Anda di halaman 1dari 23

APOTEK SWALAYAN

Kelompok 2
Suci Indah kartika (2605007)
Melfi Indriani (2605008)
Lativa Susanti (2605009)
Elhas Adelse Nameza (2605010)
Dewi Winduri (2605011)
Rina Afdika (2605012)
Apa itu Apotek?
Menurut PERATURAN
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 9 TAHUN 2017
TENTANG APOTEK
Apotek adalah sarana
pelayanan kefarmasian
tempat dilakukan praktek
kefarmasian oleh Apoteker.
APOTEK
Tempat pengabdian profesi seorang
apoteker yang telah mengucapkan
sumpah jabatan.
Sarana farmasi yang dilakukan
pengubahan bentuk dan penyerahan
obat atau bahan obat.
Sarana penyalur perbekalan farmasi
yang harus menyebarkan obat yang
diperlukan masyarakat secara meluas
dan merata
APOTEK
Sarana yang digunakan untuk melakukan
pekerjaan kefarmasian.

Sarana yang digunakan untuk memproduksi


dan distribusi sediaan farmasi antara lain
obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika.
Sarana pembuatan dan pengendalian mutu
sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan,
penyimpanan dan pendistribusian atau
penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan
obat atas resep dokter
Skema perizinan pendirian apotek menurut Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia NO. 9 Th 2017

Melengkapi
persyaratan Apoteker

Mengajukan permohonan izin apotek

Pemerintah Kab/Kota

Selambat-lambatnya 6 hari kerja

Dapat meminta bantuan kpd


Kepala Dinkes u/ melakukan
pemeriksaan

Selambat-lambatnya 12 hari kerja

Melaporkan hasil pemeriksaan


dilengkapi dgn berita acara
pemeriksaan
Jangka waktu 12 hari kerja

Belum memenuhi syarat Telah memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat

Surat penundaan Surat Izin Apotek Surat penolakan dr


SIA Pemerintah daerah kab/kota
PERSYARATAN PENDIRIAN APOTEK

BANGUNAN

APOTEK

Sarana, Prasarana,
LOKASI
dan Peralatan
LOKASI

Menurut Peraturan Menkes No 9 Th 2017 Pasal 5,


disebutkan bahwa :

Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dapat


mengatur persebaran Apotek di wilayahnya
dengan memperhatikan akses masyarakat dalam
mendapatkan pelayanan kefarmasian.
BANGUNAN

Persyaratan Bangunan apotek menurut


Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9
tahun 2017 Pasal 6 disebutkan bahwa :

Bangunan terpisah
Memiliki fungsi
dari pusat
keamanan, kenyamanan,
Harus bersifat perbelanjaan, toko,
dan kemudahan dalam
permanen kantor, dan
pemberian pelayanan
bangunan yang
kepada pasien
sejenis.
SARANA
Bangunan Apotek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 paling
sedikit memiliki sarana ruang yang berfungsi:

Penerimaan
Arsip
resep

Penyimpanan
Pelayanan Resep Sediaan Farmasi
dan peracikan dan Alat
Kesehatan

Penyerahan
Sediaan Farmasi
konseling;
dan Alat
Kesehatan
Prasarana Apotek dalam Pasal 7 paling sedikit terdiri atas:

Instalasi
listrik

Instalasi Sistem
air bersih PRASARANA tata udara

Sistem
proteksi
kebakaran
Peralatan apotek menurut
pasal 9 terdiri dari :
- Rak obat

- Alat peracikan 1.
Penggunaan
- Bahan pengemas obat
Peralatan Sediaan
yang - Lemari pendingin Farmasi atau
Alat
dibutuhkan - Meja, kursi Kesehatan
dalam
pelaksanaan - Komputer
2. Catatan
pelayanan
pelayanan apoteker yang
- Sistem pencatatan mutasi obat
kefarmasian diberikan
- Formulir catatan pengobatan pasien kepada
pasien.
- Peralatan lain sesuai dengan
kebutuhan.
PENYELENGGARAAN
Penyelenggaraan apotek menurut
Pasal 16 disebutkan bahwa :

Pengelolaan Sediaan
Farmasi, Alat Pelayanan farmasi
Kesehatan, dan klinik, termasuk di
Bahan Medis Habis komunitas
Pakai;
PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK
MENURUT PERMENKES NO.73 TH 2016

• Pengaturan Standar
1. Meningkatkan mutu
pelayanan kefarmasian Pelayanan Kefarmasian di
Apotek menurut Pasal 2
bertujuan untuk:

2. Menjamin kepastian
hukum bagi tenaga
kefarmasian

3. Melindungi pasien dari


penggunaan obat yg tidak
rasional (patient safety)
Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek menurut
Pasal 3 :

Pengelolaan sediaan farmasi, alat Pelayanan Farmasi Klinik


kesehatan dan bahan medis habis pakai
Pengkajian resep
Perencanaan
Dispending
Pengadaan
Pelayanan Informasi Obat
Penerimaan

Penyimpanan Konseling

Penyimpanan Pelayanan Kefarmasian di


Rumah
Pemusnahan
Pemantauan Terapi Obat

Pengendalian
Monitoring ESO
Pencatatan dan pelaporan
Perencanaan : Diperhatikan pola
penyakit, pola konsumsi, budaya dan
kemampuan masyarakat.

Pengadaan : Untuk menjamin


kualitas Pelayanan Kefarmasian
sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.

Penerimaan : untuk menjamin


kesesuaian jenis spesifikasi, jumlah,
mutu, waktu penyerahan dan harga
yang tertera dalam surat pesanan
dengan kondisi fisik yang diterima
Penyimpanan Pemusnahan dan penarikan

Disimpan dalam wadah asli dari Obat kadaluwarsa atau rusak harus dimusnahkan sesuai
pabrik. dengan jenis dan bentuk sediaan

Disimpan pada kondisi yang sesuai Resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5
sehingga terjamin keamanan dan (lima) tahun dapat dimusnahkan
stabilitasnya.

Tidak boleh terkontaminasi dengan Untuk Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis
barang lain Pakai yang dilaksanakan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan

Diperhatikan bentuk sediaan dan


kelas terapi Obat serta disusun Penarikan sediaan farmasi yang tidak memenuhi
secara alfabetis. standard/ketentuan peraturan perundang-undangan
dilakukan oleh pemilik izin edar berdasarkan
perintah penarikan oleh BPOM
Pengeluaran Obat memakai sistem
FEFO (First Expire First Out) dan Penarikan Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis
FIFO (First In First Out) Pakai dilakukan terhadap produk yang izin edarnya
dicabut oleh Menteri.
Pengendalian • untuk mempertahankan jenis dan jumlah
persediaan sesuai kebutuhan pelayanan, melalui
pengaturan sistem pesanan atau pengadaan,
penyimpanan dan pengeluaran

Pencatatan • Dilakukan pada setiap proses pengelolaan


dan Pelaporan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan
Medis Habis Pakai meliputi pengadaan,
penyimpanan, penyerahan dan pencatatan
lainnya disesuaikan dengan kebutuhan.

• Pelaporan terdiri dari pelaporan internal dan


eksternal.
APOTEK SWALAYAN/SUPERMARKET

Apotek swalayan atau


supermarket terdiri dari Swalayan
beberapa ruangan, farmasi
misalnya:
Tempat
penerimaan,
Ruang penyerahan
tunggu resep dan ruang
konseling
apoteker

Ruang Tempat
penunjang
lainnya peracikan

Ruang
Praktek
dokter
APOTIK SUPERMARKET MELAYANI
 Melayani penjualan langsung
 Melayani resep dokter

 Menyediakan pelayanan lain yang dapat dibeli


tanpa resep dokter meliputi : praktek dokter,
optik dan pelayanan obat otc (over the counter)
baik obat bebas maupun obat bebas terbatas.
 Apotek ini juga memudahkan pasien
untuk memilih produk farmasi yang
dibutuhkannya selagi menunggu obat
resep disiapkan.
 Apotek swalayan ini juga dapat menarik minat
konsumen karena jasa yang diberikan berupa
pelayanan yang ramah, pajangan barang barang nya
yang yang teratur dan pembagian barang yang
menurut golongannya sehingga dapat memudahkan
konsumen dalam memilih kebutuhannya dan dapat
memberikan rasa nyaman pada konsumen sehingga
dapat meningkatkan pembelian.
• Mempermudah konsumen dalam mencari obat yang
diperlukan.
• Tampilan depan swalayan farmasi
apotek menunjukkan etalase yang berisi jajaran alat
kesehatan. Hal ini dilakukan untuk
menginformasikan kepada konsumen, bahwa selain
keuntungan menjual obat-obatan apotek juga menjual alat-alat
kesehatan seperti kursi roda, alat timbangan, tabung
oksigen, pispot.

• Sedikit kendala dalam swalayan farmasi adalah konsumen


masih tidak dapat secara langsung melihat harga obat dan
alat kesehatan karena tidak semua obat dan alat kesehatan
diberi label harga layaknya swalayan kebanyakan sehingga
konsumen harus bertanya terlebih dahulu kepada kasir untuk
kerugian mengetahui harga dari obat atau alat kesehatan yang mereka
butuhkan.