Anda di halaman 1dari 27

PENGENDALIAN BIAYA DAN HARGA

DALAM PELAYANAN GIZI

Yulianto, SKM, M.Gizi, RD


LATAR BELAKANG
 Biaya merupakan sumber daya yg sangat
penting dalam pelayanan gizi
 Biaya harus diperhitungkan dg tepat, akuntabel,
efektif dan efisien
 Nurisionis/dietisien harus mampu
mengidentifikasi sumber2 dan analisis biaya
PENGERTIAN BIAYA
 Biaya (cost) adalah semua pengorbanan sumber
ekonomi diukur dg uang untuk kegiatan
pelayanan gizi
 Nilai dari sejumlah input (faktor produksi) yang
dipakai untuk menghasilkan suatu
produk/output berupa barang (makanan) dan
jasa (asuhan gizi).
JENIS BIAYA
 Berdasarkan pengaruhnya terhadap skala
produksi
 Biaya Tetap (Fixed Cost) : gaji pegawai, honor,
tunjangan
 Biaya Variabel (Variable Cost) : bahan
makanan, peralatan produksi, peralatan
penyajian, LPG, pajak, jasa pelayanan, dll
PENGENDALIAN BIAYA

 Proses yang dilakukan pengelola yg berusaha


mengatur biaya makan untuk melakukan
efisiensi
MANFAAT PENGENDALIAN BIAYA
 Mengetahui struktur biaya berdasarkan jenis dan lokasi
ditempatkan, sbg bahan pertimbangan dalam
pengendalian biaya yang dikeluarkan
 Mengetahui biaya satuan (unit cost)
 Perencanaan anggaran
 Mengetahui biaya total pelayanan gizi, sumber biaya dan
komponennya
 Menilai performance/akuntabilitas keuangan Instalasi
Gizi
 Peningkatan efisiensi
 Sebagai bahan pertimbangan untuk negosiasi
pembayaran dengan rekanan/pemasok bahan makanan
 Menentukan tarif pelayanan gizi (makanan dan asuhan
gizi)
CARA PENGENDALIAN BIAYA MAKAN
 Kembangkan kebijakan keuangan sesuai
tujuan, bentuk kegiatan, target pendapatan /
keuntungan & persentase dari makanan,
tenaga, dll
 Pengendalian rutin prosedur kerja,
pemeriksaan menyeluruh mulai dari
perencanaan menu, pembelian, penerimaan,
penyimpanan, pengeluaran, produksi,
distribusi & penyajian
 Pengendalian pos kegiatan berkaitan dengan
laporan biaya makan, perhitungan hasil &
mengambil tindakan perbaikan bila perlu
LANGKAH2 PENGAWASAN HARGA
 Tetapkan kebijakan keuangan yg ingin dicapai
 Buat format isian pelaksanaan pencatatan pelaporan yg
baku untuk pengawasan
 Pencatatan pemasukan, penerimaan bahan makanan,
harian tiap putaran menu, bulanan, triwulan &
tahunan
 Kalkulasi harga pemasukan bahan makanan untuk
setiap putaran menu, bulanan, triwulan & tahunan
 Perhitungan stock bahan makanan akhir

 Kumpulkan data klien harian, satu putaran menu,


bulanan, triwulan & tahunan
 Kalkulasi pemasukan & pengeluaran bahan makanan
beserta nilai rupiahnya setiap saat & pd periode ttt yg
telah ditentukan
 Hitung biaya per porsi atau biaya per orang per hari
KENDALA PENGENDALIAN BIAYA MAKAN

 Bahan makanan basah mudah rusak


 Volume kegiatan (jml & jenis penyakit pasien)
sulit diperkirakan sehingga sulit membuat
perkiraan kebutuhan / jumlah bahan makanan
 Tidak stabilnya harga bahan makanan di pasar
 Banyak variasi makanan yg diproduksi (menu
diet/pilihan)
KOMPONEN BIAYA PELAYANAN GIZI

Bahan
Baku/dasar

Tenaga
Overhead
Kerja

Biaya
Pelayanan Gizi
 Bahan Baku/dasar
 Bahan Makanan Kering, Bahan Makanan Basah,
Bumbu, Snack, Formula Komersial, Suplemen
 Tenaga kerja

 Gaji pegawai, honor, jasa pelayanan (insentif)


 Overhead

 Bahan bakar LPG, peralatan produksi, peralatan


penyaji, pemeliharaan gedung, perbaikan alat,
listrik, telephone, dll
PERHITUNGAN BIAYA BAHAN MAKANAN
 Pengelompokkan kelas perawatan pasien dan dibuat standar makanannya.
 Rekapitulasi macam dan jumlah bahan makanan yang digunakan pada tiap
kelas perawatan untuk 1 siklus menu atau satu bulan
 Menyusun harga bahan makanan per orang per hari berdasarkan standar
makanan yang telah ditetapkan.
 Mengalikan harga bahan makanan dengan kebutuhan macam dan jumlah
bahan makanan per orang per hari.
 Menjumlahkan biaya bahan makanan selama satu bulan untuk seluruh
kelompok bahan makanan. Hasil pejumlahan ini merupakan biaya total
bahan makanan selama satu bulan.
 Mengidentifikasi jumlah (hari rawat) pasien yang dilayani dalam 1 bulan
 Menghitung rata2 biaya bahan makanan dengan membagi total biaya
pemakaian 1 bulan dengan jumlah (hari rawat) pasien yg dilayani selama 1
bulan
PERHITUNGAN BIAYA TENAGA KERJA
 Merupakan biaya tetap tidak dipengaruhi oleh
jumlah makanan yang dihasilkan.
 Biaya tenaga kerja terdiri dari gaji, tunjangan,
lembur, honor dan sebagainya.
 Tenaga kerja yang terlibat dalam proses
penyelenggaraan makanan meliputi tenaga kerja
langsung yaitu pengawas produksi, penjamah
makanan, dan lainnya serta tenaga kerja tidak
langsung seperti petugas kebersihan dan
sebagainya.
PERHITUNGAN BIAYA OVERHEAD

 Biaya barang meliputi peralatan produksi


makanan, penyajian, alat rumah tangga lainnya
 Biaya pemeliharaan meliputi bahan bakar LPG,
listrik, air, pajak, perbaikan alat dan penyusutan
UNIT COST
 Biayayang dikeluarkan untuk menghasilkan satu
produk dan merupakan biaya rata-rata hasil
perhitungan dari biaya total dibagi sejumlah
biaya produksi (Bahan, SDM dan Overhead)
TAHAPAN MENGHITUNG UNIT COST
 Mengidentifikasi pusat biaya (cost center)
 Melakukan pengumpulan data meliputi data
biaya, data output maupun data pembobot
(dasar alokasi) untuk masing2 pusat biaya
 Melakukan distribusi masing2 biaya

 Mlajukan perhitungan biaya satuan


JENIS UNIT COST

 Actual Unit Cost


 Normative Unit Cost
ACTUAL UNIT COST

 Biaya satuan biaya berdasarkan atas pengeluaran nyata


untuk menghasilkan 1 produk pada kurun waktu
tertentu
 Rumus : : UC = TC/Q

 UC = Biaya satuan
 TC = Biaya total pengeluaran nyata nbahan
makananan
 Q = Jumlah produk yang dihasilkan
 Misalnya : biaya bahan makanan = biaya total bahan
makanan dibagi dg jumlah paket makanan sesuai hari
rawat pasien
NORMATIVE UNIT COST

 Biaya satuan normatif yaitu menghitung prediksi seluruh


biaya yang melekat pada unit produksi meliputi biaya tetap
(sdm) dan biaya variabel (bahan dan overhead) dan masing-
masing dibagi dengan jumlah output yang akan diproduksi.
 Rumus : : UCn = FC/C + VC/Q
 UCn = Unit Cost Normatif
 FC = Biaya tetap (gaji tenaga kerja)
 VC = Biaya tidak tetap (biaya bahan dan biaya
variable)
 C = Kapasitas
 Q = Jumlah produk (utilisasi)
 Unit cost atau biaya satuan ini merupakan dasar untuk
menghitung tarif makanan atau tarif asuhan gizi
CONTOH ANALISIS UNIT COST
 Data biaya penyelenggaraan makanan selama 1 bulan ;
 Biaya gaji (FC) : Rp. 100.000.000
 Jasa pelayanan (VC) : Rp. 60.000.000
 Biaya bahan makanan (VC) : Rp. 270.000.000
 Biaya LPG (VC) : Rp. 10.000.000
 Peralatan produksi (VC) : Rp. 6.000.000
 Peralatan penyajian (VC) : Rp. 1.000.000
 Data pelayanan gizi
 Kapasitas TT (BOR 100%) : 450 orang/hr
 Jumlah hari rawat 450 orang x 30 hr : 13.500 orang (hari rawat)

 Pasien yang dilayani BOR 70% x TT : 315 orang/hr


 Jumlah hari rawat 315 orang x 30 hr : 9.450 orang (hari rawat)
 Actual Unit Cost

Biaya bahan makanan

Jumlah hari rawat pasien yang dilayani

270.000.000
= 28.571
9.450
 Normatif Unit Cost

Gaji Seluruh Biaya Variabel


= +
Kapasitas hari rawat Jml hari rawat yg dilayani

100.000.0000 347.000.000
= +
13.500 9.450
= 7.407,4 + 36.719,5

= 44.127 per orang/hr


TARIF MAKAN DIET BIASA
Diet Biasa Jasa Sarana Jasa Pelayanan Total

VVIP 34.300 11.500 45.800

VIP 30.900 10.300 41.200

Kelas I 22.900 7.600 30.500

Kelas II 16.300 5.300 21.600

Kelas III 11.600 3.400 15.000

IGD 21.100 5.300 26.400


TARIF MAKAN DIET KHUSUS
Diet Khusus Jasa Sarana Jasa Pelayanan Total

VVIP 36.000 12.200 48.800

VIP 33.200 11.100 44.300

Kelas I 25.200 8.400 33.600

Kelas II 18.100 5.900 24.000

Kelas III 16.200 3.800 20.000


TARIF MAKAN DIET CAIR/SONDE
Diet Cair/Sonde Jasa Sarana Jasa Pelayanan Total

VVIP 27.800 12.200 40.000

VIP 23.900 11.100 35.000

Kelas I 21.600 8.400 30.000

Kelas II 19.100 5.900 25.000

Kelas III 16.200 3.800 20.000


BIAYA DAN PENDAPATAN
Data rata2 selama 1 bulan :
 Pengeluaran = 447.000.000
 Pendapatan = 225.000.000
 Selisih = 222.000.000 (defisit)

Rekomendasi :
 Penyesuaian tarif makanan RS berdasarkan unit
cost.
TERIMA KASIH

SALAM SUKSES