Anda di halaman 1dari 24

PEMBIAYAAN KESEHATAN

Kelompok 11
Riana Eka Emas Santi, S.Ked 04054821719015
Yeni Intan Cahyati, S.Ked 04054821719114
Nurul Afika, S.Ked 04054821719115
Siti Evi Marissa, S.Ked 04054821719116

Pembimbing:
Mariana, SKM, M.Kes
PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan kebutuhan mendasar
dari setiap manusia untuk dapat hidup layak, Sistem pembiayaan kesehatan
produktif, serta mampu bersaing untuk ADALAH suatu sistem yang mengatur
meningkatkan taraf hidupnya . Namun mengenai besarnya alokasi dana yang
demikian jangkauan pelayanan kesehatan ini harus disediakan untuk
masih terbatas.Hal ini sangat ditentukan oleh menyelenggarakan dan/atau
sistem pelayanan kesehatan yang berlaku di memanfaatkan berbagai upaya
suatu negara. kesehatan yang diperlukan.

Tujuan pembiayaan kesehatan adalah


Faktor penting dalam pembiayaan kesehatan tersedianya pembiayaan kesehatan
yang mesti diperhatikan. (1).besaran dengan jumlah yang mencukupi,
(kuantitas) anggaran pembangunan teralokasi secara adil dan
kesehatan yang disediakan pemerintah termanfaatkan secara berhasil-guna
maupun sumbangan sektor swasta. (2). dan berdaya-guna, untuk menjamin
tingkat efektifitas dan efisiensi penggunaan terselenggaranya pembangunan
(fungsionalisasi) dari anggaran yang ada. kesehatan guna meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya.
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Pembiayaan kesehatan adalah besarnya dana
yang harus disediakan untuk menyelenggarakan
dan atau memanfaatkan berbagai upaya
kesehatan yang diperlukan oleh perorangan,
keluarga, kelompok dan masyarakat

Pengertian pembiayaan tersebut merujuk pada


dua sudut pandang berikut:
• Penyelenggara pelayanan kesehatan (health
provider)
• Pemakai jasa pelayanan (health consumer)
SUMBER BIAYA KESEHATAN
Sumber biaya kesehatan dapat dibedakan
menjadi dua macam yaitu seluruhnya
bersumber dari anggaran pemerintah dan
sebagian ditanggung oleh masyarakat.
Sumber pembiayaan kesehatan
Secara umum sumber pembiayaan kesehatan
suatu negara berasal dari:
Anggaran Pemerintah
Anggaran Masyarakat
Bantuan biaya dari dalam dan luar negeri
 Penggabungan anggaran pemerintah dan
masyarakat
JENIS PEMBIAYAAN KESEHATAN

Biaya Pelayanan Biaya Pelayanan


Kedokteran Kesehatan Masyarakat
Untuk upaya kuratif dan Untuk upaya promotif dan
rehabilitatif preventif

Secara tunai atau pre paid Disediakan pemerintah


(asuransi kesehatan) dalam bentuk anggaran
program kesehatan
Sistem Pembiayaan Kesehatan di Indonesia menurut Health for Indonesia

Sistem Pembiayaan Kelebihan Kekurangan


Fee For Service Penanganan yang diberikan dokter cendrung Sering terjadi moral hazard dimana
lebih maksimal dan tidak terkesan terbatas – batas provider akan sengaja secara berlebihan
member layanan kesehatan dengan tujuan
meningkatkan pendapatan dari layanan
tersebut
Kapitasi 1. Kepastian adanya pasien 1. Sering terjadi underutilisasi
2. Jaminan pendapatan di awal tahun / bulan (pengurangan layanan yang diberikan)
3. Semakin efisien layanan, semakin banyak 2. Kebanyakan dokter merasa dirugikan
pendapatan 3. Bila peserta sedikit, dapat merugikan
4. Dokter lebih taat prosedur dokter
5. Lebih menekankan pada pencegahan dan
promosi kesehatan

Gaji Dokter memperoleh pendapatan yang tetap 1. Sering terjadi kerjasama antara pihak
provider dengan bagian lain untuk
tiap bulannya berdasar upah minimal yang telah
memperoleh pendapatan yang lebih
ditentukan banyak
2. Dokter cendrung melakukan
pelayanan kesehatan seadanya dan
kurang optimal
Reimbursement 1. Dokter akan melakukan penangan dengan 1. Sering terjadi pemalsuan identitas dan
maksimal dimanfaatkan oleh pihak lain
2. Biaya kesehatan datang dari pihak perusahaan 2. Sering terjadi adanya overutilisasi dari
sehingga pasien tidak perlu mengeluarkan penyedia layanan kesehatan
biaya selain premi (bila ada premi)
STRATEGI PEMBIAYAAN KESEHATAN

1. Kecukupan/adekuasi & kesinambungan


pembiayaan kesehatan pada tk pusat dan daerah dg
langkah:
• Mobilisasi sumber2 pembiayaan baik sumber2
tradisional maupun non tradisional
• Kesinambungan fiscal space dalam anggaran
kesehatan
• Peningkatan kolaborasi intersektoral utk mendukung
pembiayaan kesehatan
2. Pengurangan pembiayaan kesh dg
Pembiayaan Out of Pocket & meniadakan
hambatan pembiayaan utk mendapatkan
pelayanan kesh bg kel miskin dan rentan
(pengembangan ASKES sosial)
• Promosi pemerataan akses dan
pembiayaan & utilisasi pelayanan
• Pencapaian universal coverage &
penguatan jaminan kesmas miskin &
rentan
3. Peningkatan efisiensi & efektifitas
pembiayaan kesehatan:
• Kesesuaian tujuan nasional dg reformasi
pembiayaan yg diterjemahkan dalam
anggaran operasional & rencana pembiayaan
• Penguatan kapasitas manajemen
perencanaan anggaran & pemberi yankes
(provider)
• Pengembangan best practice
FUNGSI PEMBIAYAAN KESEHATAN
1. Penggalian Dana
 Penggalian dana untuk Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
 Penggalian dana untuk Untuk Kesehatan Perorangan (UKP)

2. Pengalokasian Dana
 Alokasi dana dari pemerintah yakni alokasi dana yang berasal dari
pemerintah untuk UKM dan UKP yang dilakukan melalui penyusunan
anggaran pendapatan dan belanja baik pusat maupun daerah sekurang-
kurangnya 5% PDB atau 15% total anggaran pendapatan dan belanja
setiap tahunnya.
 Alokasi dana dari masyarakat yakni alokasi dana dari masyarakat untuk
UKM dilaksanakan berdasarkan atas asas gotong royong sesuai dengan
kemampuan masing-masing orang. Sedangkan untuk UKP dilakukan
melalui kepersertaan dalam program jaminan pemeliharaan kesehatan
wajib dan atau sukarela.
3. Pembelanjaan
Pembiayaan kesehatan dari pemerintah dan public private
patnership digunakan untuk membiayai UKM.
Pembiayaan kesehatan yang terkumpul dari dana sehat dan
dana sosial keagamaan digunakan untk membiayai UKM.
Pembelanjaan untuk pemeliharaan kesehatan keluarga iskin
dilaksanakan melalui Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
wajib.
PRINSIP PEMBIAYAAN KESEHATAN
3.Purchasing and
2. Pooling Payment
1. Revenue collecting Pengumpulan dana dibagikan
Mengumpulkan dana Menjamin pembelian dan
kepada anggota yang pembayaran pelayanan
kesehatan yang cukup mempunyai risiko kesehatan, di
dan kesehatan yang efisien
antara anggota/pengumpul secara teknis dan alokatif.
berkesinambungan dana. Dana yang dikumpulkan
untuk membiayai Mekanisme pembayaran
akan dibayarkan kepada ke fasilitas kesehatan dan
pelayanan kesehatan provider kesehatan. Tempat
dasar dan provider layanan
penampungan (pooling) dana: kesehatan. Komponen
perlindungan risiko Anggaran pemerintah
sakit/kecelakaan yang purchasing adalah sebagai
pusat/daerah (APBN atau APBD) berikut:
bisa membuat Asuransi kesehatan publik atau
kebangkrutan Alokasi sumber daya
swasta Paket manfaat
(katastropik). Asuransi berbasis kesehatan
Melalui pemerintah Mekanisme pembayaran
masyarakat provider
atau lembaga asuransi
SYARAT POKOK BIAYA KESEHATAN
• Jumlah harus memadai untuk menyelenggarakan
pelayanan kesehatan dan tidak menyulitkan
masyarakat yang memanfaatkannya.
• Penyebaran harus sesuai dengan kebutuhan
untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan
masyarakat.
• Pemanfaatan harus diatur setepat mungkin agar
tercapai efektifitas dan efisiensi pembiayaan
kesehatan.
PERATURAN PEMBIAYAAN JAMINAN
KESEHATAN
a.Pembiayaan jaminan kesehatan bertujuan
untuk penyediaan pembiayaan jaminan
kesehatan yang berkesinambungan dengan
jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil,
dan termanfaatkan secara berhasil guna dan
berdaya guna untuk menjamin
terselenggaranya pembangunan kesehatan
agar meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat setinggi-tingginya
b. Besar anggaran kesehatan Pemerintah dialokasikan minimal
sebesar 5% (lima persen) dari anggaran pendapatan dan
belanja negara di luar gaji, besar anggaran kesehatan
pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dialokasikan
minimal 10% (sepuluh persen) dari anggaran pendapatan
dan belanja daerah di luar gaji (pasal 171).
c.Alokasi pembiayaan jaminan kesehatan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 171 ayat (3) ditujukan untuk
pelayanan kesehatan di bidang pelayanan publik, terutama
bagi penduduk miskin, kelompok lanjut usia, dan anak
terlantar (pasal 172).
d.Alokasi pembiayaan jaminan kesehatan yang bersumber dari
swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (3)
dimobilisasi melalui sistem jaminan sosial nasional
dan/atau asuransi kesehatan komersial (pasal 173).
MASALAH POKOK BIAYA KESEHATAN
1. Kurangnya dana yang tersedia
2. Penyebaran dana yang tidak sesuai
3. Pemanfaatan dana yang tidak tepat
4. Pengelolaan dana yang belum sempurna
5. Biaya kesehatan yang makin meningkat:
6. Kemajuan ilmu dan teknologi .
7. Perubahan pola penyakit
8. Perubahan pola pelayanan kesehatan
9. Perubahan pola hubungan dokter – pasien
10. Lemahnya mekanisme pengendalian biaya
11. Penyalahgunaan asuransi kesehatan
UPAYA PENYELESAIAN BIAYA
KESEHATAN
• Upaya meningkatkan jumlah dana:
 Terhadap pemerintah, meningkatkan alokasi biaya kesehatan
dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.
 Terhadap badan-badan lain di luar pemerintah, menghimpun
dana dari sumber masyarakat serta bantuan luar negri.
• Upaya memperbaiki penyebaran, pemanfaatan dan
pengelolaan dana:
Penyempurnaan sistem pelayanan, misalnya lebih
mengutamakan pelayanan kesehatan masyarakat dan
atau melaksanakan pelayanan kesehatan secara
menyeluruh dan terpadu.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga
pengelola.
• Upaya mengendalikan biaya kesehatan:
Memperlakukan peraturan sertifikasi
Memperlakukan peraturan studi kelayakan.
Memperlakukan peraturan pengembangan yang
terencana.
Menetapkan standar baku pelayanan.
Menyelenggarakan program menjaga mutu.
Menyelenggarakan peraturan tarif pelayanan.
Asuransi kesehatan.
KESIMPULAN
Pembiayaan kesehatan adalah besarnya Sumber biaya kesehatan dapat
dana yang harus disediakan untuk dibedakan menjadi dua macam yaitu
menyelenggarakan dan atau seluruhnya bersumber dari anggaran
memanfaatkan berbagai upaya kesehatan pemerintah dan sebagian ditanggung
yang diperlukan oleh perorangan, keluarga, oleh masyarakat.
kelompok dan masyarakat
Masalah-masalah yang sering dihadapi
Terdapat beberapa fungsi dalam pembiayaan kesehatan antara lain
pembiayaan kesehatan, meliputi kurangnya dana yang tersedia akibat dari
penggalian dana, pengalokasian rendahnya alokasi anggaran, penyebaran
dana, dan pembelanjaan dana. dana yang tidak, pemanfaatan dana yang
tidak tepat, pengelolaan dana yang belum
sempurna, biaya kesehatan yang makin
Untuk mengatasi berbagai masalah
meningkat, kemajuan ilmu dan teknologi,
sebagaimana dikemukakan, terdapat
perubahan pola penyakit, perubahan pola
beberapa upaya penyelesaian yang
pelayanan kesehatan, perubahan pola
memungkinkan yaitu upaya dalam
hubungan pasien-dokter, lemahnya
meningkatkan jumlah dana baik
mekanisme pengendalian biaya, serta
terhadap pemerintah maupun terhadap
penyalahgunaan asuransi kesehatan
badan lain diluar pemerintah, upaya
memperbaiki penyebaran,
pemanfaatan, pengelolaan dana, serta
upaya mengendalikan biaya kesehatan
TERIMA KASIH 