Anda di halaman 1dari 23

Teknik Kultur Pakan Alami

Chlorella sp.Skala
Laboratorium di BPTPB
Cangkringan, Yogyakarta
Nama : Purna Qurrotia’yun
NIM : 1406015016
Latar Belakang

Pakan alami memiliki beberapa kelebihan


dibandingkan dengan pakan buatan yaitu nilai
gizinya sangat lengkap dan sesuai dengan tubuh ikan,
tidak menyebabkan penurunan kualitas air pada
wadah budidaya ikan, meningkatkan daya tahan
tubuh benih ikan terhadap penyakit dan perubahan
kualitas air, mudah ditangkap karena pergerakan
pakan alami tidak begitu aktif dan berukuran kecil
sesuai dengan bukaan mulut larva.
Tujuan
Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan Praktek
Kerja Lapangan (PKL) ini adalah guna menambah
pengetahuan serta keterampilan dalam bidang
teknik kultur pakan alami yaitu Chlorella sp. yang
dilakukan di Balai Pengembangan Teknologi
Perikanan Budidaya (BPTPB) Cangkringan, Desa
Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten
Sleman Yogyakarta.
Chlorella sp.
Chlorella sp. termasuk divisi Chlorophyta Taksonomi Chlorella sp.
menurut Bold dan Wynne (1985) adalah sebagai berikut:

 Divisi : Chlorophyta
 Kelas : Chlorophyceae
 Ordo : Chlorococcales
 Sub-ordo : Autosporinaceae
 Familia : Chlorellaceae
 Genus : Chlorella
 Spesies : Chlorella sp.
Waktu dan Tempat
Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di BPTPB UK
BAT Cangkringan. Pada tanggal 9 Januari – 3 Februari 2017
Alat dan Bahan
Alat
 Toples ukuran 3 liter
 Aerator set Bahan
 Timbangan digital
 Inokulan Chlorella sp.
 Gelas ukur 10 ml
 Lampu minimal 4.000 lux  Chlorine

 Tabung erlenmeyer  Na-thiosulfat


 Mikroskop
 Air tawar
 Haemocytometer
 Air asin
 Objek glass
 AC  Pupuk walne

 Vitamin B12
SOP Teknik Kultur Chlorella sp.
Skala Laboratorium
Sterilisasi alat dan wadah menggunakan Chlorin 20 ppm selama 24 jam,
dan Na-Thiosulfat 10 ppm selama 24 jam

Pupuk menggunakan Walne dan Vitamin B12


Dosis = 1 ml/liter

Tebar inokulan 10% dari total air

Pasang aerasi, lampu min. 4.000 lux, AC suhu 25˚C

Amati pertumbuhan selama 5-7 hari

Panen pada hari ke-7


1. Sterilisasi
alat
20 ppm

10 ppm

Dosis Chlorin dan Na-thiosulfat ( 1 ml/L)

Sterilisasi air
2. Pemupukan
Komposisi pupuk Walne
laboratorium menurut Amini
(2005), yaitu 100 g NaNO3,
20 g NaH2 PO2. 2H2O, 45 g
Na-EDTA, 33,6 g H3BO3, 0,78
g FeCl3, 0,36 g MnCl24H2O
dalam 1.000 mL aquades.

Walne Vit. B12


(Dosis 1 ml/L) (Dosis 1 ml/L)
3. Penebaran inokulan
(10% dari media air)
4. Pasang aerasi, lampu min. 4.000 lux,
AC suhu 25˚C
5. Amati pertubuhan selama 7 hari
Rumus perhitungan kepadatan Chlorella sp. menurut
Punchard (2006) :
D = (n1+n2+ns) x 16 x 104
4
D = Jumlah sel/ml
n1 = Jumlah sel dalam kotak pada pengamatan ke -1
n2 = Jumlah sel dalam kotak pada pengamatan ke -2
ns = Jumlah sel dalam kotak pada pengamatan ke –s
16 x 104 = Konstanta Haemocytometer Neubaeur
Grafik pertumbuhan Chlorella sp. air tawar
Chlorella sp. (air tawar)
90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu

Chlorella sp. (air tawar)


Grafik pertumbuhan Chlorella sp. air laut
Chlorella sp. (air laut)
800

700

600

500

400

300

200

100

0
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu

Chlorella sp. (air laut)


Tabel kepadatan Chlorella sp.
Kepadatan Chlorella sp. (sel/ml) x 104
No.
Tawar Laut

(1) 30 x 104 sel/ml 112 x 104 sel/ml

(2) 34 x 104 sel/ml 240 x 104 sel/ml

(3) 44 x 104 sel/ml 348 x 104 sel/ml

(4) 50 x 104 sel/ml 455 x 104 sel/ml

(5) 60 x 104 sel/ml 550 x 104 sel/ml

(6) 69 x 104 sel/ml 605 x 104 sel/ml

(7) 80 x 104 sel/ml 698 x 104 sel/ml


Data Kualitas Air Chlorella sp. air Laut
No. pH Suhu Salinitas

1 7 24 40

2 7 25 35

3 7 25 35
Nielsan (1955) in Prihantini et al. (2005)
4 7 25 34
menyatakan bahwa pH yang sesuai untuk
5 7 24 34
pertumbuhan Chlorella berkisar antara
6 7 24 33 4,5 – 9,3. Chlorella sp. memiliki toleransi
7 7 25 32,5 kisaran salinitas yang tinggi dan dapat
hidup pada kisaran salinitas 0-35 ppt (dari
air tawar sampai air laut). Chlorella air
Data Kualitas Air Chlorella sp. air tawar laut dapat tumbuh baik pada salinitas 15-
No. pH Suhu 35 ppt (Hirata, 1981 in Rostini, 2007).
1 7 24

2 7 25
Kisaran temperatur optimal bagi
pertumbuhan Chlorella adalah antara 25-
3 7 25
30˚C (Isnansetyo dan Kurniastuty, 1995).
4 7 25

5 7 24

6 7 24

7 7 25
Prosedur Kerja Kultur semi massal (intermediet)

Pembersihan wadah Pengisian air menggunakan Pemberian garam (Untuk Kultur


Filter Bag air laut)

Dosis pupuk :
ZA : 0,8 g/L
KCL : 0,2 g/L
NPK : 0,1 g/L
Urea : 0,1 g/L
Kapur : 0,01 g/L

Sterilisasi H1 : Chlorine Pemberian Pupuk


Penetralan H2 : Na-thiosulfat
Penebaran Inokulan Hasil Kultur
Packing untuk dibawa ke Balai Budidaya Air Payau
Sundak untuk Kultur massal
Kesimpulan

Puncak kepadatan populasi Chlorella sp. skala laboratorium (air tawar dan laut)
 Tawar = Pertumbuhan tertinggi terjadi pada hari ke 7 = 80 x 104 sel/ml
 Laut = Petumbuhan tertinggi terjadi pada hari ke 7 = 698 x 104 sel/ml
Terima Kasih