeberangan laut maupun dermaga
angkutan sungai.

10
 Pengamatan pasang surut,
◦ untuk menghitung muka air rendah ( LWS ) dan muka air
tinggi ( HWS ).
◦ diperlukan pengamatan minimal selama 15 hari terus
menerus dengan interval pencatatan setiap 30 menit.
 Pengukuran arus,
◦ untuk mengetahui besarnya kecepatan arus dan arahnya.
◦ dilakukan pada beberapa titik, untuk beberapa kedalaman
yaitu :0,2d ; 0,6d dan 0,8d ( d= kedalaman dasar laut), dan
dilakukan pada saat pasang purnama dan pasang perbani.
 Pengambilan contoh sedimentasi
◦ Sedimen pd dasar laut/sungai dan sedimen melayang
 Pengamatan gelombang
◦ Data angin selama 10 tahun terakhir,  tinggi gelombang

11
 Penyelidikan tanah dilakukan untuk
mengetahui kondisi lapisan tanah, daya
dukung lapisan tanah,  perencanaan jenis
pondasi kedalaman pondasi, perkiraan
settlemen dan lain sebagainya. Penyelidikan
tanah yang dilakukan berupa pengeboran
dalam dengan mesin dan CPT (cone
penetration test) /sondir.

12
13
 Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan
(DLKR) adalah wilayah perairan dan
daratan pada pelabuhan umum yang
dipergunakan secara langsung untuk
kegitan kepelabuhanan;
 Daerah Lingkungan Kepentingan
Pelabuhan (DLKP) adalah wilayah perairan
di sekeliling daerah lingkungan kerja
perairan pelabuhan umum yang
dipergunakan untuk menjamin
keselamatan pelayaran.

14
 fasilitas pokok pelabuhan yang meliputi :
◦ perairan tempat labuh termasuk alur pelayaran;
◦ kolam pelabuhan;
◦ penimbangan kendaraan bermuatan;
◦ fasilitas sandar dan tambat kapal;
◦ fasilitas naik-turun penumpang dan kendaraan beserta
muatannya;
◦ terminal penumpang;
◦ jalan penumpang keluar/masuk kapal (gang way);
◦ perkantoran untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan
jasa;
◦ fasilitas penyimpanan bahan bakar (bunker);
◦ instalasi air, listrik dan telekomunikasi;
◦ akses jalan dan/atau rel kereta api;
◦ fasilitas pemadam kebakaran;
◦ tempat tunggu kendaraan bermotor sebelum naik ke kapal.

 fasilitas penunjang pelabuhan yang meliputi :


◦ kawasan perkantoran untuk menunjang kelancaran pelayanan
jasa kepelabuhanan;
◦ tempat penampungan limbah;
◦ fasilitas usaha yang menunjang kegiatan pelabuhan
penyeberangan;
◦ areal pengembangan pelabuhan.

15
Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan
Penyeberangan merupakan daerah yang
digunakan untuk :
◦alur pelayaran dari dan ke pelabuhan;
◦keperluan keadaan darurat;
◦pengembangan pelabuhan jangka panjang;
◦percobaan berlayar;
◦fasilitas pemeliharaan dan perbaikan kapal.

16
17
1.Tempat sandar dan tambat kapal.
2.Tempat peralatan bongkar muat.
3.Tempat aktifitas bongkar muat.
4.Tempat berpangkalnya fasilitas-fasilitas listrik & air
bersih
a. Wharf / Quay
Dermaga yang paralel dengan garis pantai dan biasanya berimpit dengan garis
pantai. Juga berfungsi sebagai penahan tanah yang ada di belakangnya.
b. Pier / Jetty
Dermaga yang menjorok ke laut dan dihubungkan dengan
jembatan penghubung yang biasanya tegak lurus dengan
jetty, sehigga pier dapat berbentuk T atau L. Pier dapat
digunakan untuk merapat pada satu atau dua sisinya.
arah arus dominan

Movable bridge
arah kapal sandar
KAPAL
Kapal FERRY

Dolphin

23
 Kriteria Pembebanan.
◦ Beban vertikal :
 Akibat berat sendiri (konstruksi)
 Beban hidup akibat orang, barang, kendaraan dan muatannya
 Untuk lokasi dimana truck trailer diijinkan lewat, maka muatan
kendaraan yang diperhitungkan adalah truck 45 ton.
 Sedangkan daerah dimana truck trailer tidak dapat atau atau tidak
ada yang lewat, maka beban kendaraan dapat direncanakan
berdasarkan truck 20-25 ton.
◦ Beban horizontal :
 Akibat tumbukan kapal, ditentukan oleh : ukuran kapal,
kecepatan kapal pada saat merapat dan system fender yang
akan dipasang
 Energy tumbukan, E = (W.v2/2g). Cm.Ce.Cc.Cs
 Akibat gempa
 Akibat arus, gelombang
 Mutu material yang digunakan
◦ Konstruksi beton mutu tinggi (>K.350), diepoxy
◦ Tiang pancang pipa baja dg cat tahan karat

24