Anda di halaman 1dari 34

EKA ZULFIANI

KARLINA APRIATI
MIFTAHUL JANNAH
TRIANA IKHASYAH FITRI
 Perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan
dengan makin meningkatnya usia. Perubahan ini
terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut pada
semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan demikian
itu tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal
dan jaringan lain yang ada kaitannya dengan
kemungkinan timbulnya gangguan muskuloskeletal.
Adanya gangguan pada sistem muskuloskeletal dapat
mengakibatkan perubahan otot, hingga fungsinya
dapat menurun bila otot pada bagian yang menderita
tidak dilatih guna mengaktifkan fungsi otot. Di daerah
urban, dilaporkan bahwa keluhan nyeri otot sendi-
tulang (gangguan sistem musculoskeletal) merupakan
keluhan terbanyak pada usia lanjut
1. Mekanik : penyakit sendi degeneratif
(osteoarthritis), stenosis spinal
2. Metabolik : osteoporosis, myxedema,
penyakit paget
3. Berkaitan dengan keganasan :
dermatomyositis, neuromiopati
4. Radang : polymyalgia rheumatica, temporal
(giant cell) arthritis, gout
5. Pengaruh obat
 Osteoarthritis adalah suatu penyakit sendi
degeneratif yang terutama terjadi pada orang
yang berusia lanjut dan ditandai oleh
degenerasi kartilago artikularis, perubahan
pada membran sinovia serta hipertrofi tulang
pada tepinya. Rasa nyeri dan kaku, khususnya
setelah melakukan aktivitas yang lama akan
menyertai perubahan degeneratif tersebut.
 Gejala klinis osteoartritis bervariasi,
bergantung pada sendi yang terkena, lama dan
intensitas penyakitnya, serta respons penderita
terhadap penyakit yang dideritanya. Pada
umumnya pasien osteoartritis mengatakan
bahwa keluhan-keluhannya sudah
berlangsung lama, tetapi berkembang secara
perlahan-lahan
 1. Subklinis.
Pada tingkatan ini belum ada keluhan atau tanda
klinis lainnya. Kelainan baru terbatas pada tingkat
seluler dan biokimiawi sendi.
2. Manifest.
Pada tingkat ini biasanya penderita datang ke
dokter. Kerusakan rawan sendi bertambah luas
disertai reaksi peradangan.
3. Dekompensasi
Rawan sendi telah rusak sama sekali, mungkin
terjadi deformitas dan kontraktur. Pada tahap ini
biasanya diperlukan tindakan bedah
1. Nyeri Sendi
2. Peradangan
3. Mekanik
4. Kaku Sendi
5. Pembengkakan Sendi
6. Perubahan Gaya Jalan
7. Gangguan Fungsi
1. Laboratorium
2. Radiologis
 Diagnosis osteoartritis ditegakkan berdasarkan
anannesis, pemeriksaan jasmani, radiologis,
dan bila perlu dengan pemeriksaan
laboratorium tertentu. Diagnosis bandingnya
terutama dengan penyakit sendi yang sering
ditemui dalam praktek sehari-hari, yaitu
artritis gout dan artritis rheumatoid
 Stadium awal osteoarthritis paling baik bila
ditangani dengan tindakan konservatif,
termasuk pengobatan dengan obat-obat anti
inflamasi non steroid (NSAID) seperti preparat
piroxicam 10mg 2x1 hari, preparat naproxen
250-500 mg 2x1 hari,tetapi harus mewaspadai
efek yang timbul di lambung dan reaksi
alergi.Dapat juga dengan latihan-latihan
fisioterapi atau tanpa pengobatan sama sekali.
Intervensi pembedahan merupakan tindakan
yang terlambat setelah terjadi perkembangan
penyakit yang berarti
 Celecoxib 100mg 2x1 hari,
 Valdecoxib 10-20mg 1x1 hari,
 tidak boleh diberikan pada orang dengan
alergi NSAID, asma
 Menurut definisi, artritis rheumatoid adalah
penyakit inflamasi yang mengenai jaringan
ikat sendi, bersifat progresif, simetrik, dan
sistemik serta cenderung menjadi kronik. Atau
arthritis reumatoid adalah kelainan sistemik
dengan manifestasi utama pada persendian
yang berkembang secara perlahan-lahan dalam
beberapa minggu
 Jaringan sinovia menjadi hiperplastik dan
mengalami infiltrasi oleh limfosit serta sel-sel
plasma. Sejumlah zat pengantar inflamasi,
termasuk interleukin 1, prostaglandin, dan
imunoglobulin ditemukan dalam cairan
sinovia.
 Sebagian besar pasien arthritis reumatoid yang berusia lanjut menderita
penyakit tersebut sebagai suatu proses yang tengah berlangsung dan
sudah dimulai.Kalau arthritis reumatoid baru terjadi ketika seseorang
sudah berusia lanjut, onsetnya dapat timbul perlahan atau terjadi secara
akut. Pada kebanyakan pasien, keadaan artritis disertai dengan gejala
konstitutional yang ringan atau sedang.
Biasanya arthritis reumatoid terutama ditemukan pada persendian yang
kecil pada tangan (yaitu di artikulasio interfalangeal proksimal,
metakarpofalangeal), kemudian kaki (pada artikulasio
metatarsofalangeal, interfalangeal) dan pergelangan tangan, baru
kemudian penyakit ini mengenai persendian yang besar (misalnya sendi
siku, bahu, lutut). Kalau onsetnya terjadi secara tiba-tiba selama waktu
beberapa hari saja, pasien sering mengalami gejala malaise, anoreksia,
penurunan berat badan dan depresi. Gejala panas dan perspirasi malam
hari kadang-kadang dikemukakan. Pada akhirnya, arthritis reumatoid
akan menjadi penyakit tambahan yang simetris persendian seperti halnya
arthritis reumatoid pada pasien yang berusia muda.
1. Kekakuan pagi hari (sekurangnya 1 jam)
2. Arthritis pada tiga atau lebih sendi
3. Arthritis sendi-sendi jari-jari tangan
4. Arthritis yang simetris
5. Nodula reumatoid dan Faktor reumatoid
dalam serum
6. Perubahan-perubahan radiologik (erosi atau
dekalsifikasi tulang)
 Terapi farmakologis yang utama untuk artritis
reumatoid adalah penggunaan obat anti
inflamasi non steroid (AINS). Obat anti
inflamasi non steroid umumnya diberikan
kepada arthritis reumatoid sejak masa dini
penyakit ini dimaksudkan untuk mengatasi
rasa nyeri sendi akibat inflamasi. Keterbatasan
dalam penggunaan AINS adalah toksisitasnya.
 Artritis gout adalah suatu proses inflamasi
yang terjadi karena deposisi kristal asam urat
pada jaringan sekitar sendi (tofi). Gout juga
merupakan istilah yang dipakai untuk
sekelompok gangguan metabolik yang
ditandai oleh meningkatnya konsentrasi asam
urat (hiperurisemia)
 Gout dapat bersifat primer maupun sekunder.
Gout primer merupakan akibat langsung
pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan
atau ekskresi asam urat yang berkurang akibat
proses penyakit lain atau pemakaian obat tertentu.
Masalah akan timbul bila terbentuk kristal-kristal
dari monosodium urat monohidrat pada sendi-
sendi dan jaringan sekitarnya. Kristal-kristal
berbentuk jarum ini mengakibatkan reaksi
peradangan yang bila berlanjut akan
mengakibatkan nyeri hebat yang sering menyertai
serangan gout.. Jika tidak diobati endapan kristal
akan menyebabkan kerusakan hebat pada sendi
dan jaringan lunak
 1. Inflamasi maksimum pada hari pertama
2. Serangan artritis akut lebih dari satu kali
3. artritis nonartikuler
4. Sendi yang terkena berwarna kemerahan
5. Pembengkakan dan sakit pada sendi
metatarsofalangeal
6. Serangan pada sendi metatarsofalangeal unilateral
7. Serangan pada sendi tarsal unilateral
8. Adanya fokus
9. Hiperurisemia
10. Pada foto sinar-x tampak pembengkakan sendi
asimetris
11. Pada foto sinar-x tampak kista subkortikal tanpa
erosi
12. kultur bakteri cairan sendi negatif
1. Serangan akut
2. Tindakan untuk menurunkan kadar asam
urat serum
Umur : > 50 tahun
- Distribusi sendi : mono atau oligoartritis.
- Tempat yg sering : Distal Interphalanx (DIP)
atau
Proximal Interphalanx (PIP) jari, carpal
metacarpal (CMC) 1, metatarsal Phalangea
(MTP) 1, sendi coxa, lutut, servikal, lumbal.
- Ciri rasa tak enak sendi : memburuk dgn banyak
gerak dan reda waktu istirahat. Tidak ada kaku
di pagi hari atau < 30 menit
- Pemeriksaan sendi : nyeri setempat,
pembengkakan tulang dan atau jaringan
lemak, krepitasi, kadang efusi.
- Ciri cairan sinovia : viskositas normal, tes
musin normal, lekosit < 2000/mm3,
terbanyak mononuklear.
Klinik Klinik, Laboratorik,
radiografik
Lutut
1. Nyeri lutut dan
1.Nyeri lutut.
2. Osteofit, atau
2a.Krepitasi, dan
2b.Kekakuan pagi hari < 30 menit,
dan
2c.Umur > 38 tahun atau
3a.Krepitasi, dan
3b.Kekakuan pagi hari < 30 menit
dan
4a.Krepitasi (-), dan
4b.Pembesaran tulang.
3a. Cairan sinovial dgn 2 a 3
temuan : jernih, viscous,
lekosit PMN < 2000/mm3
3b. Kekakuan pagi hari < 30
menit, dan
3c. Krepitasi.
Pinggul
1.Nyeri pinggul, dan
2a. Rotasi internal 15 0
2b. LED < 45 mm/jam (penggnti
fleksi pinggul < 115 0, atau
1. Nyei pinggul, dan minimal 2
dari 3
2a. LED < 20 mm/jm.
2b. X foto : osteofit.
3a. Rotasi internal <
15 0, dan
3b. Kekakuan pagi < 60 menit,
dan3c. Umur > 50 tahun, dan
3d. Nyeri saat rotasi internal.
2c. X foto : penyempitan ruang
sendi.
Tangan :
1. Nyeri tangan, sakit atau kekakuan dan
2. Pembesaran jaringan keras dari 2 atau lebih dari 10
sendi
tangan tertentu (*), dan
3. Pembengkakan MCP pada kurang dari 2 sendi, dan
4a. Pembesaran jaringan keras mengenai 2 atau lebih DIP.
4b. Deformitas pada 1 atau lebih dari 10 sendi tangan
tertentu (*).
(*) DIP ke II dan IIII, PIP ke II dan III, dan CMC ke I dari
kedua tangan.
2. Gangguan Spinal
Gibson :
Degenerasi diskus di leher
di lumbal
Artropati psoriatika.
3. PMR
- Suatu sindrom
- Sering simetris.
- Gejala : nyeri dan kaku di leher, bahu, pinggang
atau bagian belakang, bokong dan paha, tanpa
kelemahan/atropi otot yg berlangsung + 1 bln.
- LED meninggi.
- Serangan dapat terjadi setelah bangun tidur
- Respons sgt baik dgn kortikosteroid
4. Pseudogout
- Nama lain : artropati pirofosfat, pseudo
artritis rematoid, pseudo osteoartritis,
pseudo neutrofil, chondrocalcinosis.
- Penyebab : timbunan kristal CPPD.
5. Artritis gout
Diagnosis dgn KRITERIA ARA (1977)
A. Kristal urat dalam cairan sendi, atau
B. Tofus yang mengandung kristal urat, atau
C. Enam dari kriteria di bawah ini :
1. Lebih dari satu kali serangan artritis akut.
2. Inflamasi maksimal pada hari pertama
3. Artritis monoartikuler.
4. Kemerahan sekitar sendi
5. Nyeri atau bengkak sendi metatarsofalangeal 1.
6. Serangan unilateral pd sendi metatarsofalangeal I.
7. Serangan unilateral pada sendi tarsal.
8. Dugaan adanya tofus.
9. Hiperurikemia.
10.Pembengkakan asimetrik sebuah sendi pada
foto rontgen.
11. Kista subkortikal tanpa erosi pada foto rontgen.
12. Kultur mikroorganisme cairan sendi selama
serangan inflamasi sendi (-).
6. Artritis Rematoid
Diagnosis dgn Kriteria ARA 1987
Kriteria Definisi
1. Kaku pagi hari Kekakuan pd pagi hari di persendian dan
2. Artritis pada 3 daerah
sekitarnya, sekurang-kurangnya selama 1 jam
sebelum perbaikan maksimal.
Pembengkakan jaringan lunak atau persendian
atau efusi, pada sekurang-kurangnya 3 sendi
secara bersamaan yang diobservasi oleh seorang
dokter. Dalam kriteria ini terdapat 14 persendian
yang memenuhi kriteria, yaitu PIP, MCP,
pergelangan tangan, saiku, pergelangan kaki, dan
MTP kiri dan kanan
Diagnosis dgn Kriteria ARA 1987
(Sambungan)
3. Artritis pd
pergelangan tangan
4. Artritis simetris.
Sekurang-kurangnya terjadi
pembengkakan satu persendian
tangan seperti pd 2.
Keterlibatan sendi yang sama
seperti pd 2, pada kedua sisi
5. Nodul rematoid.
(keterlibatan PIP, MCP, atau MTP
bilateral dapat diterima meskipun tdk
mutlak bersifat simetris.
Nodul subkutan pd penonjolan
tulang atau permukaan ekstensor
atau daerah juksta artikuler yang
diobservasi oleh seorang dokter.
Diagnosis dgn Kriteria ARA 1987
(Sambungan)
6. Faktor rematoid
serum
7. Perubahan gambaran
Terdapatnya titer abnormal faktor
rematoid serum yang diperiksa yang
memberi hasil positif < 5 %
kelompok kontrol yang diperiksa.
Gambaran radiologis yang khas pd
radiologis
tangan posteroanterior dan
pergelangan tangan menunjukkan
adanya erosi atau dekalsifikasi
tulang yang berlokasi pd daerah
sendi atau daerah yang berdekatan
dengan sendi.
NB.
Seorang dinyatakan artritis rematoid jika
sekurang-kurangnya memenuhi 4 dari 7
kriteria :
Kriteria 1 sampai 4 harus tdpt minimal
selama 6 minggu.