Anda di halaman 1dari 14

POLIP NASI

NAMA :
BELLINDA INTAN LUCIA (17360225)
PEMBIMBING:
SRI UTAMI WULANDARI SP. THT-KL
ANATOMI HIDUNG
FUNGSI HIDUNG

• Sebagai jalan nafas


• Pengatur kondisi udara (air conditioning)
• Indra penghidu
• Resonansi suara
• Proses bicara
• Refleks nasal
DEFINISI

Polip hidung adalah masa lunak yang


mengandung banyak cairan di dalam
rongga hidung, berwarna putih keabu-
abuan, mengkilat, lunak yang terjadi akibat
inflamasi mukosa
ETIOLOGI
Terjadinya polip nasi dapat dipengaruhi oleh
beberapa hal seperti umur, alergi, infeksi dan inflamasi
Faktor-faktor lain penyebab polip hidung:
•Faktor Herediter
•Rhinitis alergika
•Sinusitis kronis
• Faktor Non Herediter : Peradangan mukosa hidung , edema,
iritasi,reaksi hipersensitifitas
KLASIFIKASI

Polip nasal multipel Polip nasal tunggal


PEMBAGIAN/GRADE

• Grade 0 : Tidak ada polip


• Grade 1 : Polip terbatas pada meatus media
• Grade 2 : Polip sudah keluar dari meatus media,
tampak di rongga hidung tapi belum menyebabkan
obstruksi total
• Grade 3 : Polip sudah menyebabkan obstruksi total
GEJALA KLINIS
Gejala utama yang ditimbulkan oleh polip hidung
adalah rasa sumbatan di hidung. Sumbatan ini tidak
hilang – timbul dan makin lama semakin berat
keluhannya. Pada sumbatan yang hebat dapat
menyebabkan gejala hiposmia atau anosmia.
Bila penyebabnya adalah alergi, maka gejala
yang utama ialah bersin dan iritasi di hidung.
PATOFISIOLOGI
Fenomena Bernoulli menyatakan bahwa
udara yang mengalir melalui tenpat yang sempit
akan menimbulkan tekanan negative pada daerah
sekitarnya. Jaringan yang lemah ikatannya akan
terisap oleh tekanan negative ini sehingga
mengakibatkan edema mukosa dan pembentukan
polip. Fenomena ini menjelaskan mengapa polip
kebanyakan berasal dari area yang sempit di
kompleks osteomeatal di meatus medius.
DIAGNOSA BANDING

• Konka polipoid,
• Angiofibroma Nasofaring Juvenil
• Keganasan pada hidung
DIAGNOSIS

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala


klinis dan hasil pemeriksaan rinoskopi anterior
polip nasi terlihat sebagai massa yang berwarna
pucat yang berasal dari meatus nasi medius dan
mudah digerakkan.
PENATALAKSANAAN

• Terapi Konservatif
Kortikosteroid topical diberikan dalam bentuk
tetes atau semprot hidung tiak lebih dari 2 minggu.
Kortikosteroid sistemik dapat diberikan secara oral
•Operasi
•Polipektomi
•Etmoidektomi.
•Kombinasi
PROGNOSIS

Polip hidung sering tumbuh kembali,


oleh karena itu pengobatannya juga perlu
ditujukan kepada penyebabnya, misalnya
alergi.