Anda di halaman 1dari 40

ANTERIOR

ISKEMIK OPTIK
NEUROPATI
Kepaniteraan Klinik
Ilmu Mata RSUP Persahabatan
ALFIN
ADHYSTI
VIRDA

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


PENDAHULUAN

• Kelainan neuropati optik akut yang sering dijumpai pada usia


50 tahun atau lebih
• Penglihatannya yang hilang secara mendadak dan gangguan
lapang pandang
• Insiden di Amerika Serikat sekitar 8000 penderita per tahun
• Prognosis sangat buruk karena dapat menyebabkan kerusakan
penglihatan secara permanen bahkan kebutaan
TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi
Saraf Optik
Nervus optic panjang sekitar 50mm dari bola mata ke kiasma &
dapat dibagi menjadi 4 segmen :
• Intraocular (kedalaman 1mm dan 1,5mm diameter vertical)
• Intraorbital segmen (panjang 25-30mm)
• Intracanalicular segmen (ukuran 6mm)
• Intracranial segmen (panjang 5mm hingga 16mm)
Perdarahan Orbit
• Disuplai oleh arteri optalmikus (cabang arteri karotis interna) dan
infraorbitalis (cabang dari arteri karotis eksterna)
• Arteri retina central permukaan interna retina
• Eksterna retina disuplai oleh koriokapilaris
• Siliaris posterior brevis & arteri siliaris posterior Lap. Korion
• Arteri siliar posterior anterior nerve optic head
• Arteri siliaris posterior & Arteri siliaris anterior badan siliaris

• Vena optalmika superior dan inferior bergabung menjadi vena


centralis retina fisura orbitalis superior sinus cavernosus
Neurofisiologi Penglihatan
Melalui 5 tahap, yaitu :
• refraksi berkas cahaya memasuki mata
• memfokuskan bayangan pada retina melalui akomodasi;
• mengubah gelombang cahaya menjadi impuls saraf;
• mengolah aktivitas saraf dalam retina yang diteruskan melalui
N. Optikus;
• mengolah impuls saraf tersebut di otak.
Gangguan lapang pandang

Lesi N.Optikus : Skotoma sentral


Buta sebelah

Khiasma Optikum : Hemoanopsia Bitemporal

Traktus Optikus : Hemianopsia Homonim


Kontralateral

Badan Genikulatum Lateral : Hemianopsia homonim


ANTERIOR ISKEMIK OPTIK NEUROPATI

Definisi & Klasifikasi


• a/ kelainan n.optikus berupa infark n. optikus anterior
prelaminer
ARTERITIK ANTERIOR ISKEMIK OPTIK NEUROPATI

Definisi
• Suatu kondisi gangguan akut dari pembuluh darah yang
memperdarahi diskus optic karena inflamasi pada cabang
arteri ukuran kecil dan sedang
Epidemiologi
• Umumnya mengenai usia 60 tahun atau lebih dengan
dominasi pada wanita
• Insidensi diperkirakan 20 per 100.000 orang dengan usia 50
tahun atau lebih
• Hampir 50% pasien giant cell arteritis mengalami gejala
ocular dengan 70-80%nya mempunyai artertic iskemik
optic neuropati
???
Etiologi

• >> giant cell arteritis, yakni penyakit arteritis granulomatosa


necrotizing dengan predileksi pada arteri ukuran sedang -
besar
• Lokasi umum yang terkena  arteri temporal, arteri oftalmika
, arteri siliary posterior brevis, arteri retina sentral dan bagian
proximal dari arteri vertebral
PATOGENESIS
GCA  vasculitis kehilangan
infark pada segmen
sistemik arteri Arteri siliar posterior penglihatan massif
atau seluruh daerah
berukuran sedang  oklusi trombotik pada satu atau
nerve optic head
dan besar kedua mata
DIAGNOSIS - ANAMNESIS
• Kehilangan penglihatan unilateral dengan onset mendadak.
– Dari menghitung jari - tidak adanya persepsi cahaya
– Jika tidak ditangani bilateral dalam hitungan hari
hingga minggu
• Nyeri periocular
• Didahului oleh pengaburan penglihatan sementara (30%) dan
flashing light atau diplopia sementara (5%-10%).
• Gejala sistemik GCA 
Diagnosis & Tanda Klinis
• Nyeri tekan dan tidak adanya pulsasi pada
salah satu atau kedua arteri temporal
• Defek aferen pupil akibat keterlibatan nervus optikus
• Gangguan gerakan otot ekstraokular
• Pucat yang menonjol (chalky white) pada diskus yang edema
dengan atau tanpa hemoragik peripapil
• Kombinasi dengan oklusi arteri silioretinal
• Setelah 1-2 bulan, pembengkakan bertahap membaik dan
terjadi atropi optic berat
“chalky white”
Atrofi optic
DIAGNOSIS - PX PENUNJANG

1. LED dan CRP meningkat


2. Hitung darah lengkap  anemia ringan, platelet meningkat
3. Fibrinogen
4. Fluorescein angiography
5. MRI
6. Biopsy arteri temporal  histoPA
Temuan positif adalah infiltrasi limfosit dengan makrofag dan
sel giant multinuclear pada dinding arteri
Histo PA
Fluoreceins
Diagnosis Banding
EDEMA PAPIL
• A/ pembengkakan diskus optic karena peningkatan tekanan
intracranial
• Etiologi: SOL, IIH, obstruktif hidrosefalus, infeksi, hemoragik,
obstruksi vena (penurunan absorbs)  TIK menigkat 
menekan saraf dibelakang mata  stasis aliran axonplasmix
orthograde pada optic nerve head  edema papil 
kehilangan axon  atrofi
• Diagnosis: kehilangan penglihatan sementara, sakit kepala,
mual muntah, gejala neurologis, tidak ada RAPD, tidak ada
pulsasi vena spontan di lempeng optic, pembengkakakn
diskus bilateral dgn batas tidak jelas, peningkatan TIK  CT,
MRI, LP
Stage 1 Stage 2 Stage 3
Stage 4 Stage 5
Tatalaksana
• Intravena metilprednisolone soudium succinate 1 gr setiap
hari selama 3 hari  prednisone oral 80 mg setiap hari 
setelah 3 hari 60mg dan menjadi 50 mg selama 1 minggu
– Dosis harian lalu diturunkan menjadi 5mg tiap minggunya
– Selama pengobatan selalu dipantau LED dan CRP
– Dosis maintenance idealnya adalah 10mg
• Oral prednisolone (80-120mg per hari) saja dapat diberikan
bila terapi intravena tidak memungkinan
• Sitoproteksi lambung (hingga pasien mendapatkan dosis
prednisone 10 mg/hari atau kurang) dan profilaksis
osteoporosis
Prognosis
• Prognosisnya sangat buruk karena penglihatan tidak kembali
pulih jika telah hilang
• Mata kontralateral dapat terlibat dengan sangat cepat
• Walaupun sangat jarang, pemberian steroid sistemik yang
cepat dapat memperbaiki penglihatan secara parsial, yaitu
hanya 4%-15%
Non Arteritik Iskemik Optik Neuropati
DEFINISI
NAION  hilangnya struktur dan fungsi sebagian dari saraf
optik karena terhalangnya aliran darah ke saraf (iskemik)
terjadi bukan dikarenakan proses peradangan pada dinding
arteri.
EPIDEMIOLOGI
Brian R Younge:
• pasien NAION usia >50 tahun
• Insiden 2,3-10,3 per 100.000 di Amerika Serikat
• kulit putih > orang kulit hitam
ETIOLOGI
• iskemik dari diskus optic yang diperdarahi oleh arteri siliaris
posterior
• Non perfusi sementara atau hipoperfusi dari peredaran kepala
saraf optik
• Lesi emboli dari arteri / arteriol yang memberi nutrisi kesaraf
optik
• Iskemik dari akson  stasis aliran axoplasmik  akumulasi dari
aksoplasmik  pembengkakan akson pada diskus optic yang
terlihat sebagai edema diskus optic  serat saraf berhimpit
satu sama lain ketika melewati ruang sempit yang kaku pada
membrane bruchs dan kanal sclera kecil.
TANDA DAN GEJALA

• penurunan kemampuan penglihatan  mendadak dan mene


tap
• pembengkakan diskus optikus, pucat dan perdarahan pada
lapisan neuroretinal serta terdapat eksudat.
DIAGNOSA
• Pemeriksaan visus ketajaman penglihatan  ringan sampai
tidak ada persepsi cahaya
• Defek lapangan pandang  bagian nasal
• Pemeriksaan funduskopi  cup-disc ratio rendah
• angiografi fluorescein fundus  diskus optik dengan edema
 pewarna bocor dari kapiler di diskus saraf optik dan
pewarnaannya terlambat.
Tatalaksana
• Etiologi  hipertensi dan diabetes melitus
• Bila disebabkan alergi steroid. Perbaikan terjadi sesuai
dengan berkurangnya edema papil.

Dosis Terapetik Kortikosteroid Sistemik pada NAION


• Dosis initial prednisolone awal yang dipakai adalah 80 mg/hari
selama 2 minggu.
• diturunkan 10 mg setiap 5 hari sampai habis.
Prognosis
• Hampir semua pasien NAION tidak mengalami kehilang
an penglihatan, bila terjadi berlangsung dalam 6 minggu
• Episode penurunan penglihatan kekambuhan pada mata
yang sama terjadi > 3 bulan (usia muda)
Rangkuman
TERIMA KASIH