Anda di halaman 1dari 15

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

KELOMPOK 2 :
 Endang Lustiani Lahagu
 Fani Gushendra
 Firdaus
 FitriBanjarnahor
 Ida Susila
 Irma Dianti
 Jamiati
Pengertian

Diagnostik keperawatan adalah masalah kesehatan aktual dan


potensial dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya,
perawat mampu dan mempunyai kewenangan standar praktik
keperawatan dan kode etik keperawatan yang berlaku di Indonesia (
Gordon,1976 dalam nursalam, 2004;59 ).
Persiapan Pemeriksaan Diagnostik

Hasil suatu pemeriksan laboratorium sangat penting dalam


membantu diagnosa, memantau perjalanan penyakit serta
menentukan pragnosa, karena itu perlu diketahui factor ysng
mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium (Ambarwati,2010).
3 faktor utama yang dapat mengakibatkan
kesalahan hasil laboratorium yaitu :

1. Pra instrumentasi

a. Pemahaman instruksi dan pengisian formulir

b. Persiapan Penderita

2. Interpretasi Data

3. Validasi Data
Persiapan Pemeriksaan Laboratorium/specimen

1. DARAH

2. URINE

3. FESES

4. SPUTUM
Persiapan Pemeriksaan
Diagnostik

1. Ultrasonografi ( USG )
Pemeriksaan ini digunakan
untuk melihat struktur
jaringan tubuh, untuk
mendeteksi berbagai kelainan
pada abdomen, otak, jantung
dan ginjal.
2. Rontgen
Rontgen atau dikenal dengan
sinar x merupakan pemeriksaan
yang memanfaatkan peran sinar
x untuk melakukan skrining dan
mendeteksi kelainan pada
berbagai organ diantaranya
jantung, abdomen, ginjal,
ureter, kandung kemih,
tenggorokan dan rangka.
3. Pap Smear
Pap smear merupakan
pemeriksaan sitologi yang
digunakan untuk mendeteksi
adanya kanker serviks atau
sel prakanker, mengkaji efek
pemberian hormon seks
serta mengkaji respons
terhadap kemoterapi dan
radiasi.
4. Mammografi

Merupakan pemeriksaan dengan


bantuan sinar x yang dilakukan
pada bagian payudara untuk
mendeteksi adanya kista / tumor
dan menilai payudara secara
periodik.
4. Endoskopi

Pemeriksaan yang
dilakukan pada saluran
cerna untuk mendeteksi
adanya kelainan pada
saluran cerna.
6. Kolonoskopi

Pemeriksaan dilakukan
pada saluran colon dan
sigmoid untuk mendeteksi
adanya kelainan pada
saluran colon.
7. CT Scaning
Pemeriksaan
spesifik/khusus untuk
melihat organ yang lebih
dalam dan terlokalisir serta
khusus.
8. EEG (Elektroensefalogram)

Pemeriksaan dilakukan
untuk melihat hantaran
listrik pada otak (melihat
kelainan pada gel).
9. EKG (Elektrokardiograf)

Pemeriksaan dilakukan
untuk melihat system
hantaran/konduksi dari
jantung indikasi : MCI, Angna
fektoris, gagal jantung