Anda di halaman 1dari 24

Pentingnya

Menjaga Status
gizi prakonsepsi

Hartati Deri Manila


BP.1520332033
OUTLINE
1.PENTINGNYA GIZI PRA KONSEPSI
2.PERSIAPAN GIZI PRA KONSEPSI
3.MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI
4.MASALAH GIZI PADA MASA PRA KONSEPSI
5.KEBUTUHAN GIZI MASA PRA KONSEPSI
6.STATUS GIZI & PENGARUHNYA PADA MASA PRA
KONSEPSI
7.TELAAH JURNAL
1. Pentingnya Gizi Pra Konsepsi

 Status gizi pada saat pra konsepsi bersifat kritikal pada awal
perkembangan janin nantinya
 Fertilitas dipengaruhi oleh berat badan dan mencapai
kemampuan optimal pada rentang IMT normal yaitu 20-25Pada
wanita Obesitas , mungkin terdapat sindrom ovarium polikistik
(PCOS) yang mengakibatkan kegagalan ovulasi
 Pada wanita dengan IMT < 18 mungkin terjadi amenorea dan
kegagalan ovulasi
 Rasio pinggang-pinggul yang tinggii (>0,8) berhubungan dengan
fertilitas yang rendagh
(Marry, 2007: 80)
Mengapa gizi penting saat pra-konsepsi
a)Status gizi ibu merupakan hal yang penting sebelum konsepsi (3
bulan sebelum konsepsi)
b)Janin paling rentan terhadap defisiensi gizi pada trimester
pertama kehamilan, sering kali sebelum wanita menyadari
kehamilannya
c)Terdapat bukti bahwa gizi maternal yang buruk memiliki kons
ekuensi yang segera (mis: berat badan lahir rendah) dan
jangkapanjang
d)Pertumbuhan janin memiliki peran besar dalam menentukan r
isiko beberapa penyakit tidak menular terkait diet, misalnya penyakit
kardiovaskuler dan diabetes tipe 2 pada masa dewasa
(hipotesis “Barker”)
(Webster-Gandy, 2014: 212)
2. Persiapan Gizi Pra Konsepsi
Anjuran diet untuk masa pra konsepsi :
a.5 porsi buah dan sayuran setiap hari
b.Mengkonsumsi beragam jenis makanan
yang berbeda dari semua kelompok
makanan
c.Batasi makanan yang mengandung
terlalu banyak lemak jenuh dan gula
Asam Folat dan Pra konsepsi Konsumsi suplemen asam folat
untuk melindungi dari defek tabung saraf (NTD)
Makanan yang kaya asam folaIR/R
a.Kaya asam folat : tauge, kale (sejenis kubis), bayam
b.Sumber asam folat yang baik : roti & sereal, brokoli, kubis,
kembang kol, kacang panjang, kacang merah, kacang
polong
c.Sumber asam folat sedang : kentang, sebagian besar sayura
n, sebagian besar buah, oat, keju, susu, telur, ikan salem, da
ging sapi
d.50% kehamilan tidak direncanakan, suplementasi asam folat
penting sekurang2nya 3 bulan sebelum konsepsi
Anjuran untuk Wanita yang merencanakan Kehamilan:
 Menghindari vitamin A (retinol) yg berlebihan dari hati /
produk yg terbuat dari hati
 Menghindari minum alkohol
 Jangan Merokok
 Menghindari minum kafein dalam jumlah yg berlebih
 Menghindari makanan yg mengandung mikroorganisme
 Diet sehat seimbang termasuk buah dan sayur untuk
mikronutrien, asupan besi yg cukup dan konsumsi ikan
untuk menyediakan PUFA

(Marry, 2007: 80)


Berat Badan yang ideal untuk
Konsepsi
Capai dan pertahankan berat badan ideal saat prakonsepsi (IMT 18,5
– 24,9 kg/m).
 Berat badan harus stabil selama 3 bula sebelum upaya konsepsi
 Kandungan lemak tubuh yang rendah yaitu < 22% berat badan
dapat mencegah ovulasi (rerata kandungan lemak pd wanita
pasca puber adalah 28%)
 Obesitas (IMT > 30) dapat menghambat ovulasi karena berkaitan
dg perubahan pada aktivitas insulin dan efeknya terhadap
aktivitas hormon
 Wanita yang obesitas dan kelebihan berat badan harus
disarankan untuk menurunkan berat badan sebelum konsepsi
 Berat badan terlalu rendah (IMT < 18,5) saat konsepsi dapat meni
ngkatkan risiko pelahiran prematur dan pelahiran bayi BBLR
(Webster-Gandy, 2014: 214)
3. Makanan Yang Harus
Dihindari
a. Alkohol
alkohol berhubungan dengan penurunan
fertilitas & mempengaruhi pertumbuhan janin
b.Suplemen vitamin A dan hati yg berlebihan
bersifat teratogenik jika dikonsumsi berlebihan
c.Jenis ikan tertentu yang mengandung merkuri
dan tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 2 porsi
jenis ikan tertentu setiap minggu
4. Masalah Gizi Pada Masa
PraKonsepsi
Permasalahan gizi yang timbul pada masa
WUS (remaja
putri):
1.Kurus
2.Obesitas
3.Anemia
4.Anoreksia Nervosa dan Bulimia
1. Kurus
 Menurut SUSENAS 1999-2003, 35-40% WUS (15-19 thn)
beresiko KEK
 Prevalensi gizi kurang pada remaja dengan IMT < 5
persentil sebesar 17,4%
 Prevalensi IMT kurang atau kurus berkisar antara 30%-
40%.
 Kurus merupakan masalah gizi yang umumnya
dijumpai paa remaja perempuan

 Mereka sering melakukan diet tanpa pengawasan


dari dokter atau ahli gizi sehingga zat-zat gizi penting
tidak dapat dipenuhi
2. Obesitas
•Obesitas adalah keadaan seseorang jika berat
badannya melebihi 120% lebih besar dari berat badan
seharusnya pada usianya
•Obesitas biasanya disebabkan karena remaja tidak
dapat mengo
ntrol makanannya, makan dalam jumlah berlebih
sehingga berat badannya melebihi ukuran normal
•Penatalaksanaan yang bisa dilakukan pada penderita
obesitas adalah mengembangkan diet yang sehat,
olahraga secara bertahap, dan penderita obesitas
yang luar biasa gemuk dapat melakukan operasi yaitu
gastroplasti atau prosedur penjepitan lambung
3. Anemia
•Anemia merupakan dampak dari kurang zat
gizi makro & kurang zat
gizi mikro
•Hasil beberapa penelitian didapatkan sebesar
41,4% - 66,7% remaja
putri menderita anemia (WHO, 2001)
•Dampak anemia pada remaja putri yaitu
pertumbuhan terhambat, mudah terkena
infeksi, dan akan menjadi calon ibu yang
beresiko tinggi untuk kehamilan dan melahirkan
4. Anoreksia Nervosa atau Bulimia
•Merupakan bentuk eating disorder yaitu kelainan pola
makan yang biasanya lebih sering terjadi pada perempuan
•Gangguan tersebut dihasilkan oleh ketakutan bahwa tubuh
akan menjadi gemuk setelah makan dan ketakutan mental itu
terpancar melalui penyiksaan fisik
•Anoreksia nervosa adalah hilangnya nafsu makan atau
terganggunya pusat nafsu makan. Hal ini disebabkan oleh
konsep yang terputar terbalik mengenai penampilan tubuh
hingga penderita mempunyai rasa takut yang berlebihan
terhadap kegemukan
•Upaya penatalaksanaan anoreksia dan bulimia nervosa
adalah mengembalikan berat badan normal serta terapi
psikis yang dibarengi dengan pemmberian obat-obatan
5. KEBUTUHAN GIZI MASA PRA
KONSEPSI
•Pada masa ini, kebutuhan zat gizi jauh lebih
besar.
•Diet harus terdiri atas : sumber karbohidrat,
buah dan sayuran, susu dan produk olahannya,
daging dan penggantinya.
•Makanan berlemak dan gula harus dibatasi.
•Variasi makanan perlu diperhatika untuk
mengurangi risiko terlewatkannya nutrien
tertentu
1. Energi (Karbohidrat)
•Diperlukan karena sintesis jaringan baru
memerlukan energi
•Peningkatan ukuran tubuh menyebabkan
peningkatan laju metabolik dan kebutuhan
energi untuk aktivitas
2. Protein
•Untuk sintesis jaringan baru
•Diperlukan untuk pertumbuhan ,
perkembangan tubuh, pembentukan
jaringan-jaringan baru dan pemeliharaan
tubuh
3. Lemak
•Asam lemak tak jenuh diperlukan untuk
membran
•Sintesis kolesterol meningkat untuk sintesis
hormon seks
•Lemak berguna sebagai cadangan
energi, pelarut vitamin A D E K, pelumas
persendian, pertumbuhan dan
pencegahan peradangan kulit
4. Vitamin B
•Kofaktor untuk reaksi metabolik dan proses sintesis
•Vitamin B1 (tiamin) bertindak sebagai kofaktor sejumlah
reaksi metabolik terutama metabolisme karbohidrat. Juga
sebagai konduksi saraf
•Vitamin B2 (riboflavin) bertindak sebagai koenzim
flavoprotein, peran kunci pada reaksi oksidasi-reduksi dalam
jalur metabolik; pelepasan energi
•Niasin berperan dalam metabolisme yang menghasilkan
energi
•B6 (piridoksin) berperan dalam reaksi metabolik terutama
metabolisme asam amino, metabolisme lipid dan glikogen
serta sintesis neurotransmitter otak dan porfirin untuk sel darah
merah
5. Besi, tembaga, folat dan Vitamin B12
•Diperlukan untuk pertambahan massa sel darah untuk menunjang
jaringan ekstra
•Peningkatan kebutuhan zat besi pada masa menstruasi
•Folat penting dalam metabolisme asam amino. Berperan penting
dalam sintesis purin dan pirimidin untuk pembentukan DNA da RNA
•Vitamin B12 berperan untuk kofaktor metiltransferase, terkait erat
dengan metabolisme folat.. Berperan juga untuk sintesis metionin,
mielinasi saraf, serta metabolisme asam lemak
•Besi berperan untuk transpor oksigen dalam molekul hemoglobin,
terdapat pada mioglobin untuk menyediakan oksigen bagi otot,
bagian dari sistem enzim
•Tembaga berperan dalam pemanfaatan besi, produksi ATP, sintesis
neurotransmitter, pembentukan kolagen, peran anti oksidan
6. Kalsium dan Vitamin D
•Kalsium Diperlukan untuk pertumbuhan rangka,
sebagai komponen utama tulang; memberi
kepadatan dan kekuatan pada tulang
•Ion kalsium dibutuhkan untuk pembekuan
darah dan fungsi saraf otot
•Vitamin D dengan aktivasi menjadi 1,25
dihidroksikolekalsiferol (kalsitriol), mengatur
arbsorpsi kalsium dari saluran cerna, eksresi
kalsium dan mineralisasi tulang untuk menjamin
homeostasis kalsium dan fosfat
Telaah Jurnal
•Berat badan ibu sebelum hamil merupakan faktor s
ignifikan dalam periode prakonsepsi dengan berat di
bawah rata2 normal berkontribusi terhadap risiko 3
2% lebih tinggi akan kelahiran prematur, dan obesita
s berkontribusi lebih dari dua kali lipat risiko preeklam
sia dan diabetes gestasional.
•Wanita gemuk lebih mungkin untuk menjalani bedah
caesar, dan bayi mereka memiliki kemungkinan lebih
tinggi lahir dengan tabung saraf atau cacat jantung
bawaan
•Di antara intervensi gizi spesifik, suplementasi asam
folat prakonsepsi memiliki bukti efek yang kuat untu
k mencegah 69% dari cacat tabung saraf berulang
•Beberapa suplementasi mikronutrien menunjukkan
harapan untuk mengurangi tingkat anomali k
ongenital dan risiko preeklamsia.
•Meskipun lebih dari 40% wanita di seluruh dunia
mengalami anemia pada periode prakonsepsi, hanya
s atu penelitian telah menunjukkan risiko berat badan
lahir rendah
 Webster-Gandy, Joan. 2014. Gizi dan
Dietetika edisi 2. Jakarta : EGC
•Marry E. Barasi, 2007. At a glance: Ilmu Gizi.
Jakarta :
Erlangga
•Sulistyoningsih, Hariyani. 2011. Gizi untuk
Kesehatan
Ibu dan Anak. Graha Ilmu : Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai