Anda di halaman 1dari 16

Kasus

Pada suatu saat Tn. K 35 th, dibawa oleh


keluarganya ke IGD rumah sakit karena di rumah
klien marah-marah kepada semua orang yang ada
di rumah. Klien marah-marah sambil
melemparkan barang-barang yang ada di dekatnya.
Terkadang klien juga memukul dinding dan kaca.
Klien mudah sekali tersinggung sejak 2 bulan yang
lalu. Sejak 7 bulan yang lalu klien di putuskan
pacar yang sangat disayanginya. Klien belum
mendapatkan pekerjaan sejak lulus SMA. Klien
merasa dirinya sangat menyusahkan keluarga.
Masalah apa yg dialami Tn.K? Data apa yg
mendukung? Tindakan keperawatan untuk Tn.K ?
ASKEP KLIEN PERILAKU
KEKERASAN

HENI PURNAMA, MNS


Definisi

Marah merupakan perasaan jengkel


yang timbul sebagai respon terhadap
kecemasan atau kebutuhan yang
tidak terpenuhi yang dirasakan
sebagai ancaman.
Perasaan marah adalah normal untuk setiap
individu namun perilaku yg dimanifestasikan oleh
perasaan marah tersebut dapat berfluktuasi dalam
rentang adaptif dan maladaptif.
Rentang Respon Marah

Respon Adaptif Respon Maladaptif

Asertif Frustrasi Pasif Agresif Kekerasan


 Seseorang yang frustrasi menimbulkan sikap
pasif dan melarikan diri atau melawan dan
menentang.

 Respon melawan dan menentang merupakan


respon maladaptif yaitu agresif dan kekerasan.

Agresif :
Memperlihatkan permusuhan, keras dan
menuntut, mendekati orang lain dg ancaman
tanpa niat melukai. Umumnya masih dapat
mengontrol perilaku tanpa melukai.
Kekerasan :
Disebut juga gaduh gelisah atau amuk.

Perilakunya ditandai dg mendekati orang lain


secara menakutkan, memberi kata-kata
ancaman dan melukai pada tingkat ringan
dan yang paling berat adalah melukai pada
tingkat serius.

Klien tidak mampu mengendalikan diri.


Faktor Predisposisi

1. Psikologis
kegagalan dan masa kanak-kanak yg tidak menyenangkan
2. Perilaku
Reinforcement yg diterima saat melakukan kekerasan,dan
sering mengobservasi kekerasan
3. Sosial Budaya
Budaya tertutup dan membalas secara diam (pasif agresif) dan
kontrol sosial yg tidak pasti
4. Bioneurologis
Kerusakan sistem limbik, lobus frontal, temporal dan
ketidakseimbangan neurotransmiter.
Faktor Presipitasi
1. Klien
Kelemahan fisik (peny. fisik), keputusasaan dan
percaya diri yg kurang.
2. Lingkungan
Ribut, padat , kritikan yg mengarah pada
penghinaan dan kehilangan
3. Interaksi sosial
Interaksi yang provokatif dan konflik.
Tanda dan Gejala
Hasil Observasi :

 Muka merah, pandangan tajam, otot tegang.

 Nada suara tinggi dan suka berdebat.

 Klien tampak sering memaksakan kehendak, merampas


makanan atau barang orang, memukul jika tidak
senang.
Ada 4 macam Perilaku Kekerasan

1. Ancaman verbal
2. Merusak lingkungan
3. Menciderai diri sendiri
4. Menciderai orang lain
Masalah Keperawatan
1. Perilaku kekerasan
2. Resiko menciderai
3. Gangguan konsep diri : harga diri rendah.

Diagnosa Keperawatan
1. Risiko menciderai orang lain dan lingkungan
berhubungan dengan prilaku kekerasan.
2. Perilaku kekerasan berhubungan dengan
harga diri rendah.
Tujuan

• Tujuan Umum
Klien tidak menciderai diri sendiri, orang lain
dan lingkungan.

• Tujuan Khusus
1. Manajemen perilaku kekerasan
2. Manajemen krisis (Pada saat terjadi prilaku
kekerasan)
Pembatasan Gerak

 Adalah memisahkan klien di tempat yg aman dg tujuan


melindungi klien, klien lain dan staf dari kemungkinan
bahaya. Biasanya di sebut juga dengan kamar isolasi.

 Klien dilakukan pembatasan gerak karena :


1. Klien dapat menciderai orang lain atau dicederai oleh
orang lain
2. Membutuhkan pembatasan interaksi dg orang lain
3. Memerlukan pengurangan stimulus dari lingkungan
Pengekangan/Pengikatan Fisik

 Pengekangan/restrain adalah pembatasan gerak klien


 Tindakan pengekangan
masih umum dilakukan perawat disertai dg penggunaan
obat psikotropik
Intervensi

1. Bina hubungan saling percaya

2. Identifikasi penyebab PK

3. Identifikasi tanda dan gejala PK

4. Identifikasi akibat perilaku kekerasan

5. Ajarkan tehnik nafas dalam

6. Ajarkan latihan fisik dengan pukul bantal

7. Ajarkan cara mengungkapkan perasaan dengan baik