Anda di halaman 1dari 38

EFEKTIFITAS PEMAKAIAN BILLY

BLANKET DENGAN FOTO TERAPI


KONVENSIONAL TERHADAP
PENURUNAN KADAR BILIRUBIN
PADA BAYI HIPERBILIRUBINEMIA

Oleh : Putri Diah Kusuma (2015727033)


Latar Belakang

 Hiperbilirubin merupakan salah satu


fenomena klinis yang sering
ditemukan pada sekitar 60% dari
bayi normal menjadi kuning secara
klinis sekitar minggu pertama
kehidupan
Lanjutan

 Pemantauan bilirubin secara klinis ini


adalah langkah awal agar dapat
dilakukan intervensi selanjutnya, apakah
ada indikasi bayi dilakukan fototerapi
atau tidak. Cara ini dianggap lebih
mudah dan murah sebagai deteksi awal
dilakukannya fototerapi
Lanjutan

 Efektifitas foto terapi ditentukan oleh


intensitas sinar, penurunan kadar
bilirubin sebanding dengan
intensitas sinar yang digunakan.
Lanjutan

 Di Amerika sendiri penelitian tentang


pemakaian billy Blanket sudah
dilakukan sejak tahun 1990 dan
telah dipublikasikan J Paediatr Child
Health ditahun 1995.
Lanjutan

 Penelitian tersebut membandingkan


penggunaan billy Blanket dengan
foto terapi konvensional pada
hiperbilirubin bayi prematur
Lanjutan

 Dari hasil penelitian tersebut ada 24


bayi pada kelompok konvensional
dan 20 pada kelompok BillyBlanket.
Rata-rata durasi foto terapi
dibandingkan dan 44 jam untuk
kelompok konvensional dibandingkan
42 jam untuk kelompok BilyBlanket
Lanjutan

 Di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading


sendiri untuk bayi Hiperbilirubin sendiri
pada 3 bulan terakhir sebanyak 42
pasien.
 pasien menggunakan perlakuan billy
Blanket 20 pasien dan therapy
konvensional sebanyak 22 pasien, tetapi
belum ada efektifitas penelitian
pemakaian foto terapi konvensional
dengan billy blanket
Definisi Hiperbilirubin

 Hiperbilirubinemia adalah ikterus


dengan konsentrasi bilirubin serum
yang menjurus ke arah terjadinya
kern ikterus atau ensefalopati
bilirubin bila kadar bilirubin tidak
dikendalikan (Mansjoer,2008)
Klasifikasi

 Inkterusi Fisiologis
adalah yang timbul pada hari kedua
dan hari ketiga serta tidak
mempunyai dasar patologi atau
tidak mempunyai potensi menjadi
karena ikterus
Lanjutan

 Ikterus Patologis
adalah ikterus yang mempunyai
dasar patologis atau kadar bilirubin
mencapai suatu nilai yang disebut
hiperbilirubinemia
Etiologi

 Peningkatan Produksi
 Gangguan transportasi akibat

penurunan kapasitas pengangkutan


misalnya pada Hipoalbuminemia
atau karena pengaruh obat-obat
tertentu misalnya Sulfadiasine
Lanjutan

 Gangguan fungsi Hati yang


disebabkan oleh beberapa
mikroorganisme atau toksin yang
dapat langsung merusak sel hati dan
darah merah seperti infeksi
Toksoplasmosis, Siphilis
Lanjutan

 Gangguan ekskresi yang terjadi intra


atau ekstra Hepatik.
 Peningkatan sirkulasi Enterohepatik

misalnya pada Ileus Obstruktif


Patofisiologi
Manifestasi Klinis

Gambaran klinis ikterus fisiologis:


 Tampak pada hari 3,4

 Bayi tampak sehat(normal)

 Kadar bilirubin total <12mg%

 Menghilang paling lambat 10-14hr

 Tak ada faktor resiko


Gambaran klinik ikterus patologis:
 Timbul pada umur <36 jam

 Cepat berkembang

 Bisa disertai anemia

 Menghilang lebih dari 2 minggu

 Ada faktor resiko


Komplikasi

 Retardasi Mental
 Kernikterus

 Gangguan pendengaran dan

penglihatan
 kematian
Definisi Foto Terapi

terapi dengan menggunakan sinar


bluegreen spectrum (panjang
gelombang 430-490 nm) dengan
kekuatan paling kurang 30 uW/cm2
Jenis-jenis lampu yang digunakan
untuk foto terapi menurut Judarwanto
(2012) adalah
 Tabung neon biru
 Tabung neon putih
 Lampu kuarsa putih
 Lampu kuarsa ganda
 Light-emitting diode (LED)
 Cahaya serat optik
Lanjutan

 Jarak antara kulit bayi dan sumber


cahaya dengan lampu neon, jarak
harus tidak lebih besar dari 50 cm
(20 in)
 Jarak ini dapat dikurangi sampai 10-

20 cm jika homeostasis suhu dipantau


untuk mengurangi resiko overheating
Efek Samping Foto Terapi
Komplikasi yang sering terjadi
menurut Sastroasmoro 2004
diantaranya yaitu :
 Bronze baby sindrom

 Diare

 Hemolisis

 Dehidrasi

 Ruam kulit
Defisini Billy Blamket
 perangkat fototerapi portabel untuk
pengobatan penyakit kuning neonatal
(hiperbilirubinemia)
 kombinasi dari bilirubin dan selimut
 Nama-nama lain yang digunakan
adalah sistem home fototerapi, selimut
bilirubin, atau fototerapi selimut.
(Departemen of Pediatric, william
Beaumont Hospital, Royal Oak, MI, USA.
2007)
Dosis Foto Terapi Billy Blanket

 Cahaya langsung terarah pada bayi


menembus kain pada dasar selimut
terapi. Ini merupakan perawatan
optimal dan tanpa mempengaruhi
sekitar akibat cahaya biru.
(Departement Pediatric Intensive Care
UllevAl Hospital Oslo)
Efek Samping Billy Blanket

 Dari hasil penelitian Departement


Pediatric Intensive Care UllevAl
Hospital Oslo belum terdapat
adanya efek samping pada bayi
hiperbilirubin yang memakai billy
Blanket bahkan sampai
meninggalkan ruam kulit tidak
ditemukan
Kerangka Konseptual
Variabel Independen / Variabel dependen /
Pre Intervensi
Intervensi post Intervensi

Foto terapi
konvensional Penurunan kadar
Bayi dengan bilirubin
peningkatan
Bilirubin
1. Menjemur bayi
Foto terapi dari pukul 7-9
dengan billy pagi
blanket 2. Memberikan ASI

Variabel Confounding
Definisi Operasional
Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala Ukur
Operasional
Bayi dengan Peningkatan Pemeriksaan Nilai normal Interval
peningkatan kadar bilirubin laboratorium bilirubin bayi
bilirubin diatas normal untuk kadar 0 -12 mg/dL
(hiperbilirubin) bilirubin total (lahir , matur dan
usia 0-30 hari)

Foto Terapi bentuk - - 0 =Konvensional


pengobatan untuk
kulit dengan 1=Billy Blanket
menggunakan
panjang
gelombang
cahaya buatan
dari ultraviolet
(cahaya biru),
Metode Penelitian

 Jenis rancangan penelitian


keperawatan yang digunakan adalah
pengaruh (causal), tepatnya
menggunakan desain Quasi Experiment
(Pra test, Perlakukan, Post test).
Penelitian ini ditujukan untuk menguji
pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen
Kelompok Kasus
Kriteria inklusi
Pasien dengan hiperbilirubin dengan menggunakan
billy Blanket di ruang Perina RS Mitra Keluarga
Kelapa Gading, dengan kriteria :
 Bayi matur

 BB diatas 2500

 Ikterik fisiologis (timbul pada 24 jam pertama)

 Orang tua bersedia pasien menjadi responden

 Kadar bilirubin bayi diatas 12mg/dL


Kriteria ekslusi
 Pasien yang hiperbilirubin dengan

menggunakan foto therapi


konvensional
Instrumen Penelitian

 RekamMedik
 Lembar Observasi

 Lembar Laboratorium
 Analisa dilakukan dengan
menggunakan analisa Uji T adalah
jenis pengujian statistika untuk
mengetahui apakah ada perbedaan
dari nilai yang diperkirakan dengan
nilai hasil perhitungan statistika
Lanjutan

 dipenelitian ini menggunakan Uji T


Dependen dimana Uji T Dependen
sering digunakan pada analisa data
penelitian eksperimen dan penelitian
pre dan post