Anda di halaman 1dari 82

BAB 6

SIKLUS PRODUKSI
AKTIVITAS SIKLUS PRODUKSI
• Perancangan produk
• Perencanaan dan anggaran produksi
• Pelaksanaan produksi:
– Konsumsi bahan baku
– Konsumsi biaya tenaga kerja
– Konsumsi biaya overhead
produksi
• Akuntansi kos dan pelaporan kegiatan
produksi: unit produksi dan biaya
produksi
ANCAMAN SIKLUS PRODUKSI
• Desain produk tidak tepat
• Kelebihan/kekurangan produksi
• Kesalahan investasi aktiva tetap untuk
aktivitas produksi
• Pencurian atau gangguan persediaan
dan aktiva tetap.
• Gangguan proses produksi
• Laporan aktivitas produksi tidak
akurat
TUJUAN UMUM PERANCANGAN SIA
• Mengendalikan aktivitas produksi.
• Mengendalikan persediaan: baik bahan
baku maupun barang jadi.
• Menjamin validitas dokumen produksi
• Menjamin keandalan pembukuan dan
pelaporan aktivitas produksi.
• Menjamin keamanan data dan informasi
produksi dan ketepatan pelaporan.
• Menjamin efektifitas dan efisiensi
aktivitas produksi.
DIAGRAM KONTEK SIKLUS PRODUKSI
Pesanan pelanggan Permintaan pembelian
Overhead Siklus
Prediksi penjualan Bahan baku pengeluaran
Siklus Siklus
pendapatan Produksi
Produk jadi

Ke
bu k
i
ks

tu e r
d u

ha ja
pro

te

n
s

Bi a k
Ko

na

te
Laporan

ay er

na
g
a ja

ga
Sistem buku Siklus
besar dan Manajemen Penggajian/
pelaporan SDM

Tujuan SIA: seluruh kegiatan produksi,


termasuk arus data/informasi, dilaksanakan
secara efektif dan efisien.
DFD SIKLUS PRODUKSI
Produk jadi Siklus Prediksi penjualan Siklus
lian
pendapatan pe mbe pengeluaran
inta an
Perm

Planning Bahan baku


Bill of materials
Desain dan
produk scheduling
Operation list Order produksi
PDP
Order produksi, permintaan Bahan
Produk jadi bahan baku & move ticket baku
Kos dan biaya
Siklus SDM/ overhead
penggajian

Akuntansi Operasi
Kartu jam kerja, move tickets, dan permintaan
kos produksi
bahan baku

Laporan Kos produksi

Sistem buku
Manajemen besar dan
pelaporan
AKTIVITAS DAN DOKUMEN
• Desain produk, dokumen yang umum
digunakan:
– Daftar kebutuhan bahan (bill of material)
– Daftar teknis pelaksanaan produksi
(operation list).
• Perencanaan dan penjadwalan
produksi, dokumen yang umum
digunakan:
– Daftar rencana kegiatan produksi
(master production schedule)
AKTIVITAS DAN DOKUMEN
– Pesanan produksi (production order)
– Permintaan bahan (material requisition)
– Slip alur produksi (move ticket)
• Pembelian persediaan, dokumen yang
umum digunakan:
– Pesanan pembelian
– Laporan penerimaan barang
– Voucher utang dagang.
AKTIVITAS DAN DOKUMEN
• Penggajian, dokumen yang umum
digunakan:
– Kartu jam kerja (timecard)
– Kartu produksi
– Otorisasi gaji (salary authorization).
• Transfer barang dalam proses ke
dalam persediaan barang jadi,
dokumen yang umum digunakan:
– Laporan barang jadi (completed
production order).
AKTIVITAS DAN DOKUMEN
• Biaya overhead pabrik, dokumen yang
umum digunakan:
– Berbagai dokumen atau daftar biaya
produksi tak langsung, misalnya daftar
penyusutan mesin produksi, daftar
biaya pemeliharaan mesin produksi,
dan berbagai daftar biaya produksi
tidak langsung lainnya.
SISTEM AKUNTANSI KOS
Tujuan akuntansi kos:
1. Menyediakan informasi untuk
perencanaan, pengawasan, dan evaluasi
kegiatan produksi.
2. Menyediakan informasi biaya produksi,
untuk kepentingan keputusan kombinasi
produk (product mix).
3. Menyediakan informasi untuk
kepentingan penyusunan laporan
keuangan.
JENIS SISTEM AKUNTANSI KOS
• Sistem kos pesanan (job costing
system), digunakan pada proses
produksi berdasarkan pesanan. Biaya
produksi diakumulasi berdasarkan
pesanan dengan menggukan kartu
pesanan (job cost sheet)
• Sistem kos proses (process costing
system), digunakan pada proses
produksi masal. Biaya produksi
dikumpulkan berdasarkan periode
produksi/departemen produksi.
PROSES PEMBUKUAN
• Sistem manual: jurnal, buku besar biaya
produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja, dan biaya overhead pabrik), buku
pembantu biaya produksi, dan rekapitulasi
biaya produksi (berlaku baik pada kos
proses maupun kos pesanan)
• Sistem berbantuan komputer: sama dengan
sistem manual, hanya saja entri data (bisa)
dilakukan hanya sekali, selanjutnya
distribusi dan rekapitulasi biaya dijalankan
dengan menggunakan program komputer.
LAPORAN PROSES PRODUKSI
• Laporan pengendalian produksi
(control report), berisi informasi
lengkap kegiatan produksi, mulai dari
perencanaan, penjadwalan,
pelaksanaan, dan berbagai masalah
produksi yang ada.
• Laporan biaya produksi (production
cost reports), berisi informasi lengkap
biaya produksi, baik secara total
maupun per unit.
KEPUTUSAN PRODUKSI
• Kombinasi dan jenis produk yang harus
dibuat untuk memaksimumkan keuntungan
(product mix).
• Penentuan harga jual (product pricing)
• Perencanaan dan alokasi sumber daya
(resource allocation and planning),
misalnya keputusan tentang membuat
sendiri atau membeli suatu produk, tingkat
keuntungan relatif antar jenis produk dst.
• Perencanaan dan pengawasan biaya
produksi dan evaluasi kinerja(cost
management).
COMPUTER INTEGRATED
MANUFACTURING (CIM)
• Perbedaan jenis barang yang diproduksi
dan perbedaan teknologi membuat
perbedaan pola produksi.
• Computer integrated manufacturing
(CIM) ditujukan untuk menurunkan biaya
produksi.
• Akuntan harus memahami pengaruh CIM
terhadap SIA.
• Salah satu pengaruh CIM adalah
pergeseran dari produksi masa (mass
production) ke dalam produksi khusus
(custom order manufacturing).
PERAN AKUNTAN DALAM PROSES PRODUKSI
• 65% sampai 80% biaya produksi ditentukan pada
tahap disain produk.
• Akuntan adalah penyedia informasi tentang
pengaruh disain produk terhadap biaya produksi
dan tingkat keuntungan yang akan diraih.
• Keputusan produksi ditentukan oleh prediksi
tingkat keuntungan dari kegiatan produksi.
• Di tangan akuntan, fungsi pengendalian anggaran
produksi untuk memastikan efektifitas dan
efisiensi proses produksi.
• Akuntan bertanggungjawab memastikan
kesesuaian SIA dengan teknik produksi yang
berlaku.
SISTEM AKUNTANSI KOS MANUAL
Kontrol
Penjualan Persediaan Akuntansi Kos Bagian Produksi
Produksi

Order Order A
Penjualan Penjualan Order 2
Produksi
Laporan Laporan
Pesanan Pesanan Order 1
Permin-
Produksi taan
Menyiap material
B kan
Skedul
kartu
Produksi Meminta
kos
material B
Mengelu- N C
arkan
2
material Order 1 Mempro-
Produksi duksi
Permintaan Kartu Kartu
D barang
material Kerja Kerja

Membuat
Permintaan A Lap. kartu
material Produk C
Mencatat kerja
Kos jadi

Membuat Lap.
Menghitung laporan Produk
Kartu produk
Kos kos/unit jadi
jadi

D
Ke akuntansi Jurnal
keuangan voucher
Bagian Bagian Bagian
perencanaan rekayasa akuntansi Bagian Bagian
SISTEM Bagian
penjualan produksi produk kos persediaan produksi

INFORMASI Prediksi
dan order
Order pro-duksi
dan
Kos standar &
tarif overhead
Spesifikasi
produk
Permintaan
bahan baku
Data produksi
& skedul
PRODUKSI
ON-LINE Sistem informasi Pengendalian
Buku Besar spesifikasi CIM
produksi on-line interface
produksi
Pelaksana
produksi

Data Instruksi &


Pe Or Pr
Pr Pe od skedul
base ba ngg S de
ha un op osed pr ked
od ul
rse rp u
pr k d
siklus n b aa er ur uk dia ro os ala
ak n as an du es m
konversi u i si ks
i

Sistem pemrosesan
inquiry

Informasi Informasi Informasi Informasi


status status analisis kos kinerja
produksi produksi produksi produksi

Bagian Bagian Bagian Bagian


penjualan perencanaan akuntansi pengendalian
produksi kos produksi
SISTEM INFORMASI PRODUKSI ON-LINE
Karakteristik sistem:
• Seluruh data produksi dikumpulkan
dalam data base kegiatan produksi.
• Setiap bagian harus memasukkan
data kegiatan produksinya ke dalam
sistem data base.
• Seluruh bagian harus memperhatikan
informasi dalam data base untuk
melihat kegiatan atau perintah yang
harus dilaksanakan.
• Informasi didistribusikan ke seluruh
divisi produksi secara elektronik.
SISTEM ERP Pelanggan
(ENTERPRISE
RESOURCE
PLANNING)
Entry order
Produksi

Pengecekan
sediaan &
SDM; penjadwalan Sediaan
produksi

Order SDM
pembelian Kebutuhan
bahan baku SDM

Pemasok SDM
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING
• ERP merupakan perwujudan dari
konsep lean manufacturing dengan
tujuan meminimumkan, baik persediaan
bahan baku, barang dalam proses
maupun persediaan barang jadi, karena
persediaan memerlukan biaya, misalnya
biaya pengelolaan dan penggudangan.
• ERP dikembangkan dengan cara
mengintegrasikan informasi tentang
pesanan konsumen, pesanan ke
pemasok bahan baku, dan informasi
kebutuhan SDM.
METODE PERENCANAAN PRODUKSI
1. Manufacturing resource planning
(MRP-II), metode ini adalah
pengembangan dari konsep
materials resource planning (MRP).
Tujuan MRP-II:
– Menyeimbangkan kapasitas produksi
dengan kebutuhan bahan baku
– Menyesuaikan jumlah produksi
dengan prakiraan pesanan, oleh sebab
itu disebut “push manufacturing”.
METODE PERENCANAAN PRODUKSI
2. Just-in-time (JIT) manufacturing. Sasaran
JITM adalah meminimumkan persediaan
bahan baku, barang dalam proses, dan
barang jadi.
Barang hanya diproduksi berdasar
pesanan konsumen, dan karenanya
disebut “pull manufacturing”.
Dalam praktik JITM dijalankan
berdasarkan rencana produksi jangka
pendek. Perbedaannya dengan MRP-II
terletak pada jangka waktu perencanaan.
JITM jauh lebih pendek dari MRP-II.
AKUNTANSI AKTIVA TETAP PRORUKSI

• Penggunaan aktiva tetap


produksi, misalnya gedung
pabrik, mesin pabrik, dan fasilitas
produksi yang lain,
mengakibatkan terjadinya BOP.
• BOP atas penggunaan fasilitas
produksi harus dicatat dan
dibebankan ke produk dengan
tepat.
ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
Masalah krusial dalam penentuan kos
produksi adalah pembebanan BOP,
karena BOP tidak bisa diidentifikasi
langsung ke masing-masing jenis
produk.

ABC ditujukan untuk menganalisis dan


mengalokasikan BOP secara tepat, tidak
hanya didasarkan pada pertimbangan
subyektif, misalnya berdasar jam mesin
atau unit produksi.
ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
Sistem akuntansi tradisional
mendapatkan kritik karena tidak mampu
memberikan informasi biaya dengan
tepat untuk kepentingan manajemen
produksi, karena dua alasan:

1. Alokasi biaya overhead pabrik tidak


tepat.
2. Analisis kinerja produksi kurang
komprehensif mengabaikan aspek-
aspek non finansial.
ALOKASI BIAYA OVERHEAD PABRIK

Alokasi BOP pada sistem kos tradisional:

• Menggunakan volume-driven based,


seperti jam kerja langsung atau jam
mesin.
• Metode alokasi berbasis volume
produksi mengakibatkan ketidaktepatan
perhitungan kos produksi, karena BOP
tidak selalu berbanding lurus dengan
volume produksi.
TUNTUTAN KONTROL PRODUKSI
• Di lingkungan industri maju, perhatian
utama manajemen adalah pada total
quality management.
• Pengendalian produksi memerlukan
informasi komprehensif, yang terdiri
dari informasi finansial dan non
finansial.
• Dalam sistem kos tradisional informasi
produksi terbatas pada data biaya,
sehingga kinerja operasional tidak bisa
diukur secara komprehensif.
ALTERNATIF SOLUSI ABC
Dikatakan activity-based
costing karena dalam
sistem ini biaya overhead
ditelusur ke dalam aktivitas
yang menyebabkan
munculnya biaya.
ABC vs TRADITIONAL COST SYSTEM

• ABC mengidentifikasi
hubungan sitiap aktivitas
produksi (cost driver) dengan
biaya overhead pabrik,
sementara sistem akuntansi
tradisional cenderung
membebankan BOP secara
proporsional dengan unit
produksi.
ABC vs TRADITIONAL COST SYSTEM
• ABC menggunakan pusat kos (cost
pools) lebih banyak untuk biaya
overhead pabrik. Sistem akuntansi kos
tradisional mengumpulkan biaya
overhead pabrik hanya dalam dalam
satu pusat kos, yaitu rekening BOP.

ABC membedakan tiga kategori biaya


overhead, yaitu:
– Batch-related overhead,
– Product-related overhead, dan
– Companywide overhead.
ABC vs TRADITIONAL COST SYSTEM
• ABC mengalokasikan biaya overhead pabrik
ke masing-masing produk berdasarkan cost
driver. Cost driver adalah apapun yang telah
menyebabkan dan mempengaruhi
timbulnya BOP.

Manfaat ABC
• Better decision, data biaya lebih rinci dan
akurat sehingga keputusan bisa menjadi lebih
teliti.
• Improve cost management, dengan data
biaya yang rinci dan akurat manajemen mampu
mengawasi dan mengendalikan biaya produksi
dengan lebih baik.
BIAYA KUALITAS
• Informasi biaya kualitas membantu manajemen
dalam menentukan pengaruh kebijakan kontrol
kualitas terhadap peningkatan keuntungan.
• Kategori biaya kualitas:
– Prevention costs, biaya untuk mencegah
produk cacat.
– Inspection costs, biaya untuk standarisasi
kualias.
– Internal failure costs, biaya untuk inspeksi pra
distribusi.
– External failure costs, konsekuensi adanya
produk rusak yang sampai di tangan konsumen,
misalnya kerugian karena runtuhnya reputasi
perusahaan.
Appendix
Chapter 7
The Conversion Cycle

Accounting Information Systems, 5th edition


James A. Hall
Evolusi Praktik Produksi
A World Class Company…
• Adalah perusahaan yang telah mencapai
standar tinggi dan telah melakukan
perubahan mendasar dari bentuk
organisasi dan manajemen tradisional ke
yang berkelas dunia.
• Melakukan perubahan berkelanjutan di
seluruh aspek operasi organisasi,
termasuk prosedur produksi.
• Sangat berorentiasi ke konsumen.
Mencapai Status Kelas Dunia
• Perusahaan kelas dunia memerlukan metode
produksi dan sistem informasi baru yang
mampu:
– Menginformasikan profil konsumen
– Mengidentifikasi produk-2 menguntungkan
– Mengidentifikasi konsumen yang menguntungkan
– Mengidentifikasi peluang untuk peningkatan kualitas
operasional dan kualitas produk
– Mendorong adopsi value-added activities dan proses,
serta mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberi
nilai tambah
– Mampu secara efisien mendukung beragam
pengguna sistem dengan informasi keuangan dan
non keuangan.
The Conversion Cycle…
• transforms input resources, raw materials,
labor, and overhead into finished products
or services for sale.
• consists of two subsystems:
– the production system
– the cost accounting system
Production System
• Involves the planning, scheduling, and
control of the physical product through the
manufacturing process
– determining raw materials requirements
– authorizing the release of raw materials into
production
– authorizing work to be conducted in the
production process
– directing the movement of work through the
various stages of production
Production Methods
• Continuous Processing creates a
homogeneous product through a continuous
series of standard procedures.
• Batch Processing produces discrete
groups (batches) of products.
• Make-to-Order Processing involves the
fabrication of discrete products in
accordance with customer specifications.
Documents in the Batch
Production System
• Sales Forecast - expected demand for
the finished goods
• Production Schedule - production plan
and authorization to produce
• Bill of Materials (BOM) - specifies the
types and quantities of the raw materials
and subassemblies used to produce a
single finished good unit
Documents in the Batch
Production System
• Route Sheet - details the production
path a particular batch will take in the
manufacturing process
– sequence of operations
– time allotted at each station
• Work Order - uses the BOM and route
sheet to specify the exact materials and
production processes for each batch
Documents in the Batch
Production System
• Move Ticket - records work done in each
work center and authorizes the movement
of the batch
• Materials Requisition - authorizes the
inventory warehouse to release raw
materials for use in the production process
Production Planning and Control
Sales Forecast
Raw Materials Requirements
Inventory Status Report (Purchase Requisitions)

Engineering Specifications
BOM and route sheets Operations Requirements

Production Scheduling
work orders
move tickets
materials requisitions
open work orders
work centers
job tickets cost accounting
time cards payroll
completed move tickets prod. plan. and control
Upon Completion of the Production Process…
Finished Product Finished Goods Warehouse
and Closed Work Order

Closed Work Order

Inventory Control
status report of raw materials
and finished goods Prod. Plan. and Control

journal voucher General Ledger


EOQ Inventory Model
• Objective: minimize total inventory costs while ensuring
that adequate inventories exist to meet current demand
• Very simple too use, but assumptions are not always valid
– demand is known and constant
– ordering lead time is known and constant
– total cost per year of placing orders decreases
as the order quantities increase
– carrying costs of inventory increases as quantity
of orders increases
– no quantity discounts
EOQ Inventory Model
Inventory Cycle Daily Demand

EOQ

Reorder
Point

Lead Time Time (days)


Cost Accounting System
• Records the financial effects of the events
occurring in the production process
• Initiated by the work order
• Cost accounting clerk creates a new cost
record for the batch and files in WIP file
• The records are updated as materials and
labor are used
Elements of the Cost Accounting System

Inventory Control Work Centers


materials requisitions job tickets
completed move tickets

COST ACCOUNTANTS
Update WIP accounts
DL
STANDARDS DM
Mfg. OH.
Compute Variances
Cost Accounting System
• Receipt of last move ticket signals
completion of the production process
– clerk removes the cost sheet from WIP
file
– prepares a journal voucher to transfer
balance to a finished goods inventory
account and forwards to the General
Ledger department
Summary of Internal Controls
Internal Controls
• Transaction authorizations
– work orders reflect a legitimate need
based on sales forecast and the finished
goods on hand
– move tickets authorized signatures from
each work station authorize the movement
of the batch through the work centers
– materials requisitions authorize the
warehouse to release materials to the work
centers
Internal Controls
• Segregation of duties
– production planning and control
department is separate from the work
centers
– inventory control separate from materials
storeroom and finished goods warehouse
– cost accounting function accounts for WIP
and should be separate from the work
centers in the production process
Internal Controls
• Supervision
– supervisors in the work centers oversee
the usage of raw materials in the
production process to ensure that all
released materials are used in production
and waste is minimized
– employee time cards and job tickets are
checked for accuracy
Internal Controls
• Access control
– direct access to assets
• storerooms, production work centers, and
finished goods warehouses
• quantities in excess of standard amounts
should require approval
– indirect access to assets
• materials requisitions, excess materials
requisitions, and employee time cards
Internal Controls
• Accounting records
– pre-numbered documents
– work orders
– cost sheets
– move tickets
– job tickets
– material requisitions
– WIP and finished goods files
Internal Controls
• Independent verification
– cost accounting reconciles material usage (material
requisitions) and labor usage (job tickets) with standards
• variances are investigated
– GL dept. verifies movement from WIP to FG by reconciling
journal vouchers from cost accounting and inventory
subsidiary ledgers from inventory control
– internal and external auditors periodically verify the raw
materials and FGs inventories through a physical count
Trends in Competitive Advantage
The World-Class Environment and
Manufacturing Flexibility
• Customers:
– want quality products
– want them quickly
– want variety
• Achieving manufacturing flexibility incorporates
four operational characteristics:
– physical reorganization of the production facilities
– automation of the manufacturing process
– reduction of inventories
– high product quality
Physical Reorganization of the
Production Facilities
• Inefficiencies inherent in the layout of traditional
plants add handling costs, conversion, time, and
excess inventories to the manufacturing process.
• Employees tend to feel ownership over their
stations, which is contrary to a team concept.
• The reorganization is based on flows through
cells which shorten the physical distance between
the activities, thus reducing setup and processing
time, handling costs, and inventories in the flow.
Progression of Automation in
the Manufacturing Process

Traditional Islands of Process Computer


Technology Simplification Integrated
(JIT) Manufacturing

Progression of Automation toward World-Class Status


Automation of the Manufacturing
Process
• Traditional:
– consists of many different types of machines which
require a lot of setup time
– machines and operators are organized in functional
departments
– WIP follows a circuitous route through the different
operations
• Islands of Technology:
– stand alone islands which employ computer
controlled machines that can perform multiple
operations with less human involvement
– less set up time needed
Automating Manufacturing
Automating Manufacturing
• Process Simplification:
– reduces the complexity of the physical layout
– groups of CNC machines are arranged in cells
to produce an entire part from start to finish
– no human involvement in a cell
• Computer Integrated Manufacturing
(CIM):
– a completely automated environment which
employs automated storage and retrieval
systems (AS/RS) and robotics
Automating Manufacturing
• Robotics:
– use special CNC machines that are useful in
performing hazardous, difficult, and
monotonous tasks
• Computer-Aided Design (CAD):
– increases engineers’ productivity
– improves accuracy
– allows firms to be more responsive to market
demands
– interfaces with CAM and MRPII systems
Automating Manufacturing
• Computer Aided Manufacturing (CAM):
– uses computers to control the physical
manufacturing process
– provides greater precision, speed, and control than
human production processes
• Manufacturing Resources Planning (MRP II):
– an extension of materials requirements planning
(MRP)
– more than inventory management--it is a system for
coordinating the activities of the entire firm
Automating Manufacturing
• Enterprise Resource Planning (ERP)
Systems:
– huge commercial software packages that support the
information needs of the entire organization, not just
the manufacturing functions
– automates all business functions along with full
financial and managerial reporting capability
• Electronic Data Interchange (EDI):
– external communications with its customers and
suppliers via Internet or direct connection
Accounting and MRP
The Evils of Inventories
• Inventories cost money and …
– represent an investment
– need to be insured and stored
– can become obsolete over time
• Inventories may camouflage production
problems.
• Willingness to maintain inventories can
precipitate overproduction.
Reducing Inventories
• Just-in time (JIT) manufacturing is a
model that fosters inventories
reduction and even elimination. It is
based on the following assumptions:
– zero defects
– zero setup time
– small lot sizes
– zero inventories
– zero lead times and reliable vendors
– team attitude
Product Quality
• Poor quality is expensive via scrap,
reworking, scheduling delays, extra
inventories to compensate for defective
parts, warranty claims, and service.
• Product quality is a basis on which
world-class manufacturers compete
• Product quality can be improved though
control point methods such as statistical
process control.
What’s Wrong with Traditional Cost
Accounting Information?
• Inaccurate cost allocations
• Time lag in reporting
• Financial orientation
• Emphasis on standard costs
Activity Based Costing (ABC)…
• is an information system that provides
managers with information about activities
and cost objects
• assumes that activities cause costs and that
products (and other cost objects) create a
demand for activities
• is different from traditional accounting system
since ABC has multiple activity drivers,
whereas traditional accounting has only one,
e.g. machine hours
Allocation of Costs Using ABC
Activity Management

• Managers must understand which


activities should be performed and how
best to perform them.
– Managers should deploy resources to
activities that yield maximum benefits.
– Managers should seek to improve those
factories most important to their customers.
Activity Management Tasks

• Evaluating manufacturing activities


• Identifying nonessential activities
• Identifying cost drivers
• Comparing activities to benchmarks
• Establishing links between key activities
World-Class Information Systems
• Integrate all functional and technological components:
– basic accounting applications
– ABC
– materials requirements planning
– capacity planning
– inventory control
– bill-of-materials
– master productions schedule
– forecasting
– order entry
– computer-aided design
– computer-aided manufacturing
– EDI communications links
Need for New Performance
Measures in the Information Pyramid
Control Issues in the WCIS
• Paperless environment - no traditional audit trail
• Automatic transactions - need assurance that:
– orders are placed only when inventory is needed
– orders are placed only with approved vendors
– the quantity of items ordered is correct
– programs matching electronic controls data before
initiating payment perform correctly
• Networking considerations
selesai