Anda di halaman 1dari 46

KETAHANAN NASIONAL

1. Pengertian
 Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa, berisi
keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengisi
segala tantangan, ancaman ,hambatan, serta gangguan baik yang datang
dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung
membahayakan integritas, identitas , serta kelangsungan hidup bangsa
dan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD RI 1945
Perspektif lain
 Selain sebagai sebuah kondisi, ketahanan nasional juga bisa
dipahami sebagai metode berpikir dan prinsip pengelolaan
nasional dalam menghadapi segala bentuk ancaman,
tantangan, hambatan dan gangguan terhadap bangsa Indonesia
2. Latar Belakang
Untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya, manusia perlu
mengadakan hubungan-hubungan, yang diantaranya adalah :
manusia dengan Tuhan= agama
manusia dengan cita-cita = ideologi
manusia dengan kekuasaan = politik
manusia dengan pemenuhan kebutuhan =ekonomi
manusia dengan manusia = sosial
manusia dengan keindahan = kesenian /budaya
manusia dengan pemanfaatan alam = iptek
manusia dengan rasa aman = hankam
3. Klasifikasi: Astragatra ketahanan
nasional
 Trigatra:
 geografi
 Keadaan & kekayaan alam Gatra alamiah
 Keadaan & kemampuan penduduk
 Pancagatra:
 Ideologi
 Politik
 Ekonomi Gatra non alamiah
 Sosial budaya
 Hankam
3.1. Kondisi Geografis

6

7
3.2. Keadaan & kekayaan alam
 Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada
daerah tropis yang memiliki curah hujan yang
tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat
hidup dan tumbuh dengan cepat.
 Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada
titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak
terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.
 Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan
bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta
mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.
 Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari
tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12%
dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari
jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut.
 Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan
tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan
bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi
produksinya di dunia.
 Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan
tambang, seperti petroleum, timah, gas
alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Di samping
itu, Indonesia juga memilikitanah yang subur dan baik digunakan untuk
berbagai jenis tanaman.[ Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga
menyediakan potensi alam yang sangat besar.
3.3. Kondisi SDM (berdasar IPM)
Angka IPM Indonesia dari tahun ke tahun
 Tahun 1980 = 0,522
 Tahun 1985 = 0,562
 Tahun 1990 = 0,624
 Tahun 1995 = 0,658
 Tahun 2000 = 0,673
 Tahun 2003 = 0,709
 Tahun 2004 = 0,714
 Tahun 2005 = 0,723
 Tahun 2006 = 0,729
 Tahun 2007 = 0,734
 Tahun 2008 = perhitungan baru diberlakukan
 Tahun 2009 = 0,593
 Tahun 2010 = 0,600
 Tahun 2011 = 0,617
 Tahun 2013 = 0,629
3.4. Ketahanan Ideologi
 Ideologi: kumpulan pemikiran, ide, dan atau
gagasan yang sistematis, meliputi aspek politik,
sosial, budaya dan keyakinan
 kondisi dinamis ideologi bangsa, berisi keuletan
dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, di dalam
menghadapi dan mengisi segala tantangan,
ancaman, hambatan, serta gangguan baik yang
datang dari luar maupun dari dalam
Tentang ideologi...
 Apa saja paham ideologi yg kamu kenal/ketahui?
 Apa yang paling dominan?
 apa wujud nyata nya?
 Bagaimana masyarakat/ bangsa indonesia menyikapinya?
 Bagaimana seharusnya
3.5. Ketahanan politik
 Politik adalah sebuah sarana. Politik artinya
persoalan yg menyangkut kekuatan hubungan
(power relationship). Politik juga bisa diartikan
sebaga cara mencapai tujuan tertentu.
 kondisi dinamis politik bangsa, berisi keuletan dan
ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, di dalam
menghadapi dan mengisi segala tantangan, ancaman
,hambatan, serta gangguan baik yang datang dari
luar maupun dari dalam.
3.6. Ketahanan ekonomi
 Ekonomi adalah bidang kegiatan manusia dalam
rangka mencukupi kebutuhannya.
 kondisi dinamis ekonomi bangsa, berisi keuletan
dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, di dalam
menghadapi dan mengisi segala tantangan, ancaman
,hambatan, serta gangguan baik yang datang dari
luar maupun dari dalam
3.7. Ketahanan sosial budaya
 Budaya:
 “segala produk karsa, cipta dan rasa manusia”
 kondisi dinamis sosial budaya bangsa, berisi
keuletan dan ketangguhan, yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di
dalam menghadapi dan mengisi segala tantangan,
ancaman ,hambatan, serta gangguan baik yang
datang dari luar maupun dari dalam
3.8. Ketahanan hankam
 Hankam?
 kondisi dinamis hankam bangsa, berisi keuletan dan
ketangguhan, yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi
dan mengisi segala tantangan, ancaman ,hambatan, serta
gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam,
4. LEMHANNAS RI dalam Konteks
ketahanan Nasional
 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia adalah
Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang berada
di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Lemhannas RI dipimpin oleh Gubernur Lemhannas RI dan
dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh seorangWakil
Gubernur
TUGAS LEMHANNAS RI
 menyelenggarakan pendidikan penyiapan kader dan pemantapan
pimpinan tingkat nasional yang berpikir integratif dan profesional,
memiliki watak, moral dan etika kebangsaan, berwawasan nusantara
serta memiliki cakrawala pandang yang universal
 menyelenggarakan pengkajian yang bersifat konsepsional dan strategis
mengenai berbagai permasalahan nasional, regional, dan internasional
yang diperlukan oleh Presiden, guna menjamin keutuhan dan tetap
tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia
 menyelenggarakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung di
dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun
1945, nilai-nilai Pancasila serta nilai-nilai kebhinneka tunggal ika-an.
 membina dan mengembangkan hubungan kerjasama dengan berbagai
instansi terkait di dalam dan luar negeri.
FUNGSI LEMHANNAS RI

 mendidik, menyiapkan kader dan memantapkan pimpinan tingkat


nasional melalui segala usaha kegiatan dan pekerjaan meliputi program
pendidikan, penyiapan materi pendidikan, operasional pendidikan dan
pembinaan peserta dan alumni serta evaluasi
 mengkaji berbagai permasalahan stretegis nasional, regional, dan
internasional baik di bidang geografi, demografi, sumber kekayaan alam,
ideologi, politik, hukum dan keamanan, ekonimi, sosial budaya dan ilmu
pengetahuan serta permasalahan internasional
 memantapkan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung di dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 serta nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara, semangat bela
negara, transformasi nilai-nilai universal, sistem nasional serta
pembudayaan nilai-nilai kebangsaan
 kerjasama pendidikan pasca sarjana di bidang strategi ketahanan nasional
dengan lembaga pendidikan nasional dan/atau internasional
 kerjasama pengkajian strategis dan kerjasama pemantapan nilai-nilai
kebangsaan dengan institusi di dalam dan di luar negeri.
VISI LEMHANNAS RI
Menjadi lembaga nasional yang bertaraf
internasional, unggul dan terkemuka, yang
berlandaskan pada Pancasila, Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
Bhinneka Tunggal Ika.
MISI LEMHANNAS RI
1. Menyelenggarakan pendidikan kepemimpinan yang
bermutu dengan meluluskan calon pemimpin
tingkat nasional yang kompeten sesuai dengan
paradigma nasional
2. Melakukan pengkajian unggulan yang relevan dan
berguna bagi kepentingan bangsa dalam mendukung
tujuan nasional
3. Memantapkan nilai-nilai luhur yang relevan bagi
pembangunan karakter bangsa dan mendukung
pembangunan nasional
4. Menyelenggarakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung
di dalam 4 (empat) prinsip dasar, yakni Pancasila, UUD Republik
Indonesia Tahun 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta
BhinnekaTunggal Ika.

5. Menyelenggarakan pengembangan Ketahanan Nasional meliputi:


Astagatra, Konsepsi nasional dan Nilai-nilai Universal melalui berbagai
pendekatan termasuk pendayagunaan teknologi.

6. Membina dan mengembangkan hubungan kerjasama dengan pelbagai


institusi yang relevan di dalam dan luar negeri meliputi semua
aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam
mewujudkan harmoni nilai-nilai universal.
 LATAR BELAKANG BERDIRINYA LEMHANNAS RI
1. Pembentukan lemhannas pada dasarnya merupakan jawaban atas
tuntutan perkembangan lingkungan strategic baik nasional dan
internasional yang mengharuskan adanya integrasi dan kerjasama yang
mantap serta dinamis antar para aparatur Sipil, TNI, Polri dan pimpinan
Swasta Nasional serta pimpinan politik dan organisasi kemasyarakatan,
dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara. Presiden pertama
Indonesia, Ir. Soekarno menetapkan tanggal 20 Mei 1965 sebagai hari
ketahanan nasional. Pada saat itu dimulailsh fungsi utama Lemhannas
yaitu penyelenggaraan pendidikan dengan upacara pembukaan program
pendidikan Kursus Reguler Angkatan I.
2. Pembentukan Lemhannas juga dimaksudkan sebagai salah satu urgensi
nasional dalam upaya menyelamatkan dan melestarikan cita-cita
proklamasi kemerdekaan dan tujuan bangsa Indonesia serta kelangsungan
hidup bangsa dan negara Indonesia ditengah-tengah percaturan politik
dunia.
PERKEMBANGAN LEMHANNAS RI

1. Lembaga Pertahanan Nasional yang berada di bawah Presiden Republik


Indonesia (Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun
1965)
2. Lembaga Ketahanan Nasional dan berada di bawah Panglima ABRI
(Keppres No. 60 tahun 1983)
3. Lembaga Ketahanan Nasional dan berada di bawah Menteri Pertahanan
dan Keamanan (Keppres No. 4 tahun 1994)
4. Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang
bertanggungjawab kepada Presiden Republik Indonesia. (Keppres No.
42 dan 43 tahun 2001)
Gubernur
Lemhannas
Struktur organisasi lemhannas

Diambil dari website resmi


Lemhannas;
Contoh Kasus
Ketahanan Pangan Indonesia
 Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan
seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan
memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi
kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan. (wikipedia)
 World Health Organization mendefinisikan tiga komponen utama
ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan
pemanfaatan pangan. FAO menambahkan komponen keempat,
yaitu kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam kurun waktu
yang panjang.(WHO, sebagaimana dikutip oleh Wikipedia)
1. Ketersediaan pangan
Ketersediaan pangan berhubungan
dengan suplai pangan melalui
produksi, distribusi, dan
pertukaran.
Pernyataan pejabat terkait...
 Indonesia tak akan mengimpor beras pada 2013.
Sebab, pasokan dari petani cukup untuk
memenuhi kebutuhan dalam negeri. Demikian
dikatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara
Dahlan Iskan saat berkunjung ke Desa Jati,
Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad
(24/3/2013).
Lainnya...

 Kementerian Pertanian mengungkapkan,


selama 2013 produksi beras secara nasional
mengalami surplus 5,4 juta ton. Menteri
Pertanian Suswono menyatakan, pada tahun
ini kebutuhan beras dalam negeri sebanyak
34,4 juta ton, sedangkan ketersediaan
mencapai 39,8 juta ton.(Gatra News, 30-
12-2013)
Sementara Kenyataannya...
 Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengakui ada
kelemahan dalam sistem impor beras. Menurut dia, pihaknya
tengah menyelesaikan penelusuran kasus impor beras ilegal
dan direncanakan akan diumumkan pada pekan ini. “Mungkin
ada kecurangan. Kami akan umumkan hasil (penelusuran)
pada Rabu,” kata Lutfi di kantor Kementerian Koordinator
Perekonomian, Jakarta, Senin, 17 Februari 2014.
2. Akses thd bahan pangan
 Akses terhadap bahan pangan mengacu kepada kemampuan membeli
dan besarnya alokasi bahan pangan, juga faktor selera pada suatu individu
dan rumah tangga. PBB menyatakan bahwa penyebab kelaparan dan
malnutrisi seringkali bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan pangan
namun ketidakmampuan mengakses bahan pangan karena kemiskinan.
Kemiskinan membatasi akses terhadap bahan pangan dan juga
meningkatkan kerentanan suatu individu atau rumah tangga terhadap
peningkatan harga bahan pangan. Kemampuan akses bergantung pada
besarnya pendapatan suatu rumah tangga untuk membeli bahan pangan,
atau kepemilikan lahan untuk menumbuhkan makanan untuk dirinya
sendiri. Rumah tangga dengan sumber daya yang cukup dapat mengatasi
ketidakstabilan panen dan kelangkaan pangan setempat serta mampu
mempertahankan akses kepada bahan pangan.
3. Pemanfaatan
Ketika bahan pangan sudah didapatkan, maka
berbagai faktor mempengaruhi jumlah dan
kualitas pangan yang dijangkau oleh anggota
keluarga. Bahan pangan yang dimakan harus aman
dan memenuhi kebutuhan fisiologis suatu individu
4. Stabilitas pangan
 Stabiitas pangan mengacu pada kemampuan suatu
individu dalam mendapatkan bahan pangan
sepanjang waktu tertentu. Kerawanan pangan
dapat berlangsung secara transisi, musiman,
ataupun kronis (permanen).Pada ketahanan
pangan transisi, pangan kemungkinan tidak
tersedia pada suatu periode waktu tertentu