Anda di halaman 1dari 13

CUT SUCIATINA SILVIA, S.T., M.T.

““
Apa yang membedakan antara SALURAN TERTUTUP DAN
SALURAN TERBUKA...?
Analisis aliran melalui saluran terbuka LEBIH SULIT dari
analisis saluran tertutup


Di dalam pipa, Pendahuluan
tampang lintang aliran adalah tetap yang bergantung pada
dimensi pipa.
Kekasaran dinding pipa adalah seragam di sepanjang pipa

Pada saluran terbuka,
Seperti sungai/saluran alam, variabel aliran sangat tidak teratur baik terhadap ruang
maupun waktu.
Variabel berupa: tampang lintang saLuran, kekasaran, kemiringan, belokan, debit aliran
dsb. Sehingga analisisnya dilakukan secara empiris

- mengalir di bawah gravitasi, dan dibawah tekanan “
atmosfir
-aliran dengan permukaan bebas
PRINSIP ALIRAN
-mengalir karena ada slope dasar saluran TERBUKA



Perhitungan saluran terbuka lebih rumit
dari perhitungan pipa:
-bentuk penampang tidak teratur
(khusus sungai) saluran terbuka/open channel flow :
-sulit menentukan kekasaran dinding - Luas penampang
saluran - Lebar permukaan
-kesulitan pengumpulan data lapangan -Keliling basah
-jari-jari hidrolis

Klasifikasi Aliran
Tipe aliran: Turbulen, karena kecepatan aliran dan kekasaran dinding relatif
besar. Re>1000 Turbulen Re<500 Laminer

Aliran pada saluran terbuka


dikatakan SERAGAM/uniform:
Variabel kedalaman, tampang
basah, kecepatan dan debit
Aliran dikatakan TIDAK SERAGAM/non
uniform:
Variabel kedalaman, tampang basah, ”
kecepatan di sepanjang aliran adalah TIDAK
KONSTAN.
pada setiap tampang di
sepanjang aliran adalah Perubahan aliran pada jarak yang pendek
KONSTAN disebut: aliran berubah cepat, sebaliknya
disebut aliran berubah beraturan

Klasifikasi Aliran
Aliran pada saluran terbuka dikatakan MANTAP, jika variabel aliran disuatu titik
seperti kedalaman dan kecepatan tidak berubah terhadap waktu. J


ika sebaliknya berubah terhadap waktu disebut aliran tidak mantap

Saluran terbuka juga dibedakan atas: Aliran sub kritis, kritiks dan super kritis.

Penentuan berdasarkan bilangan Froude:


Dengan V dan y adalah variabel kecepatan dan kedalaman aliran.
Fr <1 sub kritis V
Fr = 1 kritis Fr 
g. y
Fr > 1 Super kritis

Bentuk Saluran
Bentuk-bentuk saluran: trapesium, persegi, dan lingkaran.
Bentuk yang paling sering digunakan ----- > bentuk trapesium dan


persegi.

Bentuk persegi biasa digunakan


untuk lahan yang sempit.
Bentuk penampang lingkaran
bentuk trapesium dan persegi, biasa digunakan: pada perlintasan
digunakan untuk saluran irigasi jalan seperti: gorong-gorong atau
dan saluran drainase. culvert.
“Penampang Saluran“
“Unsur Geometris“
87 Rumus
C  23 
0,00155

1
B Ganguillet-
1 C  I n
R Kutter 0,00155 n
1  ( 23  )
I R
Rumus
Bazin Rumus
Rumus-Rumus Manning
Empiris
Rumus 1 2 / 3 1/ 2
Rumus V  R I
Chezy n
Strickler

V C R.I
V  Ks.R 2 / 3 I 1 / 2
“Tabel Koefisien kekasaran Bazin“

Jenis Dinding ɣB
Dinding sangat halus (semen) 0,06
Dinding halus (papan, batu, bata) 0,16
Dinding batu pecah 0,46
Dinding tanah sanget teratur 0,85
Saluran tanah dengan kondisi biasa 1,30
Saluran tanah dengan dasar batu pecah dan tebing 1,75
rumput
“Harga Koefisien Manning“
Bahan n
Besi tuang di lapis 0,014
Kaca 0,010
Saluran beton 0,013
Bata 0,015
Pasangan batu disemen 0,025
Saluran tanah bersih 0,022
Saluran tanah 0,030
Saluran dengan dasar batu dan tebing rumput 0,040
Saluran saluran pada galian batu 0,040

CONTOH SOAL:
1.Saluran segi empat dengan lebar (B) 6m, kedalaman air (y) 2m.
Kemiringan dasar saluran 0,001 dan koefisien Chezzy C=50. Hitung debit


aliran

2. Saluran segi empat dengan lebar 5 m, kedalaman 2 memiliki kemiringan


dasar saluran 0,001. Dengan menggunakan rumus Bazin, hitunglah debit
aliran jika koefisien ɣB = 0,46

3. Saluran terbuka berbentuk segi empat dengan lebar 10 m dan


kedalaman air 4m, kemiringan saluran 0,001. Hitunglah debit aliran jika
koefisien chezzy dihitung dengan rumus Kutter dengan n 0,025

CONTOH SOAL:
4. Saluran terbuka berbentuk trapesium terbuat dari tanah dengan n
0,022 mempunyai lebar 10 m dengan kemirigan tebing 1:m


(vertikal:horizontal) dengan m=2. Jika kemiringan dasar saluran 0,0001
dengan kedalaman aliran 2m, berapakah debit alirannya?
5. Saluran segi empat dengan lebar 5 m, kemiringan dasar saluran 0,005,
koef manning (n) 0,022. Hitunglah kedalaman aliran jika debit aliran
sebesar 20 m3/det.
6. Saluran berbentuk trapesium dengan lebar 5 m, kemiringan tebing 1:1,
terbuat dari pasangan batu dengan n 0,025. Hitunglah kedalaman aliran
jika kemiringan dasar saluran 0,0005 dan debit 10 m3/det.