Anda di halaman 1dari 14

PENGUKURAN SITUASI DENGAN METODE

TACHIMETRI
WHAT IS TACHIMETRI..????
 Tachimetri adalah suatu cara pemetaan dimana
kedudukan tinggi dari tanah dinyatakan dengan
garis-garis tinggi. Dengan tachimetri kita
menentukan titik-titik dilapangan, dimana
healing diantara titik-titik tersebut dianggap
berbanding lurus. Kemudian titik-titik ini dilukis
di atas peta menurut letak dan tingginya
sehingga garis tinggi dapat disisipkan diantara
titik-titik yang diukur tersebut.
LANTAS APAKAH TUJUANNYA … ???
 Tujuan pengukuran situasi dengan tachimetri
adalah menggambarkan kembali bentuk
lapangan. Pada tachimetri ini selain diadakan
pengukuran situasinya juga sekalian
pengukuran tingginya. Untuk memuat peta
lengkap, selain garis tinggi juga diperlikan
situasi dari semua bangunan-bangunan (gedung,
jalan, jembatan, saluran air, dan lain-lain).
 Pada pemetaan skala besar (1: 100; 1:500) maka
pengukuran bangunan lebih teliti dari
pengukuran tinggi. Berhubung terbatasnya
ketelitian dari pengukuran jarak optis maka
tachymetri pun terbatas hanya pada pemetaan
skala kecil ( 1:2.000) dimana bangunan dapat
diukur secara tachymetris.
BAGAIMANA TAHAP PENGUKURANNYA .. ??
 Adapun tahap-tahap dalam pengukuran detil ini
antara lain:
1. Pelaksanaan Tachimetri.
 Pengukuran tachimetri ada dua cara yaitu:
 Pengukuran dan perhitungan yang perlu untuk
menentukan koordinat dan tinggi dari tiap
kedudukan tachymeter.
 Pengukuran dari titik detil yang dilihat dari
tiap-tiap kedudukan tachimeter.
2. Penentuan Tempat Kedudukan Tachimetri

 Semua tempat kedudukan tachymeter dapat


dijadikan satu pada jaring-jaring titik-titik dasar
yang dapat berbentuk jaring-jaring segitiga atau
poligon. Pemilihan ini tergantung pada keadaan
lapangan. Jika tempat kedudukan berdekatan
maka lebih baik dilakukan pengukuran optis
yaitu dengan menggunakan poligon.
 Pengukuran titik tingginya dapat juga dilakukan
sekalian. Kadang-kadang unsur-unsur dari
poligon diukur sendiri sedang pengukur yang
lainnya mengukur titik-titik detil dari titik-titik
poligon tersebut. Tetapi ada juga titik detil
diambil sekalian dengan pengukuran unsur-
unsur poligon. Sedangkan pengukuran jarak
antar titik poligon dilakukan secara optis, tetapi
dapat juga secara langsung.
PENGUKURAN TITIK-TITIK
DETIL
 Pengukuran detil tidak begitu ditonjolkan oleh
karena itu cukup dengan membaca tiga benang
horisontal, nonius lingkaran datar dan nonius
lingkaran vertikal. Dari lapangan disekitar
kedudukan dapat dibuat terlebih dahulu suatu
sket dan titik detil digambarkan pada sket
tersebut dan diberi nomor urut sesuai dengan
urutan pengamatannya.
 Pengukuran bergantung pada keadaan lapangan
maka pengukuran dari tiap-tiap seri titik detil
harus dimulai dengan mengambil arah
horisontal kesalahan suatu titik tetap yang
terdapat pada peta.
PADA PENGUKURAN TACYHMETRI INI DIGUNAKAN
RUMUS SEBAGAI BERIKUT:

 D = 100 ( BA – BB) sin ² V


 ∆ h = TA + 100 (BA – BB) sin V x cos V – BT

 Keterangan :
 D = Jarak
∆ h= Beda tinggi antara pengukuran teodolit
dengan tinggi daerah yang diukur.
V =Sudut vertikal.
 TA = Tinggi alat.
 BA = Batas atas.
 BB = Batas bawah.
 BT = Batas tengah.
PT 02-2010

 1) Alat yang digunakan adalah Total Station


atau yang sederajat ketelitiannya.
 2) Metode yang digambarkan adalah Raai
dengan jarak antara Raai 20 m sampai dengan
40 m atau Voorstraal dengan jarak pengambilan
titik detail 20 m sampai dengan 40 m atau
kombinasi Raai dan Voorstraal dengan jarak 40
m dan pekerjaan tersebut dapat dilakukan
sekaligus pada saat pengukuran poligon utama
atau poligon cabang.
 3) Ketelitian poligon raai untuk sudut 20√n,
dimana n = banyak titik
 sudut, ketelitian linier poligon kombinasi Raai
dan Voorstraal 1 :
 2.000.

 4) Semua tampakan yang ada, baik alamiah


maupun buatan manusia di
 ambil sebagai titik detail, misalnya : bukit,
lembah, alur, sadel, dll.
 5) Kerapatan titik detail (― 40 m di lapangan)
harus di buat sedemikian
 rupa sehingga bentuk topografi dan bentuk
buatan manusia dapat
 digambarkan sesuai dengan keadaan lapangan.

 6) Sketsa lokasi detail harus di buat rapi, jelas


dan lengkap sehingga
 memudahkan penggambaran dan memenuhi
persyaratan mutu yang
 baik dari peta.
 7) Pengukuran situasi harus dilebihkan sebesar •
}
250 m dari batas yang
 telah ditentukan.

 8) Sudut poligon kombinasi Raai dan Voorstraal


cukup 1 (satu) seri.
 9) Ketelitian tinggi poligon raai 10 cm √D (D
dalam km).
Sampun semantun kemawon

Tahu kupat kecemplung santen


Menawi lepat nyuwun pangapunten….