Anda di halaman 1dari 24

PENERAPAN TEORI FLORANCE

NIGHTINGALE DALAM PELAYANAN


KEPERAWATAN

Disusun Oleh :
Lia Anggi Safitri
Alvin Aprianti
Netty Nuraeny
Nightingale lahir pada tahun 1820 di Florence, Italia. Orang tua Nightingale sangat
kaya dan sering kali melakukan perjalanan ke luar negeri. Nightingale adalah wanita
yang cantik dan diharapkan untuk berperilaku seperti setiap wanita Victoria lainnya,
mengisi waktunya sebelum menikah dengan musik, membaca, bordir, dan belajar
bagaimana menjadi nyonya rumah yang sempurna (Brown, 1988) dalam (Alligood,
2006). Ketika Florence berusia 17 tahun ia mulai merasakan simpati terhadap orang-
orang disekitarnya.
Hingga akhirnya pada usia 24 tahun Florence memutuskan untuk membantu rakyat
di Rumah Sakit, namun hal tersebut mendapat penolakan dari keluarganya sampai
suatu ketika ia pergi ke Kaiserworth, Jerman, untuk belajar keperawatan dari institusi
diakones (Brown, 1988; Woodham-Smith, 1951) dalam (Alligood, 2010). Dia belajar di
sana selama 3 bulan dan kemudian kembali untuk melayani keluarganya. Itu lain 2
tahun sebelum dia diizinkan untuk praktek keperawatan (Brown, 1988; Woodham-Smith,
1951) dalam (Alligood, 2010). Karena pekerjaannya di keperawatan dan pendidikan
keperawatan, ia dikenal sebagai pendiri keperawatan modern (Dennis & Prescott,
1985; Henry, Woods & Nagelkerk, 1990) dalam (Alligood, 2010). Dia mulai sekolah
keperawatan di Rumah Sakit St Thomas di Inggris dan menulis banyak naskah tentang
rumah sakit reformasi dan 4 perawatan (Brown, 1988; Woodham-Smith, 1951).
Konsep – Konsep Utama Florance Nightingale

a. Teori Dasar
Hubungan lingkungan yang sehat dengan keperawatan. ;pengaruh
ekondisi dapat mencegah, menekan, atau berkontribusi terhadap
penyakit.

b. Teori Tujuan
Perawat membantu mempertahankan vitalitas mereka sendiri dengan
memenuhi kebutuhan dasar mereka melalui kontrol lingkungan.

c. Fokus Keperawatan
Kontrol lingkungan bagi individu, keluarga, dan masyarakat.
Jenis Lingkungan Menurut Florance Nightingale

1. Lingkungan Fisik (Physical Environment)

Merupakan lingkungan dasar atau alami yang berhubungan dengan ventilasi dan
udara. Lingkungan fisik yang bersih akan mempengaruhi kesehatan pasien dimanapun
dia berada harus bebas dari debu, asap, dan bau – bauan.
Tempat tidur pasien harus bersih, ruangan hangat, udara bersih, tidak lembab,
bebas dari bau – bauan. Luas tinggi penempatan tempat tidur harus memberikan
keleluasaan pasien untuk beraktifitas. Tempat tidur harus emendapatkan ruangan yang
cukup penerangan, jauh dari kebisingan dan bau limbah, posisi pasien ditempat tidur
harus diatur sedemikian rupa supaya mendapat ventilasi.
2. Lingkungan Psikologi (Psycologi Environment)

Folrance Nightingale melihat bahwa kondisi lingkungan yang negatif


dapat menyebabkan stres fisik dan berpengaruh terhadap emosi pasien.
Mendapatkan sinar matahari, makanan yang menarik dan aktivitas manual
dapat membantu pasien dalam menjaga emosinya.
Komunikasi dengan pasien dipandang dalam satu konteks lingkungan
yang menyeluruh, komunikasi jangan dilakukan terburu – buru atau terputus
– putus, tidak boleh memberikan harapan yang terlalu muluk, menasehati
yang berlebihan tentang kondisi penyakitnya.
Selain itu membicarakan kondisi – kondisi lingkungan dimana dia
berada atau cerita hal – hal yang menyenangkan dan para pengunjung
yang baik dapat memberikan rasa nyaman.
3. Lingkungan Sosial (Social Environmen)

Observasi dari lingkungan sosial terutama hubungan yang spesifik,


kumpulan data – data yang spesifik, dihubungkan dengan keadaan
penyakit, sangat penting untuk pencegahan penyakit.
Dengan demikian setiap perawat harus menggunakan
kemampuan observasi dalam hubungan dengan kasus – kasus
secara spesifik lebih dari sekesar data – data yang ditunjukkan pasien
pada umumnya.
Seperti juga hubgan komuniti dengan lingkungan sosial
dugaannya selalu dibicarakan dalam hubungan individu pasien yaitu
lingkungan pasien secara menyeluruh tidak hanya meliputi
lingkungan rumah atau lingkungan rumah sakit tetapi keseluruhan
komunitas yang berpengaruh terhadap lingkungan secara khusus.
Komponen Pokok Lingkungan Sehat Florance
Nightingale

1. Peredaran hawa yang baik


2. Cahaya yang memadai
3. Kehangatan yang cukup
4. Pengendalian kebisingan
5. Pengendalian eflufia (bau yang berbahaya)
Komponen Lingkungan Florance Nightingale
1. Kesehatan rumah
2. Ventilasi dan Pemanasan
3. Cahaya
4. Kebisingan
5. Variasi / keanekaragaman
6. Tempat Tidur
7. Kebersihan Kamar dan Halaman
8. Kebersihan Pribadi
9. Pengambilan Nutrisi dan Makanan
10. Obrolan Harapan dan Nasehat
11. Pengamatan Orang Sakit
12. Pertimbangan Sosial
Paradigma Keperawatan Florance Nightingale

a. Perorangan (Person)
 Nightingale menyebutnya sebagai “pasien”
 Seorang manusia ditindaklanjuti oleh seorang perawat, atau
dipengaruhi oleh lingkungan
 Reparative memiliki kekuatan untuk menangani penyakit
 Penyembuhan adalah kekuasaan pasien yang berada dalam
lingkungan yang aman
 Penerima perawatan, termasuk fisik, spiritual, psikologis, dan
komponen sosial budaya dan individu, keluarga atau komunitas
b. Lingkungan (Environment)

 Komponen dasar teori Nightingale


 Kondisi eksternal dan kekuatan yang mempengaruhi kehidupan seseorang dan
pembangunan
 Termasuk dari segala sesuatu seseorang makanan untuk seorang perawat verbal
dan nonverbal
 Interaksi dengan pasien
 Semua kondisi internal dan eksternal, keadaan, dan mempengaruhi orang
c. Kesehatan (health)

 Penyembuhan menggunakan kekuatan seseorang


 Pengendalian faktor – faktor lingkungan sehingga mencegah penyakit
 Penyakit ini dipandang sebagai suatu proses reparative dilembagakan oleh
alam
 Kesehatan dan penyakit adalah fokus dari perawat
 Perawat membantu pasien memalui proses penyembuhan
 Derajat kesehatan atau penyalit yang dialami oleh seseorang
d. Keperawatan (Nursing)

 Memberikan udara segar, cahaya, kehangatan, kebersihan, tenang, dan diet


yang baik
 Memfasilitasi proses reparative pasien dengan memastikan lingkungan yang
terbaik
 Pengaruh lingkungan untuk mempengaruhi kesehatan
 Mendukung proses keperawatan ( meskipun itu belum bahkan tidak
dikembangkan)
 Tindakan, karakteristik, dan sifat- sifat prang yang memberikan perawatan
 Pendidikan keperawatan berada ditangan perawatKeperawatan adalah proses
reparative pasien daripada penyembuhan penyakit mereka
Hubungan Teori Florance dengan Proses
Keperawatan

 Pengkajian / Pengumpulan Data


Data pengkajian Flprance lebih menitikberatkan pada kondisi lingkungan
(lingkungan fisik, psikis, dan sosial).

 Analisa Data
Data dikelompokkan berdasarkan lingkungan fisik, sosial, dan mental yang
berkaitan dengan kondisi klien yang berhubungan dengan lingkungan
keseluruhan.
Masalah difokuskan pada hubungan individu
dengan lingkungan misalnya :

a. Kurangnya informasi tentang kebersihan lingkungan


b. Ventilasi
c. Pembungan sampah
d. Pencemaran lingkungan
e. Komunikasi sosial, dll.
Diagnosa Keperawatan

Berbagai masalah klien yang berhubungan dengan lingkungan antara lain :


a. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap efektifitas asuhan
b. Penyesuaian terhadap lingkungan
c. Pengaruh stresor lingkungan terhadap efektifitas asuhan
Implementasi

Upaya dasar merubah atau mempengaruhi lingkungan yang memungkinkan


terciptanya kondisi lingkungan yang baik yang mempengaruhi kehidupan,
pertumbuhan dan perkembangan individu.

Evaluasi

Mengobservasi dampak perubahan lingkungan terhadap kesehatan individu.


CONTOH PERAN PERAWAT
Perawat merawat orang sakit dan cedera di rumah sakit, tempat
bekerja untuk memperbaiki kesehatan dan memperingan penderitaan.
Banyak orang di pulangkan ke rumah dari sakit ketika mereka masih
membutuhkan asuhan keperawatan, sehingga perawat sering
memberikan perawatan di rumah yang hampir sama dengan yang
mereka berikan pada pasien di rumah sakit.

Berdasarkan teori ada beberapa hal yang pelu di lakukan perawat


atau beberapa contoh peran perawat berdasarkan teori :
 Pada saat memberikan nutrisi kepada pasien yang harus dilakukan
perawat adalah
 1) Buat pasien merasa nyaman.
 2) Jelaskan pentingnya nutrisi yang baik
 3) Posisikan pasien untuk makan
 4) Buat lingkungan sekitar nyaman
 5) Jika perlu bantu pasien makan
 ). Pemberian nutrisi yang adekuat pada pasien sangatlah
penting.
 Pasien memerlukan nutsrisi untuk mempertahankan fungsi tubuh
dan untuk tumbuh.
 Pasien harus mendapatkan kalori yang cukup, dalam bentuk
karbohidrat, lemak, dan protein untuk menyuplai energi.
 Tubuh pasien juga memerlukan asam amino yang ditemukan
dalam protein untuk membangun dan mempertahankan struktur
sel dan jaringan yang lebih besar.
 Dan akhirnya pasien pun memerlukan vitamin dan mineral untuk
metabilisme dan untuk mengatur banyak proses tubuh pasien.
 Individu yang sakit memerlukan banyak makanan daripada orang
sehat dalam upaya penyembuhan dan pemulihan.
 Sebagai contoh pasien yang menjalani pembedahan membutuhkan
diet yang mengandung banyak vitamin C dan protein karena ini
dapat membantu penyembuhan.
 Protein juga secara khusus penting untuk melawan infeksi karena
antibodi yang digunakan tubuh untuk melawan infeksi adalah
protein. Diet adekuat juga penting.
 Namun, banyak penyakit membuat seseorang sulit makan, atau
membuat pasien sulit untuk mencerna makanan.
 Kondisi – kondisi yang memepersulit pasien/individu mendapatkan nutrisi yang
mendapatkan nutrisi yang adekuat :
 • Individu yang menderita luka pada tenggorok mungkin mengalami kesulitan
untuk menelan.
 • Individu yang mangalami masalah lambung mungkin mual terhadap makanan.
 • Individu yang demam mungkin tidak nafsu makan.
 • Pasien yang di rumah sakit hampir selalu berisiko menalami kekurangan nutrisi
karena penyakit mereka atau karena tindakan terhadap penyakit mereka.
 • Banyak pasien telah mengalami kekurangan nutrisi ketika masuk rumah sakit.
 • Makanan yang dihidangkan dirumah sakit mungkin berbedadari makanan yang
biasa dikonsumsi pasien. Pasien mungkin tidak suka makanan rumah sakit.
 • Makanan mungkin dihidangkan pada waktu ketika pasien tidak biasa makan dan
ketika mereka merasa tidak lapar.
 Membuat pasien merasa nyaman dan tenang di lingkungan rumah sakit
merupakan hal yang perlu dilakukan.
 Cara yang dilakukan untuk membuat pasien merasa nyaman, pada saat memberi
makanan di rumah sakit misal dengan membersihkan meja tempat tidur dan
yakinkan ada tempat untuk semua piring.
 Makanan harus di hidangkan pada nampan bersih dan harus terlihat menarik.
Yakinkan ada alat makan yang digunakan.
Hal – hal lain yang perlu dilakukan perawat berdasarkan teori :
 1) Memberikan kenyamanan dan ketenangan lingkungan kepada
pasien
 2) Merawat pasien dengan benar
 3) Bekerja sama dengan dokter untuk mengobati pasien
 4) Mengoordinasi perawatan pasien
 5) Melindungi pasien
 6) Menjaga lingkungan pasien dalam kondisi higiene
 7) Menjaga pasien dari infeksi
 8) Memberikan udara kepada pasien agar pasien dapat bernapas
dengan tenang dan nyaman.
 9) Memberikan rasa aman kepada pasien
 10) Mengetahui dan mengontrol kondisi pasien setiap waktu
 . KESIMPULAN
Florence nightingale memandang pasien dalam kontek
keseluruhan lingkungan yaitu lingkungan fisik, psikologis, sosial
Florence nightingale memandang perawat tidak hanya sibuk
dengan masalh pemberian obat dan pengobatan saja, tetapi lebih
berorientasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan,
kebersihan, ketenangan, dan nutrisi adekuat.
Pengkajian atau observasi bukan demi berbagai informasi atau
fakta yang mencurigakan, tetapi demi penyalamatan hidup dan
meningkatkan kesehatan dan keamanan.
 . Teori Nightingale adalah teori yang mengemukakan tentang
lingkungan.

 Florence Nightingale sendiri adalah perawat yang pertama kali ada


di dunia dan beliau di kenal sebagai wanita yang pantang menyerah
dalam merawat pasien dan memiliki jiwa penolong serta sangat
berperan penting dalam perkembangan ilmu keperawatan.

 Teori dari Florence nightingale sangatlah bermanfaat bagi para


perawat terutama pada saat kita merawat pasien.

 Mungkin pada saat kita merawat pasien kita melupakan faktor


lingkungan di sekitar pasien, padahal lingkungan sangatlah
berpengaruh dalam penyembuhan pasien.

 Pasien sangatlah membutuhkan kenyamanan dan ketenangan pada


saat dia di rawat. Semoga dengan adanya makalah ini dapat
menjadi bahan perhatian kita semua.