Anda di halaman 1dari 17

Postural Drainage

• Definisi
• Anatomi
TEKNIK MOBILISASI SEKRET
• Posisi drainase postural untuk segmen apikal
anterior dan posterior lobus atas kanan dan
kiri
• Posisi drainase postural segmen anterior
lobus atas kanan dan kiri
Posisi penderita berbaring terlentang, kepala diberi satu bantal, lutut fleksi
dan ditopang satu bantal.
• Posisi drainase segmen posterior lobus atas
kiri dan kanan
• Posisi drainase postural segmen superior dan
inferior lingula kiri dan segmen medial dan
lateral lobus tengah kanan
• Posisi drainase postural segmen anterior dan
posterior-basal lobus bawah kanan dan kiri
• Posisi drainase postural segmen
superior/apikal lobus bawah kanan dan kiri
• Posisi drainase segmen lateral lobus bawah
kiri dan kanan
TEKNIK PENGELUARAN SEKRET
• Teknik batuk terkontrol.
Langkah 1 Tarik nafas pelan dan dalam dengan menggunakan
pernafasan diafragma.
Langkah 2. Tahan nafas sekitar 2 detik untuk menutup glotis.
Langkah 3. Batukkan dengan cara mengkontraksikan abdomen, buka
glotis dan secara kuat dan cepat batukkan sambil
mengkontraksikan abdomen dan sedikit membungkuk.
Teknik batuk ini dikerjakan 2-3 kali dengan mulut terbuka
tanpa sela menarik nafas.
Langkah 4. Jeda sejenak, gunakan pernafasan dalam pelan dengan
dengusan ringan (sniffing gently) untuk mencegah sekret
masuk kembali
Langkah 5. Ulangi prosedur langkah diatas 2-3 kali, kemudian istirahat
dan nafas secara normal

• Teknik huffing
Kontraindikasi
Kontraindikasi drainase postural 11. Edema paru berat
1. Kondisi medis tidak stabil / sesak berat 12. Efusi pleura
2. Penderita tidak kooperatif 13. Emboli paru
3. Hipertensi maligna/ aritmia/anurisma 14. Pneumotoraks
aorta 15. Kehamilan
4. Trauma / operasi kepala dan leher 16. Kombusio muka
5. Peningkatan tekanan intrakranial 17. Pemakaian ventilator mekanik
6. Peningkatan tekanan intraokular /pasca
operasi mata
7. Pasca operasi esofagus (spingter kardiak
dieksisi)
8. Keganasan esofagus (mudah terjadi
refluks dari lambung)
9. Pre-operatif hiatus hernia
10. Hemoptisis
Kontraindikasi Perkusi
1. Kasus yang cenderung batuk darah (tbc 6. Area fraktur/ osteoporosis berat
paru, abses paru, karsinoma paru, 7. Area tumor/metastasis
bronkhiektasis dengan pendarahan baru) 8. Area skin graf/flap
2. Cenderung terjadi perdarahan karena jumlah 9. Aneurisma aorta
trombosit yang rendah atau Os yang 10. Emboli paru
mendapat antikoagulan
3. Masih dalam kondisi nyeri berat pada pasca
operasi bedah toraks
4.Keradangan paru akut (dapat terjadi
penyebaran infeksi)
5. Instabilitas kardiovaskular ( unstable angina,
gagal jantung)
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN DRAINASE
POSTURAL
Langkah 1: Persiapan • Langkah 2:
Semua pakaian Pengembangan paru
dilonggarkan, siapkan latihan pernafasan
tempat menampung dengan mulut mencucu
sekret. (pursed lip breathing)
harus dilaksanakan
selama drainase
postural.
• Langkah 3: Pelaksanaan • Langkah 4: Batuk
drainase postural dan terkontrol
perkusi
 Setiap posisi dibiarkan minimal  Penderita minimal disuruh batuk
selama 15 menit (atau 5-15 satu kali setiap selesai satu
menit) tergantung kondisi session dengan teknik batuk
penderita terkontrol atau huffing.7
 Setiap session tipping minimal
dikerjakan selama 30 menit.
Kesimpulan
• Abses paru adalah nekrosis jaringan paru dan pembentukkan
rongga berisi sebukan nekrotik atau cairan akibat infeksi
mikroba.
• Lebih sering terjadi pada pria > wanita dan sering pada usia
tua.
• Angka mortalitas Os abses paru anaerob pada era antibiotic <
10%, dan kira-kira 10-15% memerlukan operasi.
• Angka penyembuhan mencapai 90-95%.
Terima kasih