Anda di halaman 1dari 58

Eva tami handari

CASE REPORT BRONKOPNEUMONIA


PEMBIMBING : DR. ROEDY DJATMIKO, SPA
Identitas pasien

 Nama : An. EP
 Tempat/tanggal lahir : 10-03-2015
 Usia : 10 Bulan
 Jenis Kelamin : laki -laki
 Pendidikan : Belum sekolah
 Agama : Islam
 Alamat : Candi Mulyo, magelang
 Suku Bangsa : Jawa
 No. Rekam Medik : 132241
 Tanggal Masuk RS : 26 Januari 2016
ORANG TUA
Hubungan pasien dengan orang tua adalah anak kandung.

Data Orang Tua Ayah Ibu

Nama Tn. T Ny. D

Umur sekarang 41 tahun 35 tahun

Perkawinan ke 1 1

Umur saat menikah 32 tahun 25 tahun

Pendidikan terakhir S1 S1

Agama Islam Islam

Suka bangsa Jawa Sunda

Keadaan kesehatan Sehat Sehat


KELUHAN UTAMA
Sesak
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

3 hari SMRS 2 hari SMRS 1 hari SMRS

Sejak tiga hari sebelum masuk rumah sakit, pasien terlihat sesak. Pasien tampak
sesak secara terus-menerus dan bertambah parah.. Sesak tidak dipengaruhi oleh
perubahan posisi. Sesak timbul tanpa didahului kegiatan fisik tertentu. Sesak tidak
disertai keluhan napas berbunyi, biru di daerah bibir dan ujung jari, merintih, sering
kencing, sering lapar ataupun sering haus, riwayat lekas lelah ketika aktivitas, dan
riwayat nyeri dada yang menyebabkan tidur pada satu posisi tertentu. Pasien juga
batuk berdahak sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit, dahak berwarna 1 hari sebelum
kekuningan, kental, tidak berbau, dan tidak ada darah pada dahak pasien. Pasien 2 hari sebelum masuk masuk rumah sakit
rumah sakit pasien sesak dan batuk
sering mengalami batuk sebelumnya. Keluhan batuk tidak didahului faktor demam dengan suhu bertambah parah,
pencetus seperti aktivitas, emosi, pajanan terhadap bulu binatang, cuaca, asap 38ºC batuk berdahak
warna kekuningan
rokok ataupun debu. Batuk kadang disertai muntah, muntah berisi makanan,
muntah sebanyak ± 2 kali dalam satu hari. Pasien juga mengalami demam 3 hari
sebelum masuk rumah sakit. Ibu pasien mengukur suhu pasien dan didapatkan suhu
tubuh pasien 380C. Demam terus-menerus terjadi sepanjang hari disertai menggigil.
Demam tidak disertai kejang, penurunan kesadaran, meracau, dan mengigau.
Pasien diberikan obat Paracetamol sirup sebanyak 1 sendok takar setiap kali
demam. Demam turun ketika diberi Paracetamol.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


-
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Tidak ada yang mengalami hal yang sama dikeluarga, tidak ada riwayat darah tinggi, penyakit ginjal, kencing manis,
dan keganasan.
RIWAYAT SOSIAL, KEBIASAAN, EKONOMI
Ayah pasien merokok sejak 15 tahun lalu
 RIWAYAT KEHAMILAN
Selama mengandung pasien, ibu pasien tidak pernah mengalami
demam, keputihan, perdarahan, dan penyakit tertentu lainnya seperti
TORCH, serta tidak mengonsumsi obat-obatan selain vitamin dan tablet
penambah darah yang diberikan oleh dokter. Ibu pasien melakukan
pemeriksaan kehamilan secara rutin di rumah sakit 1 bulan sekali dengan
dokter spesialis kebidanan.
Riwayat persalinan

 Tempat kelahiran : Rumah Sakit!


 Ditolong oleh : Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
 Cara persalinan : Normal
 Masa gestasi : Cukup bulan (39 minggu)
 Keadaan bayi setelah lahir : Langsung menangis, kulit berwarna merah,
gerakan aktif, tidak biru, dan tidak kuning.
 Berat badan lahir : 3100 gram
 Panjang badan lahir : 47 cm
 Kelainan bawaan : tidak ada
Riwayat tumbuh kembang

 Pertumbuhan gigi pertama : 9 bulan


 Psikomotor
• Tengkurap : 3 bulan
• Duduk : 6 bulan
• Berdiri : 9 bulan
• Berjalan : 10 bulan
• Bicara : 8 bulan
 *Kesan: perkembangan sesuai usia anak
Riwayat nutrisi

Usia (bulan) ASI/PASI Buah/Biskuit Bubur Susu Nasi Tim

0-2 ASI

2-4 ASI

4-6 Susu Formula 600 Buah pisang


cc/hari

6-8 Susu Formula 600 Buah pisang, pepaya, Bubur Susu


cc/hari jeruk, Biskuit Regal

8-10 Susu Formula 600 Buah pisang, pepaya, Bubur Susu


cc/hari jeruk, Biskuit Regal
Riwayat imunisasi

Vaksin Usia

BCG 2 bulan - - -

Hepatitis B Baru Lahir 1 bulan 6 bulan -

D.P.T 2 bulan 4 bulan 6 bulan -

Polio Baru Lahir 2 bulan 4 bulan 6 bulan

Campak 9 bulan - - -
 Keadaan rumah  Keadaan lingkungan rumah
 Rumah memiliki ventilasi dan  Rumah berada di dalam kompleks
mendapat pencahayaan yang cukup perumahan yang bersih, tidak rawan
melalui jendela. Kamar mandi banjir, terdapat saluran air yang cukup
menggunakan kloset duduk dan bak besar dan tidak tersumbat, tempat
mandi dikuras setiap minggu. Rumah pembuangan sampah tertutup. Lokasi
disapu dan dipel setiap hari. Sampah tidak dekat dengan pasar ataupun
dibuang ke tong sampah di depan tempat pembuangan akhir. Disekitar
rumah setiap hari dan diangkut oleh rumah tidak ada yang sedang
petugas kebersihan. Air yang membangun rumah. Tidak ada polusi
digunakan sehari-hari adalah air PAM. udara.
Pemeriksaan fisik

Dilakukan tanggal : 26 Januari 2016 (hari ke 1 perawatan)


Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda-tanda Vital
•Nadi : 132 x/menit, isi cukup, irama reguler, ekual di
keempat ekstremitas
•Pernafasan : 68 x/menit, tipe pernapasan abdomino-torakal
•Suhu : 38.4 C (per axilla)
 Antropometri :  Status gizi (Berdasarkan WHO)
 Berat badan : 7.4 kg  BB terhadap Umur : z score 0 s/d
-2
 Tinggi badan : 57 cm
 TB terhadap Umur : z score -2 s/d
 Lingkar kepala : 35 cm
-3
 Lingkar lengan atas : 11 cm
 BB terhadap TB : z score-1 s/d
 Lingkar dada : 40 cm 2 (kesan gizi baik)
 Lingkar perut : 46 cm
Status generalis

 Status Generalis
 Kepala
 UUB : Datar
 Bentuk : Bulat, simetris
 Rambut : Hitam, lurus, distribusi merata, tidak mudah dicabut
 Mata : Palpebra tidak edema, konjungtiva tidak anemis, sklera
tidak ikterik, kornea jernih, refleks cahaya positif kanan dan
kiri, pupil isokor, kotoran mata tidak ada.
 Telinga : Bentuk normal, simetris, liang lapang, serumen tidak
ada.
 Hidung : Bentuk normal, septum tidak deviasi, pernafasan
cuping hidung tidak ada, sekret tidak ada.
 Mulut : Bibir tidak kering, sianosis tidak ada, lidah tidak
kotor, faring hiperemis
 Leher
 Tidak ada kelainan bentuk leher, kelenjar getah, bening tidak teraba. Trakea
berada di tengah, tidak ada deviasi. Tidak teraba massa lainnya.

 Toraks
 Bentuk normochest, tidak ada venektasi, tidak ada sikatriks, tidak terlihat massa
maupun diskolorasi. Pergerakan dada simetris saat statis dan dinamis. Terdapat
retraksi.
cor pulmo
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat Inspeksi : Pergerakan dada simetris kanan
dan kiri
Palpasi : Iktus kordis teraba sela iga IV
Palpasi : Fremitus suara meningkat kanan
garis midklavikula sinistra, thrill tidak ada dan kiri
Perkusi : Tidak dilakukan Perkusi : Sonor di seluruh lapang paru
Auskultasi: Bunyi jantung I-II regular, tidak Auskultasi : Suara nafas vesikular di
ada murmur, tidak ada gallop. seluruh lapang paru, , tidak ada
wheezing, terdapat ronki basah sedang
nyaring.
 Abdomen
 Inspeksi : Membuncit, tidak ada lesi, tidak terlihat penonjolan
massa.
 Palpasi
 • Dinding perut : Supel, tidak nyeri tekan
 • Hati : Tidak teraba pembesaran
 • Limpa : Tidak teraba pembesaran
 • Ginjal : Tidak teraba, ballotement (-)
 Perkusi : Timpani pada abdomen
 Auskultasi : Bising usus normal
 Ekstremitas
 Ekstremitas superior dan inferior, sinistra dan dekstra tidak tampak deformitas,
akral teraba hangat, gerakan aktif dan tidak terbatas, eutrofi, normotonus,
tidak ditemukan adanya edema ataupun sianosis, tidak ada jari tabuh, turgor
kulit baik, capillary refill time< 2 detik
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan

Hematologi Lengkap 9.6


Hemoglobin 28.7 12 – 16 g/dL
Hematokrit 4.3 37 - 47%
Eritrosit 15550 4,3 – 6,0 juta/μL
Leukosit 354000 4800 – 10600 /μL
Trombosit 68.1 150.000 – 400.000 /μL
MCV 26 80 – 96 fL
MCH 35 27 – 32 pg

Laboratorium Darah (27 januari 2016)


 Diagnosis kerja
 Bronkopneumonia
 Diagnosis banding
 Bronkioitis
 Asma bronkhial
I. PENATALAKSANAAN
Medikamentosa :
Kebutuhan cairan : IVFD D5 ¼ NS 500cc/24 jam
Atasi infeksi : Inj Cefotaxim 3 x 250 mg i.v
Atasi Demam : Inj. Norages 75 mg (KP), sanmol drop 3x0.8 ml
Atasi sesak : Fartolin 1 ml 3x1/ hari
Nacl 1 ml
 Non Medikamentosa :
 Makan lunak 700 kal
 Edukasi :
 - Mengajarkan cara cuci tangan yang baik dan benar kepada orangtua
pasien.
 - Kontrol setelah pasien boleh pulang dari rumah sakit
 - Menyarankan jika memungkinkan agar pasien diberikan imunisasi Hib dan
PCV
 - Menyarankan agar ayah pasien berhenti merokok
 - Mengurangi paparan polusi udara
 PROGNOSIS
 Ad vitam : dubia ad bonam
 Ad functionam : dubia ad bonam
 Ad sanationam : dubia ad bonam
I. FOLLOW UP
Tanggal S O A P
27/1/2016 Batuk kering Kesadaran: compos Bronkopneumonia - IVFD D5 ¼ NS
Pilek mentis 500cc/24 jam
Tidak muntah KU: sakit sedang -Inj Cefotaxim 3 x
N: 119 x/menit 250mg i.v
P: 46 x/menit -Inj. Norages 75 mg
0
S: 36,5 C (KP), sanmol drop
Kepala: normocephal, 3x0.8 ml
rambut hitam, distribusi
merata -Fartolin 1 ml + Nacl 1
Mata: konjungtiva tidak ml 3x1/ hari
anemis, sklera tidak
ikterik - Makan lunak
THT: normosepta, sekret 1600 kal
tidak ada, faring tidak
hiperemis, tonsil T1-T1
Mulut: bibir tidak kering,
tidak ada sianosis
Leher: tidak ada
pembesaran KGB
Toraks: simetris, terdapat
retraksi kanan dan kiri
Cor: bunyi jantung I-II
normal, tidak ada murmur
dan gallop
Pulmo: fremitus suara
meningkat kanan dan kiri,
suara nafas vesikular,
ronkhi basah sedang
28/02/2015 Batuk Kesadaran: compos Bronkopneumonia - IVFD D5 ¼ NS
berdahak mentis 500cc/24 jam
KU: sakit sedang -Inj Cefotaxim 3 x
N: 110 x/menit 250mg i.v
P: 42 x/menit -Inj. Norages 75 mg
0
S: 37.8 C (KP), sanmol drop
Kepala: normocephal, 3x0.8 ml
rambut hitam, distribusi
merata -Fartolin 1 ml + Nacl 1
Mata: konjungtiva tidak ml 3x1/ hari
anemis, sklera tidak
ikterik - Makan lunak
THT: normosepta, sekret 1600 kal
tidak ada, faring tidak
hiperemis, tonsil T1-T1
Mulut: bibir tidak kering,
tidak ada sianosis
Leher: tidak ada
pembesaran KGB
Toraks: simetris, terdapat
retraksi kanan dan kiri
Cor: bunyi jantung I-II
normal, tidak ada murmur
dan gallop
Pulmo: fremitus suara
meningkat kanan dan kiri,
suara nafas vesikular,
ronkhi basah sedang
nyaring, tidak ada
wheezing
29/01/2016 Batuk Kesadaran: compos Bronkopneumonia - Infus aff
berdahak mentis - ambroxol ¼ tab +
KU: sakit sedang sanmol 0.7 mg
N: 100 x/menit - Pulv 3 x 1 p.o
P: 38 x/menit
S: 360C - Pasien boleh pulang
Kepala: normocephal,
rambut hitam, distribusi
merata
Mata: konjungtiva tidak
anemis, sklera tidak
ikterik
THT: normosepta, sekret
tidak ada, faring tidak
hiperemis, tonsil T1-T1
Mulut: bibir tidak kering,
tidak ada sianosis
Leher: tidak ada
pembesaran KGB
Toraks: simetris, retraksi
tidak ada
Cor: bunyi jantung I-II
normal, tidak ada murmur
dan gallop
Pulmo: fremitus suara
meningkat kanan dan kiri,
suara nafas vesikular,
ronkhi basah sedang
nyaring, tidak ada
wheezing
DEFINISI

 Bronchopneumonia: Peradangan parenkim paru


dimana proses peradangannya menyebar
membentuk bercak-bercak infiltrat, Lokasi di
alveoli paru , melibatkan bronkus, bronkiolus
terminal.
BRONKOPNEUMONIA

Bronkopneumonia merupakan peradangan pada paru dimana proses


peradangannya ini menyebar membentuk bercak-bercak infiltrat yang
berlokasi di alveoli paru dan dapat pula melibatkan bronkiolus terminal.
Etiologi

 Ada 2 Faktor:

- Faktor Infeksi

- Faktor Non Infeksi


 Bakteri-bakteri yang sering menyebabkan ataupun didapatkan pada kasus
bronkopneumonia adalah:
 Bakteri gram positif
 Pneumococcus

 Staphylococcus aureus

 Streptococcus pneumonia

 Bakteri gram negatif


 Haemophilus influenza tipe B
 Klebsiella pneumonia
Faktor Infeksi Faktor Non Infeksi

NEONATUS: Streptokokus grupB Terjadi akibat disfungsi menelan atau


Respiratory Sincytial Virus (RSV) refluks esophagus meliputi :

BAYI 1. Bronkopneumonia hidrokarbon :


•Virus Parainfluenza,
Influenza,Adenovirus, RSV,Cytomegalovirus Aspirasi selama penelanan muntah atau
sonde lambung ( zat hidrokarbon seperti
• Bakteri  Streptokokus Pneumoniae, pelitur, minyak tanah dan bensin)
Haemofilus Influenza, Mycobacterium
Tuberculosa, B.Pertusis
Faktor Infeksi Faktor Non Infeksi

ANAK: b. Bronkopneumonia lipoid :


Virus Parainfluenza, Influenza, -masuknya obat mengandung
Adenovirus, RSV,Cytomegalovirus minyak melalui nasal

Organisme Atipikal  Mycoplasma -pemberian makanan dengan


Pneumonia posisi horizontal

Bakteri Pneumokokus, - minyak ikan dan susu paling


M.Tuberkulosa merusak
EPIDEMIOLOGI

 Padanegara berkembang hampir


30% pada anak-anak di bawah umur
5 tahun

 Resikokematian tinggi karena daya


tahan yang belum maksimum
KLASIFIKASI
BRONKOPNEUMONIA WHO

1. Bronkopneumonia
2. Bronkopneumonia
sangat berat
berat

- Retraksi
Sianosis - Tanpa Sianosis
sentral

Anak tidak Anak bisa


bisa minum
minum
Stadium Bronkopneumonia

1. Stadium Kongesti 2. Stadium hepatisasi merah


(4-12 jam pertama) (48 jam kemudian)

4 Stadium

3. Stadium Hepatisasi Merah 4. Stadium Hepatisasi Kelabu


(3-8 hari) (7-11 hari)
Stadium I: KONGESTI

Meningkatkan
Pelepasan Eksudat Plasma ke
Permeabilitas
Mediator Kapiler
Ruang Interstitium

Saturasi O2 Kapiler &


hemoglobin Alveolus
menurun bengkak
Stadium II: HEPATISASI MERAH

Alveolus
terisi Lobus yg Penumpukan
terkena Leukosit, Paru menjadi
eritrosit, menjadi eritrosit & MERAH
Exudat, PADAT Cairan
Fibrin

Udara di
alveoli
berkurang 
SESAK
Stadium III: HEPATISASI KELABU

Leukosit Endapan
mengkolonisa fibrin di Fagositosis
si daerah daerah yang sisa sel
terinfeksi cedera

Pucat Eritrosit mulai di


Kelabu resorbsi
Stadium IV: RESOLUSI

Sisa sel
Respon Imun Diabsorbsi
fibrin &
Peradangan oleh
eksudat
mereda Makrofag
lisis

Jaringan kembali seperti


semula
Bukan bronkopenumonia

: Hanya batuk tanpa adanya tanda dan


gejala seperti diatas,

!!!! Tidak perlu dirawat dan tidak perlu


diberi antibiotika.
PATOFISIOLOGI

 Bronkopneumonia lebih sering ditimbulkan oleh


invasi bakteri.

 Menginvasi paru melalui 2 jalur :


1. Inhalasi melalui jalur trakeobronkial.
2. Sistemik melalui arteri-arteri pulmoner dan
bronkial.
GAMBARAN KLINIS
INFEKSI SALURAN Rinitis

PERNAPASAN ATAS Batuk

INFEKSI
KOMPLIKASI : BERTAMBAH BERAT
• EMPIEMA
TAKIPNEU
• EFUSI PLEURA

• PIOPNEUMOTHORAKS

SIANOSIS

KELELAHAN PERNAPASAN
DIAGNOSIS

• Pemeriksaan
Riwayat • Pemeriksaan Fisik Penunjang

penyakit
DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan bila ditemukan 3 dari 5 gejala
klinis berikut:
 TRIAS BRONKOPNEUMONIA:
1. Sesak napas disertai dengan pernapasan cuping hidung dan retraksi
dinding dada.
2. Demam dengan suhu 39-40oC
3. Ronkhi basah, halus, nyaring (crackles)
 Gambaran darah menunjukkan leukositosis, biasanya 15.000-40.000/mm3
dengan pergeseran ke kiri dan peningkatan LED.
 Foto thoraks menunjukkan gambaran infiltrat difus.
GEJALA KLINIS
 Manifestasi non spesifik infeksi, misalnya demam, sakit kepala, nafsu
makan berkurang, dll.
 Gejala umum penyakit saluran pernapasan bawah ialah batuk, takipnoe,
ekspektorasi sputum, napas cuping hidung, sesak napas, air hunger,
sianosis, dan pada anak besar, lebih suka berbaring pada sisi yang sakit.
 Tanda pneumonia ialah pekak perkusi, fremitus melemah, suara napas
mengeras dan rhonki. Terjadinya retraksi bersama dengan peningkatan
frekuensi napas merupakan tanda klinik pneumonia yang bermakna.
 Tanda efusi pleura atau emphiema ialah pekak perkusi, fremitus berkurang,
dan suara napas melemah.
 Infeksi ekstrapulmoner sebagai komplikasi maupun penyakit penyerta,
misalnya otitis media, sinusitis, dll.
Pemeriksaan Jasmani
* Inspeksi : - pernafasan cuping hidung(+)
-sianosis sekitar hidung dan mulut -retraksi sela iga.

* Palpasi : - Stem fremitus yang meningkat pada sisi


yang sakit

* Perkusi : - Sonor memendek sampai beda

* Auskultasi : Suara vesikuler mengeras disertai


ronki basah gelembung halus sampai
sedang.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium
1. Leukositosis 15.000 – 40.000/ mm pergeseran ke kiri.
Tidak meningkat pada infeksi virus atau mycoplasma.

2. Nilai Hb biasanya tetap normal atau sedikit menurun.

3. Peningkatan LED.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
4. Kultur dahak positif pada 20 – 50% penderita yang tidak diobati.
Biakan diambil dengan cara hapusan tenggorok (throat swab)
(pada anak dengan bilas lambung)

5. Analisa gas darah ( AGD ) menunjukkan hipoksemia dan hiperkarbia.


Pada stadium lanjut  asidosis metabolik.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
FOTO THORAKS

– hiperinflasi
– infiltrat-infiltrat
– interstisial bilateral
– peribronchial
cuffing
Diagnosis pasti

 Identifikasi kuman penyebab

1. kultur sputum atau bilasan cairan


lambung
2. kultur nasofaring atau kultur
tenggorokan (throat swab), terutama virus
3. deteksi antigen bakteri
KOMPLIKASI

EMFIEMA

MENINGITIS EFUSI Otitis


PLEURA Media

Perikarditis
penatalaksanaan
• OKSIGEN

• IVFD -- >

– glukosa 5%

– NaCl 0.9%

• KOREKSI ASAM BASA


penatalaksanaan
Medikamentosa antibakteri
• AMOKSISILIN
DOSIS TINGGI :
– 80 – 90 mg/kgBB/hari
Pilihan lain :
• Cefuroxime
• Amoksisilin + asam klavulanat
penatalaksanaan
Medikamentosa antibakteri

• AZITHROMISIN
– Untuk kasus ringan – sedang

– Dosis :

• < 6 bulan (tidak dianjurkan)


• > 6 bulan :
 Hari I  10 mg / kg BB / oral perkali. Tidak melebihi 500 mg /
hari
– Hari II – V  5 mg / kg BB / oral. Tidak melebihi 250 mg / hari
penatalaksanaan

Medikamentosa antiviral
RIBAVIRIN
– Ribavirin -- > analog nukleosida yang telah disetujui untuk pengobatan RSV

– In vitro ribavirin memliki aktivitas spektrum luas terhadap virus campak, RSV, Influenza A dan
B, adenovirus, virus virus hepatitis dan virus virus lainnya

– Memiliki sifat virustatik, dengan menghambat replikasi virus selama fase reflikasi aktif

– Pemberiannya sulit
penatalaksanaan

simptomatik

• Parasetamol : 20 mg / kgBB / hari

• Bronkodilator sebaiknya tidak diberikan secara rutin,


karena wheezing yang terdengar disebabkan oleh
sumbatan jalan napas oleh mukus sehingga tidak
responsif terhadap bronkodilator
PENCEGAHAN
1. Personal hygine ; mencuci tangan sebelum makan , mencuci tangan
setelah kontak dengan penderita

2. Menggunakan masker saat berkontak dengan penderita

3. Penyuluhan masyarakat ; menjelaskan penularan penyakit dan


pencegahannya kepada keluarga pasien

4. Vaksinasi ; imunisasi ditujukan terhadap RSV .


PROGNOSIS
• Dengan pengobatan antibiotika yang tepat dan adekuat mortalitas dapat diturunkan

• Anak dengan MEP dan pengobatan terlambat menunjukan mortalitas yang tinggi.

• Ad vitam : dubia ad bonam

• Ad sanationum : dubia

• Ad functionum : bonam