Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS

JARINGAN PIPA

Oleh: Cut Suciatina Silvia, S.T., M.T.


Dalam bidang Teknik Sipil:
Penggunaan pada sistem jaringan pipa distribusi air
minum
Harus direncanakan secara teliti untuk mendapatkan
sistem distribusi yang efisien
Jumlah/debit yang tersedia bergantung: jumlah
penduduk dan jenis industri yang dilayani
Analisis jaringn pipa CUKUP RUMIT, memerlukan
perhitungan yang besar sehingga membutuhkan
komputerisasi ‘Excel”

Beberapa metode analisis penyelesaian perhitungan sistem


jaringan pipa: METODE HARDY CROSS dan MATRIKS
Dari gambar:

1. Aliran yang keluar dari sistem dianggap terjadi


pada titik-titik simpul.
2. Pada awal htiungan:
• tetapkan debit aliran emlalui masing-maisng
pipa secara sembarang
• Hitung debit disemua pipa berdasar nilai awal
tadi
3. Prosedur hitungan diulangi sampai persamaan
kontinuitas di setiap titik simpul dipenuhi
4. Analisis dengan metode Hardy Cross dilakukan
dengan: Iterasi
Pada jaringan pipa harus dipenuhi PERS.
KONTINUITAS dan TENAGA, yaitu:

1. Aliran di dalam pipa harus memenuhi hukum-


hukum gesekan pipa untuk aliran dalam pipa
tunggal. hf  8 f2.L 5 .Q 2
g . .D

2. Aliran masuk ke dalam tiap-tiap titik simpul harus


SAMA DENGAN aliran yang keluar Q  0
i

3. Jumlah aljabar dari kehilangan tenaga dalam


suatu jaringan tertutup harus SAMA DENGAN
NOL h f  0
Rumus kehilangan tenaga akibat gesekan:

Terdapat hubungan: kehilangan tenaga


hf  k.Q m
dengan debit

m = bergantung pada rumus gesekan pipa yang digunakan


K = koefisien yang tergantung pada rumus gesekan pipa dan
karakteristik pipa.

Nilai m dianggap konstan, dianggap


hf  k .Q 2
tidak ada perbedaan kecepatan pada
masing-masing pipa tidak besar.
8 f .L
Darcy Weisbach menggunakan nilai k
m=2 g . 2 .D 5
Metode
Hardy Cross
Analisis dengan Metode Hardy Cross

Dianggap karakteristik pipa dan aliran


yang masuk dan meninggalkan jaringan
pipa diketahui dan akan dihitung
debitnya di setiap elemen dari jaringan
tersebut

Jika tekanan pada seluruh jaringan


dihitung, maka tinggi tekanan pada
satu titik harus diketahui
Prosedur hitungan dengan METODE HARDY CROSS:

1. Pilih pembagia debit melalui tiap pipa Q0 hingga


terpenuhi syarat pers. Kontinuitas
2. Hitung kehilangan tenaga pada tiap pipa dengan
rumus: hf  k .Q 2

3. Jaringan pipa dibagi menjadi sejumlah jaringan


tertutup sedemikian sehingga tiap pia termasuk
dalam 1 jaringan (paling sedikit)
4. Hitung jumlah kerugian tinggi tenaga sekeliling
tiap jaringan, yaitu h f . Jika pengaliran
seimbang, maka h f  0
Prosedur hitungan dengan METODE HARDY CROSS:

5. Hitung nilai  2 KQ untuk tiap jaringan


6. Pada tiap jaringan diadakan koreksi debitQ ,
agar kehilangan tinggi tenaga dala jaringan
seimbang. Koreksinya adalah: K .Q
2

Q  0

 2 K .Q0

7. Dengan debit yang telah dikoreksi sebesar


Q  Q  Q . Prosedur dari 1 sampai 6 diulangi
0

hingga akhirnya Q  0 , dengan Q adalah debit


sebenarnya. Qo adalah debit yang dimisalkan dan
 Q adalah debit koreksi
Penurunan rumusnya:
hf  k .Q 2  k .(Q0  Q) 2
hf  k .Q0  2.k .Q0 .Q  k .Q 2
2

untuk Q  Q0 maka Q 2  0
sehingga :
hf  k .Q0  2.k .Q0 .Q
2

hf  0
hf  k .Qo  Q. 2k .Q0  0
2

K .Q 2
Q 
 2 K .Q0