Anda di halaman 1dari 28

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
DALAM PENATAAN RUANG
085231644667
aprilia_cihe@yahoo.com
CIHE APRILIA BINTANG, ST, MT
KONTRAK KULIAH

 80% Absen…
 Keterlambatan 20 menit..
 Ontime mengumpulkan Tugas
 Ikut uts dan uas
PENILAIAN
 TUGAS : 30 %
 UTS : 25 %
 UAS : 30 %
 KEAKTIFAN : 10 %
 KEHADIRAN : 5 %
 TOTAL 100%
PERTANYAAN DASAR

1. Mengapa pembiayaan pembangunan


diperlukan dlm perencanaan
pembangunan???
2. Apa yang dibiayai???
3. Darimana sumbernya???
4. Siapa yang membiayai??
5. Bagaimana mekanismenya??
PENATAAN RUANG DAN PEMBIAYAAN
PEMBANGUNAN

RTR
Alokasi dan pengaturan:
-public/common/club MATERI
goods
-eksternalities Barang publik
eksternalitas
Kelambagaan:
Sumber2
-Lembaga pembiayaan
-Peraturan/
mekanisme Pembiayaan Strategi
pembiayaan

Kota/Wilayah
SUBSTANSI PEMBIAYAAN
PUBLIK/PEMBANGUNAN:

SUMBER-
SUMBER
PENATAAN PEMBIAYAAN
RUANG:
STRATEGI-
ALOKASI STRATEGI
BARANG DAN PEMBIAYAAN
JASA TEKNIK TEKNIK
ALOKASI
PEMBIAYAAN
PENGERTIAN

(INTERNASIONAL)

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

PEMBIAYAAN PUBLIK

(PEMERINTAH)

(SWASTA) (MASYARAKAT)
BAGAIMANA BARANG DAN
JASA DIALOKASIKAN??
PRINSIP ALOKASI BARANG
DAN JASA OLEH PASAR

P
 Efisiensi konsumen 
manfaat S

 Efisiensi produsen  profit

Barang dan jasa dapat diadakan


secara ekonomis D
(efektif & efisien)
Q
MARKET FAILURE

 Hal-hal yang menyebabkan mekanisme pasar


gagal dalam melaksanakan fungsinya untuk
mengalokasikan barang dan jasa secara efisien
 …Barang yang dihasilkan terlalu banyak, terlalu
sedikit, bahkan tidak ada…
 Faktor penyebab:
 Common goods
 Ketidaksempurnaan pasar
 Barang publik
 Eksternalitas
 dll
KETIDAKSEMPURNAAN PASAR

 Ada beberapa barang/jasa yang hanya


dapat diproduksi oleh satu produsen
saja:
 Pasarnya terlalu kecil, atau
 Investasinya terlalu besar
 Jika disediakan oleh pasar, jml barang
terlalu sedikit, harga terlalu mahal
PERAN PEMERINTAH:
Ex: KA, telpon, listrik, BBM, (jalan toll)
- Memproduksi sendiri
 Karakteristik barang:
- Diproduksi pasar, tapi disubsidi  Ada pengecualian terhadap
(harga diatur pemerintah)  pemanfaatannya
biaya  pajak
 Non rivalry

Prinsip: TOLL GOODS / CLUBS GOODS


Bayar, dilayani (ex: jalan toll)
EKSTERNALITAS
 (DAMPAK SAMPINGAN)  tindakan konsumsi
atau produksi dari suatu pihak yang berpengaruh
terhadap orang lain (tidak ada kompensasi)
 Ciri:
 Adanya pengaruh dari suatu tindakan
 Tidak ada kompensasi yang dibayarkan atau diterima
 Eksternalitas (+)/(-)

Contoh??
SUMBER PEMBIAYAAN ??
SUMBER-SUMBER PEMBIAYAAN
1. Konvensional: sumber-sumber
pembiayaan yang diperoleh dari
pemerintah, yaitu dari anggaran pemerintah
(APBN/APBD)
2. Inkonvensional: sumber-sumber
pembiayaan yang diperoleh dari kolaborasi
antara pemerintah, swasta, dan masyarakat
(obligasi, dana pensiun, tabungan
masyarakat, zakat, dan dana-dana dari
masyarakat lainnya)
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN
KONVENSIONAL:

 Pajak: suatu pungutan yang merupakan hak prerogatif pemerintah,


pungutan tersebut didasarkan pada UU, pemungutannya dapat
dipaksakan kepada subjek pajak, tidak ada balas jasa langsung
yang ditujukan kpd penggunanya, ex: pajak penghasilan, PBB,
PPN, dll
 Retribusi: pungutan pemerintah karena pembayar menerima jasa
tertentu dari pemerintah, ex: retribusi parkir, retribusi air/listrik,
retribusi perijinan
 Transfer: sejumlah uang yang diterima pemerintah pusat / daerah
pembagian hasil sebagai sumber pembiayaanakibat, ex: DAU,
DAK, dana otonomi khusus, dll
 Hutang: sejumlah uang yang diterima pemerintah pusat/daerah dg
kewajiban mengembalikannya pada jangka waktu tertentu kepada
pemberi hutang, ex: hutang luar negeri, hutang antar daerah, dll
 Laba perusahan: sejumlah uang yang diterima pemerintah
pusat/daerah yang berasal dari laba perusahannya, ex: laba
BUMN, BUMD
SUMBER-SUMBER DANA DARI MASYARAKAT:
 Arisan???
 Zakat???
 Sumbangan sosial masyarakat???
 Dll
STRATEGI
PEMBIAYAAN ??
STRATEGI KONVENSIONAL

 Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD):


 Intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah:
 Menambah objek dan subjek pajak atau retribusi
 Meningkatkan besarnya penetapan
 Mengurangi tunggakan
 Meningkatkan laba perusahan daerah
 Mengoptimalkan dana perimbangan (transfer): DAU,
DAK, dll
 Mengoptimalkan pendapatan lain yang sah:
 Bantuan dana kontingensi
 Dana darurat
 Mengoptimalkan pinjaman daerah:
 Pinjaman dari pemerintah pusat
 Pinjaman dari perbankan
 Pinjaman daerah dari luar negeri
 Penerbitan obligasi daerah
surat pernyataan utang yang dijual oleh pemerintah daerah
kepada orang pribadi atau badan hukum, yang menyatakan
bahwa pemerintah daerah wajib melakukan pembayaran
tertentu kepada pemegang obligasi daerah tersebut
 Pembiayaan Partisipatif (Participatory Budgeting)
STRATEGI NON KONVENSIONAL
(INOVASI)

1. Kemitraan pemerintah – swasta


2. Kewajiban Paksa
3. Peningkatan invenstasi swasta murni
4. Peningkatan pembiayaan dari masyarakat
BENTUK KERJASAMA PEMERINTAH-
SWASTA

Layanan Aktifitas Pilihan Kerjasama

Service Manage- Leasing BOT Concessi-


contract ment on
contract
Air bersih Produksi V V V V V

Distribusi V V V V V

Pemeliha- V V V
raan

Penagihan V V V
Layanan Aktifitas Pilihan Kerjasama

Service Manage- Leasing BOT Concessi-


contract ment on
contract
Persampa Pengum- v
han pulan dan
transport
Operasi v v v v
TPS

Transport v v v v v
ke TPA

Operasi v v v
TPA
Layanan Aktifitas Pilihan Kerjasama

Service Manage- Leasing BOT Concessi-


contract ment on
contract
Air limbah Transport v v v
lumpur
tinja
IPLT / v v v v v
IPAL
KEWAJIBAN PAKSA

Kasus Halte:

 Pemerintah:
 Mendapatkan aset berupa
halte
 Peningkatan pajak
reklame
 Memperlancar arus lalu-
lintas kota
 Swasta:
 Dapat memilih lokasi iklan
yang strategis
 Lebih murah biaya
pemasangan iklannya
KERJASAMA PEMERINTAH-MASYARAKAT

Anda mungkin juga menyukai