Anda di halaman 1dari 26

HAND-OUT (HO) - 1

KEWIRAUSAHAAN
(KONSEP DASAR)
DRS. A. KHULDUN MUNJI, MA.
HP: 081311275761
I. KONSEP DASAR WIRAUSAHA DAN
KEWIRAUSAHAAN
A.PENGERTIAN WIRAUSAHA (Etimologis)
Bersala dari kata:
Wira = Pejuang, pahlawan, manusia unggul,
teladan, berbudi luhur, gagah berani,
dan berwatak agung;
Usaha = Perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu.
Pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu;
“WIRAUSAHA” = “ENTREPRENEUR”
Entreprener: diterjemahkan ke dalam bhs Inggris dengan
arti; between-taker atau go-between = Perantara
(Arbitrateur).
Lanjutan:

B.PENGERTIAN WIRAUSAHA (Terminologis)


1. Wirausaha: Orang yang pandai atau berbakat mengenali
produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun
operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur
permodalan operasinya serta memasarkannya (Kamus Besar
Bahasa Indonesia).

2.Joseph Schumpeter: “Entrepreneur as the person who


destroys the existing economic order by introducing new
products and services, by creating new forms of
organization, or by exploiting new row materials”;
(Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada
dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru dengan menciptakan
bantuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru)
Lanjutan:

3. Joseph Schumpeter: Entrepreneur is the person who


perceives an opportunity and creats an organization to
pursue it (Wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang
kemudian menciptakan sebuah organisasi) untuk memanfaatkan
peluang tersebut).

4. Peter Drucker: Bahwa wirausaha tidak mencari resiko,


tetapi mencari peluang (wirausaha bukan penanggung resiko,
tetapi memaknai-ulang yang harus mereka hadapi dan
meminimalkan resiko tersebut – dengan menganalisis berbagai
peluang serta mengekploitasinya untuk meraih keuntungan
membangun sebuah bisnis).
Lanjutan:

Pengertian Istilah:
1. Entrepreneur = Wirausaha = Wiraswasta ( ? );

 Banyak tulisan/leteratur: (tampak) ada pemakaian yang


saling bergantian antara “wiraswasta” dan “wirausaha”;
 Ada yang berpendapat bahwa “wiraswasta” sebagai ganti
dari istilah “entrepreneur”;
 Ada yang berpandangan istilah “entrepreneur” digunakan
untuk “wirausaha”, sedangkan “entrepreneurship”
digunakan untuk “kewirausahaan”;
 Disimpulkan: istilah “wiraswasta” rumusannya berbeda
dengan “wirausaha”, tapi isi dan karakternya sama;
Lanjutan:

 Walaupun isi dan karakter sama, tapi antara “wiraswasta” dan


“wirausaha” terdapat perbedaan pada “fokus/penekanan”;
 Wiraswasta lebih fokus pada objek, ada usaha yang
mandiri, sedangkan;
 Wirausaha lebih fokus/menekankan pada jiwa, semangat,
kemudian diaplikasikan dalam segala aspek kehidupan;

 Istilah/kata “entrepreneur” secara tertulis digunakan pertama


kali oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya “Kamus
Dagang”;
 “Entrepreneur” sudah dikenal dalam sejarah Ilmu Ekonomi,
sebagai ilmu pengetahuan sejak tahun 1755;
Lanjutan:

 Richard Cantillon (RC); ahli ekonomi Perancis, keturunan


Irlandia; Dianggap orang pertama yang menggunakan
istilah “Entrepreneur” dan “Entrepreneurship” dalam
karyanya: Essai Sur La Nature Du Commerce en General.
 RC memberikan peran utama dalam ilmu ekonomi;
Dalam karyanya menyatakan bahwa entrepreneur
sebagai seorang yang membayar harga tertentu untuk
produk tertentu, untuk kemudian dijualnya dengan
harga yang tidakpasti (an Uncertain Price), sambil
membuat keputusan-keputusan tentang upaya mencapai
dan memanfaatkan sumber-sumber daya, dan menerima
resiko berusaha (The risk of interprise).
Lanjutan:

Pengertian Istilah:
2. Entrepreneurship = Kewirausahaan( ? );
 Hisrich-Peters; Entrepreneurship is the process of creating
something different with value by devoting the necessary
time and effort, assuming the accompanying financial,
psychic, and sosial risks, and receiving the resulting rewards
of monetary and personal satisfaction and independence;
(Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang
lain dengan menggunkan waktu dan kegiatan disertai modal
dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta
kebebasan pribadi).
Lanjutan:

 Ronstard (1984); Kewirausahaan adalah proses dinamik,


dimana orang menciptakan kekayaan incremental. Kekayaan
diciptakan oleh individu-individu yang menanggung
resikoutama,dalam wujud resiko modal, waktu dan atau
komitmen karir dalam hal menyediakan nilai untuk produk
atau jasa tertentu.

 Geoffrey Meredith, et.al (2000); Para wirausaha (orang-


orang) yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai
kesempatan/peluang bisnis, mengumpulkan sumber-sumber
daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari
padanya dan mengambil tindakan yang tepat guna
memastikan sukses.
Lanjutan:
 Marzuki Usman (1997); (Arti dalam konteks management)
Seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan
sumber daya seperti financial (money), bahan mentah
(materials) dan tenaga kerja (labors), untuk menghasilkan
suatu produk baru, bisnis baru, proses produksi atau
pengembangan organisasiusaha;

 Instruksi Presiden RI (no. 4 tahun 1995); Kewirausahaan adalah


semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam
menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada
upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja,
teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi
dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan
atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
C. DEFINISI WIRAUSAHA/ENTREPRENEUR DENGAN TIGA
PENDEKATAN, EKONOM, PSIKOLOG DAN PEBISNIS.

1.Pendekatan Ekonom:
 Entrepreneur adalah yang yang membuat nilai lebih tinggi
dibanding sebelumnya, baik dalam kombinasi sumber-sumber
daya, material, maupun aset-aset lain;
 Seorang yang memperkenalkan perubahan, inovasi/pembaruan
dan suatu order /tatanan atau tata dunia baru.
2.Pendekatan Psikolog:
 Orang digerakkan secara khas oleh kekuatan tertentu dalam
bentuk kegiatan untuk menghasilkan atau mencapai sesuatu,
pada percobaan, penyempurnaan, atau mungkin pada
wewenang mencari jalan keluar yang lain.
2.Pendekatan Pebisnis:
 Entrepreneur adalah seorang pebisnis yang muncul sebagai
ancaman dan pesaing yang agresif;
 Sebaliknya; dapat juga sebagai partner, sumber penawaran,
pelanggan, atau menciptakan kekayaan orang lain;
CREATIF

KATA KUNCI INVENTION


KEWIRAUSAHAAN

INOVATIF
D. TUJUAN, MANFAAT, SASARAN, DAN AZAS
KEWIRAUSAHAAN
1. TUJUAN:
 Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas;
 Mewujudkan kemampuan untuk menghasilkan kemajuan
dan kesejahteraan masyarakat;
 Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan
kewirausahaan masyarakt yang mampu, andal dan unggul.
 Menumbuh-kembangkan kesadaran dan orientasi
kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap
masyarakat.

2. MANFAAT:
 Memberikan bantuan kepada orang laindan pembangunan
sosial sesuai kemampuan;
 Menambah daya tampung tenaga kerja dan mengurangi
pengangguran;
Lanjutan;

 Memberikan contoh bagaimana bekerja keras, tekun,


tapi tidak melupakan agama;
 Menjadi contoh sebagai pribadi unggul yang diteladani
bagi masyarakat;
 Sebagai genarator pembangunan di lingkungan; pribadi,
distribusi, pemeliharaan, dan kesejahteraan;
 Berusaha mendidik para karyawan untuk menjadi orang
yang mandiri, disiplin, tekun, jujur, dalam mengahdapi
pekerjaan;
 Mendidik agar hidup efisien, tidak berfoya-foya, dan
tidak boros.
Lanjutan;

1. Memberi peluang / kebebasan untuk


mengendalikan nasib sendiri;

2. Memberi peluang melakukan


perubahan;
3. Memberi peluang untuk mewujudkan
Manfaat; potensi diri sepenuhnya;
(ThomasW.
Zimmerer) 4. Memberi peluang untuk berperan aktif
dalam masyarakat dan mendapat
pengakuan atas usahanya;

5. Memberi peluang untuk melakukan


sesuatu yang disukai dan
menumbuhkan rasa senang dalam
mengerjakannya.
Lanjutan;

3. SASARAN
 Generasi muda pada umumnya, anak-anak sekolah,
putus sekolah, dan calon wirausaha;
 Para pelaku ekonomi; para pengusaha kecil koperasi;
 Instansi pemerintah yang melakukan kegiatan usaha
BUMN, organisasi profesi, dan kelompok-kelompok
masyarakat.
4. AZAS
 Kemampuan untuk berkarya dalam kebersamaan
dengan etika bisnis yang sehat;
 Kemempuan bekerja secara tekun, teliti, dan produktif;
 Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil
keputusan secara sistematis, dan keberanian mengambil
resiko bisnis.
E. RUANG LINGKUP
KEWIRAUSAHAAN

1. Bidang agraris (pertanian, perkebunan, dan


kehutanan);
2. Bidang perikanan (penetasan, makanan, pemeliharaan
dan pengangkutan);
3. Bidang peternakan;
4. Bidang perindustrian dan kerajinan (Industri besar,
menengah, kecil dan pengrajin);
5. Bidang pertambangan dan energi;
6. Bidang perdagangan;
7. Bidang jasa (pedagang perantara, pemberi kredit atau
perbankan, angkutan, hotel, restoran. travel, asuransi,
pergudanagan, koperasi dan lain-lain.
F. KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Umumnya terlihat pada waktu berkomunikasi dalam rangka
mengumpulkan informasi, dan menjalin hubungan
dengan relasi bisnisnya.
Karakteristik wirausahawan yang perlu dimiliki dan
dikembangkan al.:
1. Berwatak luhur 9. Memperhitungkan resiko
2. Kerja keras dan disiplin 10. Merasakan kebutuhan
org lain
3. Mandiri dan realistis 11. Bekerja sama dengan
orang lain
4. Prestatif dan komitmen 12. Menghasilkan sst.untuk
tinggi org lain
5. Berfikir positif dan bert. 13. Memberi semangat orang
Jawab lain
Lanjutan:

Menurut pendapat;
M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer;
1. Desire for responsibility;
Memiliki tanggung jawab atas usaha yangdilakukan;

2.Preference of moderate risk;


Menghindari resiko, baik yang renbdah maupun tinggi;

3.Confidence in their ability to success;


Percaya akan kemampuan diri sendiri untuk berhasil;

4.Desire for immediate feedback;


Selalu menghendaki umpan balik segera;
Lanjutan:

5.High level of energy;


Memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan
keinginannya;
2.Future Orientation;
berorientasi ke masa depan; perspektif dan berwawasan
jauh ke depan;

3.Skill of Organizing;
Ketrampilan mengorganisasikan sumberdaya untuk
menciptakan nilai tambah;
4.Value of achievement over money;
Selalu menilai prestasi dengan uang;
Lanjutan:

Menurut David Mc. Clelland


1. Dorongan berprestasi;
2. Bekerja Keras;
3. Memperhatikan Kualitas;
4. Sangat bertanggung jawab;
5. Berorientasi pada imbalan;
6. Optimis;
7. Berorientasi pada hasil karya yang baik;
8. Mampu mengorganisasikan;
9. Berorientasi pada uang.
Lanjutan:

Menurut By Grave; Karakteristik wirausahawan


meliputi “10 D”:
1. Dream (mimpi);
2. Decisivemess (menentukan dengan tepat);
3. Doers (pelaku: berbuat cepat tanpa membuang peluang
yang baik dalam bisnisnya);
4. Determination (bulat hati dalam kepastian; walau
dihadapkan rintangan yang nampak tidak dapat diatasi);
5. Dedication (pengabdian; semua perhatian difokuskan
pada pekerjaan bisnisnya);
Lanjutan:

6. Devotion (kesetiaan; mencintai pekerjaan dan produk yang


dihasilkan);
7. Details (rinci; selalu memperhatikan berbagai faktor secara
rinci, karena faktor kecil dapat menghambat usaha);
8. Destiny (tujuan; bertanggung jawab terhadap tujuan dan
nasib yang akan diraih);
9. Dollars (uang; dijadikan sebagai ukuran kesuksesan bisnis.
Tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya
bukan karena uang – Jika berhasil, laba, bonus dan hadiah
pantas di dapat);
10. Distribute (menyalurkan; mendistribusikan kepemilikan
kepada orang kepercayaan yang kritis dan mau diajak
mencapai sukses urusan bisnisnya).
G. CIRI DAN WATAK KEWIUSAHAAN
Geoffry G. Merideth:
N0 CIRI-CIRI WATAK
1 Percaya diri Keyakinan, ketidak ketergantungan dan optimis.
2 Berorientasi pada Kebutuhan untuk berprestasi. Berorientasi laba,
tugas dan hasil ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras,
mempunyai dorongan kuat, energi dan inisiatif.
3 Pengambilan Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar
resiko dan suka tantangan.
4 Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan
Kepemimpinan
orang lain, menanggapi saran dan kritik.
5 Keorisinilan Inovatif, kreatif dan fleksibel.
6 Berorientasi ke
Pandangan ke depan, perspektif.
masa depan
H. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
BERWIRAUSAHA
Geoffrey G. Merideth
KEUNTUNGAN;
 Kesempatan untuk mengontrol jalan hidup sendiri dengan imbalan
kepemilikan yang diperoleh dari kemerdekaan untuk mengambil
keputusan dan resiko;
 Kesempatan menggunakan kemampuan dan potensi diri secara
penuh dan mengaktualisasi diri untuk mencapai cita-cita;
 Kesempatan untuk meraih keuntungan tak terhingga dan masa
depan yang lebih baik dengan waktu yang relatif lebih singkat;
 Kesempatan untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat
dengan lapangan kerja dan pengabdian serta untuk memperoleh
pengakuan.

KERUGIAN;
 Tidak ada kepastian pendapatan;
 Resiko kehilangan modal/aset/investasi;
 Meninggalkan zona kemapaman.
H. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
BERWIRAUSAHA
Peggi Lambing & Charles L. Kuehl
KEUNTUNGAN;
 Otonomi; (pengelolaan yang bebas & tdk terikat, “Bos”);
 Tantangan awal dan perasaan motif prestasi; (merupakan hal
yang menggembirakan, peluang untuk mengembangkan konsep
usaha yang dapat menghasilkan keuntungan, sangar memotivasi
wirausaha);
 Kontrol Finansial; (bebas dalam mengelola keuangan dan merasa
sebagai kekayaan sendiri).
KERUGIAN;
 Pengorbanan personal; (pola awal bekerja keras, sedikit
waktuuntuk kepentingan keluarga dan rekreasi);
 Beban tanggung jawab; (mengelola semua fingsi bisnis,
baik pemasaran, keuangan, personil dan lainnya);
 Margin keuntungan kecil & kemungkinan gagal;
(mempergunakan modal sendiri yang relatif kecil sehingga
margin).