Anda di halaman 1dari 31

IKTERUS OBSTRUKTIF

OLEH :
Hajarul Aswad s.ked

PEMBIMBING :
dr. Ilum Anam Sp.PD - KGEH
1. Identitas Pasien
a. Nama : Ny. N D
b. Umur : 47 tahun
c. Alamat : Desa Bakat , Kec Woyla, Kab Aceh Bara
d. Status Pernikahan : menikah
e. Pekerjaan : Petani
f. Pendidikan Terakhir : Tamat SD
g. Agama : Islam
h. Suku : Aceh
i. Rekam Medik : 35 46 73
j. Tanggal Masuk : 20/11/2017
k. Tanggal Pemeriksaan : 22/11/2017
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
KGDS : 77,6 Mg/dl
HB : 9,3
LEUKOSIT : 13,72
ERITROSIT : 3,37
TROMBOSIT : 507
SGPT : 470.4 U/L
SGPT : 262,8 U/L
BILIRUBIN TOTAL :17. 58
BILIRUBIN DIRECT : 13,8
BILIRUBIN INDIRECT :3,75
DIAGNOSIS
Ikterus obtruktif

PENATALAKSANAAN
IVFD RL 20 gtt/i
INJ. CEFOTAXIME 1gr/ 12 J
INJ. OMEPRAZOL 1 A/ 12 J
INJ. KETOROLAK 1 A/12 J
INJ. METOKLOPRAMID 1 A/8 JAM
PENDAHULUAN
 Jaundice a/ ikterus  suatu keadaan perubahan warna
secara klinik di sebabkan o/ kekuningan dari plasma,
kulit & membran mukosa yang di sebabkan o/ pigmen
empedu.
 Ikterus dapat diketahui :
* Kadar bilirubin darah > 2 mg%
 Ikterus dapat dibedakan menjadi ikterus hemolitik dan
ikterus obstruktif
 Ikterus obstruktif adalah ikterus yang disebabkan oleh
gangguan aliran empedu antara hati dan duodenum yang
terjadi akibat obstruksi pada saluran empedu ekstra
hepatik
SISTEM HEPATOBILIAR
FUNGSI HEPAR

Metabolisme protein, karbohidrat, lemak dan


vitamin.

Sehubungan dengan pembekuan darah

Detoksikasi

Sekresi empedu

Hemodinamik

Immunitas
METABOLISME BILIRUBIN
ETIOLOGI
NO LOKASI PENYUMBATAN PENYAKIT

1 Obstruksi saluran empedu di dalam hati Sirosis hepatic, abses


hati, hepatikongitis,tumor
maligna primer atau
sekunder
2 Obstruksi didalam lumen saluran empedu Batu

3 Dinding saluran empedu Atresia bawaan, striktur


traumatik, tumor saluran
empedu
4 Penekanan saluran empedu dari luar Tumor caput pankreas,
tumor ampulla veter,
pankreatitis, metastasis di
ligamentum
hepatudoudenal.
 Secara anatomis peningkatan bilirubin dapat
disebabkan oleh :
 Prehepatik
 Intra Hepatik
 Post hepatik

 Ikterus prehepatik :
Produksi bilirubin >>  hemolisis
 Ikterus Intra hepatik :
Destruksi a/ disfungsi sel – sel hepar a.l :
- Gangguan pengambilan
- Metabolisme
- Ekskresi bilirubin.
Ikterus Post hepatik :
Gangguan transport bilirubin dari sistim
hepatobiliar  obstruksi
MEKANISME UMUM
HIPERBILIRUBINEMIA DAN
IKTERUS
Pembentukan bilirubin secara berlebihan.

Gangguan pengambilan bilirubin tak terkonjugasi di hati

Gangguan konjugasi bilirubin.

Penurunan ekskresi bilirubin terkonjugasi dalam empedu


akibat faktor intrahepatik dan ekstrahepatik yang bersifat
obstruksi fungsional atau mekanik.
GAMBARAN KLINIS

• Keluhan mata dan tubuh menjadi kuning


• Badan gatal-gatal Anamnesa
• Kencing berwarna teh, tinja berwarna dempul
• Nyeri/kolik pada perut kanan atas

• Perjalanan penyakit akut/kronis


• Riwayat keluarga
• Nyeri atau tidak, ikterus tanpa nyeri biasanya Hal-hal yang perlu
disebabkan karena keganasan ditanyakan lebih
• riwayat minum obat sebelumnya lanjut :
• kelainan gastrointestinal, seperti nyeri epigastrium,
mual, muntah
• demam, nafsu makan menurun; lebih cenderung ke
hepatitis
• anemia ada atau tidak
 Inspeksi Ikterus pada sklera dan kulit. spider angioma
(sirosis). bekas-bekas garukan karena pruritus. penurunan
berat badan yang cepat, pembesaran kelejar limfe regional
dan adanya darah pada feses mengarahkan kita pada
penyakit neoplasma.
 Palpasi Hepar teraba membesar. Bila teraba kandung
empedu, biasanya dihubungkan dengan malignancy dari
distal duktus koledokus sesuai dengan hukum Courvoisier.
Diperiksa juga apakah ada tanda-tanda ascites
 Kolangitis bakterial non piogenik Demam, nyeri di
daerah hati, dan ikterus yang disebut Trias Charcot.
Apabila terjadi kolangitis bakterial piogenik, akan timbul 3
gejala Trias Charcot ditambah dengan syok dan penurunan
kesadaran sampai koma, disebut Pentade Reynold
PEMERIKSAAN
LABORATORIUM

Darah : Leokositosis (kolangitis) atau tidak

Urin : terdapat Urobilin (+) atau (-), bila obstruksi total,


dan bilirubin (++)

Tinja : pucat / sterkobilin (-)

Tes Faal Hati :Bilirubin ,SGOT,SGPT ,Alkali Phosphatase


(ALP) , Gamma glutamil transferase (GGT) dapat
meningkat biasanya pada kolestasis.
PEMERIKSAAN RADIOLOGI

 CT SCAN tekstur hati,penyakit kendung


empedu dan pankreas, serta mendeteksi adanya
nodul dan lesi pada hati dan pankreas.
 USG mengidentifakasi kandung empedu dan
dilatasi pada duktus biliaris.
 PERCUTANEUS TRANSHEPATIK
CHOLANGIOGRAPHY letak penyebab
kolestatis baik batu maupun tumor
DUODENOGRAFI HIPOTONIK :
- Pelebaran ampula vateri yang ireguler
GASTROINTESTINAL ENDOSKOPI :
- Ampulla vateri >> membesar ireguler
karsinoma, edema , batu di ampulla.
ENDOSCPIC RETROGRADE CHOLOLANGIO
PANCREATOGRAPHY (ERCP) :
- Letak sumbatan >> koledokolithiasis dan striktur /
stenosis
HEPATOBILIARY SCINTIGRAPHY :
- Penderita kolesistis akut >> traktus hepatobiliaris
atau trauma abdomen .
Ikterus
Cek Urobilin & Bilirubin

Urobilin – Urobilin + Urobilin ++


Bilirubin urin+ + Bilirubin urin + Bilirubin urin -
Bilirubin Direct > Bilirubin Direct + Bilirubin Direct N
Bilirubin Indirect + Bilirubin Indirect >

Parenkim
Obstruksi:
- Hepatitis Hemolitik
- Intra hepatic
-Cirrhosis
- Extra hepatic
-Hepatoma

USG:Bile duct dilatation CT scan


PTC Tumor
ERCP Batu
Intra hepatal : hepatitis Extra hepatik MRI

Flow chart pasien dengan ikterus


PENATALAKSANAAN NON-BEDAH

Antihistamin : rasa gatal dan


penenang di malam hari

Rifampicin : terapi tambahan kolestasis


dengan gejala penurunan flora usus,
memperlambat konversi asam empedu,
menekan level bilirubin serum dan pruritus

Anti inflamasi non steroid : menekan inflamasi


dengan acara menghambat pelepasan prostaglandin
sehingga proses inflamasi menjasi tenang
TERAPI PEMBEDAHAN

Kolesistektomi : kolelithiasis akut

Laparoskopi : terapi bedah standar operasi kolesistektomi


>> dapat membersihkan batu 100 %.

Koledoktomi : kolangitis teraba batu atau ada batu pada


foto

Koledokoduodenostomi/koledokojejenostomi : papillary
stenosis
Ampullectomy : obstruksi parsial atau komplit oleh tumor

Pankreatikoduodenektomi : preampullary adenoma

Transplantasi hati : kolestasis penyakit hati stadium akhir >>


indikasinya adalah atresia saluran empedu intrahepatik yang
disertai gagal fungsi hati.
Kolelitiasis
simptomatik,
Batu > 2 kolelitiasis
cm dengan DM

Kalsifikasi
kandung
empedu

Indikasi bedah pada


kolelitiasis
TERAPI DIET

Pada penderita yang beresiko,


dianjurkan :
 mengurangi makanan berlemak
 perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi, dan
 mengurangi konsumsi gula.
PROGNOSIS

 Kolestatis ,infeksi saluran empedu (kolangitis akut) nanah


dalam saluran empedu (kolangitis akut piogenik atau
kolangitis supuratif).
 Kematian terjadi akibat syok septic dan kegagalan berbagai
organ.
 Apabila penyebabnya tumor ganas maka mempunyai
prognosis jelek.