Anda di halaman 1dari 24

PALEONTOLOGI

POKOK BAHASAN :

NANNOFOSIL
Tujuan Intruksional Khusus (TIK) :
Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa
dapat menguraikan ciri nannofosil
Deskripsi Singkat :
Pada perkuliahan ini mahasiswa akan
mempelajari :
• Ciri umum
• Biologi
• Morfologi
• Mineralogi
• Pembagian kelompok-kelompok

NANNOFOSIL
Bacaan Wajib :
Haq, B.U., 1978, Calcareous Nannoplankton,
dalam Haq, B.U., and Boersma, A., 1984,
Introduction to Marine Micropaleontology,
Elsevier Scientific Publishing Company Inc.,
New York, p.79-107
Bacaan Anjuran :
Gartner, 1981, Calcareous Nannofossils in Marine
Sediments, dalam Emiliani, C : The Oceanic Lithosphere : The
Sea, Volume VII, John Willey & Sons, New York, p.1145-1177

Honjo, S., 1976, Coccolith : Production, Transportation and


Sedimentation, Marine Micropaleontology, Volume 1,
Amsterdam, p.65-79

USGS, 2001, Calcareous Nannofossils,


http://geology.er.usgs.gov/paleo/nannos
PENDAHULUAN
• Nannofosil yang akan dipelajari adalah nannoplankton
gampingan (calcareous nannoplankton atau calcareous
nannofossils), yaitu suatu kelompok mikrofosil laut yang
sebagian besar berukuran sangat kecil yaitu 2 – 25
mikron, dan merupakan bagian dari lumpur gampingan
pelagik. Karena ukurannya itu, maka fosil ini disebut
sebagai nannofosil.

• Nannoplankton diperkenalkan pertama kali oleh


Ehrenberg pada tahun 1836, berupa pelat-pelat kalsit
berbentuk pipih dan bundar yang ditemukan di Pulau
Rugen, Jerman (Haq, 1978).
• Nannoplankton berasal dari alga coklat keemasan bersel tunggal
yang hidup di laut (USGS, 2001). Menurut Gartner (1981) diduga
berasal Coccolithosphere, yaitu alga laut, bersel tunggal,
fotosintetik, termasuk Divisi Chrysophyta (Haptophyta), Kelas
Coccolithosphyceae. Jenis alga ini mampu menghasilkan
lempeng-lempeng gampingan dalam salah atu fase hidupnya.

• Jenis yang paling dikenal adalah coccolith, berbentuk lingkaran


atau elips yang membentuk dua perisai tidak sama dan
dihubungkan oleh tube. Beberapa coccolith biasanya membentuk
skeleton yang saling bertautan di sekitar sel induk, dan
membentuk suatu struktur kerangka berbentuk bulat, bulat telur
atau berbentuk tabung yang melingkupi seluruh atau sebagian
dari sel, disebut coccosphere (Gartner, 1981).
• Setelah sel induk mati, coccosphere ini pada umumnya akan
mengalami disintegrasi, sehingga membentuk lempeng-
lempeng. Setiap lempengan (coccolith) akan terlepas dan
teronggok di dasar laut sebagai sedimen karbonat yang
berbutir halus. Coccolith secara individual mempunyai ukuran
1 – 15 mikron.

• Di samping coccolith, masih terdapat pula jenis nannofosil


yang tidak diketahui afinitasnya (incertae sedis) terhadap
kelompok algae yang ada, tetapi terdapatnya selalu bersamaan
dengan fosil coccolith. Sebagai contoh adalah golongan
nannoconus, discoaster, sphenolithus dan ceratolithus. Karena
ukuran dua jenis ini hampir sama dengan coccolith, maka
kelima kelompok ini secara keseluruhan disebut kelompok
nannofosil.
Coccosphere tersusun oleh coccolith pada permukaannya
BIOLOGI
• Coccolithosphere dalam keadaan hidup merupakan organisme
bersel tunggal dengan bentuk umum membulat.

• Dalam daur hidupnya, coccolithosphere mempunyai dua fase


kehidupan, yaitu :
a. Fase motile, dimana coccolithosphere bersifat
plankton
b. Fase non-motile, bersifat benton

• Sel coccolithosphere mempunyai dua flagella yang berfungsi sebagai


alat penggerak dan pemutar sel. Beberapa jenis pada fase motile,
disamping flagella tersebut masih dijumpai buku ketiga, yang
disebut haptonema. Haptonema ini merupakan buku yang terpilin
yang apabila dilurtuskan panjangnya bisa mencapai beberapa kali
panjang tubuh sel. . Haptonema berguna untuk mencari tambatan
bagi sel tersebut.
• Sel coccolithosphere terdiri dari : cycloplasma yang
terbungkus oleh membran ganda. Terdapat satu inti
sel (nuclei) yang berukuran relatif besar, dua buah
chloroplast, mitochondria dan vacuola (rongga) yang
berdenyut.

• Di bagian anterior dari sel dijumpai aparat golgi (golgi


apparatus). Di dalam aparat golgi inilah dibuat cetakan
yang tersusun oleh zat organik (organic matrix)
berfungsi sebagai sablon pembentukan coccolith.

• Sablon ini berada pada vacuola. Setelah coccolith


termineralisasikan pada sablon tersebut, maka
coccolith akan didorong keluar ke arah membran dan
membentuk coccosphere.
Bagian dalam dari sel coccolithosphere

Beberapa teori meyebutkan fungsi dari coccolith sebagai berikut :


1. Sebagai pelindung (proteksi) dari : abrasi, predasi dan cernaan (digestion)
2. Sebagai alat pengambang
3. Sebagai pemantul cahaya matahari pada daerah dengan intensitas cahaya
tinggi, sehingga mampu bertahan di zona photic
4. Sebagai alat pengumpul cahaya untuk fotosintesa pada daerah dengan
intensitas cahaya yang rendah
MORFOLOGI
• Morfologi dari coccolith secara individual pada umumnya
mempunyai bentuk dasar sebagai lingkaran (cincin) atau bulat
telur di bagian luar dan disebut sebagai rim. Di bagian tengahnya
terdapat rongga yang disebut sebagai daerah pusat atau central
area. Pada rongga ini sering dijumpai beberapa macam struktur
dan bentuk palang, silang, saringan ataupun duri (tonggak).

• Apabila suatu coccolith memiliki cincin yang bertumpuk satu


terhadap yang lain, struktur ini disebut perisai (shield). Perisai
yang menghadap ke arah tubuh sel disebut sebagai proximal
shield, sedangkan perisai lain yang menghadap ke luar sel disebut
sebagai distal shield. Bentuk cocolith ini biasa dipakai sebagai
acuan morfologi nannofosil gampingan secara umum
Beberapa bentuk nannoplankton yang dikenal
1.Placolith, terdiri dari dua piringan (bundar / elips) yang berhubungan di bagian tengahnya (pipa /
icher) : a. distal view ; b. side view ; c. proximal view

2.Discolith, terdiri dari piringan elpis dengan penebalan di tepi dan central area yang bervariasi
(berpori / tidak berpori) : a. distal view ; b. side view

3.Lopadolith, adalah nannoplankton yang berbentuk keranjang, mangkuk seperti discolith dengan
batas tepi yang tinggi

4.Cricolith, berbentuk cincin elips yang tersusun oleh berbagai unsur : a. distal view ; b. side view

5.Cyclolith, berbentuk cincin yang kadang tersusun oleh berbagai unsur : a. plan view ; b. side view

6.Zygolith, berbentuk cincin elips yang di bagian tengahnya terdapat jembatan : a. distal view ; b.
distal view ; c. side view

7.Rhabdoliths, nannolith yang berbentuk batang : a. side view ; b. distal view ; c. side view

8.Caliprololith, coccolith yang berbentuk seperti topi : a. proximal view ; b. side view

9.Pentalith, berbentuk seperti segi lima: a. plan view ; b. side view


Morfologi Nannoplankton menurut Gartner (1981)
10.Asterolith, adalah nannolith yang berbentuk seperti bintang,
juga disebut sebagai discoaster

11. Stelolith adalah nannolith yang berbentuk seperti kolom


atau silinder : a. plan view ; b. side view

12.Sphenoliths, adalah nannolith yang berbentuk kerucut : a. &


b. side view ; c. plan view

13.Ceratolith, adalah nannolith yang berbentuk tapal kuda

14.Scapholith, adalah nannolith yang berbentuk sampan

15.Nannoconid, adalah nannolith yang berbentuk seperti


silinder dengan bentuk seperti kanal
Morfologi Nannoplankton menurut Gartner (1981)
MINERALOGI
Sesuai dengan namanya, nannoplankton gampingan seluruhnya
tersusun oleh senyawa karbonat, terutama kalsit. Hampir seluruh
nannoplankton yang diperoleh di alam tersusun oleh mineral ini. Ada
dua macam kontruksi utama dalam pembentukan coccolith, yaitu
holococcolith dan heterococcolith.

1. Holococcolith adalah coccolith yang berbentuk seluruhnya oleh


kristal kalsit submikroskopis, setiap butir kalsit berbentuk
rombohendral dan tersusun dalam pola yang teratur.

2. Heterococcolith terbentuk oleh elemen submikroskopik yang


bentuknya beraneka ragam, misalnya lempeng, batang, butir dan
sebagainya, yang berkumpul membentuk struktur yang kuat.
Umumnya heterococcolith berukuran lebih besar dari holococcolith.
Kristal kalsit yang menyusun suatu coccolith mempunyai beberapa
macam orientasi, antara lain :

1. Ortholithid : apabila kristal-kristal tersebut mempunyai sumbu optik


yang sejajar satu terhadap yang lain, baik dengan posisi tegak lurus
terhadap bidang coccolith maupun searah dengan bidang tersebut.

2. Heliolithid : apabila kristal-kristal mempunyai sumbu optik yang


tersusun dalam pola helicod

3. Heterolithid : apabila kristal-kristal mempunyai sumbu optik yang


tersusun secara acak.

Kecuali pada golongan Discoaster dan Amaurolithus, pada umumnya


nannoplankton mempunyai susunan kristal yang merupakan
kombinasi antara heliolithid dan heterolithid.
KELOMPOK NANNOFOSIL

Terdapat beberapa kelompok


nannoplankton berdasarkan
morfologi
Hasil SEM
beberapa
kenampakan
Nannofosil
Hasil SEM
beberapa
kenampakan
Nannofosil
Deskripsi Bagian Dalam Beberapa Kelompok Nannoplankton