Anda di halaman 1dari 23

CASE REPORT

DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA ABSES SINUS PREAURIKULAR


Pembimbing :
KRH. dr. H. Djoko Sindhusakti Widyodiningrat, Sp.THT - KL (K), MBA., MARS., M.Si, Audiologist
Dr. dr. H. Iwan Setiawan Adji, Sp. THT – KL
dr. Dimas Adi Nugroho, Sp. THT-KL

Oleh :
Zella Novi Rahmaningrum
(J510170076)
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN
RSUD KARANGANYAR
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2018
STATUS PASIEN

IDENTITAS PASIEN

• Nama : An. R
• Umur : 9 Tahun
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• Alamat : Jatirejo
• Pekerjaan : Pelajar
• Tgl masuk : Kamis, 11 Januari 2018
• No RM : 27XXXX
ANAMNESIS
• Keluhan Utama
Terdapat benjolan di depan telinga kiri disertai rasa nyeri saat
ditekan.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


• Keluhan utama  terdapat benjolan di depan telinga kiri
disertai rasa nyeri saat ditekan sejak 12 hari SMRS
• Gatal  terbentuk benjolan, semakin membesar
• Terdapat lubang kecil berbentuk lonjong di depan kedua telinga
pasien sejak lahir
• Riwayat saat usia 5 tahun keluar cairan seperti nanah dari
lubang tersebut
• Nyeri telinga (-), gangguan pendengaran (-), telinga berdenging
(-), demam (-), batuk (-), pilek (-), nyeri tenggorokan (-)
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
• Keluhan serupa (-), DM (-), HT (-),
Alergi (-)
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
• Serupa (-), DM (-), HT (-), Alergi (-)
Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
• ANC rutin di bidan. Riwayat ibu sakit atau
minum obat saat hamil (-)
• Lahir normal, BBL 2700 gr,usia cukup bulan,
langsung menangis.

Riwayat Imunisasi
• Imunisasi lengkap
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan • Sedang
Umum
• Compos Mentis
Kesadaran • E4 V5 M6

• Tekanan Darah 100/60 mmHg


• Nadi 90 x/menit reguler
Vital Sign • RR 18 x/menit
• Suhu 36,80 C
Pemeriksaan Fisik Generalis
• Normocephal, konjungtiva anemis (-/-),
Kepala sklera ikterik (-/-)

Leher • Pembesaran kelenjar limfe (-)

• Simetris, suara dasar paru-paru vesikuler


Thoraks (+/+), bunyi jantung I dan II murni reguler

• Distended (-), supel, peristaltik normal


Abdomen 10x/menit

Ekstremitas • Akral hangat (+), CRT < 2 detik


STATUS THT
Pemeriksaan Auricula Dextra Auricula Sinistra
Telinga
Tragus Nyeri tekan (-), edema (-) Nyeri tekan (-), edema (-)
Preaurikula dan Bentuk dan ukuran telinga Bentuk dan ukuran telinga
retroaurikula dbn, massa (-), benjolan (-), dbn, massa (-), fistula (+)
fistula (+) terletak di depan terletak di depan heliks
heliks ascendens telinga kanan ascendens telinga kiri,
benjolan (+) bentuk bulat
memanjang dengan ukuran 2
x 1,5 cm, warna hiperemis,
nyeri tekan (+)
Daun telinga Bentuk dan ukuran dalam Bentuk dan ukuran dalam
batas normal, hematoma (-), batas normal, hematoma (-),
edema (-), hiperemis (-), edema (-), hiperemis (-),
sekret (-) sekret (-)
Liang telinga Serumen (-), hiperemis (-), Serumen (+), hiperemis (-),
(MAE) edema (-), furunkel (-), edema (-), furunkel (-),
otorhea (-) otorhea (-)

Membran timpani Intak, retraksi (-), hiperemi (- Intak, retraksi (-),hiperemi (-


), bulging (-), edema (-), ), bulging (-),edema (-),
perforasi (-), cone of light (+) perforasi (-), cone of light (+)
TES GARPU TALA

Tes Rinne Tes Weber Tes Swabach

sama dengan
Telinga Kanan +
pemeriksa
tidak ada
laterisasi
sama dengan
Telinga Kiri +
pemeriksa
HIDUNG

Pemeriksaan
Hidung Kanan Hidung Kiri
Hidung
Hidung luar Bentuk normal, Bentuk normal,
hiperemis (-), hiperemi (-), deformitas
deformitas (-), nyeri (-), nyeri tekan (-),
tekan (-), krepitasi (-) krepitasi (-)
Rinoskopi Anterior
Vestibulum nasi Normal Normal
Cavum nasi Bentuk (normal), hiperemia (-) Bentuk(normal), hiperemia (-)

Meatus nasi Mukosa hiperemis (-), sekret (- Mukosa hiperemis (-), sekret (-
media ), massa (-) ), massa (-)
Konka nasi Edema (-), mukosa hiperemi (-) Edema (-), mukosa hiperemi (-)
inferior
Septum nasi Deviasi (-), perdarahan (-), Deviasi (-), perdarahan (-),
ulkus (-) ulkus (-)

Rhinoskopi posterior
Tidak tampak pembesaran kelenjar adenoid
Tidak tampak ada massa
RONGGA MULUT DAN FARING
Bibir & mulut Mukosa bibir dan mulut basah, berwarna merah muda
Geligi Warna mukosa gusi merah muda, hiperemi (-)
Lidah Pseudomembrane (-), ulkus (-)
Uvula Bentuk normal, letak di tengah, hiperemi (-)
Palatum mole Ulkus (-), hiperemi (-)
Mukosa faring Mukosa hiperemi (-)
Tonsila palatina Kanan: T1, Hiperemi (-), detritus (-), kripte melebar (-)
Kiri: T1, Hiperemi (-), detritus (-), kripte melebar (-)
Pemeriksaan laringoskopi indirect

• Plica vocalis dalam batas normal


• Mucosa laring hiperemis (-)
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Darah Rutin
Hasil Harga normal
HB 13,3 10,7-14,7
Hematokrit 15,2 31-43
Leukosit 2,55 4,5-13,5
Trombosit 376 181-521
Eritrosit 1,74 3,7-5,7
MCV 87,4 82,0-92,0
MCH 76,4 22-34
MCHC 87,5 32,0-37,0
Neutrofil 620 50,0-70,0
Limfosit 28,0 25,0-40,0
Monosit 6,0 3,0-9,0
Eosinofil 2,8 2,5-5,0
Basofil 1,2 0,0-1,0
CT 05,00 2-8
FOTO POLOS
Diagnosis Kista inklusi
epidermal

Karsinoma
Furunkel
sel basal

Diagnosis
Banding

Diagnosis
Abses Sinus Preaurikular
Terapi

Konservatif
• Kompres hangat
• Antibiotik sistemik  Amoxicillin syr 3 x 2 cth (dosis
harian 1200mg)
• Analgetik  Paracetamol syr 3 x 1 cth (dosis harian
450mg)

Operatif
• Insisi dan drainase abses
• Fistulektomi
Pasca Operasi
• Rawat luka post op
• Inf RL 20/tpm
• Inj ceftriaxon 2 x 500 mg
• Inj Metronidazole 3 x 250 mg
• Inj Santagesic 3 x 250 mg
• Inj Asam Tranexamat 3 x 250 mg
Edukasi

Menjaga kebersihan telinga,


membersihkan muara dari sumbatan

Antibiotik harus diminum sampai


habis
Prognosis

Quo ad dubia ad
vitam bonam

Quo ad dubia ad
sanam bonam

Quo ad dubia ad
fungsionam bonam
TERIMA KASIH 