Anda di halaman 1dari 18

LAS RESISTANSI LISTRIK

MUKH IRSYADUL IBAD (161910101046)


CAHYA ALIEF PRASETYO (161910101065)
LAS RESISTANSI LISTRIK

Pada pengelasan ini logam dalam bentuk lembaran yang bentuk sambungannya
sambungan tumpang, permukaan lembaran logam yang akan disambung ditekan satu
sama lain dan arus yang cukup besar kemudian dialirkan melalui logam sehingga
menimbulkan panas pada sambungan. Panas tertinggi muncul di daerah yang memiliki
resistansi listrik tertinggi, yaitu pada permukaan kontak ke dua lembaran logam.
Proses las resistansi listrik pertama tama harus diciptakan panas yang cukup
untuk membuat daerah tertentu logam dalam keadaan cair. Kemudian logam cair
didinginkan dalam pengaruh tekanan hingga timbul kekuatan yang cukup untuk
menyatukan lembaran logam yang akan dilas. Lamanya arus yang diberikan cukup
singkat untuk menghindari pemanasan yang berlebihan yang diterima elektroda. Karena
terbatasnya waktu pengelasan maka arus yang diberikan untuk menciptakan panas yang
diperlukan harus besar.
Sumber panas pada pengelasan resistansi listrik
Energi panas yang diberikan pada operasi pengelasan tergantung pada aliran arus listrik,
resistansi rangkaian, dan panjang waktu arus dialirkan, seperti rumus berikutini.

H= I2 R T
dimana :
H = panas yang dihasilkan, W-sec. atau J (1 J= 1/1055 Btu);
I = arus listrik, A;
R = resistansi listrik, W;
T = waktu, detik (sec.)

Arus yang digunakan dalam pengelasan resistansi listrik ini sangat besar (umumnya, 5000
sampai dengan 20.000 A ,untuk rollers las resistensi tumpang hingga 40.000 A), tetapi
tegangan relatif rendah (biasanya di bawah 10 V). Panjang waktu arus dialirkan pada
umumnya sangat singkat, untuk pengelasan titik sekitar 0,1 sampai dengan 0,4 detik.
Arus yang dialirkan ke material yang akan dilas melalui elektroda dan
konsentrasi arus pada material yang akan dilas tergantung pada kontak antara
elektroda dan benda kerja. Olehkarena itu elektroda yang akan digunakan
harus memenuhi persyaratan-persyaratan berikut:
• Konduktifitas listrik dan termal yang tinggi.
• Ketahanan terhadap deformasi yang tinggi.
• Mempunyai sifat fisika yang setabil pada tempertatur tinggi.
• Tidak mudah terkontaminasi benda kerja.
• Harga yang terjangkau.
Las resistansi listrik terdiri dari beberapa jenis
• Las resistansi titik (spot welding).
• Las resistansi tumpang ( seam welding).
• Projection welding.
LAS RESISTANSI TITIK (SPOT WELDING)
Las titik adalah pengelasan memakai metode resistansi listrik dimana pelat lembaran dijepit
dengan dua elektroda. Ketika arus dialirkan maka terjadi sambungan las pada posisi jepitan.

• Siklus pengelasan titik dimulai ketika elektroda menekan pelat dimana arus belum
dialirkan. Waktu proses ini disebut waktu tekan.
• Setelah itu arus dialirkan ke elektroda sehingga timbul panas pada pelat di posisi
elektroda sehingga terbentuk sambungan las. Waktu proses ini disebut waktu las.
• Setelah itu arus dihentikan namun tekanan tetap ada dan proses ini disebut waktu tahan.
• Kemudian logam dibiarkan mendingin sampai sambungan menjadi kuat dan tekanan di
hilangkan dan pelat siap dipindahkan untuk selanjutnya proses pengelasan dimulai lagi
untuk titik yang baru. Disebut waktu berhenti
Kelebihan:

1.Dikarenakan tempo las yang singkat dan pemakaian panas yang dilokalisir,
praktis tidak ada terjadi cacat (distortion)
2.Las titik sesuai untuk pengelasan pelat – pelat tipis dengan ketebalan kira – kira
0,7 – 1,4 mm (0.028 – 0.055 in)
3.Tidak memerlukan banyak keahlian atau pengalaman dari pekerjaan las/operation

Kekurangan:

1.Dikarenakan perlu arus listrik yang besar, perangkat las cenderung lebih berat.
2.sukar memastikan kepaduan las dari tampilan luarnya karena fusi (adonan
leburan) terjadi hanya pada permukaan permukaan yang disambungkan dari logam
– logam dasar tersebut.
LAS RESISTANSI TUMPANG (SEAM WELDING)
Proses pengelasan resistansi tumpang ini dasarnya sama dengan las resistansi titik, tetapi
dalam pengelasan tumpang ini kedua batang elektroda diganti dengan roda yang
dapat berputar sesuai dengan alur/garis pengelasan yang dikehendaki. Hasil pengelasan
pada las resistansi tumpang ini terlihat penampang cairan yang terjadi merupakan
gabungan dari titik-titik yang menjadi satu.
Kelebihan:

1.Pengelasan tumpang ini mempunyai kelebihan yakni dapat mengelas sepanjang garis yang dikehendaki
2.Tidak memerlukan banyak keahlian atau pengalaman dari pekerjaan las/operation

Kekurangan:

1.Dikarenakan perlu arus listrik yang besar, perangkat las cenderung lebih berat.
2.sukar memastikan kepaduan las dari tampilan luarnya karena fusi (adonan leburan) terjadi hanya pada
permukaan permukaan yang disambungkan dari logam – logam dasar tersebut.
3.Untuk penekan roda elektroda sewaktu proses pengelasan berlangsung, tekanan roda memerlukan 1,5-
2,0 lebih tinggi jika dibandingkan dengan resistansi titik.
PROJECTION WELDING
Teknik ini merupakan modifikasi dari las resistensi titik dimana arus dan
tekanan elektroda dikosentrasikan pada daerah yang akan dilas yang
telah dipersiapkan sebelumnya seperti yang terlihat pada gambar
sehingga aliran arus terfokus pada titik kontak yang terbatas
Kelebihan:
Hampir sama dengan las titik. Akan tetapi electrode dapat di kosentrasikan pada
daerah yang dikehendaki sesuai dengan ram.
Kekurangan:
Hampir sama dengan las titik. Sedikit yang membedakan yaitu Aliran hanya
terfokus pada titik kontak yang terbatas
FLASH WELDING
Kelebihan Flash Welding

•Kelebihan flash welding antara lain:


Mampu untuk aplikasi produksi yang tinggi.
•Proses pengelasannya cepat.
•Proses pengerjaannya murah.

Kelemahan Flash Welding

•Kelemahan flash welding antara lain:


Peralatan flash welding mahal.