Anda di halaman 1dari 30

Case Report

P4A0 Partus Maturus Dengan SC Atas


Indikasi Plasenta Previa Totalis +
Akseptor IUD

Disusun oleh: Muhamad Ansori Bastian


1102013178

Pembimbing: dr. H Dadan Susandi, SpOG

SMF ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


RSUD Dr. SLAMET GARUT
2017
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. Ika Farida Nama Suami : Tn. Udan


Umur : 24 tahun Umur : 28 tahun
Alamat : Bayongbong Alamat :
Kalampayan, Garut Kota
Pendidikan : SMP
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu rumah
tangga Pekerjaan : Pedagang
MRS : 16 Oktober
2017, pukul 21.00
RM : 01053992
ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA
• Perdarahan dari jalan lahir
Riwayat penyakit sekarang
• G3P2A0 merasa hamil 8 bulan mengeluh pendarahan jalan lahir
sejak 1 jam SMRS. Pendarahan banyak membasahi 1 kain panjang
dan berwarna merah segar. Pendarahan ini bukan merupakan yang
pertama kali, sebelumnya pasien mengatakan mengalami
pendarahan 3 hari SMRS namun hanya sedikit-sedikit. Adanya
keluhan nyeri disangkal oleh Ibu. Mules – mules dirasakan ibu
sejak 1 jam SMRS. Keluar cairan banyak dari jalan lahir belum
dirasakan ibu, pergerakan janin dirasakan ibu sejak 4 bulan SMRS
hingga sekrang. Riwayat penyakit jantung, paru, dan darah tinggi
tidak ada. Riwayat mengkomsi alkohol disangkal, riwayat merokok
saat umur 16 tahun diakui Ibu.
RIWAYAT OBSTETRI
Keha Tem- Peno- Cara Cara BB Jenis Usia Keadaan
milan pat long kehamil persalina lahir Kelamin :
an n hidup/m
ati
I Rumah Bidan Aterm Spontan 350 Laki-laki 6thn Hidup
0gr

II Rumah Bidan Aterm Spontan 410 Laki-laki 3th Hidup


0gr

IV Kehamilan saat ini


KETERANGAN TAMBAHAN
MENIKAH •♀ : 18 tahun, SMA, IRT
PERTAMA KALI •♂ : 30 tahun, SD, Pedagang

• HPHT : 25-2-2017
• TP : 2 12 2017
• Siklus : Teratur
• Durasi : 7 Hari
HAID • Banyak : 2-3x ganti Pembalut
• Nyeri : -
Suntik selama 2.5 tahun, ingin
hamil lagi

8x, ke bidan dan SpOG setiap


bulan
Status praesens
Keadaan Umum : Composmentis
Tekanan Darah :120/80mHg
Nadi : 80x/menit
Respirasi : 16x/menit
Suhu : 36,8 °C
• Kepala : Konjungtiva Anemis : +/+
Sklera ikterik : -/-
• Leher : Tiroid : Tidak ada kelainan
KGB : Tidak ada kelainan
• Cor : Bunyi jantung I-II murni regular,
gallop (-), murmur (-)
• Pulmo : VBS kanan = kiri, Rhonki -/-,
Wheezing -/-
• Abdomen: Cembung, lembut, Nyeri tekan (-),
Defans muscular (-)
Hepar dan Lien : sulit dinilai
• Ekremitas : Akral hangat, Edema tungkai --/--,
Varises --/--
Pemeriksaan Luar Pemeriksaan
Dalam, inspekulo
Fundus Uteri:28cm
V/V :
Lingkar perut: 92 cm
TAK
Letak anak: Kepala ,
Fluksus : positif
puka
BJA : 136 x/menit
His: +
TBBA: 2480 gram
PEMERIKSAAN PENUNJANG
17-10-2017 00:53

Hematologi
Darah Rutin Imunoserologi
Hb : 12,6 gr/dL HIV : NON REAKTIF
Lekosit : 9.730/mm3 HBsAg : NON REAKTIF
Trombosit :
248.000/mm3
Eritrosit: 3,98 juta/mm3
Hematokrit : 38% Kimia Klinik
Masa Pendarahan: 2 AST (SGOT) : 26
Masa Pembekuan: 9 ALT (SGPT) : 18
DIAGNOSIS AWAL
G3P2A0 gravida 32-33 minggu +
Perdarahan Antepartum ec Plasenta
previa totalis (hasil USG)
RENCANA PENGELOLAAN

Observasi KU, TTV, HIS, BJA

Infus RL 500 cc 20 gtt/menit

Nifedipin 3 x 20 mg

Dexametasone 2 x 6 mg

R/persalinan perabdominal: Sedia darah

Motivasi KB : Setuju IUD


LAPORAN OPERASI LENGKAP :
 Dilakukan tindakan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya
 Dilakukan insisi pfannensteel sepanjang ± 10 cm
 Setelah peritoneum dibuka tampang diding depan uterus
 Plika vesikouterina diidentifikasi, disayat melintang
 Kandung kemih disisihkan ke bawah dan dithan dengan refraktor abdomen
 SBR disayat konkaf, bagian tengahnya ditembus oleh jari penolong dan diperlebar ke kiri dan ke kanan
 Jam 08.08 : Lahir bayi laki-laki hidup dengan meluksir kepala
BB : 2.390 gram PB : 44 cm
APGAR 1’: 4 5’ : 6
Disuntikkan oxytocin 10 IU intramural, kontraksi baik
 Jam 08.10 : Lahir plasenta dengan tarikan ringan pada tali pusat
B : 500 mg ukuran : 20 x20x2 cm
 SBR dijahit lapis demi lapis, lapisan pertama dijahit secara jelujur interlocking
 Sebelum SBR dijahit seluruhnya dilakukan insersi IUD copper T
 Lapisan kedua dijahit secata overhecting matras. Setelah yakin tidak ada perdarahan, dilakukan
reperitonealisaasi dengan peritoneum kandung kencing
 Perdarahan dirawat
 Rongga abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah
 Fascia dijahit dengan safil no. 1. Kulit dijahit secara subkutikuler
 Perdarahan selama operasi ± 500 cc
 Diuresis selama operasi ± 200 cc
DIAGNOSIS KERJAG3P2A0 Gravida 32-
33 minggu + Perdarahan Antepartum
ec Plasenta Previa Totalis

P3A0 partus prematurus


dengan SC a.i Plasenta
Previa Totalis + akseptor
IUD
FOLLOW UP

• TERLAMPIR
PERMASALAHAN
1. Bagaimana mendiagnosis plasenta previa?
• Pada pasien ini :
• Dari anamnesa didapatkan : keluhan berupa
perdarahan berwarna merah segar dari jalan
lahir yang terjadi pada kehamilan trimester
akhir (bulan ke-8), tanpa disertai nyeri.
• Hasil Inspekulo menunjukkan adanya fluksus
dari OUE
• Hasil USG menunjukkan adanya plasenta
previa totalis
2. Apakah faktor resiko dari pasien ini ?
• Pada pasien ini:
• Kemungkinan terbesar dari penyebab terjadinya plasenta previa
adalah keadaan endometrium yang kurang baik akibat dari
kebiasaan pasien yang merokok sejak muda.
• Endometrium yang kurang baik juga dapat menyebabkan zigot
mencari tempat implantasi yang lebih baik,yaitu di tempat yang
rendah dekat ostium uteri internum.
• Plasenta previa juga dapat terjadi pada plasenta yang besar dan
yang luas, seperti pada eritroblastosis, diabetes melitus, atau
kehamilan multipel keadaan endometrium menjadi kurang baik
sehingga plasenta harus tumbuh menjadi luas untuk mencukupi
kebutuhan janin. Plasenta yang tumbuh meluas akan mendekati
atau menutup ostium uteri internum.
3. Bagaimana pengelolaan pada pasien ini?
• Pada pasien ini :
• Dilakukan terminasi setelah diberikan dexametason guna untuk
mencegah terlalu banyak pendarahan yang bisa membahayakan Ibu
dan Janin. Dipilih rencana seksio sesarea karena perdarahan yang
banyak akibat plasenta previa totalis dan sesegera mungkin
melahirkan janin sehingga uterus dapat segera berkontraksi dan
menghentikan perdarahan. Serta menghindarkan kemungkinan
terjadinya robekan pada serviks uteri, jika janin dilahirkan
pervaginam.
• Penderita juga harus diberikan antibiotik mengingat kemungkinan
terjadinya infeksi yang besar disebabkan oleh perdarahan dan
tindakan-tindakan intrauterin.
• Perlu diperhatikan bahwa sebelum melakukan tindakan apapun
pada penderita plasenta previa, harus selalu tersedia darah yang
cukup.
4. Bagaimana fungsi kesehatan reproduksi pada pasien
ini?
• Haid : normal
• Hamil : riwayat bekas SC pada pasien
menjadi salah satu faktor yang dapat menjadikan
alasan kehamilan selanjutnya dilakukan tindakan SC .
plasenta previa pada pasien ini dapat berulang pada
kehamilan berikutnya
• Seksual : pada kehamilan selanjutnya, hubungan
seksual saat kehamilan sangat tidak dianjurkan
dikhawatirkan adanya perdarahan yang memicu ke
arah plasenta previa totalis.
TINJAUAN PUSTAKA
PLASENTA PREVIA
DEFINISI

Plasenta previa adalah plasenta yang


berimplantasi pada segmen bawah rahim dan
menutupi sebagian atau seluruh osteum uteri
internum.
Klasifikasi

Plasenta • Seluruh ostium uteri internum tertutup


previa totalis oleh plasenta

Plasenta • Sebagian ostium uteri internum tertutup


previa parsial oleh plasenta
Plasenta
• Hanya pada pinggir dan mengenai sedikit
previa
ostium uteri internum
marginalis
Plasenta • Plasenta terdapat pada bagian pinggir
previa letak dan tidak mengenai ostium uteri
rendah internum
FAKTOR RESIKO

PRESDISPOSISI

PENDUKUNG

PENDORONG
Gejala-Gejala
 Gejala yang terpenting : perdarahan tanpa nyeri.
 Pada plasenta previa, ukuran panjang rahim
berkurang  pada plasenta previa lebih sering
disertai kelainan letak.
 Mungkin sekali terjadi perdarahan pasca persalinan
dikarenakan :
1. Plasenta melekat lebih erat pada dinding rahim
(plasenta akreta).
2. Daerah perlekatannya luas.
3. Kontraksi segmen bawah rahim kurang 
mekanisme penutupan pembuluh darah pada
insersi plasenta tidak baik.
DIAGNOSIS

ANAMNESIS • Perdarahan dari jalan lahir tanpa nyeri

•Bagian terendah anak sangat tinggi


•Disebabkan karena plasenta terdapat pada kutub bawah rahim
Pemeriksaan
•Kelainan letak bayi, menyebkan ukuran panjang janin berkurang
Luar
•Dapat disertai atau tanpa HIS

Penunjang; • Inspekulo  Keluar darah yang keluar dari ostium uteri eksternum
Inspekulo • Menentukan letak implantasi plasenta
USG • Menentukan jarak tepi plasenta terhadap ostium uteri eksternum
Pengelolaan

• Ekspektatif
• Aktif : Persalinan pervaginam
Persalinan perabdominam
Prognosis
Dengan penanggulangan yang baik seharusnya
kematian ibu karana plasenta rendah sekali atau tak
ada sama sekali. Sejak diperkenalkannya penanganan
pasif pada tahun 1945, kematian perinatal berangsur-
angsur dapat diperbaiki. Walaupun demikian, hingga
kini kematian perinatal yang disebabkan prematuritas
tetap memegang peranan utama.
KOMPLIKASI
• Pada ibu dapat terjadi perdarahan hingga syok
akibat perdarahan, anemia karena perdarahan
plasentitis, dan endometritis pasca persalinan.
• Pada janin biasanya terjadi persalinan
premature dan komplikasi seperti Asfiksi
berat.