Anda di halaman 1dari 12

Ulkus Peptikum

Kelompok 4
Definisi
 Ulkus peptikum merupakan suatu keadaan terputusnya kontinuitas
mukosa yang meluas di bawah epitel atau kerusakan pada jaringan
mukosa, submukosa hingga lapisan otot dari suatu daerah saluran
cerna yang langsung berhubungan dengan cairan lambung
asam/pepsin (Sanusi, 2011). Menurut Tarigan 2009, Ulkus
peptikum merupakan luka terbuka dengan pinggir edema disertai
indurasi dengan dasar tukak tertutup debris. Ulkus peptikum
merupakan erosi lapisan mukosa biasanya dilambung atau
duodenum (Corwin, 2009).
Etiologi
 Penurunan Produksi Mukus sebagai Penyebab Ulkus
 Kebanyakan ulkus terjadi jika sel-sel mukosa usus tidak menghasilkan produksi
mukus yang adekuat sebagai perlindungan terhadap asam lambung
 Kelebihan Asam sebagai Penyebab Ulkus
 Pembentukan asam di lambung penting untuk mengaktifkan enzim pencernaan
lambung. Asam hidroklorida (HCl) dihasilkan oleh sel-sel parietal sebagai
respons terhadap makanan tertentu, hormon (termasuk gastrin), histamin, dan
stimulasi parasimpatis
 Peningkatan Penyaluran Asam sebagai Penyebab Ulkus Duodenum
 Perpindahan isi lambung yang terlalu cepat ke duodenum dapat memperberat
kerja lapisan mukus protektif di duodenum. Hal ini terjadi pada iritasi lambung
oleh makanan tertentu atau mikroorganisme, serta sekresi gastrin yang
berlebihan atau distensi abnormal
Klasifikasi
 Klasifikasi Ulkus Peptikum
 Ulkus peptikum memiliki beberapa jenis tergantung dari lama peyakit, letak, da
berdasarka dalamnya ulkus itu sendiri. Berdasarkan waktu timbulnya ulkus
peptikum ada 2 jenis yaitu akut dan kronis.
 Berdasarkan letaknya ulkus peptikum ada dapat ditemukan di esofagus, gaster,
duodenum dan jejunum, namun yang paling banyak ditemukan yaitu di gaster
dan duodenum sementara untuk prevalensi ulkus yang ditemukan di esofagus
dan jejunum masih jarang jumlah kasusnya. Berdasarkan dalamnya ulkus
teridiri dari 4 yaitu mukosa, sub mukosa, muskularis dan serosa (Price, S.A,&
Lorraine, M.W.,2005).
Epidemiologi Ulkus Peptikum

 Setiap tahun 4 juta orang menderita ulkus peptikum di seluruh dunia,


sekitar 10%-20% terjadi komplikasi dan sebanyak 2%-14% didapatkan
ulkus peptikum perforasi. Perforasi ulkus peptikum relatif kecil tetapi
dapat mengancam kehidupan dengan angka kematian yang bervariasi
dari 10% - 40%. Lebih dari setengah kasus adalah perempuan dan
biasanya mengenai usia lanjut yang mempunyai lebih banyak risiko
komorbiditas daripada laki-laki
Tanda dan Gejala
 Penderita ulkus peptikum sering mengeluh mual, muntah dan
regurgitasi.Timbulnya muntah terutama pada ulkus yang masih aktif,
sering dijumpai pada penderita ulkus peptikum dari pada ulkus
duodenum, terutama yang letaknya di antrum atau pilorus
 Nyeri yang dapat membangunkan orang ketika malam hari juga
ditemukan. Seringkali nyeri timbul sekali atau lebih dalam sehari selama
beberapa minggu dan hilang tanpa diobati.
Penatalaksanaan
 Beberapa faktor mempengaruhi penyembuhan ulkus dan kemungkinan
untuk kambuh. Faktor yang reversibel harus diidentifikasi seperti infeksi
Helicobacterpylori, penggunaan NSAID dan merokok. Waktu
penyembuhan ulkus tergantung pada ukuran ulkus. Ulkus lambung yang
besar dan kecil bisa sembuh dalam waktu yang relatif sama jika terapinya
efektif. Ulkus yang besar memerlukan waktu yang lebih lama untuk
sembuh (Soll, 2009). Secara garis besar pengelolaan penderita dengan
ulkus peptikum adalah sebagai berikut:
 Non Farmakologi
 Istirahat
 Diet
 Tidak Merokok
Farmakologi
 Antagonis Reseptor H2
 PPI (Proton Pump Inhibitor)
 Sulkralfat
 Koloid Bismuth
 Analog Prostaglandin : Misoprostol
 Antasida
Tindakan Operasi
 Tujuan utama dari terapi pembedahan pada ulkus peptikum perforasi
adalah untuk menekan faktor agresif terutama sekresi asam lambung
dan pepsin terhadap patogenesis ulkus peptikum dan untuk
mengeluarkan tempat yang paling resisten di antrum dan mengoreksi
statis di lambung (Akil, 2006). Indikasi operasi ulkus peptikum:
 Gagal pengobatan.
 Adanya komplikasi perforasi, pendarahan dan stenosis pilori.
 Ulkus peptikum dengan sangkaan keganasan (Tarigan, 2009).
 Tindakan pembedahan ada dua macam yaitu reseksi bagian distal
lambung atau gastrektomi sebagian (partial gastrectomy) dan Vagotomi
yang bermanfaat untuk mengurangi sekresi asam lambung terutama
pada ulkus duodenum (Akil, 2006).