Anda di halaman 1dari 17

Kebudayaan dan masyarakat

pengaruh tradisi terhadap perilaku masyarakat kabupaten kepulauan talaud

Ade kurniawan (10614002)


Reghant galang T (10614003)
Wogo sandy irawan (10614008)
Definisi budaya

• Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan


daya yang berarti cinta, karsa dan rasa
• Berasal dari bahasa Sansakerta budhayah yaitu
bentuk jamak kata buddhi yang bersrti budi atau
akal
Perwujudan kebudayaan

Koentjaraningrat mengemukakan bahwa


kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga
wujud:
• Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan,
nilai-nilai, norma-norma dan peraturan (budaya
ideal): adat
• Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas
serta tindakan berpola dari manusia dalam
masyarakat (sistem sosial) : perilaku dan bahasa
• Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya
manusia : kebudayaan fisik
Gabaran umum
• Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu
Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Utara
yang beribukota di Melonguanne
• Kabupaten Kepulauan Talaud dikenal dengan
berbagai macam budaya salah satunya adalah
Mane’e yaitu budaya menangkap ikan dengan
janur kelapa oleh para masyarakat setempat
dengan menggunakan bahasa mantra atau
bahasa nenek moyang Talaud yang dilakukan
setahun sekali

Administrasi
Secara administratif Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan bagian
dari Provinsi Sulawesi Utara. Merupakan pemekaran dari Kabupaten
Kepulauan Sangihe menurut UU No. 8 tahun 2002 dan terdiri dari 20
pulau. Kabupaten Kepulauan Talaud dibagi dalam 19 kecamatan
(pemekaran dari 17 kecamatan, 5 kecamatan baru diresmikan tahun
2007), 11 kelurahan, 142 desa.
Bercocok Tanam Di Ladang

Beternak

Sistem mata
pencaharan
Menangkap Ikan
BAHASA

• Bahasa daerah talaud


Bahsa daerah talaud seperti mantra, akan tetapi itu menjadi salah satu bahasa yang di pakai
nenek moyang (bahasa talaud kuno)
Sistem kepercayaan

Islam

agama Kristen prtestan

Katolik
z

Pengetahuan tentang
alam

Pengetahuan tentang hewan dan


tumbuh-tumbuhan di sekitar nya
Sistem dan ilmu pengetahuan

Pengetahuan tentang
alam
Terbentuk nya tradisi mane’e

Awalnya mane’e adalah sebuah ritual atas terjadinya gempa bumi dan badai
gelombang tinggi yang menerjang kepulauan Talaud yang menyebabkan
tenggelamnya daratan dan menyapu harta penduduk. Kini upacara serupa selalu
diselenggarakan setiap tahun antara bulan Mei atau Juni saat pasang tertinggi
Makna mane’e bagi masyarkat
kabupaten talaud
Mane’e bukan saja ritus kebudayaan menangkap ikan tetapi sangat diharapkan bagaimana
masyarakat setempat dapat menahan diri, untuk tidak mengganggu lingkungan / kawasan
pinggiran laut yang telah disepakati bersama sebagai kawasan pelaksanaan upacara Mane’e.
Masyarakat setempat harus tunduk pada ketentuan yang telah disepakati bersama di bawah
hukum adat oleh tokohtokoh pemangku adat setempat, yaitu bagi yang melanggar ketentuan
diwajibkan mengumumkan kesalahan atau pelanggarannya dihadapan masyarakat setempat
Tahapan upacara mane’e

1. Tahap maraca pundagi atau memotong tali hutan yang diadakan tiga hari
sebelum tradisi mane’e diadakan;
2. Tahap doa selamatan yang dipimpin oleh para tetua adat (mangolom para) di
Pelaksanaan pulau kakorotan;
3. Tahap penentu waktu dan zona upacara di pulau intata ( sekitar 600 meter arah
upacara utara pulau kakorotan). Penentu waktu ini didasarkan pada posisi bulan yang
akan berpengaru pada pasang surutnya air laut;
mane’e 4. Tahap mane’e atau menangkap ikan secara beramai ramai di tepi laut.
Sedangkan, pihak pihak yang terlibat dalam upacara mane’e adalah para tetua
dat, tokoh masyarakat, warga masyarakat di kepulauan kakorotan, dan
sebagian warga di luar kepulauan kakorotan yang mendapat undangan atau
ingin menyaksikan jalannya upacara.
Peraturan/Larangan (e’ha)
E’ha merupakan ketentuan hukum adat tentang larangan mengambil dan melakukan
sesuatu dalam kawasan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula, baik itu milik
pribadi maupun komunitas. Karena tradisi ini telah disepakati bersama, maka bagi
mereka yang melanggar kesepakatan mendapat sanksi sesuai kesepakatan bersama
sistem sosial masyarakat talaud

Orang Talaud dikenal dengan sifatnya yang ramah dan


sopan, dalam bahasa Talaud maadata (penuh hormat)

Sifat sosial yang sangat menonjol yakni wioro (kerja


sama).
Pengaruh sistem sosial masyarakat
talaud
sebagian besar masyarakat Talaud mulai melupakan warisan emas nenek
moyangnya yakni
• Malintu u Harele : sebelum pedang atau alat pertanian itu digunakan, perlu
didoakan terlebih dahulu agar alat tersebut tidak mencelakakan
penggunanya.
• Malinu u Wulan : permohonan kepada Tuhan agar bibit/benih yang akan
ditanam senantiasa bertumbuh subur dan berbuah lebat
• Malano Sasuan : Ketika ada hama, maka tanaman tersebut segera
dibersihkan/ataupun di siangi dari hama/rumput yang mengganggu
pertumbuhannya.
• Mandoman. : Kearifan lokal ini mengajak masyarakt untuk mengucap
syukur dengan hasil panen yang dituainya.
Upaya masyarakat dalam
mempertahankan tradisi mane’e
Masyarakat Kakorotan selalu berupaya melestarikan budaya yang bersifat dinamis
dan terbuka, ini menandakan bahwa masyarakat yang ada di Desa tersebut bersedia
menerima pengaruh dari luar sepanjang tidak merusak nilai-nilai budaya yang sudah
ada. Seiring dengan perkembangan zaman dan sebagai upaya dukungan dari
Pemerintah terhadap kepariwisataan, Pemerintah Kabupaten telah menerbitkan
Peraturan Daerah No. 41 tahun 2004 tentang penetapan lokasi obyek wisata dan
Peraturan Daerah No. 42 tahun 2004, tentang retribusi izin usaha pariwisata
Kabupaten Kepulauan Talaud penetapan lokasi obyek wisata ini dimaksudkan sebagai
penguatan bahwa kawasan tersebut masuk dalam lokasi wisata yang dilindungi, oleh
Peraturan Daerah terbitnya perda No. 41 dan 42 tahun 2004 Kabupaten Kepulauan
Talaud pada intinya berupaya untuk melindungi dan melestarikan obyek wisata
penangkapan ikan secara tradisional yang berkesinambungan yang ramah
lingkungan.
kesimpulan
Jadi Budayamerupakan suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi.

Masyarakat kepulauan talaud dengan sistem sosial yang masih


memegang teguh dengan kearifan lokal, adat istiadat, dan cara
bermayarkat yang masih kental dengan hukum adat yang berada di
kabupaten kepulauan talaud