Anda di halaman 1dari 54

ASISTENSI PRAKTIKUM

GEOLOGI TEKNIK
13 - 15 FEBRUARI 2017

LABORATORIUM GELOGI TEKNIK

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2017
KEPALA LABORATORIUM

GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI

Ir. Puji Pratiknyo, M.T.


DOSEN PENGAMPU MKA GEOLOGI TEKNIK

Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti K., M.Sc. Ir. Purwanto, M.T.

Herry Riswandi, S.T., M.T


GEOLOGI TEKNIK DAN HIDROGEOLOGI

MARDIYONO “ Kopral ”
STAFF ASISTEN GEOLOGI TEKNIK 2017

KORDINATOR ASISTEN

PRAJNA CATRA PRAMODANA


STAFF ASISTEN GEOLOGI TEKNIK 2017

SEKRETARIS

DENNY MARTIN SEKAR S.T. CHATARINAH INDAH D


STAFF ASISTEN GEOLOGI TEKNIK 2017

BENDAHARA

AGUSTINA SLAMET IRA HAPSARI


STAFF ASISTEN GEOLOGI TEKNIK 2017
DIVISI PENDIDIKAN

Alvian Rizky S.T Abriyan Ade S

Haryo Jalu S. Bimo Prasetyo


STAFF ASISTEN GEOLOGI TEKNIK 2017
DIVISI PERLENGKAPAN

Bagus Surya K Alwi Herdian W

Arimas H Reza Komarulah


TATA TERTIB PRAKTIKUM HIDROGEOLOGI 2016

1. Praktikan diwajibkan untuk mempelajari terlebih dahulu materi yang akan diajarkan
pada tiap acara praktikum.
2. Praktikan wajib membawa buku panduan praktikum/penggantinya, lembar kerja,
laporan acara sebelumnya dan alat tulis lengkap.
3. Praktikan harus masuk ke dalam laboratorium 5 (lima) menit sebelum acara di mulai
dan mengisi daftar hadir.
4. Bila praktikan terlambat 10 (sepuluh) menit setelah praktikum dilaksanakan, maka
praktikan tidak diperbolehkan mengikuti kuis (Kuis = 0).
5.Bila praktikan terlambat 15 (Lima Belas) menit setelah praktikum dilaksanakan, maka
praktikan tidak diperbolehkan mengikuti acara praktikum. (Kuis, Tugas, Laporan = 0 )
6. Berbuat curang dalam pengerjaan kuis, laporan atau tugas nilai = 0
7. COPAS, GEOPROJECT dsb = Nilai Akhir E
8. Praktikan tidak diperbolehkan pindah plug tanpa ijin penanggung jawab
praktikum. Ijin pindah plug hanya diberikan jika praktikan sakit dan alasan
yang dapat dipertanggungjawabkan.
TATA TERTIB PRAKTIKUM HIDROGEOLOGI 2016

9. Praktikan yang tidak mengikuti acara praktikum, wajib memberikan


keterangan ketidakhadiranya paling lambat H-1 sebelum acara praktikum
dimulai.
10. Izin pindah plug wajib dengan surat ditanda tangani Kordinator Asisten dan Kepala
Laboratorium.
11. Praktikan harus berpakaian sopan dan rapi, menjaga kebersihan dan ketertiban.
12. Kerusakan alat yang dilakukan oleh praktikan menjadi tanggung jawab yang
bersangkutan.
13. Praktikan wajib mengikuti semua acara praktikum dan responsi akhir.
14Praktikan dinyatakan gugur apabila :
a. Tidak mengikuti acara praktikum sebanyak 2 (dua) kali, baik secara berurutan
maupun tidak.
b. Tidak mengumpulkan laporan sebanyak 2 (dua) kali.
c. Tidak mengumpulkan foto copy KRP (Kartu Rencana Pendidikan).
d. Sengaja atau lalai, tidak mengikuti acara praktikum .
• Hal- hal yang tidak tercantum dalam tata tertib ini akan diatur lebih lanjut.
JADWAL KEGIATAN PRAKTIKUM GEOLOGI TEKNIK 2017

No Acara Praktikum Waktu Pelaksanaan

1 Assistensi 13-15 Februari 2017


2 Basic Properties 20 – 22 Februari 2017
3 Grain Size Analysis 27 Februari – 1 Maret 2017
4 Pemadatan Standard 6 – 9 Maret 2017
5 Direct Shear Test 13 – 15 Maret 2017
6 Basic Properties Batuan 20 – 22 Maret 2017
7 Point Load Test & RQD 10 – 12 April 2017

8 Test Lisan 17 – 19 April 2017

10 Permeabilitas 25 – 27 April 2017


11 Aplikasi Geologi Teknik 29 April – 1 Mei 2017

12 Responsi 13 Mei 2017

13 Presentasi Akhir 15 – 17 Mei 2017


BOBOT PENILAIAN

KUIS : 15 %
TUGAS (LAPORAN) : 25 %
PRESENTASI : 35 %
RESPONSI : 25 %
APA ITU GEOLOGI TEKNIK ???

 Merupakan aplikasi dari “teknologi” teknik sipil, yang

berkonsentrasi pada material – material di dekat permukaan

(Holtz & Kovacs, 1981).

 Material yang dimaksud adalah tanah dan batuan.


RUANG LINGKUP GEOLOGI TEKNIK

Ruang Lingkup Kajian Geologi Teknik Antara Lain


Meliputi Kajian Terhadap Aspek-aspek Keteknikan Dari
Manfaat Dan Masalah Beberapa Faktor Seperti :

• Batuan / Tanah,

• Struktur Geologi / Tektonik

• Geomorfologi

• Hidrogeologi
RUANG LINGKUP KEAHLIAN GEOLOGI TEKNIK
CABANG ILMU GEOLOGI TEKNIK

 Soil Mechanics
Cabang ilmu geologi teknik yang mempelajari sifat fisik dan
mekanik tanah.

 Rock Mechanics
Cabang ilmu geologi teknik yang mempelajari sifat fisik dan
mekanik batuan.
MENGAPA HARUS MEMPELAJARI
GEOLOGI TEKNIK ??
Geo-Laboratory Design Office
soil properties
~ for testing ~ for design & analysis

18
construction site
MEKANIKA TANAH

 Basic Properties

 Atterberg Limit

 Analisa Ukuran Butir

 Pemadatan Standar

 Direct Shear Test


MEKANIKA TANAH

 Basic Properties
 Berat Isi (Unit Weight)
Bertujuan untuk mendapatkan berat isi tanah yang merupakan
perbandingan antara berat tanah basah dengan volumenya
dalam N/cm3 atau kN/m3 (SNI 1965:2008).
MEKANIKA TANAH

 Basic Properties
 Kadar Air (Natural Water Content)
Test ini dilakukan untuk mengetahui kadar air dari contoh
tanah. Perbandingan ini dinyatakan dalam prosentase dari
berat air pada suatu massa terhadap berat dari suatu partikel
tanah (SNI 1965:2008).
Berat wadah + tanah basah = W 1 gram.
Berat wadah + tanah kering = W 2 gram.
Berat wadah kosong = W 3 gram.
Berat air = (W 1 – W 2) gram.
Berat tanah kering = (W 2 – W 3) gram.
MEKANIKA TANAH
 Basic Properties
 Berat Jenis (Density)
Test ini dilakukan untuk mengetahui dan menentukan berat
jenis tanah yang lolos saringan No. 100 dengan menggunakan
labu ukur (piknometer). Test ini diperoleh dengan
membandingkan berat satuan bahan di dalam udara terhadap
berat air suling. prosedur pelaksanaannya mengikuti cara SNI
1964:2008.
MEKANIKA TANAH
MEKANIKA TANAH
 Atterberg Limit

 Batas Cair (Liquid imit)

Batas cair adalah kadar air yang


dibutuhkan oleh tanah kering yang
ditunjukan dalam prosen sampai
mencapai kondisi plastis. Test ini
dilaksanakan dengan mengikuti
ketentuan SNI 1966:2008. CASA GRANDE
MEKANIKA TANAH

 Atterberg Limit

 Batas Plastis (Plastic Limit)

Batas plastis didefinisikan sebagai


persentase kandungan pori. Batas
plastis juga merupakan batas paling
bawah pada tingkat plastis tanah,
yaitu antara fase semisolid dan
plastic (Das, 2006; 2007).
MEKANIKA TANAH
 Atterberg Limit

Gambar. Atterberg Limit (Das, 2010)


MEKANIKA TANAH
 Analisa Ukuran Butir
Terdapat 2 metode mekanik yang digunakan
untuk menganalisa distribusi ukuran butir, yaitu
sieve analysis & hydrometer analysis (Holtz &
Kovacs, 1981).

 sieve analysis, digunakan untuk tanah


yang berukuran pasir sedang.

 hydrometer analysis, digunakan untuk


tanah yang berukuran pasih halus hingga
lempung
MEKANIKA TANAH
 Pemadatan Standar
Pemadatan pada prinsipnya merupakan proses menghilangkan rongga
udara yang ada pada tanah (Das, 2010). Pemadatan sendiri melibatkan
modifikasi kadar air dan juga tingkat gradasi ukuran butir tanah.
Pemadatan sangat penting, jika tanah digunakan sebagai material
keteknikan, seperti pembuatan earth dam, embankment, dll (Holtz &
Kovacs, 1981).
Tes pemadatan standar bertujuan untuk mengidentifikasi kepadatan
maksimum dan kadar air optimum (AASHTO T 180-74 dalam Holtz &
Kovacs, 1981).
MEKANIKA TANAH
 Pemadatan Standar
MEKANIKA TANAH

 Direct Shear Test


Direct Shear Test merupakan uji laboratorium
yang digunakan untuk mengetahui kekuatan
geser tanah. Kekuatan geser merupakan
daya tahan internal tiap unit area pada tanah
yang dapat menahan terjadinya pergerakan
sepanjang bidang pada tanah tersebut (Das,
2010).
MEKANIKA TANAH

 Direct Shear Test

Gambar. Skema Direct Shear Test (Das, 2010)


DAFTAR PUSTAKA
• Das, B. M., 2006, Principle of Geotechnical Engineering, Sacramento,

Thompsn.

• Das, B. M., 2010, Principle of Geotechnical Engineering, Canada, Cengage

Learning.

• Holtz, R. D., and Kovacs, W. D., 1981, An Introduction to Geotechnical

Engineering, New Jersey, Prentice Hall.

• SNI 1964:2008, Cara Uji Berat Jenis Tanah

• SNI 1965:2008, Cara Uji Penentuan Kadar Air untuk Tanah dan Batuan di

Laboratorium

• SNI 1966:2008, Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah
MEKANIKA BATUAN

 Basic Properties
 Porositas

Porositas (n) merupakan gambaran perbandingan


volume rongga dengan total volume batuan. Secara
umum, porositas akan berkurang seiring dengan
bertambahnya umur batuan dan kedalaman di bawah
pemukaan (Goodman, 1969).
MEKANIKA BATUAN
 Basic Properties

Gambar. Mekanisme Pengukuran Basic Properties Batuan


MEKANIKA BATUAN

 Unconfined Compressive Strength


Kuat tekan didefinisikan sebagai harga
tekan yang diterima pada saat batuan
pecah akibat ditekan oleh suatu gaya
tertentu. Dalam teorinya prinsip penentuan
kuat tekan adalah sangat sederhana, tetapi
pada prakteknya sangat jauh dari
sederhana, sebab cukup banyak faktor
yang mempengaruhi (Vutukuri, et al., 1974)
MEKANIKA BATUAN
 Point Load Test
Point load test ( test Franklin ) adalah suatu test
yang bertujuan untuk menentukan kekuatan
(strength) dari percontohan batu yang di tes
baik berupa silinder maupun yang bentuknya
tidak beraturan. Kekuatan batuan terhadap
beban tergantung pada keadaan bebanitu
sendiri. Jika beban yang menerpa batuan
berupa bidang, maka gaya tekanan dari beban
tersebar merata ke semua permukaan bidang.
Tetapi bila beban berupa titik, maka semua
gaya beban bertumpu pada satu titik.
MEKANIKA BATUAN

 Mohr’s Envelope

Tahun 1776, Coulomb mengemukakan bahwa


kekuatan geser tanah dan batuan merupakan toal
jumlah dari 2 komponen, disebabkan oleh kohesi
dan sudut geser dalam yang tergantung dari normal
stress yang bekerja pada bidang yang bergerak
(Gianai, 1992).
MEKANIKA BATUAN

 Mohr’s Envelope

Gambar. Skema Mohr Envelop (Pusch, 1995)


MEKANIKA BATUAN
 RQD (Rock Quality Designation)
RQD (Rock Quality Designation) yaitu suatu penandaan atau

penilaian kualitas batuan berdasarkan kerapatan kekar. RQD

penting untuk digunakan dalam pembobotan massa batuan (Rock

Mass Rating, RMR) dan pembobotan massa lereng (Slope Mass

Rating, SMR). Perhitungan RQD biasa didapat dari perhitungan

langsung dari singkapan batuan yang mengalami retakan-retakan

(baik lapisan batuan maupun kekar atau sesar) berdasarkan rumus

Hudson (1979, dalam Djakamihardja & Soebowo, 1996) sbb.:


KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Dalam mempelajari aspek kekuatan batuan (a.l. Mekanika Batuan, Geomekanika

dll.) diperlukan klasifikasi geomekanik. Tujuan klasifikasi geomekanik ini adalah

sebagai alat komunikasi para ahli dalam permasalahan geomekanika selain

untuk memperkirakan sifat-sifat dari massa batuan, dan juga merencanakan atau

menilai kemantapan terowongan maupun lereng.

 Klasifikasi Geomekanik (Bieniawski, 1973, 1976, 1984, dalam Setiawan 1990)

didasarkan pada hasil penelitian 49 terowongan di Eropa dan Afrika. Klasifikasi

ini menilai beberapa parameter yang kemudian diberi bobot (rating) dan

digunakan dalam perencanaan terowongan.


KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Rock Mass Rating (RMR)

Rock Mass Rating (RMR) adalah pembobotan massa batuan. Sistem pembobotan

dapat dilihat pada Tabel klasifikasi geomekanik (Tabel A, B, C, dan D). Pembobotan

adalah jumlah dari nilai bobot parameter pada Tabel A dan B. Pada tabel C jumlah

nilai tersebut dimasukkan ke dalam kelompok yang sesuai dengan pembobotan

masing-masing.

Pada Tabel C, nomer kelas dan pemerian dapat diberikan. Pada Tabel D makna dan

kegunaan tiap-tiap nomer kelas disampaikan di sini. Berdasarkan nilai RMR,

jangkauan atap (span) apat direncanakan, serta keleluasaan waktu yang tersedia

agar terowongan tidak runtuh dapat diperkirakan.


KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Rock Mass Rating (RMR)

Gambar. Table A
KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Rock Mass Rating (RMR)

Gambar. Table B
KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Rock Mass Rating (RMR)

Gambar. Table C
KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Rock Mass Rating (RMR)

Gambar. Table C
KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Rock Mass Rating (RMR)

Gambar. Table D
KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Slope Mass Rating (SMR),
Slope Mass Rating (SMR), adalah penerapan nilai RMR untuk memperkirakan
sudut kemiringan lereng pengupasan. Romano (1990, dalam Djakamihardja
& Soebowo, 1996) mengaitkan nilai RMR dengan faktor penyesuaian dari
orientasi kekar tehadap orientasi lereng serta sistem pengupasan lereng
dalam bentung angka rating (pembobotan), yaitu:

F1 mencerminkan paralelisme antara arah kekar dan arah lereng


F2 memperlihatkan kemiringan kekar
F3 memperlihatkan hubungan kemiringan kekar dengan kemiringan lereng F4
merupakan penyesuaian untuk metoda pengupasan.

Romano (1990) memberikan nilai SMR dari keempat faktor tersebut sbb.:

SMR = RMR - ( F1 x F2 x F3 ) + F4
KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Q system
Q System atau disebut juga sebagai Tunneling Quality Index pertama kali
diusulkan oleh Barton, Lien dan Lunde pada tahun 1974 di Norwegian
Geotechnical Institute (NGI) sehingga disebut juga NGI Classification
System. Q-System sebagai salah satu dari klasifikasi massa batuan dibuat
berdasarkan studi kasus dilebih dari 200 kasus tunneling dan caverns.
Q-system merupakan fungsi dari enam parameter yang dinyatakan dengan
persamaan berikut:
KLASIFIKASI GEOMIKANIK
 Q system
APLIKASI GEOLOGI TEKNIK

LANDSLIDE TUNNELING
APLIKASI GEOLOGI TEKNIK

CONCRETE DAMS SHEET PILES


APLIKASI GEOLOGI TEKNIK

SLOPE STABLITY BLASTING


DAFTAR PUSTAKA
• Giani, G. P., 1992, Rock Slope Stability Analysis,
Rotterdam, A.A Balkema
• Goodman R.E., 1969, Introduction to Rock
Mechanics, New York, Wiley
• Pusch, R., 1995, Rock Mechanics on Geological
Base, Amsterdam, Elsevier
• Setiawan, 1990, Informasi Geologi untuk Menilai
Kemantapan Terowongan, Proceeding PIT XIX
IAGI, bandung 11-13 Desember 1990
“pekerjaan hebat tidak dilakukan dengan kekuatan, tapi
dengan ketekunan dan kegigihan” (Samuel Jhonson )

Terima Kasih.......