Anda di halaman 1dari 18

Intestinum

Mukosa
Epitel selapis kolumner
5 triliun
bergranula halus
striate border, 1.0 – 1.4 μ
mikrovili
3000 / sel
fuzzy coat
terminal web
rangka mikrovili
terminal bars
zonula okludens
juntional complex
Sel gablet
berasal dari sel kolumner bertambah ke arah
distal kelenjar uniseluler
Sel paneth
di dasar kripta (kelenjar) terbanyak di uus halus
apendiks
Granula asidofil
puasa – bertambah
makan – berkurang
ergastoplasma
Jenis sel serosa - zimogen

Sel argentafin
Sel anterokromafin di basal kelenjar terdapat di
duodenum apendiks
granula positif terhadap garam krom, garam argentum
serotonin

Glandula intestinalis
Kripta Lieberkuhn
Jumlah 180 juta
panjang 0.1 – 0.7 mm terdiri dari sel-sel,
sel kolumnar
sel gablet
sel paneth
sel argentafin
Membrana propria
Membrana basalis
lapisan yang tipis di seluruh intestinum

Lamina propria
di sela-sela kelenjar, dalam vili jaringan retikuler sel- sel
terdiri dari, limfosit, sel plasma, eosinofil, sel mast.

limfonodulus solitarius
limfon agregatius peyer
Lamina muskularis mukosa
lapisan tipis otot polos sirkuler
longitudinal
serat longitudinal sampai ke vili

Tela Submukosa
jaringan areoler longgar sel lemak
pembuluh darah
serabut saraf
membentuk plika airkularis
lokasi glandula duodenalis Brunner

Tunika muskularis
otot polos
dalam - sirkuler
luar - longitudinal
Tunika Serosa
membentuk mesenterium segmen intestinum yang
retroperitoneal sekunder tanpa serasa.

Intestinum Tenue
Tunika mukosa
lamina epitel
satu lapis kolumner
sel gablet
mikrovili
fuzzy coat
glandula intestinalis
panjang 0.1 – 0.3 mm
sel paneth -- banyak
Sel argentafin
Vili
memperluas permukaan sampai 5 kali
bentuknya di – duodenum - pendek lempengan
jejunum - pentungan
ileum - panjang jari tangan
Sumbunya jaringan ikat propria berisi :
- lakteal
- arteriol
- venula
- kopiler darah
- serat otot polos
Epitel Vilus
satu lapis kolumner
sel gablet
sel argentafin
Tela submukosa
Plika sirkularis
penanjalan submukosa yang melingkar
jumlahnya 800 tanjalan permanen tinggi di
proksimal rendah di distal.

Glandula duodenalis Brunner


lanjutan kelenjar pilorus
jenis kalenjar mukus
praksimal - banyak
distal - sedikit
bentuk kompoun tubuler mirip sel mukus leher
kelenjar fundus sekresi musin alkalis bermuara ke
glandula intestinalis sel-sel duktus- sel mukus
Tunika muskularis
dalam – sirkuler
luar – longitudinal
Tunika serosa
Mesenterium
Fusi atau double sheet dari peritaneumparietal
berisi : jaringan ikat areoler
pembuluh darah
pembuluh limfe
serabut saraf
limfonodus
sel-sel lemak
dilapisi oleh sel mesotel
Intestinum Krasum
Sekum (Caecum)
Valvulus ileosekal
lipatan mukosa dan submukosa rangkanya serat
otot polos dari lapisan sirkuler
strukturnya serupa kolon

Apendiks Vermiformis
Mukosa
kelenjar sedikit dan pendek
sel gablet banyak
sel paneth sedikit
sel argentafin banyak
nodulus limfatik banyak
Submukosa
relatif tebal
sel-sel lemak
infiltrasi jaringan limfoid

Muskularis
relatif tipis
lengkap dua lapisan
sirkuler – longitudinal
tanpa tenia

Serosa
Kolon
Mukosa
permukaan rata
tanpa vili
tanpa plika sirkularis
epitel satu lapis kolumner sel gablet
striate border tipis
kelenjar rapat dan panjang
(0.4 – 0.6 mm)
sel gablet padat
sel argent jarang
sel paneth jarang
Lamina propria sedikit sel eosinofil banyak limfon
soliter (21.000)
Lamina muskul mukosa dua lapis otot polos
Submukosa
Muskularis
dalam – sirkuler
luar – longitudinal, tenia
haustra
plika semilunaris

Kolon
Serosa
pembungkus peritoneum
apendiks epiplaika
kantong serosa
berisi lemak
Rektum
Kelenjar intestinal
panjang 0.7 mm
lebih lansing
lebih jarang-jarang
jaringan limfoid berkurang muskularis lengkap tanpa tenia
adventisia – lapisan luarnya

Kanalis analis
Kolumna analis – lipatan
mukosa longitudinal jumlahnya 8
sinus analis
valvula analis
epitelnya –
satu lapis kolumner,
berlapis kuboid,
berlapis gepeng
tanpa muskularis mukosa
Kanalis analis
orifisium analisa
epidermis
rambut
kel. sudorifera apokrin (gland.sirkumanal)
submukosa – pleksus vena hemoroidalis
muskularis –
sirkuler – sfinkter ani
internus – otot polos
superfisial – sfinkter ani
eksternus – otot skelet
Persarafan intestinum
parasimpatik
nervus vagus
pleksus sakralis
ganglia intramural
saraf untuk – otot dinding pemb.darah
fungsi – aktivitas otot
vaskuler
sekresi kel.
Persarafan intestinum
Simpatik
ganglion di luar dinding saraf untuk – otot
dinding pemb.darah
fungsi – inhibitor
antagonis
Pleksus otonomik
Ganglia intramuralis
pleksus mienterik Auerbach
pleksus submukosa Meissner
Fungsi intestinum
Motilitas
segmentasi
propulsif
Sekresi
mukus – sel gablet
mukus alkalis – kelenjar duadenalis
cairan intestinal
enzima – enzima,
erepsin
maltase
laktase
invertase
lipase
nuklease
enterokinase
Fungsi intestinum
Sekresi
serotonin – sel argentafin
Absorpsi
perluasan permukaan absorpsi oleh faktor –
plika sirkularis
vilus intestinalis
mikrovili