Anda di halaman 1dari 66

THORAX

Methode (cara) pemeriksaan :


RADIOLOGI DARI THORAX BERDIRI :
FLUOROSCOPY ( CHEST FLUOROSCOPY) = DOOR
LIGHTING
RADIOGRAFI ATAU FOTO THORAX :
I. FOTO POLOS
II. FOTO KONTRAS
III. CT.SCAN
IV. NUCLEAR MEDICINE
I. FLUOROSCOPY = DOOR
LIGHTING

• CARA INI SUDAH TIDAK DIANJURKAN


LAGI ;
• BAHAYA RADIASINYA TINGGI
• LAPANGAN PANDANG SEMPIT
• KEMUNGKINAN BACAAN SALAH (25%)
KURANG TELITI,TIDAK ADA
DOKUMEN/ARSIP
PADA BEBERAPA INDIKASI TERTENTU,
FLUOROSCOPY MASIH TETAP DIGUNAKAN

* PERGERAKAN DARI DIAFRAGMA


• PASASE DARI ZAT KONTRAS YANG
KITA BERIKAN
• PADA PENYAKIT JANTUNG BAWAAN
• CORPUS ALIENUM
• Pada fluoroscopy dgn 70 kV selama 1
menit, kulit menerima sinar  10.000 mrem
II. RADIOGRAFI / FOTO THORAX
- POSISI :
• 1. PA ( POSTERIOR - ANTERIOR )
• SINAR-X BERJALAN DARI POSTERIOR
(PUNGGUNG PENDERITA) KE ARAH
ANTERIOR
• PENDERITA BERDIRI
• FILM DIDEPAN PENDERITA
2. AP ( ANTERIOR-POSTERIOR
* SINAR DI DEPAN PENDERITA, FILM DI
BELAKANGNYA
• BIASANYA PADA PENDERITA YANG
TIDAK DAPAT BERDIRI
• KELEMAHANNYA JANTUNG DAN
HEPAR TIDAK DAPAT DIEVALUASI
3. LATERAL KIRI

• SEBELAH KIRI PENDERITA dekat


dengan film  sinar dari kanan.
• Kanan : sebaliknya
4. LATERAL DICUBITUS (R / L)
*  L (KIRI) :
• Px berbaring miring ke kiri.
• Film di posterior / belakang, sinar dari arah
depan ke belakang.
• Gunanya :
– Untuk melihat cairan pleura ( terutama cairan
yang jumlahnya sedikit & meragukan ).
– Untuk melihat cavitas dalam paru.
•  R ( KANAN ) : Sebaliknya
5. OBLIQUE

•  RIGHT : RAO : Bahu depan kanan Px


menempel pada film, sinar dari belakang.
• RPO : Bahu belakang kanan.
•  LEFT : LAO : Bahu depan kiri.
• LPO : Bahu belakang kiri.
6. TOP LORDOTIC ( ANTERIOR /
POSTERIOR ) :

• Untuk melihat apex paru.


• Px berdiri 30-40 cm dari film, punggung /
bahu di tempelkan ke film.
• Sinar dari depan / belakang Px
sedemikian sehingga apex paru bisa
terlihat
7. POSISI KHUSUS

• Misal : POSISI TANGENSIAL


Keuntungan RADIOGRAFI :

• Dapat mengetahui secara detail tiap


bagian.
• Waktu pemeriksaan dapat lebih lama
RADIOGRPHY :

• POLOS
• KONTRAS ( Bronchografi,
Cardioangiografi, Arteriografi )
SYARAT FOTO THORAX PA YANG
BAIK :

1. Posisi benar :


• Simetris, dilakukan saat inspirasi.
• Px berdiri menghadap film, sinar dari belakang.
• Tangan berkacak pinggang, bahu ditarik ke
depan  scapula terbuka / ke samping.
• Seluruh lapangan thorax nampak.
• Jarak Px-sinar : 1,5 – 2 m.
2. Kondisi Cukup

* kV cukup  kualitas sinar ( makin   pancaran


sinar makin kuat  daya tembusnya  )
• mA cukup  kualitas sinar (makin  sinar 
ionisasi   film makin hitam )
• Untuk melihat paru  kV  supaya jangan
paru tak tertembus semua.
• Untuk melihat tulang  kV  ok densitas tulang
 padat dari pada paru
• Yg disebut kV cukup untuk foto thorax  bila
dapat melihat vertebrae thoracal 1 – 5
• Menentukan kontras dari film ( hitam / putih ).
3. Identifikasi baik :

• No.
• Nama, Umur
• Tanggal
• R/L  PENTING !!
RADIOANATOMI THORAX

* Pemeriksaan :
• Soft tissue diluar diafragma thorax.
• Tulang – tulang ( Vertebrae,Costae, Clavikula,
Scapula ).
• Trachea bronchus ( Normal : terbuka dan berisi
udara  tampak bayangan radiolucent / hitam).
• Jantung.
• Paru .
• Diaphragma : hemidiaphragma kanan / kiri.
• Sinus phrenico costalis
Foto memenuhi syarat jika :

* kV & mA cukup.
• Dalam keadaan inspirasi.
• Foto dibuat dalam keadaan tenang,
sehingga bayangan tidak kabur.
• Tanda R/L.
JANTUNG

•  Index Cardio thorax tidak boleh  50 %


(ukuran bayangan dari jantung normal ).
PARU

*  Hilus terletak antara Th V – VI.


• Bayangan hilus  banyak pembuluh darah  bayangan radio
opaque.
• Vascular paru kanan lebih banyak dari pada kiri
• (ok yg sebelah kiri tertutup bayangan jantung )
• Vascular paru yang ke atas  bayangan dari vena.
• Kebawah  bayangan dari a.pulmonalis & cabang – cabangnya.
• Perbandingan antara vascular atas : bawah = 3 : 1.
• Besar pangkal a.pulmonalis sesuai percabangan trachea.
• Besar percabangan a.pulmonalis sesuai percabangan bronchus.
• Normal vascular paru : 1/3 medial, 1/3 tengah (sedikit), 1/3 lat makin
tak kelihatan
Fissura interlobaris :

•  kanan : 2 ( membagi paru menjadi3


lobus )
• kiri : 1 ( membagi menjadi 2 lobus )
• Kelainan fungsi :
– Immobile/fixasi
– Paradoxal movement
POSISI ABNORMAL

–BILATERAL ELEVATION
–UNILATERAL ELEVATION
–BILATERAL LOW POSITION
–UNILATERAL LOW POSITION
KELAINAN BENTUK

»SCALLOPING
»TENTING
»LOCAL
BULGE/ELEVATION
Hernia diaphragma :

• Traumatic
• Hiatus Oesophagus
• For margagni (anterior)
• For Bochdalek
(posterior)
Pnemo thorax

* spontan

* traumatic
* Artificial
Pneumo thorax spontan :
- Neonatus
- Inflamation
* non spesific
* spesific
- Infarct
- Neoplasma ( sarcoma )
Pneumomediastinum

* DD : pneumo pericardium
• Ro : - thymic sail sign ( pd anak )  thymus
terangkat.
– Emphysema cutis  ( udara keluar kulit  tampak
bayangan hitam kecil2 pd soft tissue di luar thorax )
• Causa : - inflamation
– trauma
– pulmonary cyst
– Congenit lobar emphysema  pecah
Penebalan Pleura/schwarte
biasanya tampak di
– Apex : pleural cap ( infeksi )
– Bawah
• Causa : - trauma
- radang :
* pleura
* paru :
- non specific
- specific
- tumor
• Type : 1. Massive/generalized pleural
effusion.
2. Circumscribed pleural effusion;
- Local
- Interlobar
- Infra pulmonal
- Para mediastinal
- Costal
• Isi :
1. Exudat
2. Transudat
3. Hemorhage
4. Purulent
• Tanda pleural effusion :
- ICS melebar
- Pendesakan mediastinum ke arah yg
sehat.
Circulatory Disturbance

1. Decreased pulmonary vascular


* Blood flow 
*Over expansion of lung
- Compensatory emphysema  vase
normal.
- Obstructive emphysema  vase sempit
- Diffuse ok : - tekanan intra pulmonal  ---
 emphysema hilus 
-R  L shunt --- hilus 
2. Pulmonary arterial hypertension

• Causa :
- Flow  : - L – R shunt
- Polycitemia
• Pulmonary vasc resistance  :
Ok penyempitan arteriole/kapiler yg
diffuse  COPD  emfisema
 diffuse intertitial
fibrosis
3. Pulmonary venous hypertension

* ok : - Coronary disease
- Hypertensi
- MS
•  Biasanya merupakan tanda awal dari
Oedema paru.
Pulmonary Oedema :
Masuknya cairan ke jaringan intertitial paru
• Tergantung :
- Tekanan hidrostatik pembuluh darah
- Tekanan osmotik plasma
- Permeabelitas dinding kapiler
Intertitial Oedema
• Septa menebal  ``linear shadow``
• Perihiler haze
• Kerley B – line (disebelah bawah  garis
horizontal )
• Kerley A – line (dihilus sampai apex)
• Peribronchial cuffing ( penebalan )
2. Alveolar Oedema

• Cairan masuk alveolar paru


•  - hazy
– butterly appearance
– kabur pd 1/3 bag paru
• Pulmonary oedema sign disertai Cardiomegali
• Pulmonary oedema tanda Cardiomegali :
• Ok : - infus 
– CNS disorder ( abses otak )
– Azotemia  Uremic lung ( Alveolar Oedema tanpa
Cardiomegali ).
– Shock - Infeksi
Hyper inflation :

• Definisi : over distention of alveoli/pengembangan paru


yg melebihi karena : - emphysema
• Emphysema : distruksi alveolar septa
• Causa :
1. Udara
2. Bulla yg besar
3. Pnemothorax
• Type : 1. Senile emphysema
2. Compensatory emphysema
3. Obstruktive emphysema
Infiltration :

• Definisi : pengisian jaringan intertitial oleh


sesuatu yg abnormal ( sel radang, tumor )
• Ro : - daerah alveoli (+ )
- jaringan intertitial tebal
- dapat jadi nodul – nodul  milier
- seperti awan tipis
• Macam :
• 1. Inflamatory
- acut : halus ~ garis - garis
- chronic : fibrosis ( + )
- exudate
• 2. Neoplastic
• 3. Lain – lain : - Hodgkin`s
- Leukimia
- Histiocytosis
Consolidation :

• Definisi : pemadatan jaringan paru oleh


sesuatu materi yg mengisi udara alveoli
• Ro : homogen  air bronchogram ( + )
• DD : 1. Infection (pnemonia )
2. Atelektasis
3. Pleural effusion
4. Schwarte
5. Neoplastic infection
Atelektasis
• Definisi :colaps jaringan paru sebagian
atau seluruhnya
• Type : A. Lokasi :
– Seluruh paru
– Lobar atelektasis
– Focal atelektasis ( plate, disc, streak )
- Bilateral difuse atelektasis
• B. Causa
– Adynamic atelektasis
– External pressure
– Restricture atelektasis
– Obstruktive atelektasis ( lazim tjd )
• Cavitation
– Kongenital
– Acquired
• Causa acquired :
1. Destruction of lung :
- trauma  contusio/laserasi
- infarct  sekunder infeksi
- bronchogenic Ca
- infeksi
2. Tension of elastic tissue
3. Patency of entering bronchus
• Ro : 1. sering diperifer
2. bentuk : bulat/oval/pipih
3. dinding : - tipis
- irregular, calcifikasi
4. isi : - udara
- cairan
- udara + cairan
Pseudo cavity
• Bayangan p.d. yg overlapped
• Calcification of rib (irreguler)
• Localized thickenning of pleura
Differensial DIAGNOSA
1.Caverne TBC : - irreguler
- air fluid level
- apex/sub apical
2.Bronchogenic Ca : - tebal, shaggy
- tumefaction
- satelit nodul
- dekat hilus
3. Mycotic : - hilus/tebal
- donat like
- fistula
- mycotic ball
4. Lung abcess : - regular wall, tebal
- air fluid level
5. Empyema : - abcess
- ada hub dg pleura
6. Cystic disease : - difus
- multiple
- air fluid level 
7. Bronchiecthasis : - basal
- honey comb app
- peribronchial bleeding
- segmental atelektosis
8. Bullae : - tipis
- besar - besar
- basal, apex 
Calcification

• Calcifikasi : - tumor
- infeksi  lama
• Bronchus : - calcifikasi tl rawan
- broncho lithiasis
• Lung : - TBC ( ghon tubercle )
- Jamur = - histoplasmosis
- coccidiomycosis  ~TBC
- Pnemo lith
- Calc cavitas
- Millier calc : - TBC
- varicella pneumonia
BRONCHIECTASIS ( Pelebaran
dari bronchus dan cabangnya)
• PATOLOGI :
1. Conginetal
2. Acquired :
- destruksi otot & jaringan elastis
- tekanan intrabronchial 
• KLINIS :
1. Reversible bronchiectasis  bronchopneumoni
2. Suppurative bronchiectasis  suppurative
infection.
3. Dry bronchiectasis  end stage BP disease
• Ro :
- Plain foto : - honey comb app
- infiltrat
- atelektasis
- Bronchografi :  Dx pasti
PNEUMONIA

• LOBAR PNEUMONIA
• LOBULAR/Bronchopneumonia
• Intertitial pneumonia
STAGE :

a. EARLY STAGE : oedema organ & pleurisy


- Ro : - perkabutan tipis
- gerak diaphragma menurun dg tepi kabur
b. Consolidation stage
- Ro : - Konsolidasi satu lobus/segmen
- Batas jelas
- Air bronchogram ( + )
c. Stage of resolution
- Rö : - aeration 
- kelainan 
Komplikasi :
- pleuritis
- pericarditis
- atelektasis
 Bronchopneumonia
- Infiltrat irreguler
- Tersebar dibeberapa lobulus
 Intertitial Pneumonia
- Tepi bronchus/pembuluh darah kabur
- Halus, tampak garis2, nodul kecil2 tersebar (lebih
banyak di basis ), bilateral.
- Causa : infeksi virus
Pneumonia Khusus :
1. Aspirasi pneumonia : - sering pd : - bayi/neonatus
- post operasi
- lobus tengah/bawah
- bercak irreguler
2. Hypostatic Pneumonia : - gangguan vascularisasi paru
- gerakan (-)
- Rö : - basis paru
- oedem (+)
3.Loeffler Pneumonia : - allergi
- migrating pneumonia
- lobus superior
Clinical Classification TBC
(American Thoraxis Society)
• I. PENYEBARAN :
1.Minimal lesion
- Densitas rendah/sedang
- 1 atau 2 paru
- cavitas (-) -
- Costochondral junction II/th 4 – 5
2. Moderately advanced lession
- densitas rendah/sedang :  1 paru
- densitas tinggi :  1/3 paru
-  cavitas  4 cm
3. Far advanced lession :
> Moderately advanced lession
II. AKTIFITAS/DINAMIKA

1. Inaktif :
– Konstan/sembuh - Bakteri (-)/selama 6 bulan
– RÖ konstan : - kelainan menurun : 6 bulan
- cavity (-) : 6 bulan
2. Aktif :
– Ro : - cavity (+)
- infiltrat
- Bakteri (+)
- Komplikasi (+) : - emphysema
- fistula
- endobronchial TBC
3. Quescent :
- Antara 1 & 2
- Bakteri (-)
- Ro tetap
- Cavitas (+) : - small residual
- Cystic appearence/thinwall
4. Chronic fibroid TBC :
- Fibrosis & scar form, dgn segala
akibatnya.
Tumor Paru :

• Benigna :
- Hamartoma - Lipoma
- Hemangioma - Fibroma
- Neurinoma - Lymphoma
2. Maligna :

- Bronchogenic Ca  PA :
1. squamus cell/epidermoid Ca
2. Odema Ca
3. Small/oat cell Ca
4. Anaplastic Ca
- Bronchiolar Ca ( alveolar cell Ca)
- Sarcoma
- Plasma cytoma
Bronchogenic Ca :
I. Ca paru primer :
1.Pangkal bronchus/sentral
1.1 Stenotis  menutup jalan napas
1.2 Non stenotis
2. Perifer :
2.1 Noncircum scribed
2.2 Circum scribed /nodular
II. Ca paru sekunder
1. Milliary tipe
– Thyroid - Paru
– Sarcoma (bone) - Breast
2. Lymphangitic type :
– Stomach - Breast
– Pancreas - Paru
– Lhympoma - Prostat
– Leucemia
3. Golf ball type
- Sarcoma - Clearcell Ca
- Seminoma
4. Coarse noduler type
- Oropharynx - Stomach
- Thyroid - Genetalia
- Lympho sarc
- Chorio & epithelioma
- Lung
5. Sub pleural type
- Breast - Lung
- Mesothelioma
6. Pneumonic & peribronchial nodular type :
- Oesophagus - Lung
- Breast
• Terima kasih