Anda di halaman 1dari 60

Dosen:

Drs. Zadrach L. Dupe, Msi.


Program Studi Meteorologi - ITB
SIRKULASI
» Angin
» Gaya Coriolis
» Sirkulasi global
SIRKULASI UMUM ATMOSFER

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Tekanan Udara

 Tekanan Udara (TU): tekanan yg diberikan udara krn


beratnya pada tiap 1 cm2 bidang mendatar dari
permukaan bumi.
 Diukur dlm milibar tekanan baku pd permukaan laut
dgn Barometer air raksa atau Barometer aneroid (1
atm = 760 mm Hg = 1.013,25 mb).
 TU paling besar di permukaan laut, semakin ke atas
makin menurun, udara makin tipis.
 TU turun 1/30 x setiap naik 300 m pd atmosfer bawah
(= turun 1 mm Hg tiap naik 11 m).

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
 Faktor yang mempengaruhi sebaran tekanan udara sama
dengan faktor yang mempengaruhi suhu

Pengaruh lintang bumi :


 Tek.udara rendah sepanjang lingkaran equator doldrum
 Tek.udara tinggi sepanjang lintang 25o-35o  sub tropical high
 Tek.udara rendah sepanjang lintang 60o-70o  sub polar low
 Tek.udara tinggi pada lintang kutub dingin  cold polar high

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


+ Cold polar high

- Sub polar low

+ Subtropical high

- doldrum

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


 Di benua pd musim dingin membentuk pusat tekanan udara
tinggi; dan sebaliknya
 ANGIN : pergerakan udara pada arah horisontal (arah
vertikal  aliran udara). Bertiup dari tekanan udara tinggi ke
tekanan udara rendah
 Nama angin sesuai dengan arah datangnya angin.
 BUYS-BALLOT: di BBU arah angin berbelok ke kanan & di BBS
arah angin membelok ke kiri.
 Rotasi bumi membiaskan haluan angin : Gaya CORIOLIS;
gaya makin besar ke arah kutub (di equator tidak ada ≈ 0);
kec. angin bertambah, gaya makin besar.

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Sel Hadley

+
Angin timur
-
Angin barat
+
Angin pasat timur laut
-
Angin pasat tenggara

Angin barat

Angin timur
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Sel Hadley

Sistem angin dunia (sel Hadley) :

 Doldrums bertekanan rendah


 Angin Pasat Timur-laut & Angin Pasat Tenggara
 Garis lintang kuda bertekanan tinggi
 Angin Barat
 Angin Timur kutub

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Perbedaan sifat pemanasan
di darat & laut

 Angin laut
(siang T-darat > T-laut;
TU darat < TU laut).

 Angin darat
(malam T-darat < T-laut;
TU darat > TU laut)

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Perbedaan sifat pemanasan
di lereng & lembah
• Angin lembah (siang T-lereng > T-lembah;
TU lereng < TU lembah)
• Angin gunung (malam T-lereng < T-lembah;
TU lereng > TU lembah)

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


 Sistem angin yg terjadi antara benua & samudera : Angin
Musim (Monsoon);
arah berubah setiap musim tergantung letak Matahari.

 Matahari di BBU, T-Asia > T-Australia;


TU Asia < TU Australia:
angin dari Australia ke Asia; & sebaliknya.

 Angin lokal: angin panas (Sirocco, Föhn),


angin dingin (Norther).

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Kecepatan angin dipengaruhi oleh :

 Gradien tekanan horisontal :


perubahan tekanan per satuan jarak dgn arah horisontal &  isobar;
gradien >>, kecepatan angin >>.;
 Letak geografis :
pd grad. tekanan yg sama,
kec. angin di equator >> kec. angin di lintang besar;
 Ketinggian tempat :
pd grad. tekanan yg sama, makin tinggi tempat kec. angin >>.;
 Waktu :
pd grad. tekanan yg sama, kec. angin di permukaan bumi pd siang
hari >> kec. angin pd malam hari.
 Gradien tekanan :
mb/100 km ; Kecepatan angin : km/jam, mil/jam, dsb.
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Kecepatan angin Skala Beaufort
Skala Kecepatan angin (km/jam) Gejala alam
0 1 Calm asap naik tegak lurus
1 1–5 Light air arah angin dilihat dari gerakan asap

2 6 – 11 Light breeze angin sepoi basah, wind vane bergerak

3 12 - 19 Gentle breeze daun bergerak konstan


4 20 - 28 Moderate breeze debu, kertas terbang, ranting bergerak

5 29 - 38 Fresh breeze dahan bergerak, glb kecil di perm. air


darat
6 39 - 49 Strong breeze cabang bergerak, sulit membuka payung

7 50 - 61 Moderate gale pohon bergerak, orang sulit berjalan

8 62 - 74 Fresh gale ranting patah


9 75 - 88 Strong gale genting terbang
10 89 - 102 Whole gale pohon tumbang, bangunan rusak berat

11 103 - 117 Storm Transportasi berhenti total


12 > 117 Hurricane Pohon besar tumbang, gedung roboh
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
 Angin dengan gerakan berbentuk spiral memutar ke dalam 
Siklon;
memutar ke luar  Antisiklon.

 Siklon: pusat tekanan udara rendah dikelilingi area


bertekanan udara makin tinggi (konvergen);
di BBU arahnya berlawan jarum jam, di BBS searah jarum jam.

 Antisiklon: pusat tekanan udara tinggi dikelilingi area


bertekanan udara makin rendah (divergen);
di BBU searah jarum jam, di BBS berlawanan jarum jam.

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Beberapa jenis angin

 Angin Bahorok adalah angin Fohn yang bertiup di daerah dataran rendah Deli
Utara, Sumatra Utara. Karena datangnya dari arah kota Bohorok, maka dinamakan
Angin Bohorok. Bohorok terletak pada arah barat-barat-laut dari Medan.
 Angin Fohn adalah angin yang bertiup di bagian belakang atau di bagian bawah
angin gunung atau pegunungan dengan sifat panas, kering, kencang dan ribut. Hal
ini disebabkan oleh udara yang dipaksa secara mekanik menaiki dan melewati
puncak dan kemudian menuruni lereng bagian belakang gunung. Udara yang turun
ini mengalami pemanasan adiabatik.
 Angin Gending adalah angin Fohn yang berhembus dari gunung dan pegunungan di
sebelah tenggara menuju Probolinggo, Jawa Timur. Dinamakan demikian karena
datangnya dari arah kota Gending.
 Angin Geostrofik adalah angin teoretis dengan gaya yang bekerja kepadanya hanya
gaya gradien tekanan dan gaya coriolis yang sama besar dan berlawanan arahnya.
Angin ini bertiup sejajar dengan isobar yang lurus dengan laju konstan. Angin nyata
akan mendekati angin geostrofik pada ketinggian jauh dari permukaan bumi,
dengan tidak ada gaya gesekan, yaitu kira-kira di atas ketinggian 1000 m dari
permukaan bumi.
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
GERAK ATMOSFER

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Interval Isobars 4mb

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Gaya Gradien Tekanan

Gaya gradien tekanan horizontal


adalah gaya utama penggerak angin.

1 dP 1000 mb
Gaya gradien tekanan = -
 dx
1004 mb
dimana P adalah tekanan,  adalah
densitas udara, dan x adalah jarak. Karena
itu gaya akan berbanding terbalik dengan Gaya tekanan
jarak antar isobar, tegak lurus terhadap
isobar dan mengarah dari tekanan tinggi ke
tekanan rendah

Gaya tekanan akan mempercepat gerak


partikel udara kearah tekanan rendah
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Gaya Coriolis

Sumber: http://www.physclips.unsw.edu.au/jw/coriolis.html
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Gaya Coriolis

Gaya coriolis
adalah gaya yang diperkenalkan Sumbu rotasi
untuk menjelaskan penyimpangan
gerak objek pada suatu bingkai
referens yang berputar, seperti
bumi misalnya
V

Gaya coriolis bekerja tegak lurus


terhadap arah gerak dan sumbu
rotasi bingkai referens
Gaya Coriolis

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Gaya Coriolis pada Piringan datar

Fc V

1 2 3

4 5 6

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Bumi berbentuk bola  lebih kompleks
dari piringan.

Di atmosfer, kita hanya konsern


terhadap komponen horizontal gaya
coriolis yang besarnya (per unit masa):

2 V sin
 = kecepatan sudut bumi
V = kecepatan angin
 = lintang

Karena itu maksimum di kutub dan nol


di equator dan pembelokan ke kanan di
BBU, dan kekiri di BBS
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Pengaruh geografis terhadap
penyimpangan arah angin akibat
gaya coriolis

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Kesetimbangan Geostropik

Gaya gradien tekanan yg bekerja Gaya tekanan akan terus


pada masa udara stasioner dan memberikan percepatan pada
akan memberikan percepatan aliran, dan gaya coriolis akan
kearah wilayah tekanan rendah membelokkannya FP

1000 mb FP FP FP
Vg
V
1004 mb V
V
Fc
Fc Fc
Fc
Gaya coriolis akan Akhirnya aliran akan bergerak
membelokkan aliran ke sejajar isobar, dan gaya
kanan di BBU dan ke gradien tekanan dan coriolis
kiri di BBS akan setimbang. Kondisi ini
disebut kesetimbangan
geostropik, dan Vg kecepatan
angin geostropik
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Karena gaya coriolis seimbang
dengan gaya gradien tekanan :

Gaya gradien tekanan = gaya coriolis N.B.


Perubahan densitas udara  sangat
1 dP = 2 V sin kecil pada lintang yang tetap, dan
g
 dx diasumsikan konstan, tetapi
berkurang secara signifikan dengan
Kecepatan angin Geostropik pertambahan ketinggian.
berbanding lurus dengan gradien
tekanan dan bergantung terbalik  gaya gradien tekanan untuk
dengan lintang. gradien tekanan tertentu
Untuk gradien tekanan yang bertambah dengan ketinggian.
 kecepatan angin geostropik
konstan, kecepatan angin
bertambah dengan ketinggian.
geostropik berkurang kearah
kutub.
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Skala angin Geostrophic (knots)

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Aliran Geostropik merupakan aproksimasi untuk observasi angin
di atmosfer bebas, kecuali disekitar ekuator dimana gaya coriolis
mendekati nilai nol/zero

Penyimpangan terhadap kesetimbangan geostropik ditimbulkan


oleh :
– Perubahan yang konstan dalam medan tekanan
– Lengkungan garis isobar
– Shear angin vertikal

Penyimpangan signifikan dari aliran geostropik terjadi dekat


permukaan akibat efek gesekan permukaan.

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Percepatan Sentripetal

Gerak pada lintasan melengkung HIGH


membutuhkan percepatan kearah Fc

pusat lengkungan: percepatan


V
sentripetal . Percepatan sentripetal

LOW
FP
FP

Untuk low, gaya coriolis lebih kecil


Percepatan Sentripetal V
dari gaya tekanan; sedangkan untuk
high lebih besar dari gaya tekanan.
Fc Karena itu:
Kebutuhan akan percepatan LOW: V < geostropik
sentripetal adalah karena ketidak (subgeostropik)
setimbangan antara gaya tekanan HIGH: V > geostropik
dan gaya coriolis. (supergeostropik)
V disini disebut angin gradient ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Efek Gesekan
Gesekan pada permukaan akan
memperlambat angin. Ketebalan
Aliran Geostropik jauh lapisan turbulensi meningkat dari ~100
dari permukaan m sampai ~1.5 km diatas permukaan
akibat efek gesekan.
Kecepatan angin yang rendah
menghasikan gaya coriolis yang kecil
pula dan dengan demikian mengurangi
pembelokan ke kanan (di BBU).
Vektor angin membentuk spiral: Spiral
Ekman. Angin permukaan terletak
disebelah kiri angin geostropik
10-20 diatas lautan
Spiral Ekman 25-35 diatas daratan
Kecepatan angin beberapa meter diatas
permukaan adalah ~70% dari kecepatan
angin geostropik dilautan dan lebih kecil
lagi untuk daratan.
Vg ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Angin permukaan
memotong isobar
dengan sudut 10-35

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Sirkulasi Global
Untuk Bumi yang tidak
berotasi, konveksi akan
membentuk satu sel
simetris sederhana
disetiap belahan Bumi

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Karena gerak rotasi bumi, gaya
coriolis akan membelokkan
aliran udara. Sirkulasi rerata
yang stabil mempunyai 6 sel Polar Cell

yang bergerak berlawanan, 3 sel


di setiap belahan bumi. Ferrel Cell

Dalam setiap sel, gaya coriolis


membelokkan angin ke timur
atau Barat. Batas antar sel
bervariasi sesuai dengan musim
N.B. Gambar disamping adalah model
penyederhanaan sirkulasi yang
sebenarnya tidak kontinyu terhadap ruang
dan waktu. ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Sirkulasi Atmosfer terjadi akibat ketidak seimbangan energi radiasi
Matahari yang diterima permukaan bumi akibat kemiringan sumbu
rotasi Bumi

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Jika permukaan bumi secara merata ditutupi oleh air, maka sistem
sirkulasi yang terbentuk adalah sistem sel tunggal, yang dikenal
sebagai sel Hadley
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Tetapi karena pengaruh ukuran bumi, gaya Coriolis, ketebalan
atmosfer, viskositas, radiasi Matahari, distribusi daratan-lautan, dll,
maka setiap sel Hadley pecah menjadi 3 buah sel yang lebih kecil
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Pengamatan menunjukkan bahwa dari daerah Ekuator ke Kutub Utara/Selatan
terbentuk daerah tekanan rendah dan tinggi secara berselang-seling, mulai
dari daerah tekanan rendah ekuatorial, daerah tekanan tinggi sub-tropis,
daerah tekanan rendah lintang tinggi dan terakhir daerah tekanan tinggi kutub

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


3D Global Atmospheric Circulation
Diagram
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Global atmospheric circulation animation due to the sun movement

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Akibat tekanan dari
gaya coriolis, terdapat
subtropical dan
subpolar/mitlatitude
Jet Stream di kedua
belahan bumi, BBU dan
BBS di puncak
Troposphere.

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


2D Jet Stream Diagram

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


Chinook Wind Mechanism
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
Differential Heating

ME 2112 -- Zadrach L. Dupe


ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe
ME 2112 -- Zadrach L. Dupe