Anda di halaman 1dari 22

Haslinda

09 777 005

Pembimbing
Dr. Abdul Faris Sp.OG
BAB I
PENDAHULUAN

Sindrom ovarium polikistik (SOPK) merupakan


masalahendokrinologi reproduksi dan fungsi metabolik
yang sering terjadi dan sampai saat ini masih menjadi
kontroversi. Penyakit yang juga dikenal dengan nama
Stein-Leventhal Syndrome ini adalah suatu sindrom
dengan karakteristik berupa anovulasi kronis dan
hiperandrogenisme yang dapat menyebabkan
beragam manifestasi klinis.
Anatomi Ovarium
Patofisiologi
ETIOLOGI

Penyebab Sindrom Polikistik


Ovarium tidak diketahui secara
pasti
DIAGNOSIS
Anamnesis

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang
 The European Society for Human Reproduction
and Embryology (ESHRE) dan The American
Society for Reproductive Medicine (ASRM)
merekomendasikan minimal 2 dari 3 gambaran
berikut memenuhi untuk diagnosis SOPK:
 Oligo- atau anovulasi
 Terdapat tanda hiperandrogen secara klinis maupun
biokimia
 Gambaran polikistik ovarium pada USG
Hirsutisme
The Ferriman–Gallwey Hirsutism
Scoring System
Pada ultrasonografi transvaginal
memperlihatkan folikel-folikel yang tersebar
di perifer
PENATALAKSANAAN

Pengobatan ditekankan pada 2 hal yang


umum timbul pada penderita sindrom ovarium
polikistik yaitu terapi gangguan proses reproduksi
(infertilitas, anovulasi kronik dan hirsutisme) serta
terapi jangka panjang yang mengutamakan pada
sequelae kelainan metaboliknya.
Terapi Medikamentosa
Kontrasepsi oral

Progestin sintetis

Antiandrogen

Metformin (Glucophage)
Terapi Pembedahan

Wedge Resection

Laparoscopic ovarian drilling


Laparoscopic ovarian drilling
KOMPLIKASI
Kelainan utama sindrom ovarium polikistik
adalah tidak beresponsnya tubuh terhadap kadar
insulin yang normal.
Resistensi insulin ini mengakibatkan pankreas
bekerja lebih keras menghasilkan insulin sehingga
kadar insulin dalam darah begitu tinggi sementara
kadar gula yang tidak terolah pun meningkat.