Anda di halaman 1dari 35

Presentasi Kasus

Bronkopneumonia

dr. Maria Dinarty (Internsip)


RSUD Ciawi
Oktober 2016
Identitas Pasien

• Nama : An. MRAS


• Umur : 1 bulan
• BB : 4,7 Kg
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Alamat : Kp. Caringin
• Suku bangsa : Indonesia
• Agama : Islam
• No. RM : 00.60.99.11
• Tanggal Masuk RS : 20 Oktober 2016
Identitas Orang Tua (Ayah)
• Nama : Tn. Z
• Umur : 45 tahun
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Alamat : Kp. Caringin
• Suku bangsa : Indonesia
• Agama : Islam
• Pendidikan : SMA
• Pekerjaan : Pedagang

Identitas Orang Tua (Ibu)


• Nama : Ny. H
• Umur : 45 tahun
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Alamat : Kp. Caringin
• Suku bangsa : Indonesia
• Agama : Islam
• Pendidikan : SMA
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Anamnesa
Alloanamnesa dilakukan pada tanggal 20
Oktober 2016 pukul 10.25 WIB di IGD
RSUD Ciawi.
1.Keluhan utama :
Sesak napas.
2.Keluhan tambahan :
Batuk, demam, dan muntah
jika diberi susu.
Riwayat Penyakit Sekarang
2 minggu SMRS pasien mengalami batuk disertai dengan
pilek.

3 hari SMRS muncul sesak napas dan demam, Batuk (+), pilek (-).
Kemudian pasien dibawa berobat ke bidan. Namun tidak ada
perubahan setelah minum obat kemudian dibawa ke IGD RSUD
Ciawi.

Pasien dibawa oleh kedua orang tuanya ke IGD RSUD Ciawi pada tanggal
20 Oktober 2016. Keluhan pasien berupa sesak napas, demam, batuk, dan
muntah jika diberi susu.
Riwayat Penyakit Keluarga

• Riwayat keluhan serupa : (-)


• Alergi : (-)
• Asma : (-)
• Riwayat penyakit paru : (-)
Riwayat Kehamilan dan
Perawatan Antenatal

Paritas gravida G1P1A0. Bayi M dalam kandungan selama


38 minggu. Ibu pasien rutin memeriksakan kandungannya ke bidan
setempat. Berat badan sebelum hamil serta kenaikan berat badan
selama kehamilan tidak diketahui.

- Ibu kontrol secara teratur ke bidan setiap bulan. Tidak ada masalah
selama kehamilan dan janin di dalam kandungan dinyatakan sehat.
- Penyakit selama kehamilan tidak ada.
- Ibu pasien mendapatkan vitamin setiap kali melakukan pemeriksaan
kehamilan.
Riwayat Persalinan
- Persalinan : Di puskesmas
- Penolong persalinan : Bidan
- Cara persalinan : Spontan pervaginam
- Masa gestasi : 9 bulan
- Ketuban pecah : Kira – kira 1 jam sebelum persalinan
- Berat plasenta : Ibu tidak tahu
- Ketuban : Jernih
- Keadaan bayi :
- Berat lahir : 3,2 gram
- Panjang badan : 50 cm
- Lingkar kepala: Ibu tidak tahu
- Menurut ibu, bayinya langsung menangis dan kulit bayi berwarna
merah. Tidak ada cacat.
Riwayat Nutrisi
- Pasien minum susu lactogen karena produksi ASI ibu tidak
ada sama sekali.

Riwayat Imunisasi
- BCG : 1x saat umur 1 bulan
- Polio : 2x saat baru lahir dan saat umur 1 bulan
- DPT : Belum dilakukan
- Campak : Belum dilakukan
- Hepatitis : 1x saat baru lahir
- Kesan : Imunisasi lengkap
Pemeriksaan Fisik

Dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2016 di IGD RSUD


Ciawi pukul
10. 25 WIB.
-Keadaan umum : Tampak sakit sedang
-Kesadaran : Compos mentis
-Tanda-tanda vital :
- Nadi : 120 kali/menit
- Laju pernapasan : 68 kali/menit
- Suhu tubuh : 38,3⁰C
Kepala :
- Bentuk dan ukuran : Normochepal, deformitas (-)
- Rambut : Warna hitam, distribusi merata,
tidak mudah dicabut
- Mata : Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak
ikterik
- Hidung : Sekret -/-, napas cuping hidung (-),
perdarahan (-)
- Mulut : Sianosis (-)
- Lidah : Tidak kotor
- Tenggorokan : Tonsil T1/T1 tidak hiperemis
- Leher : Tidak teraba pembesaran KGB
Thorax :
Jantung
•I : iktus kordis kuat angkat tidak terlihat.
•P : iktus kordis kuat angkat tidak teraba.
•P : redup, batas jantung tidak melebar.
•A : bunyi jantung murni I dan II, tidak ditemukan gallop atau
murmur.

Paru-paru
•I : simetris kanan dan kiri, terlihat retraksi subcostal
•P : vokal fremitus kanan dan kiri normal.
•P : sonor di kedua lapang paru.
•A : vesikuler normal, Ronkhi basah halus +/+, wheezing -/-
Abdomen
•Inspeksi : datar, tidak ada benjolan.
•Auskultasi : Bising usus (+) normal
•Palpasi : Supel, hepar dan lien tidak teraba.
•Perkusi : Timpani dikeempat kuadran abdomen.

Ekstremitas
•Akral hangat, capillary refill time < 2 detik.
Diagnosa Kerja
• Bronkopneumonia

Diagnosa Banding

• Bronkiolitis
• Aspirasi pneumonia
• Tb paru primer
Tindakan di IGD
• IVFD KAEN 3B 10 tpm mikro
• PCT drip 40 mg / IV
• Inj. Ranitidine 2x4 mg
• O2 1 lpm via nasal kanul
• NGT dekompresi
• Nebulizer ventolin ½ + NACL 3 cc (extra)
Advis dr. Emil, Sp. A
- IVFD D5 ¼ NS  450 cc / 24 jam
- Ampicilin 4 x 125 mg (IV)
- Gentamicin 1 x 20 mg (IV)
- Feeding 8 x 10 cc
- Paracetamol 3 x 0,5 ml jika suhu > 38,5 berikan PCT drip 50 mg/IV
- Dexametason 3 x 0,75 ml
- Inhalasi ventolin 3 x ½ ampul + Nacl 2 cc
Prognosis

• Ad vitam : dubia ad bonam


• Ad functionam : dubia ad bonam
• Ad sanationam : dubia ad bonam
Follow Up
20 Oktober 2016 (IGD)
•S : Sesak (+), batuk pilek (+), demam, muntah jika diberi asi.
•O : KU tampak sakit sedang, N : 120 x / mnt, RR : 68 x / mnt, S : 38,3, Rhonki +/+, retraksi
subcostal (+)
•A : Bronkopneumonia
•P :
- IVFD KAEN 3B 10 tpm mikro
- PCT drip 40 mg / IV
- Inj. Ranitidine 2x4 mg
- O2 1 lpm via nasal kanul
- NGT dekompresi
- Nebulizer ventolin ½ + NACL 3 cc (extra)
Advis dr. Emil, Sp. A
-IVFD D5 ¼ NS  450 cc / 24 jam
-Ampicilin 4 x 125 mg (IV)
-Gentamicin 1 x 20 mg (IV)
-Feeding 8 x 10 cc
-Paracetamol 3 x 0,5 ml jika suhu > 38,5 berikan PCT drip 50 mg/IV
-Dexametason 3 x 0,75 ml
-Inhalasi ventolin 3 x ½ ampul + Nacl 2 cc

-
Pemeriksaan Penunjang (20 Oktober di IGD
RSUD Ciawi)
Parameter Hasil Nilai Rujukan
DARAH RUTIN
Hemoglobin 11,1 10,3 – 17,9 g/dl
Hematokrit 34 45 – 52 %
Lekosit 21 6 – 18 (10*3/ul)
Trombosit 332 150 – 440 (10*3/ul)
KIMIA
GD Sewaktu 118 80 – 120 mg/dl
Na, K, Cl 136 135 – 145 mEg/l
Kalium 5,1 3,5 – 5,3 mEg/l
Clorida 105 95 – 106 mg/dl
GAS DARAH
pH 7,35 7,35 – 7,45
pCO2 47 35 – 45 mmHg
pO2 83 71 – 104 mmHg
HCO3 26 22 – 29 mmol/L
Sat O2 95 94,00 – 98,00 %
21 Oktober 2016
•S : Sesak (+), batuk pilek (+), demam (-)
•O : KU tampak sakit sedang, N : 138 x / mnt, RR : 66 x / mnt, S : 36,8, Rhonki +/+
•A : Bronkopneumonia
•P : - Terapi lanjut
- Observasi KU
- Rontgen thorax, check darah rutin dan GDS ulang

22 Oktober 2016
•S : Sesak (+), batuk pilek (+)
•O : KU tampak sakit sedang, N : 124 x / mnt, RR : 54 x / mnt, S : 36,3, Rhonki +/+
Hb : 12,9
Ht : 45
Leukosit : 19.000
Trombosit : 350.000
GDS : 120
•A : Bronkopneumonia
•P : - Terapi lanjut
- Kaen 3B infus pump 20 ml / jam
- Nebu ventolin 3 x 1/2
- Observasi KU
FOTO THORAX AP (21
Oktober 2016)
Cor : Ukuran kesan tak
membesar
Pulmo : Tampak
perselubungan dengan air
bronchogram (+) di paru
kanan atas, infiltrat di
parahiler dan paracardial
kanan kiri. Kedua sinus
phrenicocostalis tajam.
Hemidiafragma kanan kiri
baik.
Kesan : Lobar pneumonia
paru kanan atas DD TB paru
23 Oktober 2016
•S : Sesak (-), batuk pilek (+)
•O : KU tampak sakit sedang, N : 120 x / mnt, RR : 38 x / mnt, S : 36,3, Rhonki
+/+
•A : Bronkopneumonia
•P : - Terapi lanjut
- Observasi KU
- Nebu ventolin 3x 1/2

24 Oktober 2016
•S : Sesak (-), batuk pilek (+), keluarga meminta APS
•O : KU tampak sakit sedang, N : 124 x / mnt, RR : 32 x / mnt, S : 36,7, Rhonki
+/+
•A : Bronkopneumonia
•P : - Terapi lanjut
- Nebu ventolin 3 x ½ sebelum APS
- Observasi KU
- Mucera drop dan amoksan drop, kontrol ke poli anak tagl 27 Oktober 2016
 APS
TINJAUAN PUSTAKA
Bronkopneumonia

Definisi

Peradangan pada parenkim paru yang melibatkan


bronkus/bronkiolus yang berupa distribusi
berbentuk bercak-bercak (patchy distribution)
sampai dengan alveolus paru.
Klasifikasi

Klasifikasi
pneumonia

Secara etiologi pneumonia yaitu :


Secara Anatomis pneumonia dibagi 3 : 1. Bakteri
1. Pneumonia Lobaris 2. Virus
2. Pneumonia Lobularis/Bronkopneumonia 3. Jamur
3. Pneumonia Interstisial/Bronkiolitis 4. Aspirasi benda asing
5. Sindrom loeffler
ETIOLOGI

1 2 3 4
5 tahun – remaja :
Lahir 20 hari : Umur 3 minggu Umur 4 bulan – 5
1.Escherria Coli – 3 bulan : tahun : 1. Chlamydia
2.Streptococcus Chlamydia Bakteri pneumonia
grup B trachomatis chlamydia,my 2. Mycoplasma
3.Listeria coplasma, pneumonia
monocytogenes streptococcus 3. Streptococcus
pneumonia. pneumonia.
Virus
Pertusis
1

2
Morbili
FAKTOR
3
RESIKO
Gizi kurang

Umur kurang dari 2 bulan 4

Berat badan lahir rendah 5

Tidak mendapat ASI yang memadai 6


Polusi udara
7

8
Laki-laki
FAKTOR
9
RESIKO
Imunisasi yang tidak memadai

Defisiensi vitamin A 10

Pemberian makanan tambahan terlalu dini 11

Kepadatan tempat tinggal 12


Manifestasi Klinis

1. ISPA selama beberapa hari

2. Demam tinggi mendadak

3. Pernafasan cepat dan dangkal disertai pernafasan


Cuping hidung

4. Sianosis sekitar mulut dan hidung

5. Gelisah, malaise, penurunan nafsu makan


1. Darah Perifer Lengkap
Pemeriksaan
2. C-Reaktif Protein
Penunjang
3. Uji Serologis
4. Pemeriksan Mikrobiologis
5. Rontgen Thorax
Penatalaksanaan

Rawat Jalan: Rawat Inap :


Diberi antibiotik Terapi antibiotik
- Amoksisilin 25 selama 7-10 hari.
mg/kgbb Bila keadaan
- Kotrimoksazol 4 sudah stabil
mg/kgbb antibiotik dpt
diganti dengan
antibiotik oral
selama 10 hari.
Terapi Suportif

•Oksigen
•Pemberian cairan dan
nutrisi yang adekuat
•Obat batuk
Komplikasi

1. Empiema
2.Abses Paru
3.Atelektasis
4.Emfisema
5.Meningitis
TERIMA
KASIH