Anda di halaman 1dari 40

Permendikbud No.

26 Tahun 2017 tentang


Perubahan atas Permendikbud No 8 Tahun
2017 tentang Petunjuk Teknis BOS

disampaikan pada:
Bimbingan Teknis Pengelolaan Dana
Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
ANGGARAN BOS NASIONAL TAHUN 2017

Satuan juta
• 21.05 T • 10.46 T

SD SMP
Total
Buffer
45.12 T
358.11 T
SMA SMK
• 6.38 T • 6.85 T
Dasar Kebijakan BOS
1. membantu penyediaan pendanaan biaya operasi non
personil sekolah. Akan tetapi masih ada beberapa
pembiayaan personil yang masih dapat dibayarkan dari
1.Perpres No. 97 Tahun dana BOS
2016 tentang Rincian 2. Membebaskan pungutan biaya operasi sekolah bagi peserta
APBN tahun 2017 didik SD/SDLB/SMP/SMPLB yang diselenggarakan oleh
2.Peraturan Menteri Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah
3. Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi peserta
Keuangan Nomor
TUJUAN BOS didik SD/SDLB/SMP/SMPLB yang diselenggarakan oleh
50/PMK.07/2017 masyarakat
tentang Pengelolaan 4. Membebaskan pungutan peserta didik yang
Transfer ke daerah orangtua/walinya tidak mampu pada SD/SDLB/SMP/SMPLB
dan Dana Desa yang diselenggrakan oleh masyarakat
3.Permendikbud No 8
Tahun 2017 tentang SD/SDLB/SMP/SMPLB dan SMA/SMALB/SMK
Petunjuk Teknis BOS yang diselenggarakan oleh Pemerintah
SASARAN PENERIMA Pusat, Pemerintah Daerah, atau masyarakat
BOS yang telah terdata dalam DAPODIKDASMEN.

Jumlah dana BOS yang diterima SD SMP SMA & SMK


oleh sekolah dihitung
berdasarkan jumlah peserta
didik. Untuk sekolah di daerah
khusus dengan jumlah peserta
didik kurang dari 60 siswa,
maka akan mendapat alokasi Rp 800.000,- Rp 1.000.000,- Rp 1.400.000,-
sebanyak 60 siswa /siswa/tahun /siswa/tahun /siswa/tahun
Perubahan Kewenangan tentang Pengelolaan
Sekolah berdasar UU No 23/2014

Kabupaten/Kota Propinsi
SD Negeri dan Swasta SMA/SMA Satap Negeri dan
SMP/SMP Satap Negeri dan Swasta
Swasta SMK Negeri dan Swasta
SDLB/SMPLB/SMALB/SLB
Negeri dan Swasta
Struktur Tim BOS Sekolah
 Penanggung Jawab : Kepala Sekolah
 Anggota :
1. Bendahara (Bendahara pada satuan pendidikan negeri
diangkat oleh Kepala Daerah ---- SE Mendagri No 910/106/SJ tgl
)
11 Januari 2017

2. 1 (satu) orang dari unsur orang tua


peserta didik di luar Komite Sekolah
yang dipilih oleh Kepala Sekolah dan
Komite Sekolah dengan
mempertimbangkan kredibilitasnya,
serta menghindari terjadinya konflik
kepentingan
3. Penanggung jawab pendataan
Tugas Tim Manajemen BOS
Sekolah
 Mengisi, mengirimkan dan meng-update Dapodik secara lengkap
 Memastikan data yang masuk dalam Dapodikdasmen sesuai dengan
kondisi riil;
 Memverifikasi kesesuaian jumlah dana yang diterima dengan data
peserta didik yang ada
 Menyelenggarakan pembukuan secara lengkap
 Memenuhi ketentuan transparansi pengelolaan dan penggunaan
 Menyusun dan menyampaikan laporan secara lengkap
 Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat
 Untuk sekolah pada jenjang pendidikan dasar yang diselenggarakan
oleh pemerintah daerah, memasang spanduk di sekolah terkait
kebijakan bebas pungutan setiap hari di serambi sekolah
Penyaluran BOS
 Jika terdapat siswa pindah, dana BOS pada
Satuan Rekening
triwulan berjalan menjadi hak sekolah asal. Pusat RKUN Propinsi
RKUD Pendidikan
Revisi jumlah siswa, baru diberlakukan untuk Sekolah
pencairan triwulan berikutnya;
Paling cepat bulan pertama
 Kelebihan salur ke sekolah akibat kesalahan pada triwulan berjalan Maks. 7 hari kerja
data pada triwulan 1-3 akan diperhitungkan
dalam penyaluran triwulan berikutnya.
Sementara kelebihan pada triwulan 4 atau
semester 2 harus dikembalikan ke rekening
Tiap Semester
KUD; Tiap Triwulan
 Kekurangan salur ke sekolah dapat  Semester I : 60%
langsung dibayarkan apabila dana BOS di  Triwulan I : 20%
BUD masih mencukupi. Apabila tidak cukup, dari alokasi satu Terpencil
tahun dari alokasi satu
maka Tim BOS Provinsi harus mengajukan Nonterpencil
tahun
laporan kekurangan kepada Tim BOS Pusat  Semester II : : 40%  Triwulan II : 40%
untuk menjadi dasar pencairan dana dari alokasi satu
cadangan; dari alokasi satu
tahun tahun
 Sisa dana di sekolah pada akhir tahun
anggaran tetap milik sekolah untuk  Triwulan III : 20%
digunakan bagi kepentingan sekolah sesuai dari alokasi satu
program sekolah; tahun
 Penyaluran dana BOS ke sekolah (termasuk  Triwulan IV : 20%
penyaluran dana cadangan untuk dari alokasi satu
mencukupi kekurangan salur di sekolah) tahun
tidak boleh melewati tahun anggaran
berjalan.
Alokasi dan Pendataan BOS ditingkat
Sekolah
Pendataan Alokasi
Alokasi BOS hanya didasarkan pada
Dapodik. Oleh karena itu, maka  Alokasi sekolah hanya berdasarkan
pastikan: jumlah siswa pada Dapodik hasil
1. Sekolah melakukan update cut off Tim Dapodik Pusat yang
diambil oleh Tim BOS Provinsi;
Dapodik setiap ada perubahan
data, atau minimal 1 kali/semester;  Cut off data yang digunakan
sebagai dasar penetapan alokasi
2. Data final  data pada laman BOS di sekolah:
Dapodik, bukan yang sudah
1. Cut off sebelum
disinkron petugas data; triwulan/semester berjalan;
3. Sekolah menugaskan penanggung 2. Cut off pada triwulan/semester
jawab pendataan  kontrol berjalan.
progres pendataan.
Kebijakan Alokasi Minimal
Hanya bagi jenjang Dikdas dan Diksus (luar biasa) dengan
siswa < 60. Ketentuannya:
 SMP Satap, SLB, SDLB, SMPLB, dan SMALB (tidak perlu
rekomendasi dari kabupaten/kota)
 SD/SMP yg memenuhi kriteria:
1. Berada di desa sangat tertinggal (sesuai data
Kemendes PDTT);
2. Sekolah swasta sdh berizin operasional min 3 thn.
3. harus dengan rekomendasi dari kabupaten/kota
Pengelolaan Dana BOS

Perencanaan Pelaksanaan Pelaporan

EDS
1. Pembukuan/administrasi,
serta bukti dan dokumen
RKJM 4 tahunan Efisien Efektif pendukung bukti
pengeluaran wajib
diarsipkan.
2. Laporan penggunaan
Rencana dana BOS
1 tahunan 3. Laporan aset
Kerja Tahunan
4. Laporan ke Dinas
Akuntabel Transparan Pendidikan
1 tahunan 5. Laporan online ke Laman
dan
BOS
RKAS memuat
6. Pencatatan P3M
BOS

PRINSIP-PRINSIP MBS
Ketentuan Penggunaan Dana BOS

Penggunaan dana BOS di sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan
bersama antara Tim BOS Sekolah, Dewan Guru dan Komite Sekolah. Hasil kesepakatan di
atas harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat dan ditandatangani
oleh peserta rapat. Kesepakatan penggunaan dana BOS harus didasarkan skala prioritas
kebutuhan sekolah, khususnya untuk membantu mempercepat pemenuhan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) dan/atau Standar Nasional Pendidikan (SNP);

Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional sekolah;

Biaya transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas di luar kewajiban jam
mengajar harus mengikuti batas kewajaran yang ditetapkan oleh pemerintah
daerah;

Bunga bank/jasa giro akibat adanya dana di rekening sekolah menjadi milik
sekolah dan digunakan untuk keperluan sekolah (SE Ditjen Perbendaharaan
Nomor: S-5965/PB/2010 tanggal 10 Agustus 2010 perihal Pemanfaatan Bunga Bank
yang berasal dari Dana BOS di rekening sekolah).
Larangan Penggunaan Dana BOS (1)
 Disimpan dengan maksud dibungakan;
 Dipinjamkan kepada pihak lain;
 Membeli software pelaporan keuangan BOS atau software sejenis;
 Membiayai kegiatan yang bukan prioritas sekolah dan perlu biaya
besar, seperti studi banding, tur studi dan sejenisnya;
 Membayar iuran kegiatan
UPTD/kecamatan/kab/kota/propinsi/pusat, kecuali untuk
menanggung biaya keikutsertaan dalam kegiatan tersebut;
 Membayar bonus dan transpor rutin guru;
 Membiayai akomodasi kegiatan antara lain sewa hotel, sewa
ruang sidang, dan lainnya.
 Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk
kepentingan pribadi
Larangan Penggunaan Dana BOS (2)
 Rehabilitasi sedang dan berat;
 Membangun gedung/ruangan baru;
 Membeli LKS dan bahan/peralatan yang tidak mendukung proses
pembelajaran;
 Menanamkan saham;
 Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber lain secara
penuh/wajar;
 Membiayai kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan operasi
sekolah, seperti upacara/ acara keagamaan, dan iuran dalam rangka
upacara peringatan hari besar nasional;
 Membiayai kegiatan terkait program BOS yang diselenggarakan
lembaga di luar SKPD Pendidikan Prov/Kab/Kota dan Kemdikbud;
 Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti
pelatihan/sosialisasi/pendampingan dari lembaga di luar dinas
pendidikan propinsi/kab/kota/pusat
Aturan Umum Komponen Pembiayaan BOS
1. Sekolah wajib menggunakan sebagian dana tersebut untuk membeli buku teks pelajaran bagi
peserta didik dan buku pegangan bagi guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh
sekolah

2. Buku teks tersebut harus sudah dibeli oleh (tersedia di) sekolah sebelum Tahun Pelajaran Baru
dimulai

3. Sekolah harus mencadangkan separuh BOS yang diterima di triwulan II (untuk sekolah yang
menerima penyaluran tiap triwulan) atau sepertiga dari BOS yang diterima di semester I (untuk
sekolah yang menerima penyaluran tiap semester), atau 20% dari alokasi sekolah dalam satu
tahun, di rekening sekolah untuk pembelian buku teks yang harus dibeli sekolah

4. Dana BOS yang dicadangkan ini boleh dicairkan apabila sekolah akan membayar
pemesanan buku teks yang diperlukan atau sudah memenuhi kewajiban menyediakan buku

5. Apabila penggunaan dana untuk pembelian buku teks lebih besar dari 20% BOS yang telah
dicadangkan, sekolah dapat menambahkan dana tersebut dari dana yang ada. Sebaliknya
apabila dana yang dicadangkan tersebut masih tersisa setelah sekolah memenuhi kebutuhan
buku teks yang telah ditentukan, maka sisa dana tersebut dapat digunakan untuk pembelian
buku lainnya atau pembiayaan kegiatan lainnya
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Sub Komponen Penjelasan
Pembiayaan

1 Pengembangan a. Sekolah wajib membeli/menyediakan buku teks  Buku teks yang harus dibeli
Perpustakaan pelajaran untuk siswa dan buku pegangan guru sekolah merupakan buku teks
sesuai kurikulum yang digunakan sekolah, baik pelajaran yang telah dinilai
pembelian buku yang baru, mengganti yang
dan telah ditetapkan Harga
rusak, dan membeli kekurangan agar tercukupi
rasio satu siswa satu buku. Buku teks yang dibeli Eceran Tertinggi (HET) nya
adalah yang telah dinilai dan ditetapkan HET-nya oleh Kemdikbud
oleh Kemdikbud;  Buku yang dibeli oleh sekolah
b. Membeli buku pengayaan dan referensi untuk harus dijadikan pegangan
memenuhi SPM; oleh peserta didik dan guru
c. Langganan koran, majalah/publikasi berkala sebagai buku teks pelajaran
yang terkait pendidikan (offline/online);  HET buku teks didasarkan
d. Pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan;
pada :
1. Permendikbud No. 25
e. Peningkatan kompetensi pustakawan;
Tahun 2016
f. Pengembangan database perpustakaan; 2. Kepmendikbud No. 173/P/
g. Pemeliharaan perabot perpustakaan; Tahun 2017
h. Pemeliharaan & pembelian AC perpustakaan;
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Sub Komponen Penjelasan
Pembiayaan

2 Kegiatan a. Semua jenis pengeluaran dlm rangka Tata Cara Pelaksanaan PPDB
Penerimaan PPDB; sesuai dengan Permendikbud
Peserta Didik Baru i. Penggandaan formulir No. 17 Tahun 2017
(PPDB) Dapodikdasmen;
ii. Administrasi pendaftaran
iii. Publikasi (Pembuatan spanduk, brosur,
dan lainnya)
iv. Biaya kegiatan pengenalan
lingkungan sekolah
v. Konsumsi penyelenggaraan kegiataan
dan transportasi
b. Pembuatan spanduk bebas pungutan
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Sub Komponen Penjelasan
Pembiayaan

3 Kegiatan a. Membeli alat peraga IPA yang diperlukan sekolah  ATK atau penggandaan materi
untuk memenuhi SPM di tingkat SD;  biaya penyiapan tempat
Pembelajaran dan
Ekstrakurikuler b. Mendukung penyelenggaraan PAKEM di SD; kegiatan
c. Mendukung penyelenggaraan Pembelajaran  honor narasumber lokal sesuai
Kontekstual di SMP; standar biaya umum setempat
d. Pengembangan pendidikan karakter/ penumbuhan  dan/atau transportasi/konsumsi
budi pekerti; panitia dan narasumber apabila
e. Pembelajaran remedial dan pengayaan; diperlukan sesuai ketentuan
peraturan perundang-
f. Pemantapan persiapan ujian;
undangan
g. Olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka
dan palang merah remaja dan ekstrakurikuler yang
sesuai dengan kebutuhan sekolah
h. Pendidikan dan pengembangan sekolah sehat,
aman, ramah anak dan menyenangkan;
i. Biaya lomba yang tidak dibiayai pemerintah/ pemda
(termasuk untuk biaya pendaftaran, transportasi dan
akomodasi);
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Sub Komponen Penjelasan
Pembiayaan

4 Kegiatan Evaluasi a. Biaya ulangan harian/tengah semester/akhir -------------------cukup jelas----------------


Pembelajaran semester/kenaikan kelas dan/atau ujian
sekolah/nasional;
b. Komponen yang dapat dibayarkan adalah:
i. Fotocopy/penggandaan soal;
ii. Fotocopy laporan hasil ujian untuk
disampaikan kepada Kepala Sekolah,
serta ke Dinas Pendidikan dan orang
tua/wali;
iii. Biaya transport pengawas ujian yang
ditugaskan di luar sekolah tempat
mengajar, dan tidak dibiayai
Pemerintah/Pemda.
iv. biaya konsumsi penyelenggaran
kegiatan evaluasi pembelajaran dan
pemeriksaan hasil ujian di sekolah
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Sub Komponen Penjelasan
Pembiayaan

5 Pengelolaan a. Pembelian buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, Kebijakan pembayaran honor untuk
kertas, bahan praktikum, buku induk peserta petugas pendataan di sekolah
Sekolah mengikuti ketentuan sebagai berikut:
didik, dan/atau buku inventaris
b. Pembelian alat tulis kantor (termasuk tinta 1. diupayakan untuk dikerjakan oleh
printer, CD, dan/atau flash disk; tenaga administrasi berkompeten
yang sudah tersedia di sekolah, baik
c. Transportasi dalam rangka koordinasi yang merupakan pegawai tetap
dan/atau pelaporan kepada dinas pendidikan maupun tenaga honorer, sehingga
kabupaten/kota. Khusus untuk SDLB/SMPLB/SLB sekolah tidak perlu menganggarkan
dalam rangka koordinasi dan/atau pelaporan biaya tambahan untuk pembayaran
kepada dinas pendidikan provinsi. honor bulanan;
d. Pendataan melalui aplikasi Dapodik 2. apabila tidak tersedia tenaga
e. Pembelian peralatan/perlengkapan yang administrasi yang berkompeten,
menunjang operasional rutin di sekolah, antara sekolah dapat menugaskan petugas
lain bel, sound system dan speaker untuk pendataan lepas (outsourcing) yang
dibayar sesuai dengan waktu
upacara, teralis jendela, dan/atau pekerjaan atau per kegiatan (tidak
perlengkapan sejenis lainnya. dibayarkan dalam bentuk honor rutin
f. dll bulanan).
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Sub Komponen Penjelasan
Pembiayaan

6 Pengembangan a. Kegiatan KKG/MGMP atau KKKS/MKKS. Dana BOS tidak boleh digunakan
Profesi Guru dan Sekolah yang mendapat hibah/block grant untuk biaya kegiatan yang sama
Tenaga pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya yang telah dibiayai oleh
pada tahun anggaran yang sama hanya pemerintah/pemda
Kependidikan,
boleh menggunakan dana BOS untuk
serta transport kegiatan bila tidak disediakan;
Pengembangan
Manajemen b. Menghadiri seminar peningkatan mutu guru
Sekolah dan tenaga kependidikan (biaya pendaftaran
dan akomodasi apabila seminar diadakan di
luar satuan pendidikan);

c. Mengadakan workshop peningkatan mutu.


Biaya yang dapat dibayarkan adalah
fotocopy, serta konsumsi peserta workshop
yang diadakan di sekolah dan biaya nara
sumber dari luar sekolah dengan mengikuti
standar biaya umum (SBU) daerah;
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Pembiayaan Sub Komponen

7 Langganan Daya dan a. Langganan listrik, air, dan telepon (termasuk


Jasa pasang instalasi baru bila ada jaringan);

b. Langganan internet pasca/pra bayar, baik dengan


fixed modem maupun mobile modem (termasuk
pasang baru bila ada jaringan). Batas maksimal
pembelian paket/voucher mobile modem sebesar
Rp. 250.000/bulan, sedangkan biaya langganan
dengan fixed modem sesuai dengan kebutuhan
sekolah;
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Pembiayaan Sub Komponen

8 Pemeliharaan dan a. Pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu


perawatan sarana dan jendela;
prasarana b. Perbaikan mebeler, termasuk pembelian meja dan
kursi peserta didik/guru jika meja dan kursi yang ada
sudah tidak berfungsi atau jumlahnya kurang
mencukupi kebutuhan;
c. Perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC)
untuk menjamin kamar mandi dan WC siswa berfungsi
dengan baik;
d. Perbaikan saluran pembuangan dan saluran air hujan;
e. Perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas
sekolah lainnya
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Sub Komponen Penjelasan
Pembiayaan

9 Pembayaran Honor a. Guru honorer  Batas maksimum pembayar honor bulanan


sekolah negeri adalah 15% dan 50% sekolah
b. Tenaga administrasi; swasta
c. Pegawai perpustakaan;  Guru honorer yang dibiayai dari dana BOS
d. Penjaga Sekolah; sesuai dengan ketentuan sbb:
e. Petugas satpam; a. Jumlah guru yang diangkat sesuai kebutuhan
untuk memenuhi SPM (Standar Pelayanan Minimal
f. Petugas kebersihan; ) yang diatur dalam Permendikbud 23 Tahun 2013

b. Guru yang memiliki kualifikasi akademik S1/D-IV

c. BUKAN merupakan guru baru (diangkat sebelum


Januari 2017)

d. Mendapat surat penugasan dari Pemerintah


Daerah (khusus sekolah negeri) dengan
memperhatikan analisis kebutuhan guru dan
menyampaikan tembusan penugasan dimaksud
kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan Kemdikbud
Penggunaan Dana BOS Dikdas
No Komponen Sub Komponen Penjelasan
Pembiayaan

10 Pembelian/Perawat a. Membeli/memperbaiki komputer  komputer desktop/workstation,


an Alat Multi Media desktop/ work station. Maksimum printer/printer scanner, laptop
Pembelajaran pembelian 5 unit/ tahun baik bagi SD dan/atau proyektor harus dibeli
maupun SMP; di penyedia barang yang
b. Membeli/memperbaiki printer atau memberikan garansi resmi;
printer plus scanner. Maksimum  proses pengadaan barang
pembelian adalah 1 unit/tahun; oleh sekolah harus mengikuti
c. Membeli/memperbaiki laptop. Jumlah ketentuan peraturan
maksimum pembelian adalah 1 perundang-undangan;
unit/tahun dengan harga maksimum
Rp. 10 juta;  peralatan di atas harus dicatat
sebagai inventaris sekolah.
d. Membeli/memperbaiki proyektor.
Jumlah maksimum yang dapat dibeli
adalah 5 unit/ tahun dengan harga
maksimum Rp. 7 juta;
Penggunaan Dana BOS Dikdas

No Komponen Sub Komponen Penjelasan


Pembiayaan

11 Biaya Lainnya a. Peralatan pendidikan yang Dapat dilaksanakan apabila


mendukung kurikulum yang komponen 1 - 10 telah terpenuhi
diberlakukan Pemerintah; pembiayaannya.
b. Membangun jamban/WC berserta
sanitasinya, dan kantin sekolah bagi
SD/SDLB yang belum memiliki
prasarana tersebut;
c. Mesin ketik
Mekanisme Belanja di Sekolah
Mekanisme Pembelian /Pengadaan
Barang/Jasa
Ketentuan lainnya:
Belanja secara
online 1. Sekolah harus memperhatikan
kualitas barang/jasa, ketersediaan,
dan kewajaran harga
2. Pembelian/pengadaan
Tersedia barang/jasa harus ketahui oleh
Komite Sekolah;

Tidak- 3. Sekolah harus membuat laporan


Tersedia tertulis singkat tentang proses
pembelian/pengadaan;
4. Untuk pekerjaan
Disdik Prov/Kab/Kota rehabilitasi/pemeliharaan
(sesuai kewenangan) bangunan sekolah, Tim BOS
membantu sekolah
Sekolah harus membuat rencana
melaksanakan
pengadaan. kerja.
Mekanisme Pembelian /Pengadaan Barang/Jasa
Khusus untuk Pembelian Buku K13 (SE No. 10/D/KR/2017
tentang Buku Teks Pelajaran Kurikulum 13 Melalui BSE

dengan mekanisme:
a. sekolah memesan buku K-13 ke penyedia buku baik secara langsung
(offline) maupun melalui aplikasi (online) pada laman buku.kemdikbud.go.id
yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
b. Penyedia mengirimkan Buku Kurikulum 2013 kepada Sekolah sesuai dengan
pesanan
c. sekolah melakukan pemeriksaan kesesuaian terhadap:
1) judul dan isi buku sebagaimana termuat dalam buku sekolah elektronik;
2) spesifikasi buku K-13 yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan; dan
3) jumlah pesanan buku untuk setiap judul,
d. sekolah melakukan pembayaran pemesanan buku K-13 kepada penyedia
buku sesuai dengan harga yang tidak melebihi HET
Prinsip Pembelian /Pengadaan Barang/Jasa
 Pengelola sekolah harus memastikan
EFISIEN bahwa barang/jasa yang akan dibeli
adalah kebutuhan sekolah yang sudah
sesuai dengan skala prioritas
pengelolaan/pengembangan sekolah;

AKUNTABEL EFEKTIF  Pembelian barang/jasa harus


mengedepankan prinsip keterbukaan
PRINSIP PENGADAAN dan efisiensi anggaran dalam
BARANG/JASA menentukan barang/jasa dan tempat
pembeliannya;

 Mekanisme pembelian/pengadaan
barang/jasa harus mengikuti ketentuan
sesuai dengan peraturan perundangan
TRANSPARAN BERSAING yang berlaku;
Mekanisme Pembayaran
 Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menggalakkan transaksi keuangan secara non
tunai, maka pada tahun 2017 Kemdikbud akan mulai menerapkan kebijakan pembayaran
non tunai dalam pelaksanaan belanja dari dana BOS dengan ketentuan sbb:
 Tidak diberlakukan di seluruh sekolah
 Tidak seluruh belanja di sekolah dilakukan dengan metode pembayaran non tunai
 Prinsip Pembayaran
 Merupakan kebijakan terkait dengan model atau cara pembayaran, bukan pengadaan
barang/jasa;
 Masih tetap membuka adanya sebagian transaksi pembayaran tunai sehingga tidak
mempersulit satuan pendidikan;
 Diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur;
 Pencatatan dan pelaporan transaksi pembayaran non tunai dilakukan secara otomatis
 Pertimbangan pengembangan transaksi non tunai
 Menjadikan transaksi belanja pendidikan “lebih transparan”.
 Memastikan traksaksi pendidikan “tercatat dalam sistem perbankan”, sehingga
meningkatkan akuntabilitas keuangan pendidikan.
 Meningkatkan “rasa aman” bagi pelaksana transaksi pendidikan.
 Memperbaiki “kualitas belanja pendidikan”, dengan penguatan model penganggaran
sekolah.
 Mendukung tingkat “literasi keuangan” di satuan pendidikan.
Mekanisme Pembayaran

 Merupakan kebijakan terkait dengan model atau cara pembayaran, bukan


pengadaan barang/jasa;
 Masih tetap membuka adanya sebagian transaksi pembayaran tunai sehingga
tidak mempersulit satuan pendidikan;
 Diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur;
 Pencatatan dan pelaporan transaksi pembayaran non tunai dilakukan secara
otomatis.
Pelaporan Sekolah
Pelaporan

Sekolah Kab/Kota Propinsi Pusat

• Setiap kegiatan wajib dibuatkan  Laporan penyaluran dana • Laporan penyaluran dana
laporannya. tiap triwulan atau tiap triwulan atau semester;
• Laporan penggunaan dana BOS  Rekapitulasi semester; • Laporan Akhir Tahun;
meliputi laporan realisasi
penggunaan dana tiap sumber penggunaan dana BOS  Laporan Akhir Tahun; • Laporan
dana dan surat pernyataan yang diperoleh dari  Hasil penyerapan penggunaan dana
tanggung jawab penggunaaan
dana sesuai NPH.
Sekolah. dan penggunaan BOS;
• Pembukuan/administrasi, serta  Penanganan dana di sekolah; • Statistik penerima
bukti dan dokumen pendukung Pengaduan  Penanganan bantuan;
bukti pengeluaran wajib
diarsipkan oleh sekolah sebagai Masyarakat, yang Pengaduan • Hasil monitoring dan
bahan audit. Setelah diaudit, antara lain berisi Masyarakat; evaluasi;
maka data tersebut dapat diakses
oleh publik.
informasi tentang jenis  Kegiatan lainnya, • Penanganan
• Seluruh arsip data keuangan, baik
kasus, skala kasus, seperti kegiatan Pengaduan
yang berupa laporan-laporan kemajuan sosialisasi dan Masyarakat.
keuangan maupun dokumen penanganan, dan pelatihan, serta
pendukungnya, disimpan dan • Kegiatan lainnya,
status penyelesaian. pengadaan.
ditata dengan rapi dalam urutan seperti sosialisasi,
nomor dan tanggal kejadiannya,  Laporan Hasil Monitoring pelatihan, dan
serta disimpan di suatu tempat
yang aman dan mudah untuk
dan Evaluasi. pengadaan.
ditemukan setiap saat
Langkah-langkah Pengisian Laporan Bos Online

STEP-1

Open link:
www.bos.kemdikbud.go.id

STEP-2

Klik menu “LOGIN”


Langkah-langkah Pengisian Laporan Bos Online

STEP-4

Cek Profil Sekolah

STEP-3

Entri username dan password Melihat detil


Dapodik profil sekolah

b User sekolah

c Pass sekolah
Langkah-langkah Pengisian Laporan Bos Online
Pilih tahun Pilih Triwulan Tampilkan
STEP-6
Klik menu “Edit” untuk
memulai mengentri

Edit

STEP-5

Klik menu “Lapor”


Langkah-langkah Pengisian Laporan Bos Online

STEP-7

Klik menu “Proses” untuk


menyimpan hasil entri

STEP-8

Klik menu “Logout” untuk


mengakhiri entri lapor bos online
Pilih Jenjang, Status, Propinsi,
STEP-10 Kab/Kota, Nama Sekolah, dan
Tahun sesuai profil sekolah
Klik menu “Penggunaan Dana”
untuk memastikan data yang
dientri telah terkirim dan tercatat

Klik menu “Submit”


untuk memanggil
data

Klik “Export Excel”


untuk mengunduh

STEP-9

Klik menu “Masuk Website”