Anda di halaman 1dari 11

OLEH:

NI KADEK NIRAYANTI
Definisi Obat Antikolinergik
 Antikolinergik (disebut juga obat penyekat kolinergik atau obat Antagonis
kolinergik) mengikat koffloseptor tetapi tidak memicu efek intraselular
diperantarai oleh reseptor seperti lazimnya yang paling bermanfaat dari obat
golongan ini adalah menyekat sinaps muskarinik pada saraf parasimpatis
secara selektif. Oleh karena itu, efek persarafan parasimpatis menjadi
terganggu, dan kerja pacu simpatis muncul tanpa imbangan. Kelompok kedua
obat ini, penyekat ganglioník nampaknya lebib menyekat reseptor nikotinik
pada ganglia simpatis dan parasímpatis. Keluarga ketiga senyawa ini, obat
penyekat neumuscular mengganggu transmisi impuls eferon yang menuju otot
rangka.
 Antikolinergik juga disebut antimuskaranik, parasimpatolitik, kolinolitik,
atroponik, dan pemblok parasimpatetik
Penggolongan antikolinergik dibagi 3 yaitu :

a) alkaloida belladonna(memblok reseptor muskarinik ) : atropin


, hyoscyamin,skopolamin, dan homatropin.
b) Zat amonium kwaterner : propantelin, ipratropium, dan
tiotropium.
c) Zat amin tersier : pirenzepin, flavoksat, oksibutinin,tolterodin
dan tropikamida.
Mekanisme kerja obat adrenergik
Katecholamin bekerja sebagai pesuruh ( transmitter) dan
mengikat diri pada reseptor yang berada dibagian luar
membran sel. Penggabungan ini mengaktifkan suatu
enzim dibagian dalam membran sel ( adenilsiklase) untuk
meningkatkan pengubahan adenosin triphosphate. ATP ini
kaya akan energi, yang dibebaskan pada pengubahannya
menjadi cAMP ( cyclic adenosinemonophosphate).
Peningkatan kadar cAMP didalam sel , mengakibatkan
berbagai efek adrenergis.
Penggunaan secara klinik (umum) obat antikolinergik yaitu:
a) sebagai midriatikum ,untuk melebarkan pupil dan melumpuhkan akomodasi (
atropin,homatropin, tropikamida)
b) Sebagai spasmolitikum ( pereda kejang otot dan kolik ) dari saluran lambung –
usus saluran empedu dan alat urogenital, misalnya pada IBS ( irritable bowel
syndrome)
c) Pada inkontinensi urin pada kandung kemih instabil akibat hiperaktivitas dari
otot detrusor.
d) Pada parkinsonisme ( penyakit gemetaran ) yang ditandai dengan gejala
tremor,kaku otot atau anggota gerak ,gangguan gaya berjalan .
e) sebagai premedikasi pra-bedah untuk mengurangi sekresi ludah dan bronchidan
sebagai sedativum berkat efek menekannya terhadap ssp.
f) Pada asma dan bronchitis ( ipratropium, tiotropium)
g) Sebagai zat anti-mabuk jalan ,guna mencegah mual dan muntah ( skopolamin)
h) Pada hiperhidrosus,untuk menekan pengeluaran keringat berlebihan.
i) Sebagai zat penawar pada intoksikasi dengan zat penghambat kolinesterase(
atropin)
1. ATROPIN SULFAT

Nama generik:
Efek Samping:
ATROPIN SULFAT Peningkatan tekanan intraokular, sikloplegia
Nama paten: (kelumpuhan iris mata), midriasis, mulut
kering, pandangan kabur, kemerahan pada
Atropin Sulfat, Proflugon, Spasminal, wajah dan leher, hesitensi dan retensi urin,
Yekaspasmogin,dl-hyoscyamine takikardi, dada berdebar, konstipasi/sukar
Dosis: buang air besar, peningkatan suhu tubuh,
peningkatan rangsang susunan saraf pusat,
Oral 3 dd 0,4-0,6 mg ( sulfat ) maksimal ruam kulit, muntah, fotofobia (kepekaan
4 mg sehari,okuler larutan 0,5-1% abnormal terhadap cahaya).
Indikasi :
Kontraindikasi Pengobatan simptomatik gangguan saluran
cerna yang ditandai dengan spasme otot
Glaukoma sudut tertutup, polos, midriasis dan sikloplegia;
obstruksi/sumbatan saluran premedikasi. Spasme/kejang pada kandung
pencernaan dan saluran kemih, atoni empedu, kandung kemih dan usus,
(tidak adanya ketegangan atau keracunan fosfor organik.
kekuatan otot) saluran pencernaan,
ileus paralitikum, asma, miastenia
gravis, kolitis ulserativa, hernia hiatal,
penyakit hati dan ginjal yang serius.
Farmakodinamik :
hambatan oleh atropin
Farmakokinetik : Diserap dengan bersifat reversible dan dapat
baik (90%) dari saluran diatasi dengan pemberian
GI,terutama dari usus kecil asetikolin dalam jumlah
bagian atas berlebihan atau pemberian
antikolinesterase. Atropin
memblok asetilkolin
endogen maupun eksogen
tetapi hambatanya jauh lebih
kuat terhadap eksogen,

Perhatian khusus :Beresiko


menyebabkan panas tinggi,
Peringatan : hindari gunakan dengan hati-hati pada
overdosis terutama pasien terutama anak-anak, saat
penggunaan IV temperatur sekitarnya tinggi.
Usia lanjut dan pada kondisi
pasien dengan penyakit
sumbatan paru kronis yang
terkarakterisa oleh takhikardia.
2. SKOPOLAMIN

Nama generik : Kontraindikasi : miastenia gravis,


SKOPOLAMIN HIDROBROMIDA megakolon, glaukoma sudut
Nama paten : sempit, hipertropi prostat dengan
I-HYOSCINE, SCOPODERM TTS retensi urin, stenosis mekanik.
Dosis :
Oral atau rektal 3-5 dd 10-20 mg Indikasi : premedikasi.
(garam bromida),injeksi i.m/I,f. 20
mg, bila perlu diulang 2-3 kali.
Efek samping :
mengantuk, mulut kering, pusing,
penglihatan kabur, kesulitan buang
air kecil.
Farmakokinetik : Farmakodinamik :

Peringatan : lansia, retensi


urin, penyakit kardiovaskular
obstruksi saluran cerna, Perhatian khusus :
gangguan hati atau ginjal,
porfiria, hamil dan menyusui.
Nama generik :Kloramfenikol
Indikasi: Nama paten :Chloramex,
untuk penyakit tifus, Chlorbiotic, Cloramidina, Colme,
paratifus dan salmonelosis Colsancetine, Spersanicol,
, Untuk infeksi berat yang Suprachlor, Xepanicol.
disebabkan oleh H.
influenzae , Meningitis
bakterialis.,Abses otak. Kontra Indikasi:
Penderita yang hipersensitif
atau mengalami reaksi toksik
Efek samping : dengan kloramfenikol.
Gangguan saluran 3.Kloramfenikol Jangan digunakan untuk
pencernaan, perdarahan mengobati influenza, batuk-
saluran pencernaan, pilek, infeksi tenggorokan,
Diskrasia darah, atau untuk mencegah infeksi
Neurotoksik : neuritis optic ringan.
dan perifer,Hemolisis pada Wanita hamil dan menyusui.
penderita defisiensi G6PD, Penderita depresi sumsum
Sakit kepala,Ensefalopati, tulang atau diskrasia darah.
kejang, delirium, depresi
mental.Reaksi
hipersensitivitas / alergi
seperti kemerahan kulit,
Dosis :
demam, angioedema.
Daftar pustaka
Anonim. 2014/2015. ISO ( Informasi Spesialite Obat). Pt
Aditamaraya Farmindo. Surabya
Farmakologi Dan Terapi
Farmakologi Dasar dan Klinik (katzung)