Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KASUS

TINEA KORPORIS

Oleh :
Muhammad Saifur Rizal
201510401011080

Pembimbing :
dr. Sri Adilla Nuraininwati, Sp.KK

Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Malang
2015
DEFINISI
• Dermatofitosis pada kulit superfisial tidak berambut (glabrous
skin) kecuali telapak tangan, telapak kaki, dan lipat paha
(Budimulja, 2011, dan Verma S, 2008).

• Sinonim : tinea sirsinata, ringworm of the body, tinea


glabrosa, kurap, scherende flechte, herpes sircine
trichophytique ( Budimulja, 2011, dan Hay RJ 2010).
Epidemiologi
• Iklim panas dan lembab >>

• Penularan : dari manusia atau hewan yang sudah terinfeksi


sebelumnya, melalui pakaian, atau melalui autoinokulasi dari
reservoir seperti kolonisasi T. Rubrum pada kaki

• Laki-laki = perempuan,

• Menginfeksi pada semua kelompok usia.


Etiologi
• Dermatofita : Mycosporum, Trichophyton,
Epidermophyton

• Penularan :
– Antrofilik

– Zoofilik

– Geofilik
Patofisiologi
• Invasi dermatofita pada kulit  inkubasi (1-3mgg) 
berkembang biak dan penetrasi ke stratum korneum

• Invasi  Respon jaringan  reaksi inflamasi 


menghilangkan patogen  patogen mencari tempat baru 
central healing

• Garukan, kelembapan  terjadi lesi baru


Gejala Klinis
• Lokasi wajah, anggota gerak atas dan bawah, dada,
punggung
• Gatal, terutama bila berkeringat
• Eff:
– Makula/plak eritematosa/hiperpigmentasi, skuama
– Tepi aktif/meninggi, tengah menyembuh (Central Healing)
– Pada tepi  papul/vesikel eritematosa
– Kronik  likenifikasi
Diagnosis Banding
• Kandidiasis :
– Gatal hebat/panas seperti terbakar
– Lokasi : anus, daerah lipatan, sekitar umbilikus
– Eritematosa, erosif, satelit papul
– KOH : pseudohifa

• Psoriasis :
– Makula eritematosa batas tegas dengan skuama kasar yang menutupi
– Auspitz Sign (+), fenormena titisan lilin (+), fenomena koebner (+)
– Lokasi : siku, lutut, punggung, tungkai
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan KOH  hifa bersepta, artrospora

• Kultur  menentukan spesies jamur


Penatalaksanaan
• Antifungal Oral :
– Griseofulvin

– Terbinafin

– Itraconazole

– Fluconazole

• Antifungal Topikal :
– Imidazoles

– Allylamines

– Ciclopirox
• Pencegahan :
– Menjaga kontak antara penderita dan orang sekitar

– Pemakaian pakaian, handuk, selimut secara bersama

– Menjaga kelembapan
Prognosis
• Baik bila diberikan terapi yang adekuat dan
menghilangkan faktor predisposisi
Identitas Pasien
• Nama : Ny. Siti Maimunah

• Umur : 39 th

• Pekerjaan : IRT

• Alamat : Pagu Wates

• Tanggal periksa : 22 september 2015


Anamnesis
• Keluhan utama : gatal

• RPS : gatal di bawah payudara, sejak 15 hari yang


lalu, kemudian menjalar ke perut dan paha sejak 1
minggu yll. Demam (-), keluhan lain (-)

• RPD : tidak pernah seperti ini sebelumnya

• RPK : ibu mertua juga mengalami seperti ini

• RPSos : di sekitar pasien tidak ada yg seperti ini


Pemeriksaan Fisik
• Status generalis :
– Kesadaran : Kompos Mentis
– GCS 456
– KU : baik
– Kepala dan leher : dbn
– Thorax : dbn
– Abdomen : terdapat kelainan kulit
– Ekstremitas : dbn
• Status dermatologis :
– Lokasi : regio abdomen
– Eff: makula eritematosa dengan batas jelas, tepi
aktif, meninggi, central healing
Resume
• Ny. S datang dengan keluhan di bawah payudara. Gatal sejak
15 hari yang lalu, awalnya di bawah payudara, kemudian
menjalar ke perut dan paha sejak seminggu yang lalu. Sudah
diberi obat salep, dipakai 3 kali sehari, tapi timbul lagi.
Demam (-), keluhan lain (-).Tidak pernah seperti ini
sebelumnya. DM (-).Ibu mertua juga mengalami seperti
pasien. Di sekitar pasien tidak ada yang seperti pasien. Pada
regio abdomen didapatkan Makula eritematosa batas jelas
dengan tepi aktif, meninggi, dan central healing.
• Diagnosis : Tinea Korporis

• Diagnosis Banding : Kandidiasis, psoriasis

• Planning diagnosis :
– KOH

– Kultur

• Planning Terapi :
– Griseofulvin 500mg 1x1 selama 4 minggu

– Cetirizine 10mg 1x1

– Miconazole krim 2% 2 kali sehari

• Monitoring :
– Keluhan pasien
– Perbaikan klinis
• Edukasi :
– Menganjurkan pasien agar menjaga hygiene dan
kelembapan

– Pakaian, handuk, sprei dicuci agar tidak terjadi penularan

– Konsumsi obat secara teratur

– Ibu mertua juga diobati


PEMBAHASAN
Kasus Teori
Epidemiologi • Pada kasus ini pasien berusia • Lokalisasi lesi tinea korporis adalah
39 tahun. wajah, anggota gerak atas dan
• Gatal di bawah payudara, bawah, dada, punggung. Gejala
sejak 15 hari yang lalu, subjektif yaitu keluhan gatal,
kemudian menjalar ke perut terutama jika berkeringat.
dan paha sejak 1 minggu yll. • Karena gatal dan digaruk, lesi akan
• Ibu mertua juga mengalami meluas, terutama pada kulit yang
seperti ini lembab
• Penularan secara antrofilik, zoofilik,
geofilik
Morfologi dan Pada regio abdomen didapatkan • lesi adalah berbentuk makula / plak
distribusi
Makula eritematosa batas jelas yang merah / hiperpigmentasi dengan
dengan tepi aktif, meninggi, dan tepi aktif dan penyembuhan sentral.
central healing. Pada tepi lesi dijumpai papula-papula
eritematosa atau vesikel. Pada
perjalanan penyakit yang kronik
dapat dijumpai likenifikasi
Kasus Teori
Diagnosis • Kandidiasis Gatal hebat/panas spt terbakar
Banding Lokasi : daerah lipata, anus, sekitar
umbilikus
Eff: eritematosa, erosif, satelit papul
KOH : pseudohifa

• Psoriasis Makula eritematosa batas tegas


dengan skuama kasar yang menutupi
Auspitz Sign (+), fenormena titisan
lilin (+), fenomena koebner (+)
Lokasi : siku, lutut, punggung,
tungkai

Pemeriksaan • Pemeriksaan KOH • Didapatkan hifa bersepta, artrospora


penunjang

• Kultur • Menentukan spesies jamur


Kasus Teori

Terapi • Griseofulvin 500mg 1x1 • Pengobatan sistemik yang dapat


selama 4 minggu diberikan pada tinea korporis
adalah Griseofulvin merupakan
obat sistemik pilihan pertama.
• Cetirizine 10mg 1x1
dermatofitosis pada umumnya
dapat diatasi dengan pemberian
• Miconazole krim 2% 2 kali griseofulvin yang bersifat
sehari fungistatik.
• imidazole untuk penggunaan
topikal, seperti clotrimazole,
econazole, ketokonazole,
miconazole, telah terbukti sebagai
solusi efektif pada infeksi jamur
dengan insidensi efek samping
yang rendah dengan persentase
penyembuhan 70-100% setelah
pengobatan dengan agen topikal
golongan azoles atau allylamines
Kesimpulan
• Tinea korporis merupakan segala dermatofitosis pada kulit
superfisial tidak berambut (glabrous skin) kecuali telapak
tangan, telapak kaki, dan lipat paha.
• Disebabkan oleh golongan jamur dermatofita, infeksi secara
antrofilik, zoofilik, geofilik
• Lokalisasi lesi tinea korporis adalah wajah, anggota gerak atas
dan bawah, dada, punggung. Gejala subjektif yaitu keluhan
gatal, terutama jika berkeringat.
• Efloresensi atau sifat-sifatnya lesi adalah berbentuk makula/
plak yang merah atau hiperpigmentasi dengan tepi aktif dan
penyembuhan sentral. Pada tepi lesi dijumpai papula-papula
eritematosa atau vesikel.
• Untuk lesi pada glabrous skin, agen topikal seperti ciclopirox,
imidazoles, butenafine atau allylamines, efektif untuk tinea
korporis. Antifungal oral dipakai untuk lesi yang tersebar luas
atau yang mengalami inflamasi

• Prognosis umumnya baik bila diobati dengan terapi yang


adekuat dan menghilangkan faktor predisposisi.