Anda di halaman 1dari 17

Daya Terima Menu Ekstra TETP di Ruang Mawar

RSUD dr. Soedono Madiun

Oleh
NORHIDAYATI
P07131214105
Masalah gizi dirumah sakit dinilai sesuai kondisi
perorangan yang secara langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi proses penyembuhan. Oleh karena itu dibutuhkan
pelayanan gizi yang bermutu untuk mencapai dan
mempertahankan status gizi yang optimal dan mempecepat
penyembuhan (Kemenkes, 2013).

Makanan untuk pasien perlu diupayakan agar dapat


memenuhi kebutuhan berbagai unsur zat gizi. Kebutuhan zat gizi
pasien berbeda antara pasien yang satu dengan yang lain sesuai
karakteristik individu dan jenis penyakitnya. Makanan yang
diberikan pada pasien umumnya adalah makanan yang tidak biasa
dikonsumsi setiap hari oleh pasien. Jenis makanan, pengolahan
dan cara penyajian yang berbeda dengan kebiasaan sehari-hari
dapat mempengaruhi nafsu makan pasien.
 Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima
pasien terhadap menu ekstra TETP di ruang Mawar RSUD dr
Soedono Madiun.
 Tujuan Khusus
• Mengidentifikasi daya terima pasien terhadap menu ekstra
TETP di ruang Mawar RSUD dr Soedono Madiun
• Menganalisis daya terima pasien terhadap menu ekstra TETP
di ruang Mawar RSUD dr Soedono Madiun
 Penyelenggaraan Makanan Rumah Sakit
 Standar Makanan Rumah Sakit
 Daya terima Makanan
 Metode Pengamatan Sisa Makanan
 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Terima Makanan
 Cita Rasa
Definisi Hasil Ukur dan
Variabel Cara Ukur Alat Ukur Skala
Operasional Kategori
Daya Daya terima Metode Formulir  Baik = ≥ 80% Ordinal
terima adalah makanan Comstock Comstock  Kurang
yang dapat menggunakan = < 80%
dihabiskan formulir
pasien, comstock, lalu
pengukuran sisa makanan
dapat dilihat pasien diamati
dengan cara dari menu
pengukuran sisa yang
makanan disediakan
pasein. (100%,
95%, 75%,
50%, 25%,
dan 0%)
 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat observasional
 Rancangan Bangun Penelitian
Rancang bangun penelitian ini adalah Cross Sectional
 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di ruang Mawar RSUD dr.
Soedono Madiun
 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada 8-17 November 2017
 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang
mendapat diet TETP di ruang Mawar RSUD dr. Soedono Madiun.
 Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan diet
TETP yang mendapat menu ekstra TETP yang dirawat diruang
Mawar dari tanggal 8 November hingga 17 November 2017.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara kuota sampling

Metode Pengumpulan Data


Data tentang daya terima menu ekstra TETP
pasien dilakukan dengan melihat sisa makanan dengan
metode Comstock setiap selesai makan siang dan sore.

Instrumen Pengumpulan Data


Formulir Comstock untuk melihat sisa makanan
pasien
 Pengolahan Data
Data tentang daya terima
◦ Data daya terima makanan, diukur dengan menggunakan
taksiran visual dengan skala Comstock pada menu ekstra
TETP setiap selesai makan siang dan sore.
◦ diperoleh dengan cara mengamati (penaksiran) sisa makanan
dari jumlah makanan yang tidak dikonsumsi pasien dan
peneliti mencatatnya berdasarkan skala Comstock kemudian
dikonversikan ke dalam presentase.
Penilaian besar sisa makanan diukur dengan skala comstock
pada gambar 4.1 :

Skor skala Comstock :`


0 = jika habis dimakan
1 = jika sisa ¼
2 = jika sisa ½
3 = jika sisa ¾
4 = jika dikonsumsi sedikit (± 1 sdm)
5 = jika utuh (tidak dikonsumsi sama sekali)
Setelah itu dikonversikan ke dalam persentase (%)
Skala 0 = 0%
Skala 1 = 25%
Skala 2 = 50%
Skala 3 = 75%
Skala 4 = 95%
Skala 5 = 100%
Daya Terima Makanan = 100 % - sisa makanan(Comstock)
Daya terima menu ekstra TETP kemudian dikategorikan menjadi :
Baik = ≥ 80%
Kurang = < 80%
 Analisis Data
Penelitian ini menggunakan analisis deskriftif dan hasil
disajikan dalam bentuk tabel.
Tabel 4.1 Daya terima menu ekstra TETP pasien di RSUD
dr. Soedono Tahun 2017
 Daya terima terhadap menu ekstra TETP
Rata-rata daya terima pasien terhadap menu ekstra TETP

Daya Berdasarkan tabel


Kode
No. Terima Kategori diketahui rata-rata daya
Responden
Pasien terima pasien terhadap
menu ekstra TETP yaitu
1 P1 100% Baik
90% termasuk dalam
2 P2 100% Baik
kategori baik.
3 P3 87,5% Baik
4 P4 87,5% Baik
5 P5 100% Baik
6 P6 62,5% Kurang
7 P7 100% Baik
8 P8 100% Baik
9 P9 75% Kurang
10 P10 87,5% Baik
Rata-rata 90% Baik
 Hasil daya terima menu ekstra TETP pasien di RSUD
dr. Soedono Tahun 2017

Dari tabel diketahui sebanyak 80% pasien memiliki daya terima


dengan kategori baik dan 20% pasien memiliki daya terima dengan
kategori kurang.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di ruang Mawar
terhadap menu ekstra TETP di RSUD dr. Soedono Madiun, pasein yang
memiliki daya terima baik sebanyak 80% merupakan pasien yang telah
dirawat lebih dari 4 hari. Sedangkan pasien yang memiliki daya terima
kurang sebanyak 20% merupakan pasien pasca melahirkan.
Menurut Arief (2008) kondisi pasien yang pasca melahirkan, membuat ibu
akan merasa lelah mungkin juga lemas karena kehabisan tenaga kondisi
pasien yang sakit pasca melahirkan ini yang menyebabkan penurunan nafsu
makan. Biasanya pasien merasa kelelahan yang amat berat setelah persalinan
dan dapat mengganggu nafsu makan, sehingga ibu tidak ingin makan sampai
kelelahan itu hilang. kerapkali untuk pemulihan nafsu makan, diperlukan
waktu 1-2 hari dan pada hari ke 3-4 faal usus kembali normal dan kadar
progesteron meningkat sehingga nafsu makan kembali meningkat. Hal ini
dapat mempengaruhi pasien terhadap daya terima menu ekstra TETP yang
diberikan oleh rumah sakit.
Di ruang mawar menu yang bersisa adalah menu ekstra telur TETP,
Dan untuk menu ekstra telur puyuh dan kacang hijau daya terimanya sudah
cukup baik. Salah satu pasien yang daya terimanya kurang menyatakan cita
rasa telur kurang karena telur ayam hanya direbus tanpa diberi bumbu.
 Berdasarkan data pasien berdasarkan daya terima
terhadap menu ekstra TETP, pasien yang memiliki daya
terima baik sebanyak 8 orang (80%) dan pasien yang
memiliki daya terima kurang sebanyak 2 orang (20%).
 Daya terima pasien yang kurang adalah pada menu ekstra
telur ayam dikarenkan cita rasa yang kurang karena hanya
direbus.

 Saran
 Mempertahankan cita rasa menu ekstra yang daya terimanya
telah baik dan memodifikasi menu ekstra yang daya terimanya
masih kurang.