Anda di halaman 1dari 27

1/17/2018

GANGGUAN SYSTEM
KESEIMBANGAN ASAM
BASA : KONSEP
STEWART DAN
KONVENSIONAL
1 Oleh: Susi T
1/17/2018
 Penentuan tingkat keasaman (pH) dalam tubuh
manusia ditantukan oleh konsentrasi ion H⁺.
 Notasi pH diciptakan oleh seorang ahli kimia
dari Denmark yaitu Soren Peter Sorensen pada
thn 1909, yang berarti log negatif dari
konsentrasi ion hidrogen

2
1/17/2018
 Dalam bahasa Jerman disebut
Wasserstoffionenexponent (eksponen ion
hidrogen) dan diberi simbol pH yang berarti:
‘potenz’ (power) of Hydrogen. Rentang
konsentrasi normal:
 Normal: 7,40 (7,35 – 7,45)

3
1/17/2018
 Ketidakseimbangan konsentrasi pH dalam tubuh
dapat menyebabkan Asidosis dan Alkalosis pada
kardiovaskuler, respirasi, metabolik dan otak.

4
BERIKUT INI MERUPAKAN DAMPAK YANG
DAPAT DITIMBULKAN DARI ASIDOSIS:

1/17/2018
1. Kardiovaskuler
– Gangguan kontraksi jantung
– Dilatasi Arteri,konstriksi vena, dan
sentralisasi volume darah
– Peningkatan tahanan vaskular paru
– Penurunan curah jantung, tekanan darah
arteri, dan aliran darah hati dan ginjal
– Sensitif thd reentrant arrhythmia dan
penurunan ambang fibrilasi ventrikel
– Menghambat respon kardiovaskular terhadap
katekolamin
5
2. RESPIRASI

1/17/2018
– Hiperventilasi
– Penurunan kekuatan otot nafas dan
menyebabkan kelelahan otot
– Sesak

6
3. METABOLIK

1/17/2018
 .
– Peningkatan kebutuhan metabolisme
– Resistensi insulin
– Menghambat glikolisis anaerob
– Penurunan sintesis ATP
– Hiperkalemia
– Peningkatan degradasi protein

7
4. OTAK

1/17/2018
a. Penghambatan metabolisme dan regulasi
volume sel otak
b. Koma

8
BERIKUT INI MERUPAKAN DAMPAK YANG
DAPAT DITIMBULKAN DARI ALKALOSIS:

1/17/2018
1. Kardiovaskuler
– Konstriksi arteri
– Penurunan aliran darah koroner
– Penurunan ambang angina
– Predisposisi terjadinya supraventrikel dan
ventrikel aritmia yg refrakter
2. Respirasi
– Hipoventilasi yang akan menjadi hiperkarbi
dan hipoksemia
(alkalosis: suatu keadaan dimana darah dalam
keadaan basa)
9
1/17/2018
3. Metabolik
– Stimulasi glikolisis anaerob dan produksi
asam organik
– Hipokalemia
– Penurunan konsentrasi Ca terionisasi
plasma
– Hipomagnesemia and hipophosphatemia
4. Otak
– Penurunan aliran darah otak
– Tetani, kejang, lemah delirium dan stupor

10
1/17/2018
 Penilaian ststus asam-basa dapat dilakukan melalui
beberapa cara yaitu:
1. Cara Tradisional/ konvensional (Hendersen-
Hasselbalch)
2. Cara Stewart
 Cara tradisional dilakukan dengan melakukan
penghitungan konsentrasi pH:

pH = 6,1 + log [HCO3⁻]
___________ α pCO2
 Keterangan:
[HCO3⁻] dari ginjal (basa), α pCO2 dari paru (asam).
1. Apabila kadar CO2 meningkat, maka tubuh akan
mengkompensasi dengan meningkatkan kadar HCO3
sehingga dicapai pH normal dalam tubuh.
2. Apabila kadar HCO3 menurun, maka tubuh akan
mengkompensasi dengan menurunkan kadar CO2 11
sehingga dicapai pH normal dalam tubuh.
1/17/2018
RESPON
DISRODER pH PRIMER
KOMPENSASI

ASIDOSIS Turun HCO3– turun pCO2 turun


METABOLIK

ALKALOSIS Naik HCO3– naik pCO2 naik


METABOLIK

ASIDOSIS Turun pCO2 naik HCO3– naik


RESPIRATORI

ALKALOSIS Naik pCO2 turun HCO3– turun


RESPIRATORI
12
PRINSIP DASAR TEORI STEWART

1/17/2018
1. Prinsip Umum
• Hukum kekekalan massa (Law of Mass):
Jumlah dari suatu zat/substansi akan selalu
konstan kecuali ditambahkan atau dikurangi
dari luar, atau dibuat/dirusak oleh suatu reaksi
kimia.
• Netralitas elektrik (Electroneutrality):
Semua larutan sejati mempunyai muatan listrik
yang netral, dimana konsentrasi total kation
harus sama dengan konsentrasi anion
Jumlah iones (+) = Jumlah iones (-)
13
2. KONSEP LARUTAN ENCER

1/17/2018
a. Semua cairan dalam tubuh manusia
mengandung air, dan air merupakan sumber
[H+] yang tidak habis-habisnya
b. [H+] ditentukan oleh disosiasi air (Kw), dimana
molekul H2O akan berdisosiasi menjadi ion-ion
H3O+ dan OH-
 (disosiasi: suatu proses ketika senyawa ionik
(kompleks atau garam) terpisa menjadi partikel,
ion atau radikal yang lebih kecil dan biasanya
dapat dikembalikan seperti semula)

14
3. ELEKTROLIT = ION-ION

1/17/2018
a. Ion-ion kuat: substansi yang terdisosiasi
sempurna di dalam larutan (contoh HCl)
b. Ion-ion lemah: substansi yang hanya sebagian
terdisosiasi dalam suatu larutan.(contoh:
CH3COOH =asam asetat)

15
KESEIMBANGAN ASAM-BASA
BERDASARKAN PRINSIP
STEWART

1/17/2018
ASIDOSIS ALKALOSIS
I. Respiratori PCO2 naik PCO2 turun
II. Nonrespiratori (metabolik)

1. Gangguan pd SID
a. Kelebihan/ kekurangan air [Na⁺] , SID turun [Na⁺], SID naik

b. Ketidakseimbangan anion kuat

i. Kelebihan/ kekurangan Cl⁻ [Cl⁻] naik, SID turun [Cl⁻] turun, SID naik

ii. Ada anion tak terukur [UA⁻] naik, SID turun

2. Gangguan pd Asam Lemah

i. Kadar albumin [Alb] naik [Alb] turun


ii. Kadar phospate [Pi] naik [Pi] turun
16
TIGA MEKANISME TUBUH DALAM
MENGENDALIKAN KESEIMBANGAN
ASAM BASA DARAH:

1/17/2018
1. Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal,
sebagian besar dalam bentuk amonia. Ginjal
memiliki kemampuan untuk mengatur jumlah
asam atau basa yang dibuang, yang biasanya
berlangsung selama beberapa hari.

17
1/17/2018
2. Tubuh menggunakan penyangga pH
(buffer)dalam darah sebagai pelindung terhadap
perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam
pH darah.
Suatu penyangga pH bekerja secara kimiawi untuk
meminimalkanperubahan pH suatu larutan.
Penyangga pH yang paling penting dalam darah
adalah bikarbonat (suatu komponen basa)
Bikarbonat berada dalam keseimbangan dengan
karbondioksida
18
1/17/2018
 Jika lebih banyak asam yang masuk ke dalam
aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak
bikarbonat dan lebih sedikit karbondioksida
 Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam
aliran darah, maka akan dihasilkan lebih banyak
karbondioksida dan lebih sedikit bikarbonat

19
3. PEMBUANGAN KARBONDIOKSIDA

1/17/2018
 Pusat pernafasan di otak mengatur jumlah
karbondioksida yang dihembuskan dengan
mengendalikan kecepatan dan kedalaman
pernafasan.
 Jika pernafasan meningkat, kadar
karbondioksida darah menurun, dan darah
menjadi lebih basa.
 Jika pernafasan menurun, kadar karbondioksida
darah meningkat dan darah menjadi lebih asam

20
ASIDOSIS METABOLIK

1/17/2018
 Disebabkan oleh: ketidak seimbangan dalam
pembentukan dan pembuangan asam atau basa
oleh ginjal
Penyebab utama asidosis metabolik:
 Gagal ginjal

 Asidosis laktat

 Bahan beracun seperti etilen glikol, overdosis


salisilat, metanol,paraldehid, asetazolamid atau
amonium klorida)
 Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui
saluran pencernaan karena diare, ileostomi atau 21
kolostomi
PENYEBAB ALKALOSIS METABOLIK

1/17/2018
 Dapat terjadi jika tubuh banyak kehilangan
terlalu banyak asam
 Misalnya muntah yang berkepanjangan

 Konsumsi bahan makanan yang mengandung


basa contoh soda bikarbonat (soda kue/ natrium
bikarbonat/ baking soda)
 Bial seseorang banyak kehingan natrium atau
kalium yang akan mempengaruhi ginjal dalam
mengendalikan keseimbangan asam basa dalam
darah.
22
PENYEBAB UTAMA ALKALOSIS METABOLIK:

1/17/2018
1. Penggunaan diuretik (tiazid, furosemid, asam
etakrinat)
2. Kehilangan asam karena muntah, atau
pengosongan lambung
3. Kelenjar adrenal yang terlalu aktif (sindroma
cushing atau akibat penggunaan kortikosteroid

23
PENYEBAB ASIDOSIS RESPIRATORIK

1/17/2018
 Disebabkan oleh: penyakit paru-paru atau
kelainan pernafasan
Penyebab asidosis respiratorik:
 Emfisema

 Bronkitis kronis

 Pneumonia berat

 Asma

 Dapat juga disebabkan oleh penyakit syaraf atau


otot yang mengganggu mekanisme pernafasan

24
PENYEBAB ALKALOSIS RESPIRATORIK

1/17/2018
 Hiperventilasi karena kecemasan
Penyebab lain:
 Rasa nyeri

 Sirosis hati

 Kadar oksigen darah yang rendah

 Demam

 Overdosis aspirin

25
SOAL

1/17/2018
 James, seorang pria berusia 28 tahun, masuk ke RS
dengan riwayat penurunan berat badan, malaise
generalisata, poliuria, polidipsia, letargi, dan pernafasan
Kussmaul dalam. Ia diketahui menyandang diabetes
namun tidak melakukan suntikan insulin selama
beberapa hari dan juga mengeluh diare dan muntah.
Diagnosa sementara pada pasien ini adalah ketoasidosis
diabetikum. TD 90/60 mmHg, nadi 125 x/menit, laju
pernafasan 35 x /menit, suhu 38,5OC, SpO2 95%, glukosa
darah 40 mmol/L.
 Hasil pemeriksaan gas darah: pH 7,1, PaCO2: 2,9kPa
(15mmHg), PaO2 : 11,8 kPa (88,5 mmHg), HCO3 = 12
mmol/L, BE -13, SaO2 : 97%
 Apa prioritas pemantauan pada pasien ini?
 Apa yang harus dilakukan perawatan sesuai dengan data 26
yang ada?
1/17/2018
27