Anda di halaman 1dari 19

INDEX KEANDALAN

SISTEM TENAGA LISTRIK

OLEH :
1. SHOLEH (xxxxxxxxxxxxxxx)
2. DIMAS BAYU (xxxxxxxxxxxxxxxxx)
3. MAARUF (xxxxxxxxxxxxxxxx)
4. MR. X (xxxxxxxxxxxxxxxxxx)
5. SUCI INDARYANI ( 03.2016.1.90634 )
KONSEP DASAR KEANDALAN

• Komponen-komponen sistem tenaga listrik tidak kontinyu


beroperasi, ada waktu untuk step up (beroperasi) ada waktu
untuk step down (tidak beroperasi) dan dimodelkan dengan
gambar sbb.
• Bila dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan
didapatkan n kali kegagalan, maka nilai waktu beroperasi
rata-rata (MTTF/ Mean Time To Failure) sbb.

• Sedangkan nilai waktu perbaikan rata-rata (MTTR/ Mean


Time To Repair) sbb.
• Bila telah diketahui MTTF dan MTTR, maka
bisa diketahui waktu rata-rata antar
kegagalan (MTBF/ Mean Time Between
Failures) sbb.

• Selain itu, bisa juga diketahui laju kegagalan


(λ) dengan MTTF dan laju perbaikan (µ)
dengan MTTR sbb.
• Ukuran sering tidaknya pembangkit
mengalami gangguan dinyatakan dalam
Forced Outage Rate (FOR).
• FOR merupakan faktor utama dalam
menentukan kualitas cadangan daya tersedia
dengan rumus sbb.

• Apabila nilai FOR = 0,07; maka berarti


kemungkinan pembangkit benar-benar
beroperasi adalah 1-0,09=0,93; sedangkan
kemungkinan mengalami gangguan adalah
0,07.
• Makin kecil nilai FOR, makin tinggi nilai
keandalannya.
STUDI KASUS 1

• Dilakukan suatu pengamatan terhadap penyulang-penyulang di


GI Talise Kota Palu untuk mengetahui nilai MTTF, MTTR,
MTBF dan FOR. Adapun data gangguan sbb.
LAMA
JUMLAH WAKTU JUMLAH
PERBAIKAN
NO NAMA PENYULANG GANGGUAN OPERASI (m) PELANGGA
(r)
(n) N
JAM JAM
1 FEEDER TULIP 8 8756,29 3,71 4859
2 FEEDER ANGGREK 7 8754,17 5,83 11639
3 FEEDER MAWAR 3 8757,36 2,64 3520
4 FEEDER RAFLESIA 5 8756,33 3,67 5006
FEEDER
5 4 8753,23 6,77 4379
MATAHARI
6 FEEDER ASTER 5 8751,59 8,41 2894
7 FEEDER ARWANA 7 8750,86 9,14 2441
8 FEEDER GELATIK 3 8752,68 7,32 3235
9 FEEDER ELANG 4 8757,46 2,54 5213
FEEDER
10 2 8758,77 1,23 2331
FLAMINGGO
∑ n = 48 ∑ m = 87548,74 ∑ r = 51,26
• Penyelesaian :

MTBF=MTTF + MTTR
=1823,93 + 1,068 = 1824,998 jam
INDEKS KEANDALAN LOLP

• Indeks keandalan merupakan gabungan antara model


pembangkitan dengan model beban.
• Salah satu metode dasar untuk menganalisa keandalan
pembangkitan adalah Loss Of Load Probability (LOLP) yang
didapat berdasarkan FOR.
• LOLP dapat digunakan untuk mengukur resiko kehilangan beban
dalam rentan waktu tertentu dengan rumus sbb.
• Disuatu industri swasta di kabupaten
Gresik mempunyai kapsitras 1 X 50 MW
; 1 X 15 MW ; 2 x 25 MW.
• Hitung loss of load probability (LOLP)
dari masing masing pembangkit
tersebut ?
• Probabilitas Individu 1x 50 MW

No. Unit In Unit out Kapasitas Kapasitas Probabilitas


gangguan Terpasang
(MW) (MW)
1. 1 0 0 50 0,945
2. 0 1 50 0 0,055
Ʃ 1
• Probabilitas Individu 1 x 15 MW

No. Unit In Unit out Kapasitas Kapasitas Probabilitas


gangguan Terpasang
(MW) (MW)
1. 1 0 0 15 0,8575
2. 0 1 15 0 0,1425
Ʃ 1
• Probabilitas Individu 2 x 25
• Dengan Distribusi Binomial Akan didapat Probabilitas
Individu Pembangkit.
• For = q = 0,055
p = 1 - q = 0,945
(p+q)2 = 1 ; Dua Pembangkit (n=2)
p2 + 2pq + q2 = 1
p2 = 0,9452 = 0,893025
2pq = 2 x 0,055 x 0,945 = 0,10395
q2 = 0,0552 = 0,003025
No. Unit In Unit out Kapasitas Kapasitas Probabilitas
gangguan Terpasang
(MW) (MW)
1. 2 0 0 50 0,893025

2. 1 1 25 25 0,10395

3. 0 2 50 0 0,003025

Ʃ 1
Probabilitas Gabungan

• Probabilitas Gabungan 2 x 25MW


• Dengan Distribusi Binomial Akan didapat Probabilitas
Individu Pembangkit.
• For = q1 = 0,055
p1 = 1 – q1 = 0,945
(p1+q1)2 = 1 ; Dua Pembangkit (n=2)
p12 + 2p1 q1 + q12 = 1
p12 = 0,9452 = 0,893025
2p1 q1 = 2 x 0,055 x 0,945 = 0,10395
q12 = 0,0552 = 0,003025
• Pembangkit 1 X 50 MW
• For= q2= 0,055
• P2= 1-q2 = 1- 0,055 = 0,945

• Pembangkit 1 X 15 MW
• For = q3 = 0,1425
• P3 = 1- q3 = 0,8575
• 4 UNIT IN ( 115 MW)
P = P12 x P2 x P3
= 0,893025 x 0,945 x 0,8575
=0,723651

• 3 UNIT IN, 1 UNIT OUT( 100 MW)


P = 2( P1q1 X P2 X P3) + ( P12 X P2 x P3)
=2(0,10395 X 0,945 X 0,8575) + (0,893025 X 0,945X
0,8575)
=
• 3 UNIT IN 1 UNIT OUT( 65 MW)
P= P12 X q2 X P3
= 0,893025 X 0,055 X 0,8575
=

• 2 UNIT IN 2 UNIT OUT ( 50 MW)


P = (q12 X P2 X P3) +( 2P1q1 X P2 X q3)
=(0,003025 X 0,945 X 0,8575) + (0,10395 X 0,945 X
0,1425)
=
• 2 UNIT IN 2 UNIT OUT (65 MW)
P = (P12 X q2 X q3) +( 2P1q1 X q2 X q3)
=(0,893025 X 0,055 X 0,1425)+(0,10395 X 0,055 X
0,1425
=

• 1 UNIT IN 3 UNIT OUT( 25 MW)


P = q1 X P2 X q2
= 0,055 X 0,945 X 0,055
=
• 1 UNIT IN 3 UNIT OUT (15 MW)
P= (2P1q1 X q2 X q3) + (q1 X q2 X P3)
=(0,10395 X 0,055 X 0,1425)+(0,055 X 0,055 X
0,8575)
=
• 0 UNIT IN 4 UNIT OUT
P= q12 X q2 X q3
= 0,003025 X 0,055 X 0,1425
=
Bener opo salah soko
presentasi iki ora
sepiro,sing penting riko
wes berusaha lan ora
putus asa