Anda di halaman 1dari 14

TERAPI PERILAKU

LIDYA HILDA . R
ARIESDA STIVEN . A
CHINDY SIFFRI . P
MADELINE JESSICA
MEIDA AGNES . W
SILVIANA RATIH . T
 sejarah perkembangan terapi perilaku
Watson dkk selama 1920 melakukan pengkondisian (conditioning) dan pelepasan kondisi
(deconditioning) pada rasa takut, merupakan cikal bakal terapi perilaku formal.  Pada tahun
1927, Ivan Pavlov terkenal dengan percobaannya pada anjing dengan  memakai suara bell untuk
mengkondisikan anjing bahwa bell = makanan, yang kemudian dikenal juga sebagai Stimulus
dan Respon.
 
Terapi perilaku pertama kali ditemukan pada tahun 1953 dalam proyek penelitian oleh BF
Skinner, Ogden Lindsley, dan Harry C. Salomo. Selain itu termasuk juga Wolpe Yusuf dan Hans
Eysenck.

Secara umum, terapi perilaku berasal dari tiga Negara, yaitu Afrika Selatan (Wolpe), Amerika
Serikat (Skinner), dan Inggris (Rachman dan Eysenck) yang masing-masing memiliki pendekatan
berbeda dalam melihat masalah perilaku. Eysenck memandang masalah perilaku sebagai
interaksi antara karakteristik kepribadian, lingkungan, dan perilaku.
Skinner dkk. di Amerika Serikat menekankan pada operant conditioning yang menciptakan
sebuah pendekatan fungsional untuk penilaian dan intervensi berfokus pada pengelolaan
kontingensi seperti ekonomi dan aktivasi perilaku.
Ogden Lindsley merumuskan precision teaching, yang mengembangkan program grafik (bagan
celeration) standar untuk memantau kemajuan klien. Skinner secara pribadi lebih tertarik pada
program-program untuk meningkatkan pembelajaran pada mereka dengan atau tanpa cacat dan
bekerja dengan Fred S. Keller untuk mengembangkan programmed instruction.
 
Program ini dicoba ke dalam pusat rehabilitasi Aphasia dan berhasil. Gerald Patterson
menggunakan program yang sama untuk mengembangkan teks untuk mengasuh anak-anak
dengan masalah perilaku.
 Terapi : Usaha untuk memulihkan kesehatan
orang yg sedang sakit, pengobatan penyakit dan
perawatan penyakit.

 Perilaku : respon yang timbul secara eksternal,


dipengaruhi oleh stimulus lingkungan dan dapat
dikontrol secara primer oleh konsekuensinya.
Perilaku dapat diamati,diukur, dan dicatat oleh
diri sendiri maupun orang lain.
 Terapi tingkah laku atau konseling
behavioristik berasal dari bahasa
Inggris Behavior Counseling yang
untuk pertama kali digunakan oleh
Jhon D. Krumboln (1964).
TERAPI PERILAKU
 Suatu teknik yang menerapkan informasi-
informasi ilmiah guna menemukan pemecahan
masalah manusia, berfokus pada bagaimana
orang-orang belajar dan kondisi-kondisi apa saja
yang menentukan tingkah laku mereka.
(Marquis)

 Pendekatan untuk psikoterapi yang didasari oleh


teori belajar yang bertujuan untuk
menyembuhkan psikopatologi (depression,
anxiety disorders, phobias) dengan memakai
tehnik yang didisain menguatkan kembali
perilaku yang diinginkan/baik dan menghilangkan
perilaku yang tidak diinginkan/buruk.  
 Tujuan umum terapi tingkah laku adalah
menciptakan kondisi-kondisi baru bagi proses
belajar. Dasar alasannya ialah bahwa segenap
tingkah laku adalah dipelajari (learned),
termasuk tingkah laku yang maladaptif. Jika
tingkah laku neurotik learned, maka ia bisa
unlearned (dihapus dari ingatan), dan tingkah
laku yang lebih efektif bisa diperoleh. Terapi
tingkah laku pada hakikatnya terdiri atas
proses penghapusan hasil belajar yang tidak
adaptif dan pemberian pengalaman-
pengalaman belajar yang di dalamnya
terdapat respons-respons yang layak, namun
belum dipelajari;
TUJUAN
 Menciptakan kondisi-kondisi baru bagi proses
belajar.
 
 Menurunkan tingkah laku merusak diri.

 Merubah tingkah laku yang tidk diharapkan.

 Melatih orang tua, guru, sukarelawan dan perawat


agar lebih efisien dalammenjalankan perannya.

 Mengurangi tingkah laku maladaptif.

 Kontrol perilaku
Teori dasar Metode Terapi Perilaku
 Perilaku maladaptif dan kecemasan persisten
telah dibiasakan (conditioned) atau dipelajari
(learned)
 Terapi  untuk perilaku maladaptif adalah dg
penghilangan kebiasaan (deconditioning) atau
ditinggalkan (unlearning)
 Untuk menguatkan perilaku adalah dg
pembiasaan perilaku (operant and clasical
conditioning)
FUNGSI DAN PERAN TERAPIST
 Berperan aktif dan direktif dalam pemberian
treatment, para kliennya

 Sebagai guru/Pengarah (menerapkan


pengetahuan ilmiah pada pencarian
pemecahan masalah-masalah manusia )

 Sebagai ahli dalam mendiagnosis tingkah laku


dan menentukan prosedur-prosedur
penyembuhan yang mengarah pada
tingkahlaku yang baru
BENTUK-BENTUK TERAPI
TINGKAH LAKU
BENTUK2NYA LIAT DI MS.WORD
YG GUE SEND YAHHH 
TAKE NOTE !
 Terapi tingkah laku tidak menangani penyebab-
penyebab, tetapi lebih manangani ke gejala-
gejala

 Terapi tingkah laku tidak diterapkan pada orang


yang taraf berfungsinya relatif tinggi

 Terapi tingkah laku bisa diterapkan hanya pada


kecemasan-kecemasan yang spesifik, fobia-fobia
dan masalah-masalah yang terbatas

 Modifikasi tingkah laku tidak berfungsi


 Modifikasi tingkah laku bekerja “terlalu baik”

 Terapi tingkah laku bisa mengubah tingkah


laku, tetapi tidak mengubah perasaan-perasaan

 Terapi tingkah laku mengabaikan pentingnya


hubungan terapis klien dalam terapis

 Terapi tingkah laku mengabaikan penyebab-


penyebab historis dari tingkah laku sekarang
 Reference:
 Gerald Corey, Konseling dan Psikoterapi,  Refika
Aditama, 2009, Bandung
 Michel Hersen, Encyclopedia of Psychotherapy,
Pacific University, Forest Grove, Oregon. AP.
 Windy Dryden, Developments  in  Psychotherapy,
SAGE Publications Ltd, 2006, London.
 John and Rita Sommers,  Counseling and
Psychotherapy theories in context and practice,
John Wiley & Sons, Inc, 2004, New Jersey.
 Dan Berbagai sumber di internet.