Anda di halaman 1dari 19

KULIAH KERJA NYATA

(PENGANTAR)

PRIYONO PRAWITO
P3KKN
UNIVERSITAS BENGKULU
PENDAHULUAN
 Tujuan Pendidikan Tinggi ( Pasal 2 Ayat 1)
PP No. 60 Tahun 1999 ):

 Menyiapkan peserta didik menjadi anggota


masyarakat yang memiliki kemampuan
akademik, dan/atau profesional yang dapat
menerapkan, mengembangkan dan/ atau
memperkaya khsanah IPTEKS.
 Mengembangkan dan menyebar luaskan
IPTEKS serta mengupayakan
penggunaannya untuk meningkatkan taraf
kehidupan masyarakat dan memperkaya
kebudayaan nasional.
Instrumen untuk melaksanakan tujuan di
atas yaitu : dengan menyelenggarakan kegiatan
fungsional Tri Dharma Perguruan Tinggi (
Pendidikan dan Penelitian dan PPM)
 Di sisi lain , permasalahan pembangunan
semakin kompleks, maka perlu penanganan
secara komprehensif, holistik dan integral.
 Kita perlu mempersiapkan calon sarjana sebagai
penerus dan pelaksana pembangunan dengan
cara mendidik, melatih dan bekerja secara
interdisiplin, agar dapat menanggulangi
permasalahan pembangunan yang kita hadapi.
 KKN adalah salah satu cara yang dapat
dilakukan untuk mengakomodir tujuan tersebut
Sejarah Pelaksanaan dan
Program KKN
1. Tahun 1971/1972, berupa pengabdian mahasiswa
kepada masyarakt( di UGM, UNAND, UNHAS)
2. Tahun 1972, kegiatan BIMAS IPB, TKS –BUTSI di
beberapa PT di Indonesia
3. Tahun 1973, dituangkan dalam GBHN ( Tap MPR
No. IV/MPR/1973), bahwa kegiatan pengabdian
masyarakat oleh mahasiswa dilakukan secara
menyeluruh untuk semua PT disebut Kuliah Kerja
Nyata (KKN), dengan meningkatkan peranan PT
dalam pembangunan dengan cara:
4. Perkembangan selanjutnya , pelaksanaan
kegiatan KKN terintegrasi dengan kegiatan
akademik di PT.
KKN dilaksanakan sebagai
upaya:
1. Menjadikan PT sebagai pusat
pemeliharaan dan pengembangan ilmu
pengetahuan;
2. Mendidik mahasiswa berjiwa penuh
pengabdian serta memiliki rasa tanggung
jawab terhadap masa depan bangsa dan
negara Indonesia;
3. Menggiatkan mahasiswa sehingga
bermanfaat bagi usaha pembangunan
nasional dan daerah.
KKN Meredup Pamornya (1990 – 2000)

1. Banyak PT tidak lagi menyelenggarakan KKN


dengan alasan (tidak bermanfaat, tidak efektif,
memboroskan waktu dan biaya, dll)
2. KKN diganti dengan berbagai bentuk :
1. Kuliah Lapangan (IPB)
2. Job training (IPB, UI)
3. Dihapus sama sekali
3. UNIB tahun 2000 (ada beberapa pihak) dengan
alasan yang sama minta KKN dihapuskan
 Pada saat diesnatalis ke XX dilaksanakan
seminar untuk membahas KKN dengan
menghadirkan berbagai pihak (Masyarakat,
NGO, Pemda, Pengusaha, UNIB)
 Memang muncul beberapa kelompok yang
tidak menginginkan KKN, tetapi sebagian
besar menilai bahwa KKN masih diperlukan di
Bengkulu
 Gagasan ditindaklanjuti di senat Universitas
dan dikukuhkan bahwa KKN tetap diperlukan
KKN menemukan Pamornya lagi
 Dalam kurun waktu 5-7 tahun terakhir ini KKN
mengembangkan berbagai model seperti PBA, KKN
PPM KKN tematik.
 Sinergis dengan program nasional dalam hal
 Pemberantasan kemiskinan
 Pemberantasan BA
 Pemberdayaan masyarakat
 Mewujudkan MDG’s (program Dunia)
 Banyak PT Negeri dan swasta melaksanakan KKN
 Semua PT di Indonesia akan diwajibkan melaksanakan
KKN termasuk BHMN
Falsafah KKN
1. KKN merupakan bagian dari proses pendidikan
.
2. KKN dalam pelaksanannya merupakan wujud
dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
3. Kegiatan KKN di PTN adalah kegiatan
intrakurikuler wajib bagi mahasiswa S-1, bobot
4 SKS. Hal ini mengandung makna bahwa :
4. Pendekatan dilakukan dengan secara
interdisipliner dan komprehensif, serta lintas
sektor ( melibatkan semua pihak terkait ).
5. Adanya keterlibatan masyarakat secara aktif
dalam melaksanakan program mahasiswa di
lapangan.
Maksud Dan Tujuan KKN
 Sebagai wahana bagi mahasiswa dalam
belajar dan membantu memecahkan
persoalan pembangunan.
 Mendewasakan kepribadian dan
menambah wawasan mahasiswa, karena
mahasiswa dapat belajar sambil bekerja
atau bekerja sambil belajar.
 Membantu percepatan pembangunan
masyarakat, atas kekuatan sendiri, karena
mahasiswa dapat memberikan proses
pembaharuan dan pengembangan
masyarakat desa.
 Dengan pengalaman di lapangan,
diharapkan mahasiswa dapat lebih ulet,
tabah, berani dan cepat dalam mengambil
keputusan, teliti, sabar, kreatif dan
efesien.
 Memberikan umpan balik yang berharga
guna penyempurnaan pendidikan tinggi.
 Dengan program KKN dimaksudkan untuk
mendekatkan perguruan tinggi dengan
masyarakat.
Sasaran KKN Bagi Mahasiswa

1. Meningkatkan cara berfikir, penalaran, dan


bekerja secara interdisipliner dan berkerjasama
antar sektor;
2. Meningkatkan pengertian dan penghayatan
terhadap IPTEKS yang dipelajari dan
menerapkannya untuk pembangunan;
3. Melatih mahasiswa menjadi motivator,
inovator dan problem solver;
4. Menambah pengalaman mahasiswa dalam
memecahkan masalah secara langsung dan
profesional
Sasaran KKN bagi Masyarakat dan
Pemerintah Daerah

1. Mendapat bantuan pemikiran, tenaga,


dan IPTEKS dalam merencanakan dan
melaksanakan pembangunan;
2. Terbentuknya kader – kader penerus
pembangunan untuk kesinambungan
pembangunan;
3. Memperoleh pengalaman dalam
menggali potensi swadaya masyarakat.
Sasaran KKN bagi Perguruan
Tinggi
1. Memperoleh umpan balik sebagai hasil
pengintegrasian mahasiswa dengan
proses pembangunan;
2. Memperoleh bahan dan data bagi
pengembangan materi perkuliahan dan
penelitian ( IPTEKS );
3. Terjalin kerjasama antara Perguruan
Tinggi dan Pemerintah Daerah.
Peranan Mahasiswa KKN

1. Sebagai pemberi informasi;


2. Sebagai pemberi motivasi;
3. Sebagai pelancar proses difusi inovasi :
1. Tahap pengenalan inovasi;
2. Tahap minat;
3. Tahap evaluasi;
4. Tahap percobaan;
5. Tahap penerimaan;
4. Sebagai penghubung antar sistem
Proses Pelaksanaan KKN
Tahap Persiapan

• Rekrutment/pendaftaran mahasiswa
calon peserta, dengan melengkapi
persyaratan dan ketentuan yang telah
ditetapkan;
• Pemberian materi kuliah pembekalan,
yang meliputi materi kurikulum dasar,
dan kurikulum operasional;
• Ujian tertulis atas penguasaan materi
pembekalan.
Tahap Pelaksanaan

1. Mahasiswa yang dinyatakan lulus


evaluasi pembekalan, diberangkatkan ke
lokasi yang telah ditetapkan oleh panitia
pelaksana KKN;
2. Mahasiswa berada dilokasi selama 2 ( dua
) bulan penuh, guna melaksanakan
program kerja yang telah direncanakan
dan disusun bersama masyarakat sesuai
dengan permasalahan dan kebutuhan
masyarakat di desa lokasi KKN;
Tahap Evaluasi

1. Selama mahasiswa berada di lokasi,


dilakukan Monev oleh DPL,
berdasarkan jadwal yang telah
ditetapkan oleh panitia dan DPL;
2. Dilakukan penilaian terhadap
laporan;
3. Dilakukan pendadaran terhadap
hasil kegiatan mahasiswa
dilapangan.